Posts

Peduli Lingkungan di Hari Pramuka

Rabu pagi, (14/08) cuaca cerah. Cemelorot sinar mentari menyelinap di sela-sela dedaunan. Seakan menyapa para siswa-siswi kelas IV dan VI SD Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta yang pagi ini berseragam pramuka lengkap dengan sepatu dan kaos kaki hitamnya, serta hasduk dan topinya. Mereka tampak gagah dan anggun berbaris rapi di halaman sekolah.

Ya, pagi ini mereka akan mengikuti Upacara Bendera Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka yang ke-58. Tema nasional Hari Pramuka ke 58 adalah Gerakan Pramuka Bersama Seluruh Komponen Bangsa Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI. Setelah seluruh pasukan siap dan Pembina Upacara sekaligus Kamabigus memasuki lapangan upacara, dilanjutkan pengibaran benderà merah.

Siswa SDIT Nur Hidayah mengikuti upacara memperingati Hari Pramuka

Ada 12 siswa pasukan pengibar bendera yang dengàn gerakan baris berbarik rancak membawa bendera menuju dekat tiang bendera. Pengibaran bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya serta seluruh peserta upaca memberi hormat, menjadikan suasana khitmat. Dilanjutkan pembacaan Teks Pancasila oleh Pembina Upacara, serta Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Dasa Dharma Pramukan oleh petugas upacara.

Dalam amanat upacaranya, Kepala SDIT Nur Hidayah Surakarta sekaligus Kamabigus, Waskito, S.Pd menyampaikan, “Setiap kita adalah pandu, setiap kita adalah praja muda karana (pramuka). Ada nilai-nilai luhur dalam gerakan pramuka yang itu sangat selaras dengan nilai-nilai dalam Islam. Rajin, bertaqwa, terampil, mandiri tanggung jawab, peduli, cinta tanah air, dapat dipercaya, dan lainnya. Selamat Hari Pramuka ke-58. Siap sedia membangun keutuhan NKRI.” beliau juga membacakan beberapa point penting yang terdapat dalam teks sambutan peringatan Hari Pramuka ke-58 dari Ka Kwarnas Gerakan Pramuka, Ir. Budi Waseso.

Ustadz Waskito, S. Pd selaku Kepala SDIT Nur Hidayah sekaligus Kamabigus menyampaikan amanat dalam upacara memperingati Hari Pramuka

Usai upacara, mereka rehat sejenak sambil menikmati tampilan dari Tim Pramuka SDIT Nur Hidayah Surakarta. Ada lagu Pramuka SIT, gerak lagu Hai Yamko Rambe, dan gerak semaphore.

Tampilan Tari Semaphore oleh Siswa SDIT Nur Hidayah setelah upacara memperingati Hari Pramuka
Tampilan Gerak Lagu Hai Yamko Rambe Yamko oleh siswa SDIT Nur Hidayah ikut menyemarakkan pasca upacara memperingati Hari Pramuka

Setelah rehat, para siswa kelas IV dan VI menuju ke jalan Pisang untuk melakukan Gerakan Peduli Lingkungan dengan memungut /menyapu sampah. Ada yang membawa sapu lidi, ikrak, maupun plastik besar untuk tempat sampah sementara.

Ustadz Sunarto, salah satu guru SDIT Nur Hidayah sekaligus kakak pembina memberi teladan mencintai lingkungan
Para siswa SDIT Nur Hidayah penuh semangat melakukan aksi cinta lingkungan di Hari Pramuka

Mereka tampak bahagia menerapkan satu nilai dari Pramuka dengan peduli lingkungan. *(Hary/emyu)

Bhakti Sosial Milad Ke-20 SDIT Nur Hidayah

Siang ini, (Selasa, 13/03) warga RW XI dan XIII Kelurahan Kerten tampak berbondong-bondong hadir ke SD Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Mereka tampak bahagia dengan senyum mengembang tatkala memasuki gerbang sekolah. Apalagi tatkala beberapa panitia menyambutkan dengan penuh keramahan. Sambil berjabat tangan terlihat mereka saling beruluk salam dan bersapa.

