WhatsApp Image 2018-10-09 at 08.56.47

Aksi Solidaritas Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala

Hari ini, Selasa (9/10) cuaca cerah. Sang surya memancarkan sinarnya yang hangat nan indah. Setiap insan mulai melakukan aktivitas pagi dengan semangat. Tak terkecuali para guru dan siswa SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Mereka bersiap dan bergegas ke sekolah dengan semangat dan ceria. Dengan memakai batik hijau, semua guru dan siswa berkumpul di halaman sekolah.
Ya, pagi ini mereka akan melaksanakan “Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala Sulawesi Tengah”. Aksi solidaritas ini diawali dengan murojaah bersama-sama dari Surat Al Fatihah – An-Nashr. Murojaah ini dipimpin oleh Ustadz Bisri, S.HI.
Usai murojaah bersama, dilanjutkan dengan sholat ghaib untuk seluruh korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala. Sebelum memulai sholat ghaib, Ustadz Mulyadi selaku imam sholat meminta semua peserta aksi solidaritas untuk berdiri, merapatkan, dan meluruskan shaff.
Setelah jamaah siap dan shaff rapi, Ustadz Mulyadi memaparkan, “Sholat ghaib adalah sholat jenazah yang tidak berada di dekat kita tapi berada di tempat yang jauh yaitu Palu dan Donggala. Tata caranya sholat ghaib yaitu posisi berdiri dengan 4 kali tarbir. Takbir pertama membaca Al Fatihah, kedua Sholawat, ketiga dan keempat doa untuk jenazah lalu salam.” Usai menyampaikan tata urutan, sholat ghaib pun dimulai. Tampak semua siswa dan guru khusyuk melaksanakan sholat ghoib. Usai sholat ghaib, Ustadz Mulyadi memimpin doa untuk para korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.
Acara aksi berikutnya adalah sambutan dari Ustadz Waskito, S.Pd. selaku Kepala SDIT Nur Hidayah. Dalam sambutannya beliau menuturkan, “Kita sebagai umat muslim harus memiliki punya rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Sikap kepedulian dan tolong-menolong ini diberikan untuk siapa pun tidak mengenal suku, agama, ras, maupun budaya. Hal ini dikarenakan karena kita adalah satu bangsa dan satu cinta tanah air yaitu Indonesia. Sikap empati dan peduli ini juga sudah terumuskan dalam sila ke -2 Pancasila yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Untuk itu, saya menghimbau kepada seluruh siswa dan guru untuk menyiapkan infak terbaik untuk Palu dan Donggala. Infak yang terkumpul ini akan disalurkan melalui JSIT Indonesis yang insyaallah akan digunakan untuk relokasi pendidikan.”
Usai sambutan kepala sekolah dilanjutkan dengan sambutan BPH yang diwakili oleh Ustadz Sarjan, S.Pd. Setelah itu dilanjutkan dengan penjualan hasta karya kepada guru, wali murid, dan siswa. Ustadzah Muslikah dan Ustad Rahmad mewakili guru membeli hasta karya yang berupa rumah dari bahan kardus bekas dan stik. Para siswa pun antusias melihat dan membeli hasta karya itu dengan harga yang variatif. Hasil penjualan hasta karya ini akan digabung dengan infak munasharah untuk korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala.
Aksi solidaritas berikutnya adalah setiap pararel yang dipandu oleh Ustadz Yoko, Ustadz  Bisri, beserta guru kelas mengarahkan siswa untuk memasukkan infak munasharah ke kotak infaq yang sudah disediakan. Setelah memasukkan kotak infak, para guru kelas mengarahkan para siswa kembali ke kelas masing-masing.
Salah satu siswa kelas 5 Wafa Amalia Firdausi menyampaikan, “Senang mengikuti kegiatan aksi ini karena bisa mendoakan dan membantu korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.” Kegiatan ini pun menghadirkan beberapa wartawan dari media cetak maupun elektronik untuk meliput kegiatan kemanusiaan ini. *(nunuk/emyu)
WhatsApp Image 2018-10-06 at 07.42.49

Kelas 2 Gelar Aksi Peduli Palu dan Terkumpul Dana 5,7 Juta

“Alam dan peristiwa-peristiwa yang disajikan Allah sejatinya adalah guru, manusia diharapkan menjadi murid agar diri tak sekedar jadi debu.”

