Posts

Peduli Lingkungan di Hari Pramuka

Rabu pagi, (14/08) cuaca cerah. Cemelorot sinar mentari menyelinap di sela-sela dedaunan. Seakan menyapa para siswa-siswi kelas IV dan VI SD Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta yang pagi ini berseragam pramuka lengkap dengan sepatu dan kaos kaki hitamnya, serta hasduk dan topinya. Mereka tampak gagah dan anggun berbaris rapi di halaman sekolah.

Ya, pagi ini mereka akan mengikuti Upacara Bendera Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka yang ke-58. Tema nasional Hari Pramuka ke 58 adalah Gerakan Pramuka Bersama Seluruh Komponen Bangsa Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI. Setelah seluruh pasukan siap dan Pembina Upacara sekaligus Kamabigus memasuki lapangan upacara, dilanjutkan pengibaran benderà merah.

Siswa SDIT Nur Hidayah mengikuti upacara memperingati Hari Pramuka

Ada 12 siswa pasukan pengibar bendera yang dengàn gerakan baris berbarik rancak membawa bendera menuju dekat tiang bendera. Pengibaran bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya serta seluruh peserta upaca memberi hormat, menjadikan suasana khitmat. Dilanjutkan pembacaan Teks Pancasila oleh Pembina Upacara, serta Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Dasa Dharma Pramukan oleh petugas upacara.

Dalam amanat upacaranya, Kepala SDIT Nur Hidayah Surakarta sekaligus Kamabigus, Waskito, S.Pd menyampaikan, “Setiap kita adalah pandu, setiap kita adalah praja muda karana (pramuka). Ada nilai-nilai luhur dalam gerakan pramuka yang itu sangat selaras dengan nilai-nilai dalam Islam. Rajin, bertaqwa, terampil, mandiri tanggung jawab, peduli, cinta tanah air, dapat dipercaya, dan lainnya. Selamat Hari Pramuka ke-58. Siap sedia membangun keutuhan NKRI.” beliau juga membacakan beberapa point penting yang terdapat dalam teks sambutan peringatan Hari Pramuka ke-58 dari Ka Kwarnas Gerakan Pramuka, Ir. Budi Waseso.

Ustadz Waskito, S. Pd selaku Kepala SDIT Nur Hidayah sekaligus Kamabigus menyampaikan amanat dalam upacara memperingati Hari Pramuka

Usai upacara, mereka rehat sejenak sambil menikmati tampilan dari Tim Pramuka SDIT Nur Hidayah Surakarta. Ada lagu Pramuka SIT, gerak lagu Hai Yamko Rambe, dan gerak semaphore.

Tampilan Tari Semaphore oleh Siswa SDIT Nur Hidayah setelah upacara memperingati Hari Pramuka
Tampilan Gerak Lagu Hai Yamko Rambe Yamko oleh siswa SDIT Nur Hidayah ikut menyemarakkan pasca upacara memperingati Hari Pramuka

Setelah rehat, para siswa kelas IV dan VI menuju ke jalan Pisang untuk melakukan Gerakan Peduli Lingkungan dengan memungut /menyapu sampah. Ada yang membawa sapu lidi, ikrak, maupun plastik besar untuk tempat sampah sementara.

Ustadz Sunarto, salah satu guru SDIT Nur Hidayah sekaligus kakak pembina memberi teladan mencintai lingkungan
Para siswa SDIT Nur Hidayah penuh semangat melakukan aksi cinta lingkungan di Hari Pramuka

Mereka tampak bahagia menerapkan satu nilai dari Pramuka dengan peduli lingkungan. *(Hary/emyu)

Bhakti Sosial Milad Ke-20 SDIT Nur Hidayah

Siang ini, (Selasa, 13/03) warga RW XI dan XIII Kelurahan Kerten tampak berbondong-bondong hadir ke SD Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Mereka tampak bahagia dengan senyum mengembang tatkala memasuki gerbang sekolah. Apalagi tatkala beberapa panitia menyambutkan dengan penuh keramahan. Sambil berjabat tangan terlihat mereka saling beruluk salam dan bersapa.

