Posts

Program Matrikulasi Calistung dalam Mengembangkan Potensi Siswa Kelas 1

‍‍Dewasa ini, teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Oleh karena itu globalisasi dengan segala dampaknya tidak dapat dihindari, terutama dalam bidang pendidikan. Untuk menjawab seluruh tantangan arus globalisasi tersebut, dibutuhkan kerjasama yang baik antar guru-siswa-orangtua. Dengan sinergi yang baik, maka arus globalisasi ini akan memberikan dampak yang baik pula bagi pendidikan terutama, serta bagi individu siswa, hingga masyarakat.

Menjawab seluruh kebutuhan pendidikan di era globalisasi ini, maka pendidikan juga harus menyesuaikan kebutuhan zaman, kemampuan siswa, serta dinamika masyarakat. Dan hal ini juga terjadi di SD Islam Terpadu Nur hidayah Surakarta yang telah sebulan ini mengadakan kegiatan belajar mengajar pada siswa kelas 1 hingga 6. Khusus untuk kelas 1 juga telah dilakukan observasi pendidikan yang tepat yang dilakukan oleh para guru pendamping kelas 1.

Hari ini, Jum’at (09/08) tim paralel kelas 1 yang diketuai Ustadzah Sutarmi mengadakan rapat terkait kegiatan Matrikulasi Calistung kelas 1 tahun pelajaran 2019/2020. Kegiatan ini bertempat di Perpustakaan Gedung Barat dengan mengundang Ustadzah Muslikhah selaku Waka Kurikulum dan beberapa guru Littaqwa.

Dalam rapat ini Ustadzah Muslikhah menyampaikan banyak hal terkait pendampingan bagi siswa kelas 1 SD Islam Terpadu Nur Hidayah, “Perkembangan dunia saat ini merupakan sesuatu yang tidak dapat kita dihindari. Kita tumbuh tanpa merasakan berbagai kecanggihan teknologi saat ini. Namun anak-anak kita mengalami hal tersebut. Sehingga perbedaan pendidikan yang dahulu kita alami dan yang sekarang dijalani anak-anak sungguh sangat berbeda. Anak-anak saat ini adalah generasi Z, yang secara yang teknologi, kultur, makanan, sangat berbeda dengan kita.”

“Untuk itu kita harus memberikan sikap yang tepat dalam pelaksanaan pendidikan bagi siswa kelas 1, yang salah satunya adalah pengadaan matrikulasi calistung. Setelah observasi selama sebulan kita membutuhkan pendampingan ekstra matrikulasi baca tulis terhadap 50 siswa. Mereka akan mengikuti semi privat kegiatan tersebut, karena secara jika dilakukan secara klasikal akan sangat sulit,” lanjutnya

Ustadzah Sutarmi, S.PdI selaku koordinator pararel kelas 1 turut memberikan wacana kegiatan matrikulasi calistung yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. “Kita akan mengadakan program drill untuk mencapai ketuntasan, dengan pendampingan khusus bagi anak-anak, serta target khusus dalam waktu yang sudah ditentukan, yaitu selama 1 bulan. Selanjutnya akan diadakan evaluasi, apakah anak dianggap lulus atau akan melanjutkan lagi program matrikulasi ini.”

Mengakhiri rapat tersebut, Ustadzah Sutarmi berharap akan adanya kerjasama antar guru dalam mengembangkan kemampuan dasar bagi siswa kelas 1. “Kami sangat berharap mengharapkan bantuan, bimbingan ustadz/ah sekalian pada siswa kelas 1. kegiatan matrikulasi ini diharapkan bisa berjalan lancar, serta memberikan dampak positif pada para siswa kelas 1.” *(Fauziyah/emyu)

Olahraga, Jurus Jitu untuk Sehat

Sebanyak 112 siswa-siswi kelas 1 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta pada Rabu, (23/07) sekitar pukul 08.00 tumpah ruah memenuhi lapangan gedung barat SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Dengan penuh semangat dan ceria mereka mengikuti senam bersama.

Bukan hanya siswa saja yang mengikuti kegiatan senam ini, akan tetapi Ustadz/ustadzah juga menemani serta mendampingi para siswa. Kegiatan ini merupakan agenda paralel kelas yang bertujuan untuk mengedukasi siswa betapa pentingnya hidup sehat, tubuh kuat, dan selalu bersemangat.