Hari masih pagi ketika sejumlah 132 siswa kelas 2 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, duduk rapi bershaff di teras kelasnya. Jumat (5/10) mereka bersiap melaksanakan kegiatan pagi. Ustadzah Eni Hestuti, S.S, S. Pd selaku koordinator kelas 2, memandu para siswa untuk doa pagi bersama.

Selesai doa pagi mereka melanjutkan dengan sholat dhuha bersama. Suasana menjadi syahdu ketika para siswa dengan rata-rata usia 7-8 tahun itu terlihat khusyuk sujud menundukkan diri kepada sang pencipta, Allah SWT. Kesyahduan itu berlanjut saat semua siswa dengan kejujuran jiwa menengadahkan tangan memanjatkan doa.

Selesai kegiatan sholat dhuha, para siswa tetap di tempat. Mereka tampak bersungguh mendengarkan paparan singkat dari Ustadzah Yan Syakila, S.Ag tentang musibah Donggala dan Palu, “Jika pagi ini anak-anak berangkat dengan dihantar oleh doa orangtua kalian, dibekali voucher, membawa seperangkat alat belajar, maka selayaknyalah anak-anak bersyukur. Jika pagi ini anak-anak bias duduk disini,dipandu para guru berlatih sholat dhuha, kemudian belajar didalam kelas yang nyaman, maka harusnyalah anak-anak bersyukur. Sangat bersyukur. Karena di daerah yang terkena musibah sana, ada yang sudah tak lagi bisa bertemu keluarganya, kehilangan sekolah. Oleh karenanya pagi ini kita akan berbagi sebagian harta yang dititipkan Allah kepada , untuk mereka. Sebagai bentuk syukur kita kepada Allah.”

Selanjutnya para siswa dengan berbaris rapi memasukkan infaq terbaik mereka ke dalam kotak munashoroh. Ustadz Sunarto, S.Pd sembari memegang kotak infaq terus menyemangati para siswa tentang pentingnya membantu mereka yang terkena musibah.

Riffat Al Farizy (8th), salah satu siswa kelas 2C mengungkapkan, “Aku menyaksikan berita musibah yang menimpa Palu lewat TV dan juga obrolan dengan teman-teman. Kasihan. Maka pagi ini uang infaqku diserahkan membantu Palu.”

Infaq untuk musibah Donggala dan Palu yang terkumpul dari kegiatan pagi ini sebesar Rp. 5. 730.000,00 (lima juta tujuh ratus tiga puluh ribu). *(narto/emyu)

WhatsApp Image 2018-10-08 at 07.00.39

Visitasi Lomba Budaya Mutu Sekolah Kemendikbud

Sebuah pagi yang berbeda, alunan gendhing jawa kebo giro terdengar di aula SD Islam Terpadu (IT) Nur Hidayah Surakarta. Kerawitan ini disajikan oleh perwakilan guru dan karyawan SDIT Nur Hidayah Surakarta. Kamis (4/10) SDIT Nur Hidayah Surakarta Surakarta menerima kedatangan 2 juri dari 2 macam lomba yakni tim visitasi Lomba Mutu dan Budaya Sekolah (LBMS) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jakarta dan juri Lomba Toilet Bersih dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta.

Selain tim visitor dan juri, kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Dra. Rita Nirbaya, M. Pd selaku KASI Kurikulum SD Dinas Pendidikan Surakarta, Bpk. Budi Paryono, S.H, MH selaku Ketua Korwil 1 Laweyan-Serengan, Dinas Pendidikan Surakarta, Pengurus Yayasan Nur Hidayah Surakarta, Pengurus Komite Sekolah, dan guru karyawan SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Selesai kerawitan, dilanjutkan dengan penampilan tari kupu-kupu oleh  perwakilan siswa. Berikutnya berturut-turut unjuk kebolehan dari ekstra kurikuler yang ada di SDIT Nur Hidayah; nasyid, tapak suci, taekwondo,robotik, kewirausahaa, melukis, dokter kecil, bahasa inggris, mendongeng, dan pramuka.