Mereka pun dipersilakan menuju ke aula sekolah setelah merapikan alas kaki di loker yang telah disediakan. Tidak berapa lama ruang aula sudah terlihat penuh sesak. Warga di lingkungan RT 01, 02, 03, 04 RW XI dan RT 01, 02, 03 RW XII Kelurahan Kerten terlihat antusias untuk bersilaturrahim dengan sesama warga maupun dengan pihak sekolah yang bervisi Menjadi Sekolah Bermutu, Berkarakter, dan Berbudaya Lingkungan ini. Ya, warga yang didominasi kaum hawa ini akan mengikuti kegiatan Pengajian Umum dan Bhakti Sosial MILAD XX SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Kepala SDIT Nur Hidayah Surakarta, Waskito, S.Pd dalam sambutannya menuturkan, “Kami sangat berbahagia atas kehadiran bapak/ibu warga, ibu lurah, pengurus RT dan RW, serta pengurus Yayasan Nur Hidayah. Kita sangat bersyukur atas karunia usia 20 tahun SDIT Nur Hidayah Surakarta kami ikut berupaya mewarnai kebaikan dalam bidang pendidikan. Semoga beberapa prestasi sekolah ini baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kota ikut mengharumkan nama baik Kelurahan Kerten maupun Kota Surakarta. Tentu prestasi itu berkat doa dan dukungan dari semua pihak.”

Sementara itu, Lurah Kerten, Ibu Farida, SE, dalam sambutannya menyampaikan, “Keberadaan sekolah ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Tidak hanya momen Milad, tetapi saat pembagian zakat fitri maupun daging kurban selalu menghadirkan warga. Kami pun pihak kelurahan juga sering diundang di acara-acara sekolah lainnya. SDIT Nur Hidayah juga aktif di kegiatan kelurahan, seperti Grebeg Solo Kerti, Lomba Cerdas Cermat, dan lainnya. Tentu ini sinergi yang dipertahankan dan ditingkatkan terus. Selamat Milad Ke-20 SDIT Nur Hidayah.”

Ibu Farida, SE, Lurah Kerten memberikan sambutan saat acara Pengajian Umum dan Bakti Sosial dalam Rangka Milad ke-20 SDIT Nur Hidayah

Pengajian Umum pada kesempatan milad ini disampaikan oleh Ustadz Saifuddin Zuhri. Dalam uraian hikmahnya beliau menyampaikan, “Kita harus berbahagia, harus bersyukur memiliki tetangga yang baik. Tetangga yang baik akan memberikan kebaikan kepada sekitarnya, demikian pula sebaliknya. Oleh karenanya, jika tetangga kita mendapatkan karunia nikmat berupa prestasi dan lainnya, maka kita harus SMS, Senang Melihat Senang. Bukan senang melihat tetangga susah. Itu tandanya ada penyakit hati pada dirinya. Semoga kita semua dihindahkan dari sifat iri dengki.”

Ustadz Saifuddin Zuhri memberi tausyah saat Pengajian Umum dan Bakti Sosial dalam Rangka Milad ke-20 SDIT Nur Hidayah

Usai doa dan menikmati hidangan bersama, warga mengambil bingkisan yang telah disediakan panitia, lalu pulang ke rumah masing-masing. *(Darus/emyu)

Berqurban, Sarana PPK di SDIT Nur Hidayah Surakarta

Dzulhijjah 1440 H, mungkin sama halnya dengan Dzulhijjah pada tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, ada pengalaman istimewa di sini. Momen berqurban sangat tepat untuk menjadi salah satu sarana PPK (Penguatan Pendidikan Karakter). SDIT Nur Hidayah tak mau kehilangan momen berharga ini. Berbagai kegiatan diadakan sebagai sarana PPK dalam momen Dzulhijjah kali ini.

Diantaranya, mengulas keteladanan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Ibunda Hajar. Kegiatan literasi pagi pekan ini difokuskan untuk mengulas sirah luar biasa ini. Di sela-sela kegiatan KBM pun disisipkan hikmah keikhlasan dan kepatuhan atas perintah Allah sebagai makna dari berqurban. Tak hanya itu, aksi lebih nyata pun dilakukan. Himbauan untuk menyalurkan hewan qurban melalui sekolah dan atau berinfak bagi yang belum berqurban (atau sudah berqurban di tempat lain) adalah sarana untuk melatih jiwa berqurban.

Adalah Mufid, siswa kelas 5B SDIT Nur Hidayah sangat bersemangat untuk bisa berqurban dengan tabungannya sendiri. Tabungan itu ia kumpulkan dari kelas 3 saat ia memiliki cita-cita nanti pas SMP mau beli motor listrik untuk sekolah. Uang jajannya jarang sekali ia pakai untuk jajan. Diberi voucher untuk jajan malah dijual ke teman-temannya, lalu ditabung. (Aturan di sekolah jajan pakai voucher, tidak diperbolehkan pakai uang). Uang fitrah dari pakdhe budhe semuanya ditabung. Bahkan waktu kelas 4 kemarin minta dibawakan pizza ke sekolah untuk dijual kepada teman-temannya agar lebih cepat tercapai target tabungannya.

