Number ① Custom Dissertation Writing Service → paperstime.com

Number ? Custom Dissertation Writing Service ? paperstime.com

http://phc-law.com/phc-blog/tag/workplace-incident/feed/

facebook This is the web site where you can get papers which are personalized, substantial quality and authentic. We deal with scholarly and non tutorial papers where by consumers can buy papers at an economical charge. Our obtain papers companies offers with producing and giving college students and professionals with substantial excellent nicely prepared papers. We know that students may possibly absence the time to total all their assignments at the expected time and would want support in writing their papers. These types of learners can always invest in papers from us. We present papers of various fields of research such as organization, economics, social sciences, chemistry, biology, literature, sciences and IT.

http://thecoachy.com/shop/?product_count=150 Pupils can purchase papers of whichever the topic they want from the different tutorial fields.If you are not the finest at producing your individual resume, then you will need to have to refer yourself to a resume writing service. Resume support expert services are solutions that help men and women publish efficient and professional resumes for their writing dissertation service consumers. There is a saying that if you cannot complete a specific process, then it is best that you delegate it. If you are not that great at crafting a presentable resume, then you will most undoubtedly want to seek the services of a person to publish a single for you.Even nevertheless this can be perceived as an common process, it’s a fantastic previous a person. It will help you arrive up with appealing thoughts for your custom essay assignments. A selection of buy essay companies neglect the mapping option of late owing to the ongoing relevance of web sources and strategies.

Order Fake Xanax On the other hand, web does not render mapping and brainstorming strategy any useless, it’s a very handy trace and has worked wonders for lots of.Signed up, then bought this electronic mail and in no way called him, “Thanks for signing up to the AdVolcano community! I’d adore to listen to a lot more about your web-site and enterprise goals. Feel free to make contact with me immediately so we can talk about relocating forward.” Just placed advert space at the bottom of my blog today, offering a seven-day advert for fifty bucks. No referral program found nonetheless.Many students who have tried out this will convey to you that tailor made time period papers are not as fantastic as they may possibly look at 1st. Lots of faculties and universities have monitoring down devices.

see They check out if there are the exact same buy an essay online and even cross-check out the earlier students essays from your university. As a result, if you are arranging on purchasing your economics course from a senior student, then you may well think about the possibility of staying caught. It is also probable that your customized paper is not as custom made created as you consider it is. Quite a few professors will copy just one paragraph of your paper and examine it on the web and they may possibly uncover some similar essay posted on line someplace.We began taking part in with orphans, we have been producing them satisfied, we have been speaking politely and we have been motivating them to study mainly because there was some lecturers also who employed to train education and learning these kids. In the entire spot of orphans there was a 1 boy who in no way experienced talked to any one, he utilised to usually continue to keep quiet.

Buy Xanax Alprazolam Online The management was not allowing us to meet up with with that boy. We questioned and compelled the administration to give authorization. Ultimately, we obtained permission then our staff was with that boy for at the very least five several hours and then that boy at very last spoke and even he commenced to perform.On the very same day, quickly Jacqueline messaged to Jack that, “what is the status of assignment?” jack termed her and mentioned, “I am heading to consider aid from expert essay writing service and I suggest you to acquire from in this article. But try to remember do not consider dissertation writing support due to the fact we are not inquiring for dissertation. This firm is the ideal company and we can buy essay on line whenever we want.

Order Alprazolam From India

WhatsApp Image 2018-08-03 at 15.09.28

Humas Award: Sarana Asah Jurnalistik bagi Guru

http://ifap42.fr/wp-cron.php?doing_wp_cron=1571076352.8037600517272949218750 “The pen is mightier than the sword: pena lebih tajam daripada pedang,”
kata Edward Bulwer-Lytton.

see url Kata mutiara yang dituliskan oleh politikus Britania Raya tersebut rasanya sedang mengalur deras dalam semangat para guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Tahun ini merupakan tahun kedua bagi salah satu Sekolah Keren tersebut dalam mengasah kemampuan gurunya. Tak kalah dengan para siswa yang telah lolos dalam ajang bergengsi nasional Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI), kini guru semakin giat untuk belajar menulis.

click Program penulisan tersebut bertajuk Humas Award. Kegiatan ini bukan tanpa persiapan. Setahun lalu tim kehumasan yang dikoordinatori oleh Rahmat Hariyadi, S.Pd telah mengadakan workshop jurnalistik. Pada pelatihan tersebut dihadirkan pula seorang wartawan dari salah satu surat kabar di Kota Bengawan. Tidak hanya dibekali ketrampilan menulis, para guru juga diberi wawasan terkait pemotretan atau pengambilan gambar.

