Bersama SiDu, Murid Kelas 5 SD IT Nur Hidayah Berlatih Menulis Cerita Fiksi
Sinar Dunia (SiDu), salah satu merek buku tulis yang sangat terkenal di Indonesia, menaruh perhatian besar dalam membentuk sekaligus menghasilkan calon penulis andal. SiDu memiliki program, yaitu Akademi Ayo Menulis. Sejak 2017, program ini digagas untuk membangkitkan kecintaan anak-anak terhadap menulis tangan.
Senin pagi (19/05/2025), murid-murid kelas 5 SD Islam Terpadu (IT) Nur Hidayah Surakarta mengikuti program ini melalui zoom meeting. Bertempat di aula sekolah, mereka berlatih menulis cerita fiksi menggunakan buku tulis gratis dari SiDu. Materi pelatihan menulis disampaikan oleh salah seorang tutor dari SiDu, Kak Bonaventura. Kak Bona menyampaikan, "Teman-teman, hari ini, kita akan menulis cerita fiksi. Cerita fiksi lahir dari imajinasi kalian. Namun demikian, sebelum masuk ke situ, kita tetap harus belajar supaya mengetahui tentang berbagai hal yang membuat cerita kita itu menarik dan bisa dipahami oleh para pembaca," urai Kak Bona.
Kak Bona pun mengenalkan beberapa karakter menarik yang harus ada dalam penulisan cerita fiksi kali ini; karakter Mobil Legend Bang-Bang dan SiDu Squad. Para murid harus memasukkan beberapa karakter tersebut di dalam cerita fiksinya. Mereka yang tidak asing dengan karakter-karakter dalam permainan "Mobil Legend" langsung bersorak heboh. Kak Bona penyampaian materi yang berlangsung sekitar 20 menit, tibalah waktu mereka menulis.
Raziinul 'Uluum Murjon (murid kelas 5A) memilih judul "Empat Sahabat Sidu" untuk memenuhi tugas dalam pelatihan ini. Cerita ini mengisahkan tentang persahabatan Gazo, Rinosai, Toramau, dan Pongo. "Aku mengambil tema persahabatan dan kejujuran. Diawali dari perbuatan menyontek saat ujian, berlanjut konflik dalam persahabatan, dan diakhiri dengan indahnya saling menasihati di antara mereka menjadi jalan ceritaku," terang Razi.
Pelatihan dari SiDu yang sangat positif ini tentunya membuat banyak anak tertarik. Selain dapat meneladani aktivitas utama para penulis (yaitu menulis), pelatihan ini juga mendukung visi Pemerintah Republik Indonesia untuk mencetak generasi emas 2045 melalui penguatan keterampilan menulis cerita dengan tangan. Semoga dari sini, lahir para penulis berkualitas tinggi dan berakhlak mulia yang menjadi salah safu faktor kemajuan pendidikan sebuah negara, amin.
(Abro}