Mas Mufid Kelas 5B SDIT Nur Hidayah bersemangat berqurban sapi dengan uang tabungannya

Mas Mufid Kelas 5B SDIT Nur Hidayah bersemangat berqurban sapi dengan uang tabungannya

Alhamdulillah, saat ini tabungannya sudah cukup untuk ikut berqurban. Dia minta ikut kelompok sapi. Semoga Mas Mufid istiqomah beramal sholih,” demikian dituturkan oleh Bunda Rini, Ibunda Mas Mufid.

Kebaikan ini ternyata menular. Cerita Ibunda Mas Mufid ini menginspirasi wali murid yang lain. Jumat pagi (09/08), ada celotehan menarik dari Mbak Rara, siswa kelas 2D SDIT Nur Hidayah Surakarta. Bersamaan dengan guru yang hendak menabung ke koperasi, ia menggenggam uang Rp6.000,00. Obrolan menarik itu terletak pada kalimat yang disampaikan sang murid kelas 2 itu. “Tabunganku banyak. Sudah mau setengah juta. Nanti kalau sudah banyak banget buat beli sapi untuk disembelih untuk berqurban,” paparnya saat ditanya sang guru untuk apa uang tabungannya kalau sudah banyak.

Mbak Rara Kelas 2D juga semangat berqurban dengan uang tabungannya

Mbak Rara Kelas 2D juga semangat berqurban dengan uang tabungannya

Saya sangat terinspirasi perjuangan Mas Mufid yang diceritakan Bunda Rini kemarin ketika kami bertemu. Lalu saya ceritakan kepada anak-anak di rumah. Ternyata spontan mereka menjawab kalau mereka juga bisa seperti itu. “Alhamdulillah, yang tadinya Rara bersemangat menabung karena ingin membeli imo smart watch, sekarang dialihkan untuk menggapai cita-cita berqurban dengan uangnya sendiri. Semoga istiqomah sampai betul-betul terwujud qurbannya kelak,” cerita Bunda Santi, Ibunda Mbak Rara kepada gurunya saat ditanya apa rahasianya sehingga ananda bersemangat menabung untuk berqurban.

Kerja sama yang bagus memang terbukti antara sekolah dan walimurid. Tak berlebihan jika pada tahun 2017 lalu SDIT Nur Hidayah Surakarta mendapat Apresiasi Sekolah Keren Tingkat Nasional yang salah satu kriteria penilaiannya adalah keterlibatan nyata walimurid mendukung program-program sekolah. PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) yang dicanangkan pemerintah melengkapi pelaksanaan Kurikulum 2013, disambut antusias oleh SDIT Nur Hidayah Surakarta,” tutur Ustadzah Muslikah, S.Pd selaku Waka Kurikulum SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Dalam proses pembelajaran harian dan semua program-program sekolah menitikberatkan pada PPK ini. Termasuk momen berharga seperti Hari Raya Qurban dan momen lainnya. Penerapan kurikulum 2013 dengan PPKnya semoga menghasilkan generasi yang cerdas akalnya, kreatif, religius, dan cerdas sosialnya. *(Muslikah/emyu)

SDIT Nur Hidayah Solo Menjadi Rujukan Sekolah-sekolah SIT

Hari Rabu menjadi salah satu hari istimewa bagi SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Pasalnya, hari Rabu ditetapkan sebagai hari menerima tamu kunjungan dari sekolah lain. Merunut perjalanan sejarah yang ada, sekolah ini telah menjadi “sekolah model” bagi sekolah lainnya sejak tahun pertama berdiri. Berdiri 18 Juli 1999, saat itu Kepala Sekolah pertama yaitu Ustadz Heri Sucitro, S.Pd. maka di tahun 2000 mulai berdatangan tamu studi banding, yang oleh Bagian Humas SDIT Nur Hidayah Surakarta disebut dengan istilah Silaturahim Studi.

SD Islam Terpadu Nur Hidayah menerima tamu kunjungan Silaturrahim Studi pertama kalinya dari Yayasan Ihsanul Fikri Magelang. Sebuah yayasan yang sama-sama baru mendirikan Sekolah Islam Terpadu (SIT). Mereka berkunjung, karena SDIT Nur Hidayah Surakarta ini merupakan SIT di jenjang SD yang pertama di Jawa Tengah. Sehingga diharapkan dengan sharing mendapatkan bekal yang baik untuk mengembangkan lembaga yang relatif masih baru.

