Pesiapkan Ramadhan Siswa Siswi Kelas 4 Mengadakan Mabit di Sekolah

SOLO–Siswa – siswi kelas 4 SDIT Nur Hidayah mengadakan kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa). Menempati aula gedung timur lantai satu, kegiatan ini diikuti oleh 116 siswa yang meliputi kelas 4A, 4B, 4C, 4D. Kegiatan ini diadakan pada hari Sabtu dan Ahad 9 sd 10 Maret 2024.

Acara dimulai tepat pukul 16.00 WIB, diawali dengan pembukaan, tilawah dan dilanjutkan dengan materi pertama. Tema yang diangkat adalah Ramadhan Perekat Keberagamaan Bangsa, disampaikan oleh Ustadz Mario San Dwi, dari pukul 16.30 – 17.00 WIB.

Mabit ini merupakan agenda setiap paralel kelas di setiap tahunnya, dilaksanakan setiap akhir semester. Salah satu tujuan kegiatan ini ialah untuk membentuk karakter para siswa.

Pada pukul 18.00 WIB para siswa melaksanakan persiapan sholat magrib berjamaah. Kemudian dilanjutkan makan malam bersama. Usai makan malam, seluruh peserta mabit dan guru – guru pendamping bersiap melaksanalan sholat Isya berjamaah di masjid sekolah.

Materi ke-2 adalah Grand Opening P5 kelas 4 yang disampaikan oleh Ustadz Bisri dengan melihat tayangan film ‘Laskar Pelangi’. Film ini berkisah tentang semangat anak-anak desa yang jauh dari kota tetapi memiliki semangat luar biasa dalam belajar. Meskipun fasilitas sekolah dan jumlah guru mereka sangat terbatas tetapi tidak menyurutkan langkah mereka dalam menimba ilmu.

Usai melihat tayangan film, pada pukul 22.00 para siswa dan guru pendamping istirahat.

Pada pukul 03.40 WIB para siswa dan guru pendamping melaksanakan sholat tahajud berjamaah, dengan imam sholat Ustadz Ficky.
Adzan subuh pun berkumandang, mereka melanjutkan kegiatan dengan sholat Subuh berjama’ah yang diimami oleh Ustadz Mulyadi.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan kajian subuh yang diikuti oleh wali murid kelas 4.
Dalam tausyiahnya, Ustadz Asih Sunjoto Putro mengajak untuk menyambut bulan Ramadhan dengan rasa gembira, jangan sampai menyambutnya dengan rasa sedih. Beliau juga menjelaskan perbedaan syiam dan shaum.

Dimana syiam adalah menahan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dari fajar hingga terbenam matahari.
Sedangkan shaum maknanya lebih dalam lagi yakni tidak hanya menahan lapar dahaga tetapi bisa menjaga semua anggota badan termasuk hatinya ikut berpuasa.

Ahad pagi seluruh siswa kelas 4 dipisahkan dengan orang tua, mereka diarahkan ke lantai 3 untuk melaksanakan dzikir pagi hari.

Dalam hal ini Ustadz Inoki sebagai Ketua Pelaksanakan Mabit menyampaikan, dengan mabit menjelang Ramadhan ini salah satu upaya untuk mempersiapkan anak-anak supaya terbiasa dengan amalan – amalan di bulan Ramadhan. Semoga anak-anak dan kita semua bisa mengerjakan amalan-amalan di bulan Ramadhan dengan maksimal. Aamiin(MYD)