Mereka pun dipersilakan menuju ke aula sekolah setelah merapikan alas kaki di loker yang telah disediakan. Tidak berapa lama ruang aula sudah terlihat penuh sesak. Warga di lingkungan RT 01, 02, 03, 04 RW XI dan RT 01, 02, 03 RW XII Kelurahan Kerten terlihat antusias untuk bersilaturrahim dengan sesama warga maupun dengan pihak sekolah yang bervisi Menjadi Sekolah Bermutu, Berkarakter, dan Berbudaya Lingkungan ini. Ya, warga yang didominasi kaum hawa ini akan mengikuti kegiatan Pengajian Umum dan Bhakti Sosial MILAD XX SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Kepala SDIT Nur Hidayah Surakarta, Waskito, S.Pd dalam sambutannya menuturkan, “Kami sangat berbahagia atas kehadiran bapak/ibu warga, ibu lurah, pengurus RT dan RW, serta pengurus Yayasan Nur Hidayah. Kita sangat bersyukur atas karunia usia 20 tahun SDIT Nur Hidayah Surakarta kami ikut berupaya mewarnai kebaikan dalam bidang pendidikan. Semoga beberapa prestasi sekolah ini baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kota ikut mengharumkan nama baik Kelurahan Kerten maupun Kota Surakarta. Tentu prestasi itu berkat doa dan dukungan dari semua pihak.”

Sementara itu, Lurah Kerten, Ibu Farida, SE, dalam sambutannya menyampaikan, “Keberadaan sekolah ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Tidak hanya momen Milad, tetapi saat pembagian zakat fitri maupun daging kurban selalu menghadirkan warga. Kami pun pihak kelurahan juga sering diundang di acara-acara sekolah lainnya. SDIT Nur Hidayah juga aktif di kegiatan kelurahan, seperti Grebeg Solo Kerti, Lomba Cerdas Cermat, dan lainnya. Tentu ini sinergi yang dipertahankan dan ditingkatkan terus. Selamat Milad Ke-20 SDIT Nur Hidayah.”

Ibu Farida, SE, Lurah Kerten memberikan sambutan saat acara Pengajian Umum dan Bakti Sosial dalam Rangka Milad ke-20 SDIT Nur Hidayah

Pengajian Umum pada kesempatan milad ini disampaikan oleh Ustadz Saifuddin Zuhri. Dalam uraian hikmahnya beliau menyampaikan, “Kita harus berbahagia, harus bersyukur memiliki tetangga yang baik. Tetangga yang baik akan memberikan kebaikan kepada sekitarnya, demikian pula sebaliknya. Oleh karenanya, jika tetangga kita mendapatkan karunia nikmat berupa prestasi dan lainnya, maka kita harus SMS, Senang Melihat Senang. Bukan senang melihat tetangga susah. Itu tandanya ada penyakit hati pada dirinya. Semoga kita semua dihindahkan dari sifat iri dengki.”

Ustadz Saifuddin Zuhri memberi tausyah saat Pengajian Umum dan Bakti Sosial dalam Rangka Milad ke-20 SDIT Nur Hidayah

Usai doa dan menikmati hidangan bersama, warga mengambil bingkisan yang telah disediakan panitia, lalu pulang ke rumah masing-masing. *(Darus/emyu)

Kreasi Tempat Pensil Bertemakan Hewan Kurban di Pembelajaran Tematik Kelas 2

Selasa (13/08) siswa-siswi kelas 2 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta melakukan kegiatan yang berbeda dengan biasanya. Hari ini yang bertepatan dengan hari tasyrik di bulan Dzulhijjah 1440 Hijriyah pasca Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah lalu. Saat jam pelajaran literasi siswa diajak untuk menuliskan cerita pengalaman tentang kegiatan jelang dan saat Hari Raya Idul Adha.

Setiap hari efektif Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), pukul 07.35-07.50 WIB di sekolah bervisi Menjadi Sekolah Bermutu, Berkarakter, dan Berbudaya Lingkungan ini menjadwalkan jam literasi bagi para siswa. Bagi siswa kelas dua semester satu ini jam literasi digunakan untuk semakin melancarkan baca, tulis, dan hitung. Siswa diajak untuk menuliskan pengalamannya saat libur merayakan Idul Adha bersama keluarga.

“Aku datang awal di tempat saat sholat Idul Adha. Selesai sholat Ied, Aku menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Kasihan sekali melihat hewan kurban disembelih satu per satu. Tapi itulah tanda ketaatan kepada Allah. Keluargaku juga masak sate dan gule.”, ucap Askana Sakhi (8) salah satu siswa 2C dengan senyum bahagia.