Kurang lebih 5 tahun terakhir ini semakin banyak tamu kunjungan silaturrahim studi maupu magang yang ingin menimba ilmu, dan tholabul ilmi bersama di sekolah yang bervisi Menjadi Sekolah Bermutu, Berkarakter, dan Berbudaya Lingkungan. Utamanya dari Sekolah-sekolah Islam Terpadu di bawah naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia.

Hari ini (07/08), SDIT Nur Hidayah Surakarta menerima tamu dari SDIT Bina Amal 02 Semarang dan SDIT Dian Insani Gunung Kidul. Rombongan dari 2 instansi berjumlah 50 orang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Staff Waka, dan Koordinator-koordinator di masing-masing sekolah.

Ustadz Santoso, S.Pd, Kepala Sekolah SDIT Dian Insani dan Ustadzah Zulaikhah, S.Pd mewakili Kepala Sekolah SD Islam Terpadu Bina Amal 02 sebagai ketua rombongan dalam sambutannya menyampaikan “Dulu kami pernah ke sini, dan sekarang ingin belajar lagi di sini. Karena SDIT Nur Hidayah ini terus berkembang dan semakin maju. Kami ingin banyak belajar bagaimana SDIT Nur Hidayah ini menjaga mutu pendidikannya sehingga bisa stabil prestasinya dan kuat karakter anak-anak didiknya.”

“Kami bersyukur dengan adanya silaturahim dari teman-teman berbagai sekolah. Tidak hanya wilayah Jawa Tengah saja, teman-teman dari Jawa Timur, Jawa Barat, bahkan dari luar Jawa seperti Kalimantan, Sumatra, Riau, dll berkunjung ke sini. Kadang kami heran, mengapa teman-teman berbondong-bondong bertamu ke sini. Kami merasa biasa saja. Beginilah kami apa adanya. Tetapi, akhirnya kami menganggap bahwa ini bukanlah studi banding. Ini forum belajar bersama dalam bingkai silaturahim studi. Dan bagi kami, kedatangan teman-teman ke sini adalah sarana yang memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas, kapasitas, dan semakin berbenah diri. Semoga teman-teman tidak kecewa setelah mengamati kondisi riil sekolah kami,” demikian dipaparkan Ustadz Waskito, S.Pd., Kepala Sekolah SDIT Nur Hidayah Surakarta dalam sambutannya.

Acara inti dikemas dalam kelompok-kelompok sharing sesuai bidangnya. Sharing tentang manajemen sekolah bersama Ustadz Waskito, S.Pd di ruang Kepala Sekolah. Bidang kurikulum bersama Ustadzah Muslikah, S.Pd di ruang Aula. Bidang Sarpras bersama Ustadz Wiyadi, S.Ag. Bidang Kesiswaan bersama Ustadz Husni Malik, S.P, S.Pd di Sanggar Pramuka. Bidang Humas bersama Ustadz Rahmat Hariyadi, S.Pd di ruang Waka Putra, dan Pembelajaran Al Qur’an bersama Ustadz Ali Mashudi di Meeting Room.

Setelah mendapatkan informasi dari masing-masing bidang, semua tamu kembali berkumpul untuk mengikuti seremonial penutupan. “Terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada SDIT Nur Hidayah yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk menggali rahasia di sini. Setelah berkeliling, kami betul-betul terkesan dengan sekolah ini. Lahannya tidak luas, tetapi terasa nyaman dan kedamaian. Ketika masuk ke kelas-kelas terasa betul aura kekuatan ruhiyahnya. Ini pelajaran berharga bagi kami untuk bekal semakin berbenah diri. Mohon diijinkan kiranya setelah ini kami banyak merepotkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang beberapa hal yang belum kami mengerti,” untaian kesan dipaparkan oleh pimpinan rombongan SDIT Bina Amal 02 Semarang.

Setali tiga uang, pimpinan rombongan dari SDIT Dian Insani pun menyampaikan terimakasih dan memohon untuk diijinkan memagangkan beberapa gurunya di SDIT Nur Hidayah Surakarta sebagai tindak lanjut dari studi banding, untuk mendapatkan pengalaman langsung dan lebih detail.

Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari SDIT Nur Hidayah Surakarta kepada para tamu dan juga sebaliknya. *(Muslikah/emyu)

SDIT Nur Hidayah Dikunjungi Tamu dari Semarang dan Gunung Kidul

‍‍

Ada yang sedikit berbeda dengan keadaan di Aula SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta pagi ini, Rabu (07/08). Puluhan kursi berwarna biru tertata berjejer rapi. Sepasang LCD dan screen terpasang di sudut ruangan. Sementara sebuah MMT backdrop bertuliskan Silaturrahim Studi Bersama SDIT Nur Hidayah Surakarta Maju Bersama Menuju Sekolah Bermutu terpampang rapi di dinding sebelah timur.

Ya, hari ini ada tamu Kunjungan Silaturrahim Studi dari Kepala Sekolah, Guru, Karyawan SDIT Bina Amal 02 Semarang dan SDIT Dian Insani Gunung Kidul Yogyakarta. Sekira pukul 07.30 mereka telah hadir dan mengunjungi kelas-kelas untuk mengamati kegiatan majelis pagi. Sembari mengamati beberapa tempat yang ada di sekolah ini.

Usai berkeliling lingkungan sekolah dan mengamati kegiatan majelis pagi di beberapa kelas, mereka menuju ke aula sekolah. Kegiatan resmi pun dimulai dengan melantunkan surah Al-Fatihah bersama dilanjutkan tilawah Alquran oleh Ust. Ali Mashudi Al Hafidz. Menggelorakan semangat nasionalisme, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars JSIT Indonesia.

Ustadz Santoso, selaku Kepala SDIT Dian Insani Gunung Kidul, Yogyakarta dalam Prakata Ketua Rombongan menuturkan, “Berbahagia sekali hari ini dapat silaturrahim bersama keluarga besar SDIT Nur Hidayah Surakarta dan SDIT Bina Amal Semarang. Sekolah kami baru berdiri 5 tahun lalu, sehingga perlu referensi bagaimana mengembangkan layanan pendidikan sehingga kelak kami seperti sekolah lainnya, menjadi sekolah bermutu dan unggul. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah dengan mengadakan kunjungan seperti pagi ini. Semoga kita mendapatkan barokah dari silaturrahim dan tholabul’ilmi bersama ini.”

Sementara Ustadz Waskito, S.Pd, Kepala SDIT Nur Hidayah Surakarta menyampaikan, “Senang sekali mendapatkan kunjungan dari saudara-saudara dari Jogja dan dari Semarang. Kita mendapatkan ilmu dari para tetamu tanpa harus jauh-jauh ke luar kota. Mongga nanti kita sharing bersama untuk kebaikan sekolah kita bersama. Semoga banyak manfaat yang kita dapatkan.” *(Yuyun/emyu)

SDIT Bina Amal 02 Semarang dan SDIT Dian Insani Gunung Kidul Kunjungi SDIT Nur Hidayah Surakarta

Silaturrahim Studi merupakan sebuah istilah, program, kegiatan silaturrahim yang didasari rasa ukhuwwah Islamiyah dan bertujuan untuk saling bertholabul ilmi bersama antara tamu dan tuan rumah. Ada semangat saling memberi dan saling memotivasi untuk saling meningkatkan kompetensi dalam mengemban amanah mulia, memajukan dan terus meningkatkan mutu layanan pendidikan.

SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta merupakan lembaga pendidikan formal yang berada di dalam wadah Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, memiliki semangat untuk bersilaturrahim dan bertholabul ‘ilmi, sehingga ketika ada sekolah-sekolah yang berkunjung, baik sesama sekolah dalam lingkup JSIT Indonesia, maupun sekolah negeri, dengan senang hati menerimanya.

Seperti hari ini, Rabu (07/08) SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta menerima tamu kunjungan Silaturrahim Studi dari SD Islam Terpadu Bina Amal 02 Semarang dan SD Islam Terpadu Dian Insani Gunung Kidul. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 33 guru dan karyawan SDIT Bina Amal 02 dan sekitar 11 guru karyawan SDIT Dian Insani.

Silaturrahim Studi kali ini mencakup manajemen pengelolaan sekolah, bidang kurikulum, bidang kesiswaan, bidang kehumasan, bidang sarpras, terkait pembelajaran Al Qur’an, bahkan ada juga perwakilan dari Komite Sekolah. Salah satu sub bidang tersebut antara lain pada bidang kurikulum dan pengajaran, terkait dengan program kurikulum, proses pembelajaran, pengembangan profesionalisme keguruan, pembelajaran Al Qur’an tahfidz, dan sebagainya. Selain itu ada juga yang fokus sharing tentang Tata Usaha baik administrasi maupun keuangan.

