WhatsApp Image 2018-02-17 at 05.07.21

Aku Bisa Mengancing Baju Sendiri

Setiap anak hendaknya dibekali kecakapan hidup yang memadai, agar kelak tegak mandiri atas kehidupannya sendiri. Terampil dalam menemukan solusi atas tiap masalah yang dihadapi.

Mama Fulanah memandang putranya yang masih bejibaku memakai seragam. Jemarinya masih belibet mengancingkan baju. Sementara waktu terus bergerak. Sang Bunda harus memutuskan membantu ananda memakai seragam sehingga ananda tidak terlambat atau membiarkan ananda tetap berlatih dengan konsekuensi membutuhkan waktu yang lama.

Lain cerita,  Fulan dengan tergesa memakai sepatu bertalinya. Klakson mobil antar jemput sudah memanggilnya. Namun jemarinya masih sibuk menali. Klakson kembali terdengar dan memaksa dirinya untuk abai atas tali sepatu. Ia berlari menuju mobil dengan tali sepatu yang masih menjulur ke sana kemari.
Mempunyai sepatu seperti pemain sepakbola idolanya ternyata lebih sering membuatnya terjebak dalam kerumitan karena selalu berurusan dengan tali menali.

Mengancing baju, menali sepatu, mencuci peralatan makan pribadi, menjahit sederhana adalah beberapa contoh sederhana kecakapan yang hendaknya dibekalkan kepada anak di usia dini mereka.  Hal ini dikarenakan keduanya salah satu contoh persoalan keseharian yang musti dihadapi anak dan harus bisa diselesaikan sendiri oleh mereka.

Berangkat dari hal tersebut, maka SDIT NUR HIDAYAH dari awal berdirinya menjadikan pelajaran Life Skill (Kecakapan Hidup) sebagai salah satu menu unggulan dalam program pembelajaran. Life Skill sangat penting sebagai bekal setiap anak. Life Skill adalah pendidikan yang memberikan kecakapan personal,  kecakapan sosial, kecakapan  intelektual dan  kecakapan vokasional untuk bekerja, berusaha, dan atau hidup mandiri.

Orientasi Life Skills,  membangun  sikap  kemandirian,  untuk mendapatkan ketrampilan  sebagai bekal untuk bekerja  dan mengembangkan diri. Sebagai contoh salah satu pembelajaran life skill yang dilaksanakan di SDIT Nur Hidayah Surakarta yakni pembelajaran  kelas 1 pada Sabtu (27/01/ 2018) para siswa antusias mengikuti pelajaran life skill. Tema yang disajikan adalah ‘Aku Bisa dan Terampil Mengancingkan Baju Sendiri’.

Mengancingkan baju merupakan pembelajaran yang mensinergikan stimulus motorik halus sekaligus psikologis anak. Motorik halus adalah gerakan yang hanya melibatkan bagian tubuh tertentu saja. Dilakukan oleh otot-otot kecil. Seperti kemampuan menggunakan jemari tangan dan gerakan pergerakan tangan yang tepat. Kegiatan ini tidak membutuhkan banyak tenaga tetapi membutuhkan kecermatan dan koordinasi yang bagus.

Pada dasarnya sebuah stimulasi motorik halus akan melatih koordinasi mata dan tangan. Hanya saja untuk stimulasi mengancing baju sendiri agak berbeda. Karena koordinasi yang dilakukan terdapat di pakaian yang dikenakannya. Tentu taraf kesulitannya lebih tinggi. Dia harus menunduk untuk melihat dan memastikan jari-jarinya bekerja dengan benar.

Semakin tinggi tingkat koordinasi mata dan jari, maka semakin tinggi pula keterampilan kompleks yang dimiliki anak. Ia akan lebih mudah belajar pada proses yang lebih rumit. Dan akan lebih mudah menyelaraskan gerak yang utuh.

Salah satu guru kelas 1, Siti Aminuriyah, S. Ag, menyampaikan, Dengan adanya pembelajaran ini ada 4 point yang diproseskan kepada siswa; Pertama, melatih motorik halus, yang merupakan bekal ketrampilan lain anak serta berkaitan dengan perkembangan kognitif anak. Kedua, Melatih koordinasi mata dan tangan. Ketiga, Melatih kemandirian anak. Keempat, Melatih kesabaran dan ketekunan anak.”

Pada akhirnya memang tak ada yang sederhana ketika memproses anak dalam sebuah pembelajaran. Ibarat menanam padi, jikalau hendak menuai bernasnya panenan, maka petani hendaknya cermat, tekun, dan sabar dari menyemai bibit, menjaga, merawat, membuang rerumput dan semua hama, hinggalah memilih waktu yang tepat dalam memanennya.
(yan/emyu)