Para tamu tampak sangat menikmati dan antusias menyaksikan setiap penampilan. Hal ini terlihat dari gemuruh tepuk tangan para tamu setiap penampilan selesai disajikan. Ustadz Waskito, S. Pd selaku kepala sekolah SDIT Nur Hidayah Surakarta memaparkan tentang profil sekolah, “Sekolah kami senantiasa melakukan inovasi dan pengembangan diberbagai lini. SDIT Nur Hidayah mempunyai 17 ragam ekstra kurikuler yang ditujukan untuk mewadahi berbagai bakat dan minat para siswa. Selain itu keterlibatan komite sekolah dan paguyuban orangtua murid sejumlah 24 kelompok yang sangat kooperatif dengan kegiatan sekolah. Dari segi kurikulum, SDIT mensinergikan antara kurikulum dinas dan kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Berbagai faktor inilah yang menjadi kekuatan tersendiri untuk mewujudkan misi sekolah yakni sebagai sekolah yang ramah anak, berkarakter, berprestasi gemilang serta menuju berwawasan lingkungan.”

Kegiatan berlanjut dengan visitasi juri ke lingkungan sekolah. Untuk juri LBM melakukan kunjung ke setiap kelas, perpustakaan, dan berbagai sarana prasarana pendukung sekolah. Sedang juri Lomba Toilet Bersih melakukan observasi kesetiap bagian yang terkait dengan kebersihan lingkungan sekolah.

Serangkaian acara ditutup dengan sarasehan bersama sembari menikmati  laras gendhing jawa, salah satu budaya lokal yang mulai diajarkan di SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Dwi Suryani, M. Pd, salah satu juri LBMS menyampaikan, “Kami senang adanya sekolah-sekolah yang senantiasa berinovasi dan mengembangkan diri dalam mendidik generasi bangsa. Dan SDIT Nur Hidayah dengan budaya literasinya yang terlihat berkembang, kerjasama yang bagus dengan komite sekolah, beragamnya ekstrakurikuler dengan berbagai prestasinya semoga menjadi salah satu motor penggerak kebaikan bangsa ini di bidang pendidikan.” *(yan/emyu)

WhatsApp Image 2018-10-02 at 10.40.39

Kelas 6 Gelar Simulasi Ujian Sekolah Berstandar Nasional

Menggendong tas sekolahnya, siswa-siswi kelas VI tampak gagah dan anggun memasuki gerbang sekolah. Senyum mengembang penuh semangat melekat kuat pada wajahnya. Mereka melepas alas kaki dan merapikannya di loker sepatu yang telah tersedia. Sambil berbincang ringan bersama temannya menuju ke kelas masing-masing untuk meletakkan tasnya.

Hari ini (2/10) tepat pukul 07.00 bel tanda masuk berbunyi. Mereka bergegas menuju masjid lantai 2 untuk mengikuti shalat dhuha, doa, dan taushiyah pagi. Mereka telah menjaga wudhu dari rumah, jadi tak perlu ambil air wudhu lagi.

Usai kegiatan majelis pagi di masjid, mereka bergegas ke ruang kelas masing-masing. Merapikan tas di teras kelas, memastikan alat tulis siap, dan duduk rapi di kursi masing-masing. Ya, hari ini mereka akan melanjutkan Simulasi USBN untuk hari yang kedua. Salah satu siswi kelas VI, Rameyza Kirana Dewi (11) menuturkan, “Hari ini jadwalnya Matematika. Alhamdulillah, aku bisa mengerjakan semua. Tadi malam belajar, sehingga memudahkan mengerjakan soal. Aku berharap dapat nilai 100.”

Sementara siswi lainnya, Nisrina Dian Fadhilah (11), menurutkan, “Soalnya sedang, tidak terlalu sulit tidak terlalu mudah. Aku belajarnya pagi tadi. Karena kemarin sore sudah bimbel pengayaan sampai menjelang maghrib. Jadi setelah sholat Isya langsung tidur. Tapi alhamdulillah bisa ngerjakan. Semoga hasilnya baik.”