Mulai masuk pembelajaran tematik pada jam ketiga, para siswa berkreasi membuat tempat pensil dari botol air mineral bekas. Kreasi tempat pensil ini perpaduan antara kompetensi dasar membuat karya imaginatif dua dan tiga dimensi dengan kompetensi membuat hiasan dari bahan alam dan buatan. Adapun alat dan bahannya adalah botol air mineral 1,5 lt bekas, biji kacang tholo ,lem, gunting,isolasi bolak-balik, dan crayon/spidol/pensil warna.

Siswa Kelas 2 SDIT Nur Hidayah, penuh kesabaran membuat kreasi tempat pensil dari botol bekas

“Kreasi kali ini adalah tempat pensil sapi sebagai gambaran hewan kurban. Dipilih bentuk sapi karena dilaksanakan di bulan Dzulhijah dan menjadi penyemangat anak anak belajar tentang kisah kisah yang berkaitan dengan Idul Adha,” tutur Leli Firli Rohmani, S.Psi, guru tematik kelas 2C, saat menyampaikan pembelajaran tematik.

Siswa kelas 2 SDIT Nur Hidayah menghias kreasi tempat pensil dengan benda alam biji-bijian
Hasil kreasi tempat pensil hewan kurban dari botol bekas oleh siswa kelas 2 SDIT Nur Hidayah

“Dengan berbagai pengalaman yang didapatkan para siswa dalam pembelajaran tematik diharapkan dapat memaksimalkan ketercapaian kompetensi siswa. Ada siswa yang dominan visual akan terfasilitasi dengan membaca dan mewarnai, ada siswa yang dominan auditori akan terfasilitasi dengan cerita/dibacakan kisah, dan siswa yang dominan kinestetik pun tersalurkan potensinya dengan praktik/simulasi dan berkreasi,” tutur Muslikah,S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum SDIT Nur Hidayah Surakarta.
(Leli/emyu)

Berqurban, Sarana PPK di SDIT Nur Hidayah Surakarta

Dzulhijjah 1440 H, mungkin sama halnya dengan Dzulhijjah pada tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, ada pengalaman istimewa di sini. Momen berqurban sangat tepat untuk menjadi salah satu sarana PPK (Penguatan Pendidikan Karakter). SDIT Nur Hidayah tak mau kehilangan momen berharga ini. Berbagai kegiatan diadakan sebagai sarana PPK dalam momen Dzulhijjah kali ini.

Diantaranya, mengulas keteladanan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Ibunda Hajar. Kegiatan literasi pagi pekan ini difokuskan untuk mengulas sirah luar biasa ini. Di sela-sela kegiatan KBM pun disisipkan hikmah keikhlasan dan kepatuhan atas perintah Allah sebagai makna dari berqurban. Tak hanya itu, aksi lebih nyata pun dilakukan. Himbauan untuk menyalurkan hewan qurban melalui sekolah dan atau berinfak bagi yang belum berqurban (atau sudah berqurban di tempat lain) adalah sarana untuk melatih jiwa berqurban.

Adalah Mufid, siswa kelas 5B SDIT Nur Hidayah sangat bersemangat untuk bisa berqurban dengan tabungannya sendiri. Tabungan itu ia kumpulkan dari kelas 3 saat ia memiliki cita-cita nanti pas SMP mau beli motor listrik untuk sekolah. Uang jajannya jarang sekali ia pakai untuk jajan. Diberi voucher untuk jajan malah dijual ke teman-temannya, lalu ditabung. (Aturan di sekolah jajan pakai voucher, tidak diperbolehkan pakai uang). Uang fitrah dari pakdhe budhe semuanya ditabung. Bahkan waktu kelas 4 kemarin minta dibawakan pizza ke sekolah untuk dijual kepada teman-temannya agar lebih cepat tercapai target tabungannya.

Mas Mufid Kelas 5B SDIT Nur Hidayah bersemangat berqurban sapi dengan uang tabungannya

Mas Mufid Kelas 5B SDIT Nur Hidayah bersemangat berqurban sapi dengan uang tabungannya

Alhamdulillah, saat ini tabungannya sudah cukup untuk ikut berqurban. Dia minta ikut kelompok sapi. Semoga Mas Mufid istiqomah beramal sholih,” demikian dituturkan oleh Bunda Rini, Ibunda Mas Mufid.

