Simulasi USBN 2020 Persiapan Latihan Kota

 

Senin(10/2), mentari pagi bersinar cerah dari sisi langit timur. Di sekitarnya sekumpulan awan putih terlihat menutupi sebagian cahayanya. Begitu indah alam ini bertasbih kepada Al-Kholiq. Menyampai pesan agar makhluk di alam ini berdzikir kepada-Nya.

 Tidak terkecuali para siswa kelas VI SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Mereka memaknai kesyukuran hari ini dengan berteguh semangat menuntut ilmu. Sebagai bekalan di masa mendatang. Mereka berdatangan dengan menggendong tas sekolah mereka kemudian menyalami bapak ibu guru diiringi senyuman pagi sebagai tanda semangat memulai aktivitas mereka hari ini.

 Para siswa kelas VI yang notabene siswa tertua di sekolah ini juga memberi teladan yang baik kepada adik kelas mereka. Saat bel tanda masuk dibunyikan, mereka bergegas mengambil air wudhu, dan mengawali aktivitas di sekolahnya dengan salat dhuha dan berdoa.

 Usai berdoa, Ustadzah Yuyun Yuningsih, S.Pd. memberikan pengarahan kepada para siswa terkait simulasi USBN hari yang pertama ini, "Anak-anak, di latihan atau simulasi ujian nasional pertama di semester dua ini, kalian harus lebih hati-hati dan teliti lagi dalam mengisi kolom-kolom di LJK. Jangan sampai salah menyilang atau kurang lengkap mengisinya dari mulai kolom nama, tanggal lahir, tanggal ujian, dan mata pelajaran. Belajar dari pengalaman semester satu kemarin masih banyak anak-anak yang kurang lengkap mengisinya ataupun yang terbalik antara kolom tanggal lahir dan ujian," tutur beliau sambil membawa kertas LJK (Lembar Jawab Komputer). 

 Beberapa siswa kemudian saling berbisik dan mengatakan, "Eh, iya aku kadang begitu juga, tahu salahnya ketika LJKnya dikembalikan dan dicoret-coret ustadzah." Siswa lainnya menjawab, "Sama, aku juga begitu. Malah disuruh mengerjakan lagi." Begitu percakapan mereka seakan penuh evaluasi diri agar lebih baik pada simulasi kali ini.

 Jam di dinding pun menunjukkan pukul 07.30, serentak para siswa masuk ke ruang masing-masing dengan membawa alat tulis mereka. Jadwal simulasi di hari yang pertama ini adalah Bahasa Indonesia.

 Usai mengerjakan simulasi, para siswa bersama-sama keluar dari kelas dan mereka saling bertanya satu dengan yang lainnya tentang soal bahasa indonesia yang dikerjakannya. Salah satu siswa 6A, Adhi Yudha Wahyu Pradhana mengatakan, "Aduh, soal simulasinya lumayan membuat pusing aku nih. Banyak kata yang mirip dan jebakannya juga. Tapi aku selalu optimis semoga mendapat nilai yang terbaik. Aamiin."

 Ustadz Rahmat Haryadi, S.Pd. pengampu sekaligus pembuat soal simulasi Bahasa Indonesia menuturkan, "Soal simulasi coba disusun sesuai dengan kisi-kisi yang kami terima. Ada 40 soal pilihan dan 5 soal esai uraian. Tingkat kesulitan soal kita coba bervariatif. Ada yang sulit, sedang, ada pula yang relatif mudah. Harapannya mereka terbiasa mengerjakan soal-soal dengan tiga tingkat kesulitan tersebut. Melatih ketelitian, ketelitian, ketelitian." *(Aziz/emyu)

Publish:| 2020-02-12| 15:03:17 . Administrator|