Posts

Berqurban, Sarana PPK di SDIT Nur Hidayah Surakarta

Dzulhijjah 1440 H, mungkin sama halnya dengan Dzulhijjah pada tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, ada pengalaman istimewa di sini. Momen berqurban sangat tepat untuk menjadi salah satu sarana PPK (Penguatan Pendidikan Karakter). SDIT Nur Hidayah tak mau kehilangan momen berharga ini. Berbagai kegiatan diadakan sebagai sarana PPK dalam momen Dzulhijjah kali ini.

Diantaranya, mengulas keteladanan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Ibunda Hajar. Kegiatan literasi pagi pekan ini difokuskan untuk mengulas sirah luar biasa ini. Di sela-sela kegiatan KBM pun disisipkan hikmah keikhlasan dan kepatuhan atas perintah Allah sebagai makna dari berqurban. Tak hanya itu, aksi lebih nyata pun dilakukan. Himbauan untuk menyalurkan hewan qurban melalui sekolah dan atau berinfak bagi yang belum berqurban (atau sudah berqurban di tempat lain) adalah sarana untuk melatih jiwa berqurban.

Adalah Mufid, siswa kelas 5B SDIT Nur Hidayah sangat bersemangat untuk bisa berqurban dengan tabungannya sendiri. Tabungan itu ia kumpulkan dari kelas 3 saat ia memiliki cita-cita nanti pas SMP mau beli motor listrik untuk sekolah. Uang jajannya jarang sekali ia pakai untuk jajan. Diberi voucher untuk jajan malah dijual ke teman-temannya, lalu ditabung. (Aturan di sekolah jajan pakai voucher, tidak diperbolehkan pakai uang). Uang fitrah dari pakdhe budhe semuanya ditabung. Bahkan waktu kelas 4 kemarin minta dibawakan pizza ke sekolah untuk dijual kepada teman-temannya agar lebih cepat tercapai target tabungannya.

Mas Mufid Kelas 5B SDIT Nur Hidayah bersemangat berqurban sapi dengan uang tabungannya

Mas Mufid Kelas 5B SDIT Nur Hidayah bersemangat berqurban sapi dengan uang tabungannya

Alhamdulillah, saat ini tabungannya sudah cukup untuk ikut berqurban. Dia minta ikut kelompok sapi. Semoga Mas Mufid istiqomah beramal sholih,” demikian dituturkan oleh Bunda Rini, Ibunda Mas Mufid.

Kebaikan ini ternyata menular. Cerita Ibunda Mas Mufid ini menginspirasi wali murid yang lain. Jumat pagi (09/08), ada celotehan menarik dari Mbak Rara, siswa kelas 2D SDIT Nur Hidayah Surakarta. Bersamaan dengan guru yang hendak menabung ke koperasi, ia menggenggam uang Rp6.000,00. Obrolan menarik itu terletak pada kalimat yang disampaikan sang murid kelas 2 itu. “Tabunganku banyak. Sudah mau setengah juta. Nanti kalau sudah banyak banget buat beli sapi untuk disembelih untuk berqurban,” paparnya saat ditanya sang guru untuk apa uang tabungannya kalau sudah banyak.

Mbak Rara Kelas 2D juga semangat berqurban dengan uang tabungannya

Mbak Rara Kelas 2D juga semangat berqurban dengan uang tabungannya

Saya sangat terinspirasi perjuangan Mas Mufid yang diceritakan Bunda Rini kemarin ketika kami bertemu. Lalu saya ceritakan kepada anak-anak di rumah. Ternyata spontan mereka menjawab kalau mereka juga bisa seperti itu. “Alhamdulillah, yang tadinya Rara bersemangat menabung karena ingin membeli imo smart watch, sekarang dialihkan untuk menggapai cita-cita berqurban dengan uangnya sendiri. Semoga istiqomah sampai betul-betul terwujud qurbannya kelak,” cerita Bunda Santi, Ibunda Mbak Rara kepada gurunya saat ditanya apa rahasianya sehingga ananda bersemangat menabung untuk berqurban.

Kerja sama yang bagus memang terbukti antara sekolah dan walimurid. Tak berlebihan jika pada tahun 2017 lalu SDIT Nur Hidayah Surakarta mendapat Apresiasi Sekolah Keren Tingkat Nasional yang salah satu kriteria penilaiannya adalah keterlibatan nyata walimurid mendukung program-program sekolah. PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) yang dicanangkan pemerintah melengkapi pelaksanaan Kurikulum 2013, disambut antusias oleh SDIT Nur Hidayah Surakarta,” tutur Ustadzah Muslikah, S.Pd selaku Waka Kurikulum SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Dalam proses pembelajaran harian dan semua program-program sekolah menitikberatkan pada PPK ini. Termasuk momen berharga seperti Hari Raya Qurban dan momen lainnya. Penerapan kurikulum 2013 dengan PPKnya semoga menghasilkan generasi yang cerdas akalnya, kreatif, religius, dan cerdas sosialnya. *(Muslikah/emyu)