Kebaikan ini ternyata menular. Cerita Ibunda Mas Mufid ini menginspirasi wali murid yang lain. Jumat pagi (09/08), ada celotehan menarik dari Mbak Rara, siswa kelas 2D SDIT Nur Hidayah Surakarta. Bersamaan dengan guru yang hendak menabung ke koperasi, ia menggenggam uang Rp6.000,00. Obrolan menarik itu terletak pada kalimat yang disampaikan sang murid kelas 2 itu. “Tabunganku banyak. Sudah mau setengah juta. Nanti kalau sudah banyak banget buat beli sapi untuk disembelih untuk berqurban,” paparnya saat ditanya sang guru untuk apa uang tabungannya kalau sudah banyak.

Mbak Rara Kelas 2D juga semangat berqurban dengan uang tabungannya

Mbak Rara Kelas 2D juga semangat berqurban dengan uang tabungannya

Saya sangat terinspirasi perjuangan Mas Mufid yang diceritakan Bunda Rini kemarin ketika kami bertemu. Lalu saya ceritakan kepada anak-anak di rumah. Ternyata spontan mereka menjawab kalau mereka juga bisa seperti itu. “Alhamdulillah, yang tadinya Rara bersemangat menabung karena ingin membeli imo smart watch, sekarang dialihkan untuk menggapai cita-cita berqurban dengan uangnya sendiri. Semoga istiqomah sampai betul-betul terwujud qurbannya kelak,” cerita Bunda Santi, Ibunda Mbak Rara kepada gurunya saat ditanya apa rahasianya sehingga ananda bersemangat menabung untuk berqurban.

Kerja sama yang bagus memang terbukti antara sekolah dan walimurid. Tak berlebihan jika pada tahun 2017 lalu SDIT Nur Hidayah Surakarta mendapat Apresiasi Sekolah Keren Tingkat Nasional yang salah satu kriteria penilaiannya adalah keterlibatan nyata walimurid mendukung program-program sekolah. PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) yang dicanangkan pemerintah melengkapi pelaksanaan Kurikulum 2013, disambut antusias oleh SDIT Nur Hidayah Surakarta,” tutur Ustadzah Muslikah, S.Pd selaku Waka Kurikulum SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Dalam proses pembelajaran harian dan semua program-program sekolah menitikberatkan pada PPK ini. Termasuk momen berharga seperti Hari Raya Qurban dan momen lainnya. Penerapan kurikulum 2013 dengan PPKnya semoga menghasilkan generasi yang cerdas akalnya, kreatif, religius, dan cerdas sosialnya. *(Muslikah/emyu)

Program Matrikulasi Calistung dalam Mengembangkan Potensi Siswa Kelas 1

‍‍Dewasa ini, teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Oleh karena itu globalisasi dengan segala dampaknya tidak dapat dihindari, terutama dalam bidang pendidikan. Untuk menjawab seluruh tantangan arus globalisasi tersebut, dibutuhkan kerjasama yang baik antar guru-siswa-orangtua. Dengan sinergi yang baik, maka arus globalisasi ini akan memberikan dampak yang baik pula bagi pendidikan terutama, serta bagi individu siswa, hingga masyarakat.

Menjawab seluruh kebutuhan pendidikan di era globalisasi ini, maka pendidikan juga harus menyesuaikan kebutuhan zaman, kemampuan siswa, serta dinamika masyarakat. Dan hal ini juga terjadi di SD Islam Terpadu Nur hidayah Surakarta yang telah sebulan ini mengadakan kegiatan belajar mengajar pada siswa kelas 1 hingga 6. Khusus untuk kelas 1 juga telah dilakukan observasi pendidikan yang tepat yang dilakukan oleh para guru pendamping kelas 1.

Hari ini, Jum’at (09/08) tim paralel kelas 1 yang diketuai Ustadzah Sutarmi mengadakan rapat terkait kegiatan Matrikulasi Calistung kelas 1 tahun pelajaran 2019/2020. Kegiatan ini bertempat di Perpustakaan Gedung Barat dengan mengundang Ustadzah Muslikhah selaku Waka Kurikulum dan beberapa guru Littaqwa.

Dalam rapat ini Ustadzah Muslikhah menyampaikan banyak hal terkait pendampingan bagi siswa kelas 1 SD Islam Terpadu Nur Hidayah, “Perkembangan dunia saat ini merupakan sesuatu yang tidak dapat kita dihindari. Kita tumbuh tanpa merasakan berbagai kecanggihan teknologi saat ini. Namun anak-anak kita mengalami hal tersebut. Sehingga perbedaan pendidikan yang dahulu kita alami dan yang sekarang dijalani anak-anak sungguh sangat berbeda. Anak-anak saat ini adalah generasi Z, yang secara yang teknologi, kultur, makanan, sangat berbeda dengan kita.”