Dimulai dengan pemanasan. Hal ini dilakukan terlebih dahulu agar tidak ada otot yang cedera. Kemudian dimulailah senam pinguin, senam maumere dan beberapa senam lainya. Para siswa begitu antusias dan ceria saat mengikuti senam tersebut.

Atas arahan mentor senam SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, Ustadz Sunarto, S.Pd, para siswa tambah bersemangat mengikuti gerakan- gerakan senam yang diiringi dengan tepuk-tepuk. “Ke kanan – ke kanan, dan ke kiri-ke kiri maniseee” prook-prook. Terdengar suara tepuk tangan yang kompak di sela-sela senam tersebut. Ananda Hilman kelas 1A juga bersemangat dalam mengikuti gerakan, sambil berputar-putar saat gerakan senam pinguin, ia juga menyemangati teman-temannya.

Ustadz Baharuddin Yusuf, S.Pd selaku wakil wali kelas 1A menuturkan, “Ada ungkapan Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. Maka dari itu tidak cukup hanya dengan makanan sehat dan istirahat untuk bisa hidup sehat. Akan tetapi butuh pula olahraga agar tubuh sehat dan kuat sehingga kita dapat bersemangat dalam beribadah, belajar dan meraih prestasi.” *(Baharuddin/emyu)

Ucapan Syukur dan Salut MPLS Kelas 1

Rona-rona bahagia terpancar dari wajah-wajah siswa kelas 1 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Terlihat begitu melegakan, langkah-langkah yang mantap dan ringan menunjukkan sudah muncul rasa percaya diri dan kemampuan bersosialisasi di kelas dan sekolah yang baru.

Alhamdulillah sinergi orang tua dan guru telah memberikan kemanfaatan yang luar biasa. Di antara riuh rendah suara siswa yang ceria saat perpulangan, tegur sapa ustadz/ustadzah dan orang tua siswa terlihat begitu akrab.

Ibu Sri Ikawati, orang tua dari ananda Zayna Qory Assyakira kelas 1D, menyampaikan rasa terima kasih tak terkira kepada Ustadzah Siti Aminuriyah, S.Ag., salah satu guru yang mengampu di kelas 1. “Serasa hari pertama ingin sujud syukur, karena beberapa hari jelang masuk, saya sudah cemas bagaimana nanti kalau anak saya tidak mau masuk kelas di hari pertama. Yang terbayang adalah dia minta ditungguin atau bahkan ngambek karena Zayna biasanya butuh waktu cukup lama untuk beradaptasi. Tapi ternyata kekhawatiran yang selalu mengganggu saya tidak terjadi, saat masuk pertama, dia langsung melihat Nusa dan Rara yang merupakan tokoh kesukaan nya. Sontak saja dia sangat senang,” terang Ibu Ika.

“Ketika Nusa menyapa dan melambaikan tangannya, tanpa pikir panjang ia langsung saja masuk gerbang dengan gembira nya. Hari kedua juga sangat luar biasa. Sampai depan gerbang. Zayna sangat bersemangat karena hari ini tokoh Rara membawa boneka Anta, tokoh kucing dalam serial Nusa Rara,” ujar Ibu Ika lagi.

Saya betul-betul bersyukur. Andai saya bisa, ingin rasanya saya sujud syukur saat itu juga. Saya betul-betul mengucapkan terimakasih atas penyambutan kelas 1 yang luar biasa sehingga ananda dengan mudah menjadi senang dan nyaman,” kata Ibu Ika mengakhiri kesan-kesan yang beliau dapatkan dari pengalaman putrinya selama mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Kesan positif dari orang tua disambut rasa syukur dan terima kasih para guru. Karena peran orang tua siswa yang memberikan dukungan sepenuhnya terhadap kegiatan MPLS sehingga menuai keberhasilan. Semoga menjadi awal yang baik dan disusul kebaikan-kebaikan selanjutnya,” tutur Ustadzah Siti Aminuriyah, S.Ag. *(Nuri/emyu)

Ceria dengan Berlomba

Suara riuh siswa-siswa kelas 1 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta menggema di Aula Gedung Timur. Mereka nampak sangat bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan MPLS ( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di hari keempat. Pagi ini, Kamis (18/7) siswa-siswi kelas 1 SDIT Nur Hidayah Surakarta diajak untuk melakukan kegiatan berkelompok agar mereka semakin mengenal dan juga melatih kekompakan dengan tim kelasnya. Selain itu, motorik kasar akan semakin terlatih dengan permainan ini.

