Kunjungan Belajar Siswa Kelas 1 SDIT Nur Hidayah Surakarta ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup Membawa Kesadaran Lingkungan

SOLO–Pagi ini, Selasa, (23/04/2024) sebanyak 99 siswa dan siswi kelas 1 SDIT Nur Hidayah Surakarta mengadakan kunjungan belajar yang berkesan ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup Surakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (Projek P5) dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”. Bertajuk “Sahabat Bumi: Aku Belajar Menjaga Kebersihan Lingkungan”, kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberikan pengetahuan praktis kepada para siswa tentang upaya menjaga kebersihan lingkungan.Kegiatan dimulai dengan majelis pagi dan sholat Dhuha di Masjid Aisyah Manahan, sebelum para siswa berjalan kaki menuju kantor Dinas Lingkungan Hidup. Di sana, mereka diberikan penjelasan oleh Ibu Mulyani, yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memperkenalkan cara-cara untuk melakukannya. Para siswa sangat antusias belajar tentang sistem resapan, alat pemantau kualitas air dan udara, serta peralatan dan kendaraan yang digunakan untuk membersihkan lingkungan di Kota Surakarta.Menyikapi kunjungan tersebut, salah satu staff Lingkungan Hidup Surakarta, Mulyani, menyatakan, “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari SDIT Nur Hidayah Surakarta dalam membawa para siswa untuk belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan. Ini adalah langkah yang sangat positif dalam mendidik generasi muda tentang tanggung jawab mereka terhadap bumi.”Sementara itu, Eni Hestuti, S.S, S.Pd, salah satu guru dari SDIT Nur Hidayah Surakarta, menyampaikan, “Kunjungan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para siswa kami. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapat kesempatan praktis untuk melihat dan memahami upaya konkret yang dilakukan untuk menjaga lingkungan.”Para siswa juga memberikan kesan mereka tentang kunjungan ini. Besranu Abdul Aziz Al Fatih (7th), seorang siswa kelas 1, mengatakan, “Aku senang bisa belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan. Aku ingin bisa ikut menjaga kebersihan lingkungan.” Sedangkan Najma Kamila Tsaqofi (7th), siswa perempuan lainnya, menambahkan, “Tadi aku belajar ternyata sampah buah bisa diolah menjadi eco enzim. Manfaatnya banyak. Bisa untuk sabun bahkan bisa untuk obat gatal”Kunjungan ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis kepada para siswa, tetapi juga menginspirasi mereka untuk menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk membentuk generasi muda yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. (YS)