Serunya Presentasi Mind Mapping Unsur Intrinsik Cerita sebagai Penguatan Literasi Kelas 6 di SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta.

SOLO–Hari ini, Rabu (7/02) terdengar para siswa riuh rendah di kelas 6.Tampak tiga siswa berada di depan kelas berusaha menjawab pertanyaan dari teman mereka dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Sedang teman- teman yang duduk saling berebut melontarkan pertanyaan kepada tiga teman mereka yang ada di depan kelas.Ya, inilah suasana kelas 6 hari ini pada pembelajaran tematik muatan pembelajaran Bahasa Indonesia. Begitu seru, asyik, dan menyenangkan. Tiga siswa ini sedang menunaikan tugas presentasi mereka di depan teman-temannya tentang unsur intrinsik cerita. Kegiatan hari ini merupakan rangkaian dari kegiatan pembelajaran sebelumnya, yakni tugas merangkum unsur intrinsik cerita dalam sebuah lembar kertas HVS dengan bentuk mind mapping Para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, jumlah anggota tiga siswa tiap kelompoknya. Dengan penuh semangat para siswa bergegas menyelesaikan mind mapping mereka. Hasil karya mind mapping mereka pun sangat unik, menarik, dan indah. Setelah usai membuat mind mapping para siswa harus mempresentasikan hasil karya mind mapping mereka di depan teman- teman sekelas.Babak presentasi inilah yang menjadikan kegiatan hari ini menjadi sangat asyik dan seru.Para siswa saling berebut untuk melontarkan pertanyaan kepada teman mereka yang presentasi. Sedang teman yang presentasi berusaha dengan gigih menjawab pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman mereka.Hal ini, merupakan salah satu kegiatan untuk menumbuhkan kemampuan literasi para siswa SDIT NUR Hidayah. “Saya sangat senang dengan kegiatan ini karena bisa untuk melatih rasa percaya diri”, ujar Nazilla Shifra Almahyra (6D)Di lain kesempatan Ahmad Yafi Musthofa (6B) mengungkapkan “Dengan presentasi saya merasa asyik dan seru terutama saat bisa menjawab pertanyaan teman dengan benar jadi lebih semangat.””Ini merupakan kegiatan untuk mengembangkan minat literasi para siswa. Dengan mengetahui unsur intrinsik cerita, para siswa akan lebih bisa cermat dalam membaca sebuah cerita. Sehingga minat baca siswa pun akan lebih meningkat. Disambung dengan presentasi merupakan ajang untuk mengasah literasi komunikasi juga rasa percaya diri para siswa,” jelas Qomariyah, S.S. selaku guru tematik di kelas 6. ( B.Qom)