“Untuk itu kita harus memberikan sikap yang tepat dalam pelaksanaan pendidikan bagi siswa kelas 1, yang salah satunya adalah pengadaan matrikulasi calistung. Setelah observasi selama sebulan kita membutuhkan pendampingan ekstra matrikulasi baca tulis terhadap 50 siswa. Mereka akan mengikuti semi privat kegiatan tersebut, karena secara jika dilakukan secara klasikal akan sangat sulit,” lanjutnya

Ustadzah Sutarmi, S.PdI selaku koordinator pararel kelas 1 turut memberikan wacana kegiatan matrikulasi calistung yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. “Kita akan mengadakan program drill untuk mencapai ketuntasan, dengan pendampingan khusus bagi anak-anak, serta target khusus dalam waktu yang sudah ditentukan, yaitu selama 1 bulan. Selanjutnya akan diadakan evaluasi, apakah anak dianggap lulus atau akan melanjutkan lagi program matrikulasi ini.”

Mengakhiri rapat tersebut, Ustadzah Sutarmi berharap akan adanya kerjasama antar guru dalam mengembangkan kemampuan dasar bagi siswa kelas 1. “Kami sangat berharap mengharapkan bantuan, bimbingan ustadz/ah sekalian pada siswa kelas 1. kegiatan matrikulasi ini diharapkan bisa berjalan lancar, serta memberikan dampak positif pada para siswa kelas 1.” *(Fauziyah/emyu)

Kunjungan SDIT Bina Amal 02 Semarang dan SDIT Dian Insani Semin Gunung Kidul

Pagi ini (7/8) SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta menerima kunjungan dari 2 lembaga pendidikan dari Semarang dan Yogyakarta, yaitu SD Islam Terpadu Bina Amal 02 Semarang dan SD Islam Terpadu Dian Insani, Semin, Gunung Kidul, DIY. Keduanya merupakan lembaga pendidikan yang juga tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia. Rombongan dari SD Islam Terpadu Bina Amal sekitar 30 orang terdiri dari pimpinan sekolah, guru, tata usaha, dan juga komite sekolah. Sementara SD Islam Terpadu Dian Insani sekitar 10 orang pimpinan sekolah dan guru.

Rombongan SD Islam Terpadu Bina Amal 02 Semarang dipimpin oleh Zulaichah Dwi Astuti, S.Si. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tujuannya ke SD Islam Terpadu Nur Hidayah adalah untuk menimba ilmu pengelolaan sekolah yang baik. “Seperti kita ketahui bersama bahwa SD Islam Nur Hidayah terkenal sebagai sekolah rujukan dan memiliki manajemen yang sudah sangat baik dalam mengelola sekolah. Untuk itu kami ingin mengunduh ilmu yang banyak dari sini,” tutur beliau.

Sementara itu, ketua rombongan dari SD Islam Terpadu Dian Insani, Ustadz Santoso menyampaikan hal yang sama dengan yang disampaikan SD Islam Terpadu Bina Amal Semarang. Beliau mengungkapkan, “Seperti halnya yang disampaikan Ustadzah Zulaichah tadi, kami pun ingin mengunduh ilmu yang banyak dari sini untuk pengembangan sekolah kami agar bisa lebih baik ke depannya.”

Ustadz Waskito, S.Pd kepala SD Islam Terpadu Nur Hidayah yang menerima langsung rombongan menyampaikan bahwa pada dasarnya SD Islam Terpadu Nur Hidayah terbuka untuk berbagi pengalaman dalam mengelola sekolah agar bisa bersama-sama maju menuju sekolah yang bermutu.


Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini, sebenarnya kami pun juga sedang terus memperbaiki diri, masih banyak kekurangan di kami. Untuk itu kalau ada yang baik silahkan dicontoh, mari kita bersama-sama memajukan sekolah IT agar menjadi sekolah bermutu dalam wadah JSIT Indonesia”, ungkap beliau.

