Posts

Guru Alquran Adakan Microteaching Berkala

‍Salah satu keberhasilan visi dan misi yang dimiliki sebuah lembaga pendidikan adalah adanya keselarasan kompetensi dan profesionalisme para pengajarnya. Hal tersebut juga diupayakan oleh para pengajar Alquran SD Islam Terpadu Nur hidayah Surakarta dengan mengadakan kegiatan microteaching berkala. Kegiatan ini dilakukan Sabtu (03/08) setelah para guru Alquran mengikuti koordinasi rutin pembelajaran Alquran dengan metode Littaqwa.

Pengembangan pembelajaran Alquran dengan metode Littaqwa memang masih terus dilakukan untuk mencapai kesempurnaan. Salah satunya adalah terus meng- upgrade sumber daya, alat peraga hingga kesempurnaan nada melalui microteaching.

Dalam pembukaan kegiatan microteaching ini, Ustadz Ali Mashudi, Al-Hafidz selaku  Ketua Koordinator Bidang Alquran menyampaikan, “Kegiatan koordinasi littaqwa merupakan kegiatan rutinan pengajar Alquran agar ada keseragaman dalam penggunaan alat peraga,  nada, dan penyampaian materi pada siswa. Dengan begitu baik siswa, atau warga lingkungan sekolah memiliki kesamaan dan kemantaban dalam membaca Alquran, serta khususnya siswa tidak bingung dengan perbedaan nada antar pengajarnya.”

Usai kata sambut dan motivasi tersebut dari  Ustadz Ali, kegiatan koordinasi dilanjutkan dengan tilawah yang dipandu Ustadz Luqman Hakim Yusuf. Selanjutnya memasuki acara puncak microteching, Ustadz Darussalam memberikan beberapa arahan mengenai pembelajaran Littaqwa jilid 2, dan kemudian para guru dibagi menjadi beberapa kelompok dengan dipandu ustadz Darussalam serta Ustadzah Tis’iyyatur Roifah.

Dalam pelaksanaan microteaching tersebut, Ustadzah Tis’iyyatur Roifah, S.Pd juga turut memberikan beberapa saran yang  membangun kesuksesan  dan keberhasilan pengajaran Littaqwa. “Penting bagi guru untuk senantiasa memberikan reward dengan pujian atau semisalnya ketika anak berhasil. Selain itu yang perlu diingat dalam kegiatan penanaman konsep adalah dengan tidak bertele-tele dalam memberikan penjelasan. Anak akan bingung dengan penjelasan yang panjang. Cukup konsep itu mengena, anak dapat melafalkan kata dengan sempurna kedepan mereka dibantu dalam mengembangkannya,” ungkap beliau. *(Fauziyah/emyu)