Dalam kegiatan kunjungan ini, guru dan karyawan SD Islam Terpadu Bina Amal maupun SD Islam Terpadu Dian Insani juga turut berkeliling menyaksikan secara langsung proses kegiatan belajar mengajar SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta.

Kepala SD Islam Terpadu Bina Amal 02 Semarang, Ustadzah Zulaichah Dwi Astuti, S.Si mengatakan, “Sekolah kami berdiri pada tahun 2013. Kunjungan ini kami lakukan sebagai wacana dan gambaran dalam memberikan pendidikan, pengelolaan pendidikan yang bagus bagi sekolah kami.” *(Fauziyah/emyu)

Kunjungan SDIT Bina Amal 02 Semarang dan SDIT Dian Insani Semin Gunung Kidul

Pagi ini (7/8) SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta menerima kunjungan dari 2 lembaga pendidikan dari Semarang dan Yogyakarta, yaitu SD Islam Terpadu Bina Amal 02 Semarang dan SD Islam Terpadu Dian Insani, Semin, Gunung Kidul, DIY. Keduanya merupakan lembaga pendidikan yang juga tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia. Rombongan dari SD Islam Terpadu Bina Amal sekitar 30 orang terdiri dari pimpinan sekolah, guru, tata usaha, dan juga komite sekolah. Sementara SD Islam Terpadu Dian Insani sekitar 10 orang pimpinan sekolah dan guru.

Rombongan SD Islam Terpadu Bina Amal 02 Semarang dipimpin oleh Zulaichah Dwi Astuti, S.Si. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tujuannya ke SD Islam Terpadu Nur Hidayah adalah untuk menimba ilmu pengelolaan sekolah yang baik. “Seperti kita ketahui bersama bahwa SD Islam Nur Hidayah terkenal sebagai sekolah rujukan dan memiliki manajemen yang sudah sangat baik dalam mengelola sekolah. Untuk itu kami ingin mengunduh ilmu yang banyak dari sini,” tutur beliau.

Sementara itu, ketua rombongan dari SD Islam Terpadu Dian Insani, Ustadz Santoso menyampaikan hal yang sama dengan yang disampaikan SD Islam Terpadu Bina Amal Semarang. Beliau mengungkapkan, “Seperti halnya yang disampaikan Ustadzah Zulaichah tadi, kami pun ingin mengunduh ilmu yang banyak dari sini untuk pengembangan sekolah kami agar bisa lebih baik ke depannya.”

Ustadz Waskito, S.Pd kepala SD Islam Terpadu Nur Hidayah yang menerima langsung rombongan menyampaikan bahwa pada dasarnya SD Islam Terpadu Nur Hidayah terbuka untuk berbagi pengalaman dalam mengelola sekolah agar bisa bersama-sama maju menuju sekolah yang bermutu.


Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini, sebenarnya kami pun juga sedang terus memperbaiki diri, masih banyak kekurangan di kami. Untuk itu kalau ada yang baik silahkan dicontoh, mari kita bersama-sama memajukan sekolah IT agar menjadi sekolah bermutu dalam wadah JSIT Indonesia”, ungkap beliau.

Acara diakhiri dengan saling bertukar cinderamata menandai kerjasama yang telah terjalin. *(Yusuf/emyu)

Pakar Kurikulum 2013 Berbagi Ilmu di SDIT Nur Hidayah Surakarta

Dr. Herry Widyastono, pakar Kurikulum 2013 dan dosen kurikulum, pembelajaran, dan penilaian S1, S2, S3 FKIP UNS Surakarta hari ini Sabtu, 3 Agustus 2019 diundang untuk menjadi narasumber pada Kegiatan Pembinaan 30 Guru Kelas/Tematik dan Mata Pelajaran di SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk penguatan guru terkait implementasi Kurikulum 2013 khususnya tentang pembelajaran HOTS (Higher Order Thinking Skills),” ungkap Waskito, S.Pd selaku Kepala SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Dengan gayanya yang khas, Ustadzah Muslikah, S.Pd memandu kegiatan pembinaan kali ini. “Agar acara ini “full barokah” kami minta Ustadz Muhammad Bisri untuk tilawah Al Qur’an,” pintanya. Ruangan hening sejenak mendengarkan suara emas MC handal SDIT Nur Hidayah Surakarta ini sekaligus Guru PAI kelas 2 tahun ini yang melantunkan surat Al-A’laa. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars SDIT Nur Hidayah tak lupa dinyanyikan, dipimpin oleh Fikriyatus Sholihah,S.Ag berhasil menjadikan suasana lebih semangat.