Acara diawali dengan doa dan tahfidz Alquran bersama, yang didampingi Ustadz Ahmad Rofiqi. Setelah itu mereka diajak melakukan pemanasan, Ustazhah Reni Agustin Pryatiningrum, S.Pd. memandu mereka untuk bernyanyi sambil menggerakkan anggota badan. Para siswa nampak senang dan bersemangat.

Setelah semua peralatan sudah siap, lombapun dimulai. Para siswa dibagi menjadi empat kelompok putri dan empat kelompok putra. Kelompok putri berlomba untuk memindahkan bola dengan cara berlari. Kelompok putra memindahkan bendera dengan cara engklek. Teknis permainan diterangkan oleh Ustadzah Sutarmi. Secara bergantian mereka mengambil bola bagi kelompok putri dan bendera untuk kelompok putra. Setelah sampai pada garis depan dan meletakkan bola/bendera, mereka kembali ke kelompoknya untuk bergantian dengan teman satu tim. Tim yang mendapatkan bola/bendera paling banyak adalah pemenangnya.

Para siswa sangat riuh menyemangati kelompok kelasnya masing-masing. Fatani, salah satu siswa kelas 1C berteriak menyemangati teman-temannya, “Ayo 1C.. 1C menang!” . Teman-teman lainnya pun tidak mau kalah. Mereka menyemangati kelas mereka masing-masing. Mereka nampak harap-harap cemas ketika saat penghitungan. Salah satu siswa berkata, “Menang gak ya, aku takut “. Semua wajah begitu ceria ketika hasil diumumkan tanpa terlalu memperhatikan kalah maupun menang karena Ustadzah Sutarmi tetap mengapresiasi dan memotivasi setiap tim.

Ustadzah Siti Aminuriyah, S. Ag, S. Pd. mengatakan, “Kegiatan ini dapat menstimulus siswa dalam semangat berlomba dalam kebaikan, melatih kerja sama dalam team work, sabar antri untuk menunggu gilirannya, menstimulus kemampuan kinestetik siswa dan dapat membiasakan bersikap sportif dan percaya diri.” *(Ayu/emyu)

Asyiknya Berbagi di Hari ke-2 MPLS

Hari ini Selasa (16/7) terlihat langkah ceria kaki kecil siswa-siswi kelas 1 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta memasuki gerbang. Sambutan Nusa Rara serta ustadz ustadzah yang special di depan gerbang masih mewarnai masa ta’aruf siswa baru di hari ke 2. Pagi yang cerah semakin bersemangat dengan dibersamai Bapak Kepala Sekolah SDIT Nur Hidayah, Ustadz Waskito, S.Pd.I.

Agenda ceria hari ini di awali menonton video pengenalan toilet training .
Siswa di kenalkan tahapan toilet training sederhana agar dalam dalam kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik. “Alhamdulillah tahun ini siswa-siswi sangat mandiri dalam hal toilet training. Mereka cepat memahami penjelasan dari para guru, apalagi dibantu dengan video tentang toliet training. Skill dan kemandirian para siswa dalam toilet training sangat membantu para siswa saat berlangsungnya KBM du kemudian hari,”  terang Ustadzah Siti Aminuriyah, S.Ag, mewakili koordinator kelas 1.

Agenda kedua yang ditunggu para siswa adalah berbagi dan makan buah bersama. Berbagai macam buah ada di setiap kelompok. Ada buah pisang, jeruk, anggur, kelengkeng, melon dan juga sate buah.

ٓ”Ustadzah aku suka buah jeruk karena rasanya segar,” kata Fathiya, salah satu siswa kelas 1C. “Ustadzah, aku bawa strawberry, boleh untuk berbagi dengan teman-teman, ya!” kata Hamam, salah satu siswa kelas 1B. Mereka tampak senang dapat berbagi dan makan buah bersama-sama.