Acara diakhiri dengan saling bertukar cinderamata menandai kerjasama yang telah terjalin. *(Yusuf/emyu)

Pakar Kurikulum 2013 Berbagi Ilmu di SDIT Nur Hidayah Surakarta

Dr. Herry Widyastono, pakar Kurikulum 2013 dan dosen kurikulum, pembelajaran, dan penilaian S1, S2, S3 FKIP UNS Surakarta hari ini Sabtu, 3 Agustus 2019 diundang untuk menjadi narasumber pada Kegiatan Pembinaan 30 Guru Kelas/Tematik dan Mata Pelajaran di SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk penguatan guru terkait implementasi Kurikulum 2013 khususnya tentang pembelajaran HOTS (Higher Order Thinking Skills),” ungkap Waskito, S.Pd selaku Kepala SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Dengan gayanya yang khas, Ustadzah Muslikah, S.Pd memandu kegiatan pembinaan kali ini. “Agar acara ini “full barokah” kami minta Ustadz Muhammad Bisri untuk tilawah Al Qur’an,” pintanya. Ruangan hening sejenak mendengarkan suara emas MC handal SDIT Nur Hidayah Surakarta ini sekaligus Guru PAI kelas 2 tahun ini yang melantunkan surat Al-A’laa. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars SDIT Nur Hidayah tak lupa dinyanyikan, dipimpin oleh Fikriyatus Sholihah,S.Ag berhasil menjadikan suasana lebih semangat.

“Strategi pembelajaran Kurikulum 2013 harus mengembangkan 4 hal yaitu penguatan karakter, literasi, pengembangan kecakapan Abad 21 dan HOTS,” ungkap nara sumber yang beliau juga pernah bekerja di Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud sejak 1982.

Di tengah-tengah penyampaian materi penguatan Kurikulum 2013 beliau juga menceritakan kisah masa kecilnya saat duduk di kelas 4 SD. Saat itu para siswa diminta menulis surat dan beliau memilih untuk membuat surat ijin tidak masuk sekolah. Kisah ini mengungkap bahwa sebenarnya beliau itu sudah kreatif sejak kecil,ungkap beliau sambil tersenyum.

“Selain menulis surat ijin sebagaimana pakem nya, Tono kecil menambahkan kalimat yang cukup menggelitik di akhir surat. Ibu guru hari ini jangan memberi materi baru ya, nanti aku jadi tidak tahu, kalau tanya teman, khawatir tidak bisa menjelaskan,” kenangnya disertai gelak tawa dari para peserta.

Banyak hal disampaikan di pembinaan hari ini. Guru-guru sangat antusias mengikuti. Di akhir acara dibuka sesi tanya jawab. Beberapa guru menyampaikan pertanyaan seputar permasalahan yang muncul di lapangan, terkait penilaian, waktu yang cukup singkat untuk penyampaian materi dan juga menyinggung model soal UN dan sistem zonasi.

Waktu berjalan tanpa terasa, adzan zuhur terdengar berkumandang, bersamaan berakhirnya kegiatan pelatihan penguatan implementasi kurikulum 2013. “Penyampaian materinya enak, terkesan ringan, tidak membebani,” kata Sutarmi, S.Ag salah satu peserta pembinaan. Dibacanya doa khafarat majelis dan hamdalah menandakan acara ini selesai. Di penghujung acara ada sesi penyerahan kenang-kenangan untuk narasumber yang diberikan oleh Bapak Waskito, S.Pd selaku Kepala SDIT Nur Hidayah Surakarta. *(Endah/emyu)

Asyiknya Belajar Sifat Bunyi

Assalamu’alaikum Shofi, kamu bisa dengar suaraku nggak?

Wa’alaikumussalam iya Kaila, aku dengar suaramu dengan jelas

Itulah sebagian percakapan yang dilakukan oleh dua siswa kelas 4D SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta menggunakan telepon mainan yang telah mereka buat. Pada pembelajaran tematik kali ini, Jumat (02/08) para siswa diajak membuktikan salah satu sifat bunyi yaitu merambat melalui benda padat, benda cair, maupun benda gas.

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menjadi salah satu muatan pembelajaran dalam tematik yang diminati para peserta didik ini. Hal ini disebabkan karena banyak kegiatan eksperimen yang bisa dilakukan. Para siswa melakukan eksperimen secara berkelompok. Alat dan bahan yang terdiri dari gelas mineral bekas, benang kasur, tusuk gigi, ember, corong, selang plastik, dan gunting mereka siapkan dengan penuh semangat.

Setelah merakit alat dan bahan sesuai langkah kerja, mereka pun mencoba hasil rakitannya, telepon tali maupun telepon selang.

“Alhamdulillah hari ini pengetahuanku bertambah, ternyata bunyi bisa merambat melalui air. Tadi aku percobaannya pakai ember, corong, dan air. Ember yang sudah diisi air kemudian dipukul-pukul pakai batu, aku mendengarkan suaranya dari dalam corong yang sudah dimasukkan ke ember, ternyata suara pukulan terdengar jelas,” kata Syifa dengan penuh antusias.

“Pembelajaran tematik kali ini selain mengajak para siswa untuk berkesperimen juga mengajarkan mereka untuk bermusyawarah. Sebelum bereksperimen, mereka melakukan musyawarah membagi tugas mengenai alat dan bahan yang harus mereka bawa. Harapan kami, pembelajaran kali ini memberikan pengalaman nyata kepada siswa, mereka menemukan dan membuktikan sendiri teori yang mereka dapatkan dari buku,” papar Wulansari, S. Pd selaku salah guru pengampu kelas 4. *(Wulansari/emyu)

Serunya Menyambut Lomba Gugus Depan Unggul


‍‍‍Hari ini, Kamis (01/08) jalanan menuju SD Islam Terpadu Nur hidayah Surakarta penuh dengan berbagai bendera pramuka. Terlebih di depan pintu  utama ‍‍sekolah, berbagai karya kepramukaan, dilengkapi janur kuning tampak indah menyambut siapapun yang masuk.

Melengkapi kemeriahan tersebut, para siswa juga mengenakan seragam pramuka, lengkap dengan topi dan hasduk. Mereka tampak berjejer rapi di jalan utama menuju sekolah sambil mengayunkan bendeea merah putih yang ada di tangan. Iringan lagu kepramukaan yang dilantunkan dengan semangat terdengar menggema saling bersisian. Sedang dari dalam aula terdengar alunan gamelan yang dimainkan oleh para guru yang tergabung dalam Kelompok Karawitan Waskito Laras.

Kegiatan semarak kepramukaan ini merupakan ajang untuk menyambut tamu dari Kwarnas, Kwarcam, Kwaran, serta yang tidak kalah pentingnya adalah tim penilai gugus depan dari Jakarta. Dalam hal ini, SDIT Nur Hidayah Surakarta mendapatkan kesempatan mewakili Jawa Tengah dalam lomba gugus depan unggul.

Kepala SDIT Nur Hidayah Surakarta, Waskito, S.Pd dalam pembinaan guru dan karyawan sehari sebelum berlangsungnya acara ini menyampaikan, “Dari semenjak bulan  Ramadhan kita sudah mengirim berbagai berkas untuk diseleksi ke tingkat provinsi. Dan alhamdulillah hasil apapun saat itu, kekuatan utama adalah doa. Dan kelebihan di sumber daya yang unggul hingga kita bisa maju mewakili lomba gugus depan unggul di tingkat nasional.”

“Wakil Wali Kota Surakarta akan hadir pada acara besok. Kita harus menanamkan pada diri dan siswa akan jiwa nasionalisme, dan karakter pramuka harus ada. SDIT Nur Hidayah telah menjadi ikon sekolah Islam di skala nasional yang unggul dalam banyak hal,” lanjutnya dalam pengarahan SDM agar kegiatan berjalan lancar.

Menurut Ustadzah Wulansari, S.P, S.Pd yang merupakan wali kelas 4B menyampaikan, “Tim visitasi datang pagi ini untuk penilaian kegiatan gugus depan. Penilaian tersebut mencakup banyak aspek, terutama seperti kelengkapan administrasi, kerjasama dalam kegiatan kepramukaan dengan pihak luar, dan masih banyak lagi. Alhamdulillah SDM sekolah cukup banyak, sehingga bisa saling bekerjasama dalam menyiapkan kegiatan tersebut.” *(Fauzyah/emyu)

Visitasi Lomba Gugus Unggul Tingkat Nasional Tahun 2019

Selamat datang kakak
Selamat datang kakak
Selamat datang kami ucapkan
Selamat datang kakak
Selamat datang kakak
Selamat datang kami haturkan

Ya ya ya ya
Terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama
Terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama.

Kamis (01/08), para Kakak Pembina dan Andika dari pangkalan SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta dengan penuh semangat menyambut tamu visitasi Lomba Gugus Depan Unggul Tingkat Nasional 2019.

Visitasi ini di hadiri oleh 28 tamu undangan yang terdiri dari 7 tamu dari tim penilai, 18 tamu dari Kwaran, Kwarcab, Kwarda, Kepala Dinas Pendidikan, Camat, Lurah, Komite Sekolah, tokoh masyarakat, dan tamu dari Yayasan Nur Hidayah Surakarta.

Para tamu dari Kwarcab dan Dinas PendidikanKota Surakarta transit di aula gedung timur beramah tamah Ka Mabigus dan Kakak Pembina. Kemudian Para kakak menjemput juri dari Kwarnas di depan sekolah dan menuju halaman gedung barat SD Islam Terpadu Nur Hidayah untuk meninjau aktivitas Pramuka. Aktivitas tersebut berupa semapore, wawasan kepramukaan, sandi, hasta karya, tematik, literasi komunikasi, PBB, tali temali, dan halang rintang.

Kak Sri Mulyani selaku salah satu Pembina Pramuka menyatakan, “Keikutsertaan dalam adanya lomba ini dapat menjadikan gugus lebih semangat. Terutama dalam hal-hal kecil seperti administrasi menjadi lebih tertib. Mendapat pengalaman dan jaringan baru.”

Kemudian para tamu menuju aula gedung timur untuk mengikuti pembukaan acara visitasi lomba gugus unggul. Sebelum acara dimulai, tampilan dari Andika berupa tari kuda-kuda dan beberapa lagu dari tim nasyid. Adapun sambutan disampaikan oleh Ka Kwarcab sekaligus Wakil Wali Kota Surakarta, Kak Dr. Ahmad Purnomo, Apoteker.

Dalam sambutannya beliau mengatakan, “Pramuka merupakan salah satu dari pembentukan karakter anak bangsa yang saat ini sedang diprogramkan oleh pemerintah.” Adapun sambutan dari Ka Mabigus sekaligus Kepala SDIT Nur Hidayah Surakarta, Kak Waskito, S.Pd, menyampaikan program-program Pramuka di pangkalan SDIT Nur Hidayah Surakarta. Sementara Koordinator Tim Juri Kwarnas, yaitu Kak Teguh Prihatmono, S.IT menyampaikan kehadiran beliau ke sini untuk menilai keaslian berkas yang sudah dikumpulkan pada bulan Mei 2019.

Acara selanjutnya yaitu acara inti visitasi dokumen yang bertempat di Ruang Meeting SDIT Nur Hidayah Surakarta. Pada visitasi ini ada 8 komponen yaitu komponen sumber daya manusia. Komponen manajemen, administrasi, kehumasan. Komponen dana, sarana prasarana, komponen kegiatan, komponen proses, komponen kemitraan.

Setelah visitasi dokumen, dewan juri menuju ke sanggar Pramuka yang terletak di lantai 3 gedung timur. Sanggar Pramuka berisi ruang tamu, ruang rapat, ruang peralatan Pramuka, dan kantor Pramuka yang di dalamnya ada perpustakaan kecil, komputer, dan piala kejuaraan Pramuka.

Alhamdulillah sudah separuh perjalanan visitasi lomba gugus unggul tingkat nasional. Namun belum selesai. Masih ada tahap selanjutnya yaitu dewan juri ingin meninjau 1 regu putra dan 1 regu putri yang akan dikirim ke perkemahan di Jakarta jika pangkalan SDIT Nur Hidayah Surakarta lolos seleksi selanjutnya. Dewan juri dan kakak-kakak pembina menuju halaman gedung barat untuk meninjau latihan regu tersebut. Para Andika menunjukkan kemampuannya dalam PBB, semapore, dan wawasan kepramukaan.

Setelah istirahat makan siang. Memasuki acara selanjutnya yaitu evaluasi dan penutupan. Pada sesi evaluasi ini Kak Teguh Prihatmono, S. IT menyampaikan masukan untuk pangkalan SDIT Nur Hidayah, “Setiap latihan pramuka ada upacara pembukaan dan penutupan. Dibentuk pasukan yang lebih baik. Diperkuat kerjasama dengan gugus depan dan lembaga lainnya.”

Acara terakhir penutupan dari Kwarcab oleh Kak Drs. Said Ramadhani. Beliau menyampaikan, “SDIT Nur Hidayah Surakarta merupakan sekolah unggulan. Sudah tidak perlu diragukan lagi. Yang penting bukan menang atau kalah namun menjadi gugus unggul di Indonesia.” *(Shofi/emyu)