Penguatan Karakter Melalui Penugasan di Rumah

 

Surakarta (13/03) - Sinergi pendidikan antara rumah dan sekolah, antara orang tua dan guru merupakan suatu keharusan dan keniscayaan. Apalagi dalam hal penanaman karakter mulia kepada para siswa. Karena karakter mulia akan terbentuk ketika ada habituasi atau kebiasaan yang diulang-ulang. Baik ketika di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah. Tidak boleh abai antara satu pihak dengan pihak lainnya. Harus ada kerja sama, harus ada komunikasi yang baik antara kedua belah pihak.

Inilah prinsip dasar yang dianut oleh SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta dalam upaya menanamkan karakter-karakter mulia kepada para peserta didik. Salah satu wujud ikhtiarnya adalah memanfaatkan waktu rehat pasca Penilaian Tengah Semester (PTS) 2. Selama 1 pekan (7-13/03) para siswa kelas II mendapat penugasan untuk membantu kedua orang tua di rumah. Bentuknya berupa menanamkan tanggung jawab dan kemandirian seperti membersihkan dan merapikan kamar sendiri, mencuci piring, memberi makan ikan, menyapu, mencuci baju, dan lainnya. Selain tentunya tugas pokok belajar, mengaji, dan salat.

"Secara tidak langsung anak-anak diajarkan kemandirian, life skill dan kepekaan. Orang tua juga merasa senang karena terbantu oleh anak-anak yang belajar membantu pekerjaan di rumah. Putri saya (Mbak Nida) juga senang dengan tugas membantu orang tua ini. Terutama yang berkaitan dengan hewan, seperti memberi makan ikan, merawat kucing seperti memberi makan, memandikan, cari pasir untuk pengaman kucing kalo membuang kotoran di kandang," tutur Ibu Niken Sunandari, S.Pd, ibu dari ananda Annida Amanina Nur Shabrina, salah satu siswa kelas IIC.

"Penugasan ini merupakan salah satu kegiatan dalam mutabaah amal harian yang diberikan kepada siswa. Selain membantu orang tua, juga ada pantauan belajar dirumah serta pelaksanaan ibadah harian siswa di rumah seperti wudu dan salat wajib," tutur Ustadz Bisri S.HI selaku pengampu Pendidikan Agama Islam (PAI).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Rahmat Hariyadi menuturkan, "Kami menyadari bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya milik sekolah. Akan tetapi rumah dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama. Sehingga tiga pilar pendidikan ini memang harus bersinergi bekerja sama secara riil dalam menyukseskan pendidikan, utamanya pendidikan karakter." *(Leli/emyu)

Publish:| 2020-04-03| 15:32:22 . Administrator|