Salah satu karakter penting yang kita bangun adalah menumbuhkan rasa empati berbagi dan bersodaqoh kepada orang lain. Kegiatan hari ini ditutup dengan menghafal doa masuk dan keluar kamar mandi,” terang Ustadzah Reni Agustin Priyatiningrum, S.Pd. saat ditemui di sela-sela mendampingi para siswa menikmati aneka buah. *(Amy/emyu)

Asyiknya Berbagi di Hari ke-2 MPLS

Hari ini Selasa (16/7) terlihat langkah ceria kaki kecil siswa-siswi kelas 1 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta memasuki gerbang. Sambutan Nusa Rara serta ustadz ustadzah yang special di depan gerbang masih mewarnai masa ta’aruf siswa baru di hari ke 2. Pagi yang cerah semakin bersemangat dengan dibersamai Bapak Kepala Sekolah SDIT Nur Hidayah, Ustadz Waskito, S.Pd.I.

Agenda ceria hari ini di awali menonton video pengenalan toilet training . Siswa di kenalkan tahapan toilet training sederhana agar dalam dalam kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik. “Alhamdulillah tahun ini siswa-siswi sangat mandiri dalam hal toilet training. Mereka cepat memahami penjelasan dari para guru, apalagi dibantu dengan video tentang toliet training. Skill dan kemandirian para siswa dalam toilet training sangat membantu para siswa saat berlangsungnya KBM du kemudian hari,” terang Ustadzah Siti Aminuriyah, S.Ag, mewakili koordinator kelas 1.

Agenda kedua yang ditunggu para siswa adalah berbagi dan makan buah bersama. Berbagai macam buah ada di setiap kelompok. Ada buah pisang, jeruk, anggur, kelengkeng, melon dan juga sate buah.

Ustadzah aku suka buah jeruk karena rasanya segar,” kata Fathiya, salah satu siswa kelas 1C. “Ustadzah, aku bawa strawberry, boleh untuk berbagi dengan teman-teman, ya!” kata Hamam, salah satu siswa kelas 1B. Mereka tampak senang dapat berbagi dan makan buah bersama-sama.

“Salah satu karakter penting yang kita bangun adalah menumbuhkan rasa empati berbagi dan bersodaqoh kepada orang lain. Kegiatan hari ini ditutup dengan menghafal doa masuk dan keluar kamar mandi,” terang Ustadzah Reni Agustin Priyatiningrum, S.Pd. saat ditemui di sela-sela mendampingi para siswa menikmati aneka buah. *(Amy/emyu)

Hari Pertama Sekolahku Begitu Mengesankan

Pagi ini cuaca cukup cerah. Udara dingin tak menyurutkan langkah kaki kecil siswa-siswi kelas 1 SDIT Nur Hidayah Surakarta tahun pelajaran 2019/2020. Ada yang sudah berani sendiri naik ke lantai 2. Sementara ayah atau ibunya hanya mengantar sampai gerbang sekolah. Ada pula yang masih harus diantar ayah atau ibunya hingga sampai di depan kelas.

Ada beberapa guru yang menyambut hangat mereka. Sementara sebuah gerbang naik ke tangga lantai 2 yang dihias khusus tampak menarik perhatian mereka. Tidak sedikit dari mereka yang berfoto selfie di depan gapura. Sebelum mereka naik ke lantai 2. Ada pula yang istimewa di dekat gapura hias itu. Dua tokoh kartun Islami yang kerap muncul di media sosial maupun youtube Nussa dan Rara menyambut siswa kelas 1 di hari pertama mereka. Dengan ramah mereka menyapa dan menyambut kehadiran para siswa baru tersebut.

Ustadz-ustadzah menyambut dengan senyum ramah. Ananda yang berani masuk ke kelas secara mandiri tanpa didampingi orang tua, mendapatkan stiker istimewa atas prestasi keberanian mereka. Beberapa siswa yang masih terlihat ragu masuk sendiri terus didampingi guru BK (Bimbingan Konseling) agar tumbuh rasa percaya diri.

Setelah bersapa hangat dengan para wali kelas masing-masing, sejumlah 112 siswa yang terbagi dalam 4 rombel telah terlihat mandiri mengikuti kegiatan kelas. Mereka bermain bersama, bernyanyi, bertepuk yel-yel penuh dengan keceriaan. Kegiatan dilanjutkan saling berkenalan melalui permainan. Meskipun sebagian siswa malu-malu, ustadzah terus menyemangati dan akhirnya mereka mau mencoba berkenalan dengan teman baru. Setelah istirahat 15 menit. Siswa diajak mengunjungi ruang-ruangan yang ada di sekolah dengan wali kelas masing-masing dengan formasi kereta-keretaan.

Pada kegiatan akhir, wali kelas membagikan seragam yang akan mereka kenakan di hari-hari selanjutnya. Reni Agustin Priyatiningrum, salah satu guru kelas 1 menuturkan, “Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah hari pertama alhmadulillah berjalan baik dan lancar. Memberi kesan yang wow kepada para siswa baru. Mereka tampak menikmati hari pertamanya masuk sekolah. Kegiatan PLS ini akan berlangsung selama 3 pekan.”*(Reni/emyu)

Anugerah Bintang Puasa

Ada banyak cara untuk memberi motivasi kepada anak untuk dapat berlatih menunaikan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh. Salah satunya dengan memberi anugrah atau reward. Seperti yang dilakukan oleh ustadz-ustadzah guru kelas 1 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta.

Hari ini, Sabtu 25 Mei 2019 adalah hari terakhir siswa masuk sekolah sebelum libur Idul Fitri 1440 H. Untuk menutup rangkaian agenda Penilaian Akhit Tahun (PAT) dan Pesantren Ramadhan 1440 H, diadakanlah Anugrah Bintang Puasa. Acara dimulai dari Tahfidz pagi surat-surat dalam Juz’amma, sholat dhuha, membuat kolase masjid dari kertas lipat warna warni, dan dilanjutkan dengan Anugrah Bintang Puasa.

Semua siswa mendapatkan medali bintang Ramadhan dan bingkisan karena mereka sudah berlomba- lomba berlatih berpuasa, baik puasa setengah hari maupun puasa penuh.
Medali ini akan dibawa pulang dan dipajang di rumah masing-masing siswa.

Menurut Ustadzah Kara Ayu, S.Pd, salah satu Ustadzah guru kelas 1 menyampaikan, “Kegiatan ini untuk memotivasi siswa agar semangat berpuasa, sehingga menjalani puasa dengan rasa senang.” Sementara Muhammad Damar Wicaksono (7th), salah satu siswa kelas 1 menceritakan betapa senangnya mendapat bintang puasa. “Bintang puasaku nanti aku paku di kamar tamu. Biar aku selalu ingat kalau sedang puasa. Soalnya kemaren aku lupa makan”, ungkapnya dengan terkekeh dan gaya khas polos anak anak.

Acara foto bersama dengan mengenakan medali menjadi akhir kegiatan kali ini. Ustadzah Sutarmi, S.PdI selaku pengampu Pendidikan Agama Islam menutup acara penganugerahan Bintang Puasa dengan memberikan semangat para siswa untuk melanjutkan puasa Ramadhan sampai selesai nanti. (*Ningrum)

Berbagi Parcel Lebaran Saat Pesantren Ramadhan

Jumat (24/5) bertepatan dengan 19 Ramadhan 1440 H siswa-siwi kelas 1 SD Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah mengadakan Pesantren Ramadhan yang bertemakan Berbagi Kebahagiaan di bulan Mubarok. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk memupuk rasa kepedulian pada anak dengan berbagi kepada sesama, mempraktikkan kerjasama dengan kerja kelompok ketika membuat parcel lebaran, serta mengasah kreativitas anak.

Rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan antara lain Pertama Tahfidz pagi (menghafalkan surat surat dalam juz’amma), Kedua Salat dhuha dan doa salat dhuha, Ketiga Membuat dan menghias ucapan seusai tema (Aku Suka Berbagi) serta yang keempat adalah merangkai parcel dan membagikan kepada yang berhak menerimanya.