Koordinator Guru Para lel Kelas VI, Yuyun Yuningsih, S.Pd menurutkan, “Kegiatan simulasi ini berlangsung selama tiga hari. Senin-Rabu, 1-3 Oktober 2018. Menggunakan jam pelajaran pertama dan kedua. Setelah itu para siswa ikut KMB seperti jadwal reguler. Harapan nya kegiatan ini semakin mengokohkan kesiapan para siswa dalam mempersiapkan diri lebih awal dalam menghadapi ujian akhir sekolah.” *(ihsan/emyu)

WhatsApp Image 2018-10-06 at 07.47.49

Kelas 1B Adakan POMG Putaran 1

Pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama. Suatu proses pendidikan anak bisa berjalan dengan maksimal manakala ada sistem hubungan komunikasi yang baik antara pihak orang tua/wali siswa dan pihak sekolah. POMG adalah salah satu media silaturrahim dan komunikasi antara pihak sekolah dan orangtua/wali siswa. Di dalamnya, banyak informasi yang disampaikan sekolah sehingga ke depannya bisa bersinergi dengan orangtua/wali siswa.

Sabtu (29/9) pukul 13.00 para peserta POMG kelas 1B sudah mulai ramai berdatangan. Anak-anak yang paginya libur pun beberapa turut mengikuti orangtuanya menghadiri acara POMG putaran 1 kelas 1B ini. Para peserta memasuki aula lantai 3 gedung barat dan menempati posisi yang telah disediakan. Tampak beberapa dari mereka yang berbincang dengan sesama wali siswa perihal kegiatan dan perkembangan anak mereka.

Acara pun dimulai, para peserta mulai mengikuti dengan saksama. Setelah dibuka oleh MC, acara dilanjutkan dengan tilawah para siswa. Pada kesempatan kali ini, siswa kelas 1B yang hadir maju di hadapan hadirin dan membacakan QS Al Bayyinah yang belum lama mereka selesaikan waktu tahfidz pagi di kelas.

Berbagai permasalahan teknis maupun non teknis bisa disampaikan dalam acara POMG ini. Selain itu, POMG kali ini juga menghadirkan pembicara seorang Psikolog, Ibu Dewi Hidayati, M.Psi. Dalam kesempatan kali ini, beliau memaparkan tentang Mengenali Minat dan Bakan Anak Sejak Dini.

“Minat anak dapat kita kenali mulai dari apa yang anak-anak suka melakukannya. Sementara bakat, bisa diketahui ketika siswa mulai terbiasa dan menikmati apa yang dilakukan mereka,” terang Ibu Dewi Hidayati, M.Psi di tengah penjelasannya.

Sementara para orangtua/ wali siswa fokus mengikuti materi dan acara di aula, anak-anak diajak untuk menuju kelas 1B demi maksimalnya acara. Di kelas, anak-anak rapi menuju kursinya masing-masing. Ustadzah pun mulai memimpin anak-anak berdoa dan memberikan beberapa informasi terkait kegiatan hari ini.

Kegiatan siswa pertama adalah berkreasi dengan kertas lipat. Mereka memilih sendiri warna yang diinginkan dan diberikan selama persediaan masih ada.
“Nah, sekarang kalian boleh membuat kreasi apapun dari kertas lipat. Usahakan berbeda dengan teman sebangku kalian ya. Tapi, sebelum kalian memutuskan untuk membuat apa, pikirkan juga cerita apa yang bisa kalian sampaikan dengan bentuk kreasi yang kalian buat. Paham maksud ustadzah?” terang Ustadzah Lasti memastikan anak-anak paham tentang apa yang harus mereka lakukan.

“Ustadzah, aku buat ini,” seru Hasya (7) usai membuat bentuk kepala kucing dari kertas kuningnya. Hasya juga siap bercerita dengan kreasi yang baru saja ia buat.

“Assalamu’alaikum, teman-teman. Aku mau bercerita. Di rumah, aku punya kucing. Aku suka kucing. Kucingku ada 3. Aku memberinya makan nasi dan ikan asin. Aku senang bermain dengan mereka,” cerita Hasya dengan gayanya yang unik. Hasya memang anak yang suka bercerita. Dalam kesehariannya, sembari menunggu jemputan, ia suka menggunakan barang-barang sederhana di sekitarnya untuk mendukung ide ceritanya. Sepertinya ia memiliki bakat mendongeng.

Setelah berkreasi dengan kertas lipat, anak-anak mendengarkan sedikit cerita tentang bunga mawar dan bunga plastik. “Bunga plastik itu ingin sekali menjadi bunga mawar di taman. Ia ingin diperhatikan dan mendapatkan pujian dari anak-anak yang bermain di taman depan rumah. Bunga plastik itu ingin dirawat seperti bunga mawar di taman. Dibersihkan, disirami, dan diperlakukan dengan sangat menyenangkan. Namun, saat ia berada di taman menjadi bunga mawar, ia mengeluh karena kepanasan dan sering terkena debu kotoran di luar. Tak jarang ia juga dipetik sembarangan oleh tangan-tangan nakal. Akhirnya, bunga plastik itu menyadari bahwa apapun kondisinya, bersyukur dan menerima adalah kunci kebahagiaan.” singkat cerita dari Ustadzah Lasti. Anak-anak tampak mengerti. Semoga bisa dipahami.Tak terasa, jam menunjukkan pukul 15.00. Acara di kelas pun diselesaikan dan anak-anak kembali bergabung dengan orangtuanya dan bersiap untuk pulang. *(lasti/emyu)

WhatsApp Image 2018-10-06 at 13.47.43

Kelas 5C Selenggarakan Tadarus Keliling dan Kegiatan Paguyuban

Hari ini, Sabtu (29/9) cuaca cukup terik. Namun teriknya sang surya tidak mengurangi semangat orang tua siswa kelas 5C SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta untuk hadir di rumahnya Mbak Aqila di Ketaon, Banyudono, Boyolali. Ya, hari ini mereka akan menghadiri undangan Paguyuban Orang Tua dan Guru (POMG) dari panitia wali murid. Orang tua siswa melaksanakan agenda POMG, sedangkan para siswa mengadakan tadarus keliling (tarling).

Sekitar pukul 12.15, lima armada dari wali murid siap menjemput para siswi dari sekolah menuju ke rumahnya Ananda Aqila. Tepat pukul 13.15 acara pun dimulai. Bapak Eko Pramudyo Hadi (wali murid dari Ananda Aisyah) selaku pembawa acara pun mulai membacakan urutan acaranya. Acara yang pertama adalah pembukaan dengan melafalkan surat Al Fatihah bersama-sama.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan shohibul bait, oleh bapak Slamet Parmadi wali murid dari Ananda Aqila dan sambutan dari Ketua POMG Ibu Ika Fitria Cahyandari wali murid dari Ananda Ayla.

Dalam sambutannya, bapak Slamet menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran bapak ibu wali murid dan mohon maaf jika dalam menyambut kehadiran bapak ibu ada yang kurang berkenan.

Selanjutnya acara inti yang disampikan oleh Ustadz Muhammad Badawi dengan tema Pembiasaan Karakter Beribadah untuk Anak Usia Pra Remaja. Beliau menyampaikan bahwa anak-anak membutuhkan teladan dari orang tua dan sekitarnya untuk menumbuhkan karakter yang baik.

Sementara di garasi, para siswi kelas 5C melaksanakan agenda TARLING yang dipimpin oleh ustadzah Ike Ratna Setyarini dan Ustadzah Tety Marzuqoh. Dengan penuh semangat dan antusias para siswi membaca Al Quran secara bergantian.

Di penghujung acara, setelah kajian selesai, wali kelas 5C Susilo Wardani, menyampaikan perkembangan para siswi baik dari sisi sikap, akhlaq, ibadah, maupun akademik. Beliau menyampaikan bahwa para siswi kelas 5C masih harus disupport dan senantiasa dimotivasi untuk menjadi anak yang mandiri, bertanggung jawab baik terhadap diri sendiri, orang tua, maupun ibadahnya.

Alhamdulillah kegiatan POMG dan TARLING kelas 5C berjalan lancar dan orang tua bersama ananda kembali ke rumah masing-masing. *(dhani/emyu)

WhatsApp Image 2018-09-29 at 09.25.45

Serunya Memasak dan Jualan Bersama

Riuhnya aula SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta pagi ini (30/09). Sejumlah 142 siswa-siswi kelas 6 pagi ini memasak bersama dan nantinya menjual hasil masakannya ke warga sekolah. Kelompok siswa putra menggelar masak bersama di aula sekolah lantai 1, sementara kelompok siswi menggelar masakan di aula lantai 3.

Sebelum menata perlengkapan dan bahan masakan, mereka melambari dengan kertas dan koran bekas. Harapannya bisa meminimalisir ceceran air dan sampah di lantai. Mereka ingin berkreasi dalam memasak tetapi tetap terjaga kebersihan nya.

Tampak mereka asyik bekerja sama dengan kelompoknya masing-masing. Ada yang menyediakan bahan, memulai menyalakan kompor, menggoreng dan merebus bahan. Ada pula yang menyajikan menu minuman khasnya. Mereka berusaha menyajikan menu terbaik dan terenak. Apalagi nantinya hasil masakan mereka akan dijual ke warga sekolah.

Daary Fawwaz (12), salah satu siswa kelas 6B di sela-sela memasukkan nasi goreng yang telah matang ke dalam box menurutkan, “Senang dapat memasak dengan teman-teman, sambil untuk refresing. Kelompokku buat nasi goreng dan es buah. Insya allah nanti jadi 10 box nasi goreng yang siap dijual. Es buahnya jadi 15 gelas cup. Semua modalnya Rp32.000,-. Mudah-mudahan nanti laku semua dan untung.”

Sementara siswa lainnya, Haidar Nur Sasongko Wirid Panoyo (11th) menuturkan, “Kelompokku membuat pangsit. Bahannya kulit pangsit, abon, kornet dan telur. Caranya kulit pangsit diisi abon dan kornet, lalu diberi telur, di lipat membentuk segi tiga, baru digoreng. Minuman nya buat jus mangga. Semoga nanti laris terjual semua.”

Ustadz Muhammad Ihsan, salah satu guru kelas 6, dalam rilis nya menyampaikan, “Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kerjasama dan jiwa enterpreneur para siswa. Mereka juga dilatih untuk menghitung modal awal dan hasil dari penjualan untuk lebih me motivasi mereka menghadirkan menu yang menarik dan enak. Serta berupaya untuk menjajakan dagangannya sampai habis.” *(ihsan/emyu)

WhatsApp Image 2018-09-29 at 08.05.26

Tutup Acara Classmeeting, Siswi Kelas 3D Persembahkan Sebuah Nasyid

Sepekan sudah kegiatan rehat berlangsung. Kegiatan demi kegiatan dilalui para siswa dengan penuh semangat. Terlebih Jumat (28/9), sebab kini saatnya pengumuman dan pembagian hadiah.

Jarum panjang jam di dinding sudah menunjuk ke angka 8 lebih. Para siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta telah berkumpul di halaman sekolah. Acara dimulai dengan meriah. Pembawa acara mengalirkan suasana Asian Games dengan jinglenya. Setelah sambutan dan laporan Ketua Panitia, para pemenang dibacakan.

Sekolah yang dipimpin oleh Bapak Waskito, S.Pd ini telah mengadakan bermacam lomba dari tahun ke tahun. Pertandingan olah raga seperti futsal dan tarik tambang selalu menjadi primadona. Lomba keislaman seperti adzan dan menghafal AlQuran, khususnya juz 30 menjadi sarana melatih para siswa. Tak hanya itu, lomba kewirausahaan, hasta karya, dan nasyid tak kalah menarik bagi para siswa.

Terkhusus pada lomba nasyid, para pemenang dari masing-masing paralel ditampilkan pada acara penutupan classmeeting tersebut. Saling mengisi di antara pembagian hadiah. Tampilan nasyid berurutan dari kelas 6, 5, 2, 4, 1, dan kelas 3 menjadi pamungkas.

“Iya, tadi sudah panas. Sedikit yang nonton, tapi kami tetap semangat!” ungkap Syakila Aulia, salah satu siswi kelas 3D.

Kelas 3D merupakan pemenang nasyid untuk paralel kelas 3. Setiap kelas mengirimkan 12 anak sebagai tim nasyid. Ustadzah Roihatul Hasanah, S.Ag, S.Pd selaku wali kelas memaparkan bahwa setiap anak sudah mendapat kesempatan untuk ikut serta dalam classmeeting.

“Di kelas kami, semua siswa ikut lomba. Alhamdulillah selain nasyid, kelas kita juga menang untuk tim futsal. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada wali murid, khususnya mama-mama yang meluangkan waktu ke sekolah untuk memberikan dukungan kepada putra-putrinya,” ungkapnya.

Sementara itu, ananda Syauqi Hafidzul Fahama menjadi bintang pada final pertandingan futsal. Pasalnya siswa yang dipanggil Syauqi ini mampu membobol gawang lawan dengan 3 gol. Tak ayal hampir semua siswa yang menyaksikan final futsal mengelukan namanya Rabu (26/9) lalu.

“Bangga sekali bisa mengegolkan 3. Kenzie juga keren bisa mengegolkan. Futsal harus bekerja sama agar menang,” pungkas Syauqi. *(indah/emyu)

WhatsApp Image 2018-10-06 at 07.54.05

Tumbuhkan Kreativitas Siswa dengan Barang Bekas

Hari ini, Kamis (27/9) cuaca cerah. Sang surya memancarkan sinarnya yang hangat nan indah. Setiap insan mulai melakukan aktivitas pagi dengan semangat. Tak terkecuali para siswa kelas 5 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Mereka bersiap dan bergegas ke sekolah dengan semangat dan ceria.

Dengan memakai baju muslim muslimah, para siswa terlihat anggun, cantik, dan tampan. Tak lupa tas punggung di pundak dan perlangkapan hasta karya pun mereka bawa. Ya, hari ini mereka akan berkreasi membuat aneka barang dari kardus bekas, botol bekas, dan barang bekas lainnya.

Sebelum acara dimulai, seperti biasa para siswa masuk di kelas masing-masing untuk berdoa dan murojaah surat Al- Mursalat dan An-Naba. Murojaah dipimpin oleh guru litaqwa masing-masing kelas.

Usai berdoa dan murojaah, seluruh siswa mendapatkan penjelasan dari Ustadzah Denis terkait dengan pelaksanaan hasta karya. Usai penjelasan, setiap kelompok menyiapkan barang-barang bekas yang akan dibuat karya. Setelah itu, tiap kelompok berkumpul di aula untuk membuat hasta karya.

Setiap kelompok mengubah barang bekas menjadi barang yang unik, cantik, dan bermanfaat. Contohnya adalah mengubah barang bekas menjadi seekor tikus, bunga, tempat pensil, vas bunga dan lain-lain. Tampak kekompakkan, kerjasama, dan kreativitas tercipta dari kegiatan ini.

Kurang lebih 2 jam mereka berkarya. Akhirnya hasta karya pun jadi. Karya yang sudah jadi dikumpulkan ke panitia. Setelah itu, setiap kelompok membersihkan tempat seperti semula. Acara berakhir dengan menyenangkan. Luar biasa, ternyata anak-anak kelas 5 adalah anak yang kreatif. *(nunuk/em yu)

WhatsApp Image 2018-09-29 at 07.57.57

Outing Class Kelas 2 : Meluaskan Pengalaman dan Menyenangkan

Pagi masih menunjukkan pukul 06.30 WIB. Namun lapangan gedung barat gedung barat SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta sudah tampak riuh. Para siswa yang akan belajar outing class berbaris rapi sesuai kelas. Para orangtua yang menghantar putra-putri tercinta tampak asyik mengamati sembari mengobrol santai dengan sesama pengantar lain. Bahkan matahari pun memancar cerah seakan memberi kan semangat. Di sisi selatan lapangan, para siswa kelas 2 dipandu oleh ustadz/ahnya mulai mempersiapkan keberangkatan.

Rabu (26/9)siswa kelas 2 SDIT Nur Hidayah Surakarta akan melakukan pembelajaran diluar sekolah. Dengan tujuan Kecamatan Jatinom dan Karanganom Klaten. Rombongan tiba di tujuan pertama outing class yaitu di Kecamatan Jatinom. Di sini mereka menimba pengalaman di tiga area sekaligus yaitu pabrik tahu APU (Al Azhar Peduli Umat), Peternakan Sapi dan Domba, serta Pertanian.

Tiba di lokasi rombongan dibagi 2 kelompok. Kelompok pertama menjelajah area peternakan dan pertanian. Kelompok dua menjelajah pabrik tahu. Di peternakan mereka dikenalkan cara penggemukan sapi, jenis sapi, aneka pakan ternak baik untuk sapi ataupun untuk domba. Bagian yang menggembirakan para siswa adalah saat mereka dipersilahkan untuk memberi pakan rumput ‘kolonjono”.

Mereka sangat bersemangat mengambil rumput yang sudah disediakan dan memberikan kepada sapi. Selanjutnya petualngan dilanjutkan ke area pertanian. Disini para siswa dikenalkan aneka tanaman dari rumput gajah, tanaman cabe, kangkung, ketela rambat, tanaman singkong, bayam, pohon kelengkeng, sampai pohon durian yang tengah berbuah.

Area berikutnya adalah pabrik tahu. Mereka dikenalkan proses pembuatan tahu mulai dari penggilingan tahu sampai pengepakan yahu siap jual. Para siswapun berkesempatan untuk mengiris tahu bahkan dipersilahkan untuk mencicipi tahu yang baru saja jadi. Di Pabrik tahu APU ini ada 2 jenis tahu yakni tahu putih yang kedua tahu kuning dimana pewarnanya adalah pewarna alami dari kunyit.

Penjelajahan di rute pertama diakhiri dengan pamitan dan masing-masing siswa mendapatkan oleh-oleh tahu APU. Petualangan dilanjutkan ke daerah Karanganom Klaten, tepatnya di kampong Banyui Beku Karanganom. Disini siswa mendapat pembelajaran cara membuat kue semprong.

Setiap kelas berkesempatan menyaksikan pembuatan semprong dan mencicipi kue semprong yang masih hangat. Menjelang sholat dhuhur para siswa diarahkan menuju ke masjid kampong dengan mengendarai sepur kelinci. Selanjutnya dengan berjalan kaki kurang lebih 50 meter para siswa menuju wahana outbond. Disini para siswa diajak untuk naik perahu menyusuri sungai.

Hafidz Ahmad Rizqillah (7th) salah satu siswa 2C menyampaikan, “ Baru tahu tanaman kacang tanah. Bayangan selama ini kacangnya itu ada diatas tanah ternyata terpendam ditanah. Saat dicabut baru kelihatan kacangnya.” Sedangkan Harumi Nawa Sita (7th) salah satu siswa 2B mengungkapkan, “Aku senang sekali. Baru kali ini lihat cara membuat tahu dan lihat sapi besar-besar dengan jumlah yang banyak. Dan baru pertama kali naik perahu. Awalnya aku khawatir jatuh. Tapi ustadz menyemangati. Akhirnya aku berani. Waah..ternyata asyik sekali.”

Waktu menunjuk pukul 15.00 WIB ketika para siswa dan rombongan pamit untuk pulang ke SDIT Nur Hidayah. Ustadz Sunarto, S. Pd, selaku Ketua Panitia Praktik Belajar Lapangan (PBL) kelas 2 menuturkan, “ Seorang muslim haruslah mempunyai wawasan yang luas. Dan untuk menambah ilmu, pengalaman serta menjadi tempat belajar itu bisa di mana saja. Oleh karenanya SDIT Nur Hidayah Surakarta mengagendakan program kegiatan PBL. Untuk kali ini tim kelas 2 berkesempatan menghantar para siswa belajar di pabrik tahu APU, peternakan, pertanian, pembuatan kue semprong dan pengalaman naik perahu di sungai. Semoga kegiatan ini semakin memperkaya pengalaman dan wawasan para siswa.” *(yan/emyu)