Gelar Simulasi, Kelas 3 SD IT Nur Hidayah Siap Ikut Salat Jumat

Solo (Espos) — Selasa (2/1), Usia kelas 3 sekolah dasar merupakan masa transisi. Meski masa pubertas akan menghampiri beberapa bulan bahkan beberapa tahun lagi, tapi mempersiapkan lebih dini adalah antisipasi terbaik.

Demikianlah yang dilaksanakan SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta dalam mempersiapkan siswa putra untuk siap salat Jumat. Rentang usia pra-remaja secara islami anak-anak harus kita kenalkan dengan ajaran sebagai seorang Islam. Salah satunya adalah kewajiban salat Jumat bagi siswa putra.

Simulasi ini diawali dengan pemberian materi yang disampaikan di aula secara klasikal. Hal ini diharapkan semua siswa memahami tentang pentingnya salat Jumat. Pada sesi berikutnya, para siswa putra memulai simulasi.

“Salat Jumat hukumnya wajib bagi muslim laki-laki. Jadi kita harus tahu dan mempelajari hal-hal menyangkut salat Jumat. Bagi siswa perempuan juga harus tahu dan paham. Sebab ini adalah ilmu,” papar ustadzah Roihatul Hasanah, S.Ag, S.Pd sebagai pemateri Fiqih Salat Jumat.

Rangkaian salat Jumat ini dimulai dengan wudu secara benar. Kemudian siswa diarahkan ke gedung timur sebagai tempat Salat Jumat bagi warga sekolah di Jalan Pisang tersebut. Meletakkan sepatu di rak yang sudah disiapkan menjadi satu tahapan yang harus dilalui siswa agar sepatu tidak tercecer dan kesulitan untuk mencarinya. Langkah terakhir adalah menuju lantai 3 yang merupakan masjid.

Para guru berharap, dengan adanya simulasi ini siswa kelas 3 siap mengikuti Salat Jumat dengan tertib dan tenang. Meski belum wajib bagi anak-anak pra-baligh, para siswa menyambut gembira untuk mengikuti Salat Jumat mendatang.

Farhan Abidzar B.S kelas 3C menyampaikan antusiasnya, “Alhamdulillah, seneng bisa ikut salat Jumat di masjid. Semoga aku bisa tertib terus salatnya bareng kakak kelas.”  (isr)