Pak Cah : Kolaborasi Rumah dan Sekolah, Kurangi Dampak Tantangan Pendidikan di Era Disrupsi

SOLO (10/06) — SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta menggelar Seminar Parenting bertajuk “Menjaga Fitrah Buah Hati di Era Disrupsi”. Menghadirkan pembicara Ustadz Cahyadi Takariawan, S.Si. Apt. pakar parenting dan konsultan Rumah Keluarga Indonesia, Sabtu (10/06) pagi di Soemarjo Ballroom, The Sunan Hotel Solo.

Dalam paparan materinya, Ustadz Cahyadi Takariawan, yang akrab disapa Pak Cah, menyampaikan bahwa era disrupsi berpengaruh pada semua sektor kehidupan. Tidak terkecuali dalam dunia pendidikan dan keluarga.

“Era disrupsi berpengaruh pada semua sektor kehidupan. Tidak hanya dalam dunia bisnis dan pemerintahan, namun juga dalam bidang pendidikan dan keluarga,” ungkap Pak Cah.
“Mc.Kinsey Global Institute, pada tahun 2017 telah memproyeksikan setidaknya 400 sampai dengan 800 juta manusia di dunia akan kehilangan pekerjaan di tahun 2030. Karena tergantikan oleh robot dan Artificial Intelegence (AI),” papar Pak Cah.

“Kita tidak akan mampu mengatasi dampak era disrupsi sendiri. Perlu adanya sinergi dan kolaborasi, kerjasama pihak sekolah sekolah dan rumah dalam mencapai tujuan bersama. Adanya proses dinamis timbal balik antara orang tua/wali murid dan setidaknya satu individu dalam sistem sekolah,” sambung Pak Cah.


“Menjadi tanggung jawab utama bagi orang tua dalam menjaga fitrah anak. Tentu saat ia di sekolah menjadi tanggung jawab guru, untuk membantu tumbuh dan kokohnya fitrah anak. Fitrah yang tentunya mampu membentengi sekaligus menjawab tantangan zaman,” pungkas Pak Cah.


Kepala SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, Waskito, S.Pd menyampaikan bahwa sekolah memberikan wadah melalui POMG, Komite Sekolah dengan beragam kegiatan seperti BPI Orang Tua, Sekolah Ayah, Seminar Parenting, dan lainnya dalam rangka mewujudkan kolaborasi yang apik dalam menjaga fitrah anak.


“Seminar Parenting kita adakan setiap tahunnya. Ada pula pengajian keluarga dalam forum Paguyuban Orangtua Murid dan Guru (POMG). Selain tentunya melalui pengajaran dan pembiasaan akidah, ibadah, dan akhlak murid dan warga sekolah,” tutur Waskito.

Kepala¬† Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dian Rineta, M.Si. dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan seminar parenting ini. “Kami, Dinas Pendidikan Kota Surakarta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Terima kasih kepada bapak ibu orang tua yang telah berpartisipasi aktif dan berkolaborasi dengan pihak sekolah. Bersama-sama mewujudkan profil pelajar Pancasila. Pelajar yang beriman bertakwa berakhlak mulia. Kreatif, mandiri, bergotong royong, dan berkebhikaan global. Melalui pendampingan baik di rumah maupun di sekolah,” sambut Dian.


Selain menampilkan kreativitas bakat murid, dalam kegiatan ini juga dibagikan hadiah lomba taman kelas dalam rangka mendukung sekolah adiwiyata.