PENGGUNAAN GADGET DISAAT PANDEMIK

Saat ini di seluruh penjuru dunia sedang menghadapi permasalahan yang sama , dimana kita dihadapkan dengan sebuah wabah yang menjadi pandemik (wabah yang menjangkit wilayah yang luas). Tetunya hal ini mempengaruhi berbagai faktor kehidupan, tidak terkecuali dibidang pendidikan.

            Saat ini sekolah berusaha agar anak-anak tetap dapat  belajar walau berada di rumah (home lerning), sehingga komunikasi jarak jauh sangatlah dibutuhkan. Hal ini tentunya dapat terwujud dengan menggunakan media elektronik seperti pc dan hand phone. Kegiatan ini menjadikan anak-anak sering menggunakan gadget untuk mendukung stem pembelajaran yang baru. Tak hanya digunakan untuk mendukung home learning, gadget juga sering digunakan untuk memecah kebosanan anak-anak. Hal ini tentunya membuat perentase penggunaan gadget semakin meningkat. Hasil survei yang kami lakukan menunjukkan bahwa penggunaan gedget diluar tugas sekolah sebesar 80% dan rata-rata penggunaan 3 jam selama sehari bahkan ada beberapa siswa yang menggunakan hingga 7 jam perhari. Tentunya hal ini berdampak tidak baik untuk perkembangan anak dan membuat orang tua khawatir.

            Kita sebagai orang tua tentunya merasa khawatir mengenai penggunaan gadget pada anak, tapi yang menjadi pertanyaan besar setiap orang tua saat ini tentunya sama “ kemudian kami harus bagaimana ? anak selalu berkeluh kesah karena dia bosan tidak bisa kemana-mana.” Tentunya ini menjadi permasalahan orang tua seluruh dunia, dimana orang tua yang bekerja tidak dapat selalu mendampingi buah hatinya belajar di rumah dan menghabiskan waktu untuk menghilangkan kebosanan bersama-sama. Sehingga kita sebagai orang tua mencari cara praktis untuk menghilangkan kebosanan anak dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang menghibur anak termauk mengizinkan penggunaan gadget.                     

            Jika terus berlanjut tanpa adanya batasan yang kita terapkan hal ini dapat menyebabkan anak mengalami adiksi pada penggunaan gadget  baik itu televisi, smartphone, tablet, laptop atau video games dan akses internet.

            Nah apa Itu adiksi  gadget ?

            Adiksi gadget adalah penggunaan gadget secara berlebihan atau pemakaian gadget yang bersifat kompulsif ( berulang-ulang) sehingga mengganggu aktivitas harian. Adiksi gadget merupakan salah satu bentuk perilaku dari ketergantungan terhadap gadget.

            Menurut AAP (American Academy of Pediatrics) juga memberikan rekomendas tentang penggunaan gadget yang disebut dengan screen time pada anak.

Anak usia 0-2 tahun sebaiknya jangan diperkenalkan dengan gadget terlebih dahulu.

Anak usia 2-5 tahun penggunaan gadget maksimal hanya 1 jam perhari.

            Anak usia diatas lima tahun harus diberi batasan penggunaan maksimal selama 2 jam.

Gadget disini tidak hanya penggunaan hp saja ya ayah bunda, akan tetapi alat elektronik seperti televisi, smartphone, tablet, laptop atau video games dan akses internet.

            Apakah anak kita telah melewati batas penggunaan gadget yang disarankan ? kalau iya langkah apa yang dapat kita ambil dalam situasi saat ini yang memang anak-anak dituntut untuk memiliki/menggunakan gadget untuk sistem pembelajaran. Mungkin kita dapat melihat terlebih dahulu kondisi disetiap rumah masing-masing keluarga. Ada orang tuanya yang berada dirumah atau orang tua bekerja tetapi ada orang lain yang dapat mendampingi, dan ada juga yang kedua orang tua bekerja tanpa ada orang lain yang dapat mendampingi anak saat pembelajaran e-lerning. Kita bisa memulai dengan menerima dengan ikhlas terlebih dahulu situasi dan kondisi saat ini dimana anak-anak diminta untuk belajar di rumah dan harus ekstra pendampingan dari orang tua sedangkan orang tua memiliki kesibukan sendiri. Jika kita belum menerima kondisi saat ini tentu hal ini akan sangat memberatkan dan bahkan dapat memunculkan permasalahan baru.

            Setelah menerima keadaan saat ini, kita coba untuk menganalisis:

  1. Berapa jam penggunaan gadget anak selama ini dalam sehari.
  2. Penggunaan didominasi untuk mengakses apa saja.
  3. Merapikan jadwal penggunaan gadget baik itu untuk belajar dan hiburan. Karena memang tidak dapat kita pungkiri gadget dapat menjadi hiburan saat pandemik ini, akan tetap perlu kita batasi dalam penggunaannya. Dalam mengatur jadwal komunikasikanlah hal ini pada pasangan sebagai teamwork Agar saat menyampaikan kepada anak kita, kita terlihat kompak dan sependapat.
  4. Mengenal kesukaan, hobi, bahkan ketertarikan terhadap hal apa saja yang anak kita miliki.
  5. Setelah tersepakati screen time penggunaan gadget antar orang tua dan mengetahui ketertarikan dalam hal apa yang anak kita miliki, barulah kita diskusikan dengan anak. Hal ini kita lakukan untuk menghargai, mengetahui pendapat dan pola pikir anak kita. Berusahalah agar orang tua yang memiliki kendali, akan tetapi gunakan cara yang halus sehingga anak merasa tidak dipaksa.
  6. Setelah tersepakati maka buatlah jadwal harian agar anak selalu ingat. Jadwal setiap harinya diisi dengan kegiatan fisik yang berbeda-beda guna menghilangkan kebosanan pada anak yang disesuaikan dengan ketertarikannya dan dimbangi dengan kegiatan lainnya untuk melatih lifeskill, maka perlu seluruh anggota keluarga juga membuat jadwal harian yang ditaruh di tempat strategis dan dilakukan secara terus-menerus.
  7. Orang tua dan seluruh anggota keluarga harus konsisten dan tidak gampang goyah terhadap aturan yang dibuat mengenai penggunaan gadget.
  8. Memberikan reward atas pencapaian jika anak dapat melaksanakan jadwal dengan baik dan dapat mengntrol diri.
  9. Evaluasi

Tentu kita merasa lelah ya Ayah Bunda ?. Dimana kita harus membagi waktu dengan pekerjaan kita, tapi kita harus tetap mendampingi anak kita yang mungkin lebih dari 2 anak. Akan tetapi inilah kenyataan yang sedang kita hadapi bersama, anda tidak sendirian. Maka kunci utamanya kembali lagi keatas, yaitu menerima. Menerima dengan ikhlas situasi dan kondisi yang tengah kita hadapi bersama ini. Dan  dalam situasi saat ini kita sebagai orang tua dan guru dituntut harus dapat kreatif, harus memiliki berbagai macam ide untuk dapat memberikan aktivitas yang bermanfaat di waktu luangnya sehingga anak tidak merasa bosan dan cenderung melarikan diri pada gadget. (*Dhea&Yunita)

 

 

 

Publish:| 2020-10-23| 06:35:05 . Administrator|