“Strategi pembelajaran Kurikulum 2013 harus mengembangkan 4 hal yaitu penguatan karakter, literasi, pengembangan kecakapan Abad 21 dan HOTS,” ungkap nara sumber yang beliau juga pernah bekerja di Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud sejak 1982.

Di tengah-tengah penyampaian materi penguatan Kurikulum 2013 beliau juga menceritakan kisah masa kecilnya saat duduk di kelas 4 SD. Saat itu para siswa diminta menulis surat dan beliau memilih untuk membuat surat ijin tidak masuk sekolah. Kisah ini mengungkap bahwa sebenarnya beliau itu sudah kreatif sejak kecil,ungkap beliau sambil tersenyum.

“Selain menulis surat ijin sebagaimana pakem nya, Tono kecil menambahkan kalimat yang cukup menggelitik di akhir surat. Ibu guru hari ini jangan memberi materi baru ya, nanti aku jadi tidak tahu, kalau tanya teman, khawatir tidak bisa menjelaskan,” kenangnya disertai gelak tawa dari para peserta.

Banyak hal disampaikan di pembinaan hari ini. Guru-guru sangat antusias mengikuti. Di akhir acara dibuka sesi tanya jawab. Beberapa guru menyampaikan pertanyaan seputar permasalahan yang muncul di lapangan, terkait penilaian, waktu yang cukup singkat untuk penyampaian materi dan juga menyinggung model soal UN dan sistem zonasi.

Waktu berjalan tanpa terasa, adzan zuhur terdengar berkumandang, bersamaan berakhirnya kegiatan pelatihan penguatan implementasi kurikulum 2013. “Penyampaian materinya enak, terkesan ringan, tidak membebani,” kata Sutarmi, S.Ag salah satu peserta pembinaan. Dibacanya doa khafarat majelis dan hamdalah menandakan acara ini selesai. Di penghujung acara ada sesi penyerahan kenang-kenangan untuk narasumber yang diberikan oleh Bapak Waskito, S.Pd selaku Kepala SDIT Nur Hidayah Surakarta. *(Endah/emyu)

Guru Alquran Adakan Microteaching Berkala

‍Salah satu keberhasilan visi dan misi yang dimiliki sebuah lembaga pendidikan adalah adanya keselarasan kompetensi dan profesionalisme para pengajarnya. Hal tersebut juga diupayakan oleh para pengajar Alquran SD Islam Terpadu Nur hidayah Surakarta dengan mengadakan kegiatan microteaching berkala. Kegiatan ini dilakukan Sabtu (03/08) setelah para guru Alquran mengikuti koordinasi rutin pembelajaran Alquran dengan metode Littaqwa.

Pengembangan pembelajaran Alquran dengan metode Littaqwa memang masih terus dilakukan untuk mencapai kesempurnaan. Salah satunya adalah terus meng- upgrade sumber daya, alat peraga hingga kesempurnaan nada melalui microteaching.

Dalam pembukaan kegiatan microteaching ini, Ustadz Ali Mashudi, Al-Hafidz selaku  Ketua Koordinator Bidang Alquran menyampaikan, “Kegiatan koordinasi littaqwa merupakan kegiatan rutinan pengajar Alquran agar ada keseragaman dalam penggunaan alat peraga,  nada, dan penyampaian materi pada siswa. Dengan begitu baik siswa, atau warga lingkungan sekolah memiliki kesamaan dan kemantaban dalam membaca Alquran, serta khususnya siswa tidak bingung dengan perbedaan nada antar pengajarnya.”

Usai kata sambut dan motivasi tersebut dari  Ustadz Ali, kegiatan koordinasi dilanjutkan dengan tilawah yang dipandu Ustadz Luqman Hakim Yusuf. Selanjutnya memasuki acara puncak microteching, Ustadz Darussalam memberikan beberapa arahan mengenai pembelajaran Littaqwa jilid 2, dan kemudian para guru dibagi menjadi beberapa kelompok dengan dipandu ustadz Darussalam serta Ustadzah Tis’iyyatur Roifah.

