Murid-Murid Kelas IV SD Islam Terpadu Nur Hidayah Solo Buat Keyakinan Kelas untuk Membangun Budaya Positif

Solo (03/01) — Memasuki kegiatan belajar mengajar semester 2 tahun pelajaran 2022/2023, murid-murid kelas IV SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta membangun budaya positif dengan membuat keyakinan kelas.

Budaya positif merupakan pembiasaan tutur perkataan, sikap perilaku, maupun etos belajar yang baik pada diri warga sekolah dalam keseharian di sekolah maupun di lingkungan lainnya.

Murid-murid diajak untuk berdiskusi di kelompoknya masing-masing. Membayangkan dan memikirkan lingkungan kelas maupun sekolah yang ideal supaya nyaman dan menambah semangat untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Baik lingkungan fisiknya maupun interaksi antar apa yang ada di lingkungan tersebut.

Bermula dari eksplorasi pemikiran murid-murid dalam diskusi tersebut, mereka menemukan kata kunci-kata kunci yang menjadi keyakinan kelas. Ada yang menemukan tentang lingkungan kelasnya berih dan rapi, supaya nyaman belajarnya.

Ada yang menemukan pemikiran tentang kedisiplinan untuk meraih prestasi. Ada pula yang menemukan tentang kesopanan dan keberanian berpendapat dalam pembelajaran.

Salah satu murid kelas 4C, Aulia Husna Mumtaza (9) menyampaikan rasa senangnya saat menemukan satu kata kunci yang menjadi salah satu keyakinan kelasnya.

“Ketika menemukan sampah di sekitar kita, maka segera kuambil dan kubuang ke tempat sampah. Maka, bersih dan rapi menjadi salah satu keyakinan kelasku. Karena aku ingin kelasku, sekolahku, dan lingkunganku bersih dan rapi. Senangnya aku dapatkan kata kunci keyakinan kelasku. Tentunya setelah semua teman-teman kelasku menyepakati,” ungkapnya.

Salah guru kelas IV, Muhammad Bisri, S.HI yang ikut mendampingi murid-murid dalam membuat keyakinan kelas menyampaikan bahwa perlu adanya kesadaran diri dan konsistensi bersama dalam menjalankan dan mewujudkan keyakinan kelas.

“Diperlukan kesadaran diri yang tinggi dari warga sekolah dalam mewujudkan keyakinan kelas. Setelah keyakinan kelas ini kalian buat, diharapkan tidak ada lagi yang pilih-pilih teman, datang terlambat, memotong penjelasan dari guru, dan sebagainya,” harapnya.

Waka Humas SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, Rahmat Hariyadi, S.Pd. menyampaikan bahwa budaya positif sangat tepat jika mulai dibiasakan atau diterapkan sejak dini.

“Budaya positif sangat tepat jika diterapkan sejak dini. Karena membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk membentuk karakter baik atau budaya positif. Diperlukan lingkungan yang baik, juga keteladanan dari kakak-kakaknya maupun orang-orang yang lebih dewasa,” ungkapnya.

“Keyakinan kelas menjadi salah satu upaya dalam menerapkan budaya positif di lingkungan kelas, sekolah, maupun lingkungan lainnya. Keyakinan kelas berbeda dengan peraturan kelas. Jika keyakinan kelas tumbuh dari kesadaran individu-individu. Kalau peraturan kelas lazimnya ada punishman bagi yang melanggar,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *