Posts

Ada Apa di 5A ?

Pagi ini, Rabu (07/08) kelas 5A SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta berbeda dari biasanya. Hari ini mereka akan belajar bersama dengan salah satu mahasiswa FKIP-PGSD, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Yuli Listywati. Beliau akan melakukan praktik pembelajaran Tema 2 Udara Bersih Bagi Kesehatan.

Ustadzah Syarifatul Istiqomah, S.Pd. selaku guru pamong menyampaikan, “Kegiatan praktik mengajar dalam mata kuliah PLP (Pengenalan Lingkungan Persekolahan) ini bertujuan supaya mahasiswa lebih mengenal di lapangan bagaimana bisa mengajar dan mengelola kelas dengan baik serta yang lebih utama bagaimana bisa menjadi seorang pendidik yang mampu mendidik siswa dengan baik.”

Dalam kegiatan PLP ini, para mahasiswa akan mendapatkan bimbingan dari guru pamong. Bimbingan yang didapatkan para mahasiswa adalah tentang penyusunan administrasi pembelajaran, mrico teaching, dan ujian praktik mengajarnya.

Kaesan Rafif Athallah (10), slah satu siswa kelas 5A mengatakan, “Pembelajarannya kali ini menyenangkan karena bisa mengenal lebih jauh tentang pernafasan pada hewan dan manusia. Di akhir pembelajaran siswa diberikan soal untuk latihan.”

Sementara itu, Ustadz Wahyudi Nugroho, S.Si, S.Pd selaku wali kelas sekaligus kelas 5A menyampaikan, “Praktik mengajar yang dilakukan oleh saudari Yuli Listyawati sudah cukup baik tetapi harus meningkatkan pengelolaan kelas agar pembelajaran lebih kondusif.” (Yudi/emyu)

Dua Siswa SDIT Nur Hidayah Ikuti Lomba Penyiar Anak

Siang itu, Kamis (25/07) Ustadz Waskito, S.Pd selaku Kepala SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta bertandang ke kelas 5D yang berada di lantai 3 gedung timur untuk menemui guru kelas 5D. Dalam pertemuan itu beliau meminta guru kelas 5D untuk mencarikan 2 siswa SDIT Nur Hidayah yang berdomisili di Kota Solo untuk mengikuti Lomba Penyiar Anak yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Surakarta.

Penyelenggaraan Lomba Penyiar Anak ini bertujuan untuk menyebarluaskan Informasi Pemerintah Daerah dan memberi wadah kepada para siswa dalam menyalurkan bakat penyiaran. Ada pun syarat dan ketentuan dari lomba tersebut adalah siswa SD kelas IV sampai dengan siswa kelas VI. Peserta mengirimkan rekaman suara lengkap dengan video menggunakan HP atau kamera dengan naskah dari Radio Konata Radio Anak Surakarta berupa Opening Program dan News dengan durasi maksimal 5 menit.

Akhirnya siang itu juga diadakan seleksi singkat dan cepat dari siswa yang tinggal di Surakarta baik putra maupun putri. Terpilihlah 2 siswa atas nama Salma Ruwaidah dan Mishal Ahmad Haniya.

Saat itu juga, Ustadzah Nunuk Purnawati, S.Pd melatih dan membimbing karena batas pengiriman rekaman maksimal Sabtu (27/07) via Instragam untuk Opening Program dan News via WhatsApp.

Pagi harinya, Jumat (26/07) Salma Ruwaidah dan Mishal Ahmad Haniya melakukan rekaman di Kantor Yayasan Nur Hidayah Surakarta. Rekaman dibimbing oleh Ustadzah Nunuk Purnawati bersama Ustadzah Rani Arba’ati dan Ustadz Budi dari Syiar Nur Hidayah. Hasil rekamanpun dikirimkan oleh Ustadz Waskito selaku Kepala Sekolah ke Instagram yang ditag Radio Konata Radio Anak Surakarta. Beliau juga mengirimkan kedua rekaman ke panitia melalui Whatshapp.

Dari peserta yang mengikuti lomba Penyiar Anak ini akan diseleksi dan dipilih 10 terbaik. Pengumuman akan disampaikan via instagram@radiokonata. Sepuluh (10) peserta yang lolos seleksi awal akan tampil langsung tanggal 4 Agustus 2019 di Car Free Day Slamet Riyadi Solo dan akan diambil 3 juara. Pemenang akan mendapatkan hadiah Piala Walikota, piagam, dan uang pembinaan.

Salah satu peserta lomba Salma Ruwaidah mengatakan, “Aku senang bisa bisa terpilih dalam lomba ini karena dapat pengalaman berharga bagaimana menyiarkan sebuah ‘Opening Program dan News’ dengan menggunakan rekaman. Seakan-akan bisa merasakan menjadi penyiar radio anak yang sesungguhnya.” *(Nunuk/emyu)

Manfaatkan Kardus Bekas, Siswa SDIT Nur Hidayah Merangkai Rangka Organ Gerak Manusia

Media belajar merupakan satu komponen penunjang kegiatan belajar mengajar. Media pun tak selalu mewah dan mahal. Bahan pembuatan sarana belajar juga bisa kita temukan di lingkungan sekitar.

Hal ini dipraktikkan oleh siswa-siswi kelas 5 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Menggunakan kardus bekas, mereka merangkai rangka organ gerak manusia. Kegiatan ini masih dalam bingkai pembelajaran tematik tema 1 Organ Gerak Hewan dan Tumbuhan.

“Kardus itu dipotong lalu ditempelkan pada bagian-bagian rangka manusia. Kemudian bagian rangka tersebut, kita rangkai menjadi kesatuan menggunakan tali rafia atau kenur,” papar Susilo Wardhani, S.Pd, guru kelas V saat memandu kegiatan tersebut.

Pembuatan rangkaian rangka ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu belajar. Lebih dari itu, proses membuat rangkaian rangka juga memberikan pembelajaran tersendiri untuk para siswa. Pasalnya mereka juga harus berlatih bekerja sama dalam tim pada pembuatan karya itu. Mereka juga belajar lebih teliti karena harus menempelkan rangka dengan tepat. Di akhir sesi, para siswa dilatih berani untuk mempresentasikan hasil karyanya. Masing- masing anggota dalam kelompok menjelaskan nama bagian bagian organ gerak atas dan bawah pada manusia, sementara teman yang lain menilai. Ini merupakan salah satu bentuk penilaian teman.

“Kelompok kami kompak bekerjasama. Jadi cepat selesai,” ujar Yusron Habibullah, salah satu siswa kelas 5B. Di sela kesibukannya mengajar, Nunuk Purnawati S.Pd, koordinator guru paralel kelas V menandaskan, “Penggunaan media kardus bekas juga sebagai langkah mendukung program sekolah Adiwiyata.” * (Indah)

Siswa Kelas 5 SDIT Nur Hidayah Ikuti Penguatan Pendidikan Akhlak

Siang ini, Rabu (24/07) siswa-siswi kelas 5 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta mengikuti acara Penguatan Pendidikan Akhlak di Aula Gedung Timur Lantai 1 untuk putra dan kelas 5D untuk putri. Kegiatan ini sengaja dilakukan secara terpisah agar materi yang disampaikan lebih mengena.

Ustadz Sriyoko, S.HI. selaku pembicara dalam kegiatan tersebut menyampaikan tentang penguatan dalam hal akhlak. Selain itu untuk menyemangati para siswa, beliau memutarkan video hafidz Quran dan nasyid penggugah jiwa berjudul Adakah Kau Lupa. Tampak para siswa dengan antusias, ceria dan semangat mengikuti alunan musik dalam video tersebut.

Pendidikan akhlak merupakan pendidikan yang utama dalam membentuk kepribadian anak. Berkaitan dengan hal tersebut, Ustadzah Sutarmi, S.Ag juga memberi penguatan tentang adab kepada orang tua, guru, dan adab di masjid. Selain itu, beliau juga menekankan tentang pentingnya sholat yang khusyuk dan tertib.

Pada akhir acara, salah satu siswa kelas 5C, Adibah Afsya Siti Izzati (10 th) menyampaikan pesan kepada teman-temannya, “Kita harus lebih baik, harus selalu taat kepada orang tua, menghormati guru, sholat tertib, dan menyayangi semua teman.” *(Nur/emyu)

Latih Kerjasama, Kekompakan, dan Keberanian dengan Discovery dan Diskusi Kelompok dalam Pembelajaran Tematik

Tematik adalah pelajaran yang menyenangkan. Di dalamnya banyak ilmu yang bisa dipelajari. Salah satunya muatan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Mupel ini mempelajari tentang Organ Gerak pada Hewan . Pagi ini, Selasa (23/07) para siswa 5D SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta belajar tentang organ gerak hewan vertebrata dan avertebrata.

Dalam pembelajaran ini Ustadzah Nunuk Purnawati, S.Pd. menggunakan metode “Discovery” dan “Diskusi” untuk melatih para siswa menemukan materi organ gerak vertebrata dan avertebrata secara berkelompok. Di samping itu beliau menuturkan, “Dua metode ini melatih siswa untuk berpikir cermat dan tepat dalam mengamati gambar hewan Vertebrata dan Avertebrata, melatih kerja sama, kekompakan dan keberanian.”

Kelompok belajar ini terdiri dari 6 anak. Pembentukan kelompok berdasarkan persamaan angka yang diucapkan siswa. Angka yang diucapkan adalah 1-6. Setelah berhitung dan berkumpul dengan angka yang sama, mereka berkelompok mendiskusikan tugas tentang karakteristik “Kelinci” dan “Siput.” Selama kurang lebih 30 menit mereka berdiskusi setelah itu dipresentasikan di depan kelas dan disimak kelompok yang lain. Di sinilah pembentukan karakter berani tampil dan berpendapat di depan teman-temannya. Usai presentasi, Ustadzah Nunuk Purnawati membahas dan menyimpulkan tentang materi tersebut.

Menurut Sophiea Divine Falahaturrizqi (11), salah satu siswi kelas 5D menyampaikan, “Saya senang belajar dengan diskusi karena menjadi lebih mudah, seru, dan bisa tampil berpendapat di depan kelas.” *(Nunuk/emyu)

Matematika itu Asyik

Hari ini, Kamis (18/07) siswa-siswi kelas 5 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta berseragam merah putih. Dengan tas di punggung, mereka bergegas naik menuju kelas masing-masing untuk berdoa dan murojaah salah satu surat juz 30 dan 29 bersama guru litaqwa.

Usai murojaah, mereka melaksanakan sholat dhuha dan doa bersama di aula. Setelah itu para siswa diminta untuk membawa alat tulis dan membentuk shaf yang rapi di aula juga.

Tampak Ustadzah Sri Lestari, S.Pd. sudah menyiapkan beberapa soal untuk mereka. Ya, hari ini , beliau akan mengadakan Game “Rangking 1”. Ustadzah Tari menuturkan, “Game ini bertujuan untuk menjaring siswa berbakat dalam bidang Matematika dan belajar matematika itu asyik dan menyenangkan.”

Game ini dilaksanakan dengan cara sistem gugur. Bagi siswa-siswi yang tidak menjawab soal dengan benar, siswa yang gugur akan berpindah tempat dan tetap ikut mengerjakan. Siswa yang lulus akan diberi soal dengan waktu mengerjakan maksimal 10-15 detik sesuai dengan tingkat kesulitan soal. Demikian seterusnya hingga tersisa 3 siswa sebagai juara 1, 2, dan 3.

Alhamdulillah dari kegiatan ini mendapatkan 3 juara dari kelas 5C dan 5D. Juara 1 diraih oleh Syifa Adlina kelas 5C. Juara 2 diraih oleh Mbak Arin 5D. Juara 3 diraih oleh Mbak Zahra 5C. Selamat kepada para pemenang dan kelas 5 seluruhnya.

Salah satu siswa kelas V, Alfina Azzahro menuturkan, “Aku senang belajar Matematika seperti ini karena melatih kemampuan berpikir cepat dan tepat. Semoga semakin menambah motivasiku untuk terus belajar dan berlatih. Sehingga jika kelak ada kegiatan olimpiade Matematika, mudah-mudahan bisa ikut dan juara.” *(Nunuk/emyu)

Awali Pembelajaran Tematik Kelas 5 dengan Tari Kolosal

Suara iringan gending Tari Kelinci menggema dari lantai 3 gedung timur SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta (Rabu,17/07). Seluruh siswa kelas 5 mengikuti gerakan Tari Kelinci secara kolosal penuh semangat dan keceriaan. Pembelajaran tematik kali ini dimulai dengan menarikan Tari Kelinci dengan tujuan supaya siswa memahami dan dapat menirukan anggota gerak pada hewan.

Melompat, berjalan, berputar, ke kanan, ke kiri, siswa mengikuti gerakan kelinci. Sengaja Tari Kelinci dilaksanakan di awal pembelajaran tematik agar siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran tematik.

Setelah selesai menarikan tarian kelinci, Ustadzah Susilo Wardani, S.Pd menampilkan surat An Nur ayat 45, yang artinya “Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Ayat tersebut semakin mempertegas bahwa Allahlah Yang Maha Berkendak dan Berkuasa menjadikan organ gerak hewan bermacam-macam. Harapannya dengan ditampilkan ayat suci Alquran, pembelajaran tematik dapat menumbuhkan jiwa, rasa, karsa, dan cipta.

Salsabila Halmar Ma’aly (5D), salah satu siswi kelas V menuturkan, Pembelajaran tematik kali ini menyenangkan karena bisa mengenal Tari Kelinci. Tadi bergerak seperti gerakan kelinci, sambil mengikuti iringan musiknya. Selain itu tentunya semakin menambah keyakinan akan kebenaran Alquran dengan disampaikan ayat-ayat yang terkait materi pembelajaran.”*(Dhani/emyu)

Masa PLS, Kelas 5 SDIT Nur Hidayah Asah Jiwa Kepemimpinan

Bangunlah wahai anak bangsa kita bina kekuatan jiwa tempuh rintangan perjuangan

Suara nasyid menggema dari lantai 3 gedung timur SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta (Selasa,16/7). Lagu berbahasa Melayu ini sangat mengena di hati para siswa. Siswa-siswi kelas 5 mengisi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari kedua ini dengan mengasah jiwa kepemimpinan. “Kunci dari jiwa kepemimpinan adalah pendidikan (tarbiyyah),” demikian disampaikan oleh Ustadzah Susilo Wardhani, S.Pd sebagai pemateri pagi ini.

Para siswa menyimak pemaparan motivasi dengan antusias. Terlebih ketika Kisah Al-Fatih penakluk Konstantinopel disampaikan. Namun kehebatan Al-Fatih tidak dimiliki secara instan. Pembentukan karakter sejak dini melalui kisah tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran kepada para siswa.

Untuk menjadi pemimpin ternyata banyak yang harus dilakukan, menjaga ibadah dan terus belajar,” ungkap Anarida, salah satu siswi kelas 5D, berkesimpulan setelah mendapatkan pemaparan materi Jiwa Kepemimpinan.

Negara Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, sudah selayaknya menanamkan jiwa kepemimpinan melalui ajaran agama. Kepekaan terhadap bangsa dan negara haruslah dipupuk sejak dini. Hal ini diharapkan agar kelak ketika dewasa para siswa menjadi pemimpin yang amanah, terutama bagi dirinya sendiri.

Kami memberikan motivasi ini kepada para siswa agar mulai sekarang mereka siap menempuh menghadapi tantangan di masa mendatang. Hal ini terutama untuk mempersiapkan mereka sukses belajar di jenjang kelas 5 ini,” pungkas Nunuk Purnawati, S.Pd selaku koordinator guru paralel kelas 5. *(Indah/emyu)

Hari Pertamaku di Kelas 5

Hari ini, Senin (15/7) cuaca cerah. Sang surya memancarkan sinarnya yang hangat nan indah. Setiap insan mulai melakukan aktivitas pagi dengan semangat. Tak terkecuali para siswa kelas 5 dan ustadz/ustadzah SDIT Nur Hidayah Surakarta. Mereka bersiap dan bergegas ke sekolah dengan semangat dan ceria. Dengan memakai baju merah putih dan tas di pundak, semua siswa memasuki gerbang sekolah yang disambut dengan para ustad dan ustadzah. Mereka pun mengucapkan salam dan bersalaman kepada ustadz/ustadzah lalu menaruh sepatu di loker dan bergegas ke kelas masing-masing.

Tepat pukul 07.00 bel masuk pun berbunyi. Ustadz dan ustadzah mengarahkan para siswa untuk ke aula lantai 3 gedung timur dengan membawa Alquran dan mukena bagi yang putri. Mereka melaksanakan sholat dhuha, berdoa, dan murajaah yang dipimpin oleh Mas Balya dan didampingi Ustadzah Tety.

Usai sholat dhuha dan murojaah salah satu surat juz 30 dan 29, Ustadz Wahyudi memperkenalkan Ustadz/Ustadzah yang mengampu di kelas 5 diselingi dengan bina suasana yang ceria.

Selesai perkenalan, para siswa menyimak dan memperhatikan video motivasi belajar dari Ustadzah Nunuk Purnawati. Dalam motivasi belajar beliau menuturkan, “Jika kita ingin jadi pemenang dan sukses maka kita harus optimis, pantang menyerah, disiplin, dan punya semangat yang tinggi. Satu hal yang tidak kalah penting adalah bersyukur karena bersyukur itu jauh lebih sukses.”

Usai motivasi belajar, para siswa istirahat. Setelah itu dilanjutkan dengan motivasi ibadah oleh Ustadz Sriyoko dan menyusun pengurus kelas. Tepat pukul 11.00 para siswa makan siang dan persiapan sholat dhuhur berjamaah di masjid. Salah satu siswa kelas 5D Maryam Dananiera Athiya (10) menyampaikan, “Aku senang di kelas 5 karena bisa bertemu dengan teman -teman dan ustadz/ ustadzah. Materi yang disampaikan pun menarik dan mengajarkan kita untuk pantang menyerah.”*(Nunuk/emyu)