Dalam pelaksanaan microteaching tersebut, Ustadzah Tis’iyyatur Roifah, S.Pd juga turut memberikan beberapa saran yang  membangun kesuksesan  dan keberhasilan pengajaran Littaqwa. “Penting bagi guru untuk senantiasa memberikan reward dengan pujian atau semisalnya ketika anak berhasil. Selain itu yang perlu diingat dalam kegiatan penanaman konsep adalah dengan tidak bertele-tele dalam memberikan penjelasan. Anak akan bingung dengan penjelasan yang panjang. Cukup konsep itu mengena, anak dapat melafalkan kata dengan sempurna kedepan mereka dibantu dalam mengembangkannya,” ungkap beliau. *(Fauziyah/emyu)

SDIT Nur Hidayah Adakan Workshop Penguatan Implementasi Kurikulum 2013

Sabtu (03/08) SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta mengadakan Workshop Penguatan Implementasi Kurikulum 2013 dengan tema Implementasi Kurikulum 2013 Pada Sekolah Berciri Khusus. Sebagai nara sumber adalah DR. Herry Widyastono, Kaprodi PLB FKIP UNS yang juga Kepala Bidang Kurikulum dan Perbukuan PUSKURBUK BALITBANG KEMDIKBUD tahun 1982 – 2017. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Guru Pengampu Tematik kelas 1-6, Guru PJOK, Guru PAI, Guru Bahasa Inggris, dan Guru Bahasa Arab. Tahun Pelajaran 2019/2020 ini merupakan tahun keempat penerapan kurikulum 2013 di SDIT Nur Hidayah Surakarta. Proses pembelajaran kelas 1 sampai kelas 6, semuanya sudah menerapkan pembelajaran tematik dengan Pendekatan Saintifik Terpadu K-13.

Ustadz Waskito, S.Pd., Kepala SDIT Nur Hidayah dalam sambutannya menyampaikan “Kita adalah sekolah di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Maka SDIT Nur Hidayah selalu mengikuti regulasi peraturan perundang-undangan dan kurikulum yang ada. Termasuk penerapan Kurikulum 2013 ini. Tetapi SDIT Nur Hidayah bagian dari anggota Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia yang juga mengaplikasikan muatan khusus SIT (Sekolah Islam Terpadu). Sehingga kita mengombinasikan penerapan kurikulum 2013 ini dengan muatan khusus SIT. Oleh karenanya, hari ini kita akan menimba ilmu dari beliau Bapak DR Herry Widyastono tentang bagaimana implementasi kurikulum 2013 ini pada sekolah berciri khusus sebagaimana kami sebagai Sekolah Islam Terpadu. Beliau ini adalah Kepala Bidang Kurikulum dan Perbukuan PUSKURBUK BALITBANG KEMDIKBUD sejak 1982 s.d. 2017. Dan beliau adalah penanggung jawab pengembangan kurikulum 2013. Tentu banyak hal yang akan beliau sampaikan dalam rangka bimbingan kepada kita dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 ini. Oleh karenanya, mari kita manfaatkan semaksimal mungkin sesi pertemuan dengan beliau ini. Semoga SDIT Nur Hidayah semakin bermutu, berkarakter dan berbudaya lingkungan.”

Nara sumber, Bapak DR Herry Widyastono menyampaikan, “Pembelajaran kurikulum 2013 harus mengembangkan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter), Literasi, Pengembangan Kecakapan Abad 21, dan HOTS (Higher Order Thingking Skill). Empat hal penting inilah yang menjadi rasionalisasi pengembangan kurikulum 2013. Dunia kerja membutuhkan sumber daya manusia yang kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

Beliau juga menekankan bahwa dalam proses pembelajaran seharusnya dimulai dari KI-3 untuk kemudian diberikan ruh KI-1 dan KI-2 (sikap spiritual dan sikap sosial) serta disempurnakan dengan keterampilan (KI-4).

Satu per satu materi dipaparkan oleh nara sumber dengan gamblang. Peserta sangat antusias dan semakin menguatkan penerapan Kurikulum 2013 di SDIT Nur Hidayah Sukarkarta. “Masya Allah, luar biasa penjelasan nara sumber. Kita menjadi mempunyai gambaran semakin jelas bagaimana mengaplikasikan K-13. Insya Allah ke depan akan semakin baik,” tutur Syarifatul Istiqomah,S.Pd salah satu peserta kegiatan ini. Sesi akhir kegiatan adalah tanya jawab dan ditutup dengan penyampaian kenang-kenangan dari sekolah kepada nara sumber. *(Muslikah/emyu)