Barang-barang yang dibawa anak anak beragam sesuai kelompoknya. Ada yang membawa sirup, minyak, gula, dan lainnya. Khadijah Mufida (7th) menyampaikan “Membuat parcel itu menyenangkan, awalnya merasa tidak bisa tetapi setelah dilakukan bersama sama ternyata jadi mudah.”

Rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan 1440 H diakhiri dengan acara berbagi bersama. Acara yang diawali yel-yel ini dipandu Ustadz Sugeng Sugiharto,S.Ag selaku koordinator kelas 1.

Ustadzah Siti Aminuriyah, S.Ag, S.Pd selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa, “Kegiatan ini menjadi sarana para siswa berlatih berbagi sejak dini. Acara ini juga dihadiri perwakilan dari Cleaning Service dan Satpam SDIT Nur Hidayah. Parcel lebaran hasil kreasi anak-anak disalurkan kepada Satpam, Cleaning Service, dan Supeltas.”

Nida (7 th) salah satu siswa kelas 1, saat acara perkenalan dengan Cleaning Service mengatakan “Bapak dan ibu cleaning Service sudah banyak berbuat baik dan membantu kita. Kita ingin berterima kasih dengan berbagi parcel karya kami sendiri.”

Kegiatan ini semoga menjadi pengalaman berharga untuk para siswa ke depannya sebagai pembentukan karakter mulia. Kelak ketika telah menjadi pejabat atau pengusaha sukses, terus ingat untuk melakukan kebajikan, salah satunya dengan berbagi kepada sesama,” tutup Ustadz Sugeng Sugiharto, S.Ag. (*Lely)

Mempersiapkan Anak untuk Puasa Ramadhan

Sabtu (4/5/2019), walaupun cuaca siang ini terasa terik, namun tidak menyurutkan semangat orang tua siswa-siswi kelas 1C SDIT Nur Hidayah Surakarta untuk menghadiri acara Paguyuban Orang Tua Murid dan Guru (POMG) Kelas 1C SDIT Nur Hidayah. Acara POMG kali ini diadakan di Rumah Makan milik Bunda Uki (orang tua dari Ananda Nabil). Acara dilaksanakan pada pukul 13.00 yang dihadiri oleh orang tua/wali murid dan guru kelas 1C.

POMG kali ini diadakan untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H. Tema yang diangkat adalah Mempersiapkan Anak untuk Puasa Ramadhan dengan pembicara Ibu Dinar Handayani, S.TP. Dalam pemaparan materinya beliau menyampaikan, “Anak-anak sangat dianjurkan untuk belajar berpuasa, karena dengan berpuasa anak-anak dapat meningkatkan kecerdasan secara emosional.”

Ibu Dinar juga berbagi tips bagaimana cara kita selaku orang tua, dalam membimbing dan mendampingi anak-anak kita dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini. Pertama,dalam mengajarkan puasa sebaiknya orang tua memberikan kepercayaan kepada mereka. Kepercayaan itu berupa motivasi agar mereka mampu menjalankan ibadah ini. Tanamkan kepada mereka, bahwa puasa adalah suatu kegiatan yang sangat luar biasa.

Kedua, kerjakan semampumu. Jangan memaksa anak, agar mereka melakukannya secara suka rela. Ketiga, beri keteladanan. Kita sebagai orang tua harus memberi contoh yang baik untuk anak-anak kita. Selain dari orang tua, contoh keteladanan dapat diberikan dari kisah-kisah di masa Rasulullah SAW. Keempat, beri mereka reward, dengan reward mereka akan semakin bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa ini.

Ibu Devina, orangtua Ananda Mahrin Zulfa mengatakan, “Acara ini sangat bermanfaat bagi kami selaku orang tua, agar kami mendapat pengetahuan dan bekal untuk mendampingi putra putri kami dalam melaksanakan puasa Ramadhan tahun ini.”

Ustadzah Leli Firli Rohmani,S.Psi selaku wali kelas 1C juga menyampaikan tentang kegiatan SDIT Nur Hidayah Surakarta di akhir semester. Juga disinggung tentang persiapan serta program motivasi puasa Ramadhan di kelas semoga menambah semangat anak-anak dalam melaksanakan puasa Ramadhan 1440 H. *(Ayu/emyu)