SOMG Kelas IV Semester 2

Sabtu (22/4) di tengah naungan mendung yang hendak memuntahkan bebannya, aula SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta tampak lebih ramai dari biasanya. Sambil menjemput putra putrinya, wali murid kelas IV juga mengikuti kegiatan Silaturahmi Orangtua Murid Guru (SOMG) semseter 2.

 SOMG ini dibuka dengan tilawatil qur'an dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari kepala sekolah, Ustadz Waskito, S. Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan beberapa hal terkait penanaman karakter-akhlak mulia, salah satunya adalah gerakan keluarga mengaji, serta program sekolah peduli lingkungan.

 "Sekolah membutuhkan kerja sama yang baik dari keluarga untuk program Gerakan Keluarga Mengaji. Mengingat saat ini gangguan utama bukan lagi televisi, melainkan hp. Namun kita juga harus mengesampingkan hal itu, untuk mendidik anak-anak kita dengan memanfaatkan waktu bakda maghrib untuk baca al-qur'an," tutur beliau.

 Untuk program sekolah peduli lingkungan dengan membiasakan anak-anak untuk memilih sampah organik dan anorganik. "Anak-anak sudah dibiasakan dengan memilih sampah plastik, ataupun organik. Jadi anak-anak tidak hanya mendapatkan nilai-nilai angka, melainkan edukasi peduli terhadap lingkungan.Edukasi lainnya adalah edukasi rawat tanaman yang ada di dalam kelas," lanjutnya.

 Informasi selanjutnya adalah dari tim Bimbingan Konseling yang disampaikan langsung oleh Ustadzah Dea Resti Amalia, S. Pd dengan materi perkembangan anak didik usia 10 tahun dengan lingkup pertemanan mereka, untuk menghasilkan output yang baik. " Kita tidak bisa membentengi anak kita dengan membatasi pertemanan mereka. Sebagai orangtua, yang bisa kita lakukan adalah dengan membekali, memberikan antibody-antivirus agar anak dapat menangkal segala gangguan yang dihadapinya. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan pendekatan, membuka komunikasi seperti ketika anak bersama teman, tidak menganggap bahwa apa yang dilakukan anaknya paling benar, melakukan intropeksi dan lainnya," tuturnya.

 Membahas pendidikan anak memang tiada habisnya, terlebih ketika pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan numerik dalam raport, melainkan terbentuk juga tujuan pendidikan Islam. Sehingga pertemuan SOMG seperti ini  bisa menjadi wadah terbukanya komunikasi antar guru-murid dan siswa agar pendidikan menghasilkan sebuah keterpaduan. *(Fauziyah/emyu)

 

Publish:| 2020-02-25| 14:04:05 . Administrator|