Buy Xanax Tablets Resmi digulirkan pada awal semester 2 tahun pelajaran 2017/2018, program khusus ini sudah ramai peminat. Penghargaan kepada guru tersebut berbasis paralel kelas. Karena itu masing-masing paralel berlomba berinovasi dalam berbagai kegiatan. Dari kegiatan-kegiatan itulah yang dijadikan release oleh para guru.

Buy Phentermine Capsules “Dengan meluncurkan program ini, para pimpinan sekolah memotivasi para guru untuk terus mengasah kemampuan jurnalistiknya. Selain itu, setiap guru merupakan tim humas sehingga mampu mewartakan berbagai kegiatan sekolah kepada khalayak ramai,” papar Rahmat Hariyadi, S.Pd pencetus sekaligus redaktur program Humas Award.

get link Tahun ini program tulis menulis itu semakin digemari. Hal ini terbukti meski tahun pelajaran 2018/2019 baru saja dimulai deretan bintang award telah memanjang. Masing-masing paralel ingin mempertahankan posisi kemenangan pada tahun sebelumnya. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri, perpindahan guru ke paralel yang berbeda berpengaruh pada hasil Award.

http://restaurant-escalier.com/ “Kelas kami (paralel kelas 6) merupakan salah satu terbaik pada Humas Award tahun lalu dengan Ustadzah Nunuk Purnawati sebagai redaktur kelas kami. Tapi sekarang beliau ada di paralel kelas 5. Meski demikian kami tetap berfastabiqul khoirat dalam kebaikan ini,” ungkap Yuyun Yuningsih, S.Pd koordinator kelas 6.

http://wsn-online.org/wp-cron.php?doing_wp_cron=1571079851.0176169872283935546875 Sementara itu, para guru sangat senang dengan program Humas Award. Antusiasme ini semakin menarik karena adanya apresiasi sekolah kepada guru yang banyak menulis release. “Menulis release ternyata memang bisa dilakukan oleh siapa pun. Selain menambah wawasan, menulis release menjadikan kami semakin terpacu untuk berkreativitas. Para guru sangat berterima kasih dengan adanya program Humas Award ini,” papar Yan Syakila, S.Ag. sebagai salah satu penulis release terbaik.

Buy Xanax From Usa Tak ada sebuah ilmu yang tak bisa kita pelajari. Yang membedakan adalah kemauan kita. Terlebih lagi seorang guru yang penanya akan lebih dahsyat dari sebuah peluru. *(indah/emyu)

WhatsApp Image 2018-08-04 at 15.21.17

Semangat Try Out, Berlomba Menjadi yang Terbaik

Order Xanax 2Mg Pagi ini cuaca cukup cerah. Namun hawa dingin masih sangat terasa. Langkah-langkah kecil penuh semangat, dengan sigap dan diiringi percaya diri yang mantap, siswa-siswi kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta memasuki gerbang sekolah seakan berlomba menjadi yang terdepan menjemput impian. Tak lupa mereka berjabat dan mencium tangan tanda bakti mereka terhadap ustadz-ustadzahnya.

http://phc-law.com/wp-content/uploads/2014/09/insurance-claims-300x148.jpg Usai meletakkan sepatu di loker yang telah tersedia, mereka lalu menuju kelas masing-masing untuk menaruh tas dan perlengkapan belajar lainnya. Pagi ini, Sabtu (04/08) sebanyak 141 siswa-siswi kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta mengikuti Try Out. Kegiatan ini adalah kali kedua mereka ikuti setelah sebelumnya mengikuti TO (Try Out) yang pertama yaitu pada Sabtu (28/07) pekan kemarin.

go site Pelaksanaan Try Out (TO) pagi ini diawali dengan shalat dhuha kemudian dilanjutkan dzikir, doa dan murajaah bersama beberapa surat di juz 29 dan 30 yang dipandu langsung oleh sekretaris paralel kelas 6, Ustadz Abdul Aziz Abu Hamzah, S.Pd.I.

Buy Pex 2 Alprazolam Usai mengikuti shalat dhuha, doa dan murajaah bersama di masjid, siswa-siswi kemudian menuju kelas mereka untuk persiapan try out. Sebelum memulai tak lupa mereka mengawalinya dengan berdoa. Tiga mata pelajaran yang diuji cobakan hari ini adalah Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Buy Xanax Bitcoin Faiq Eza Barnabil (12) salah seorang siswa kelas 6B saat ditanya menyampaikan kesannya, “Tegang tadz, apalagi ini sedang berhadapan dengan Matematika. Karena semalem jujur saya kurang maksimal belajarnya.”

go site Pelaksanaan Try Out pagi ini tidak menghalangi semangat siswa-siswi kelas 6 untuk menabung. Cara menabungnyapun unik yaitu cukup memasukkan sejumlah uang ke amplop yang telah ditulisi nama lalu dikumpulkan ke ustadz/ustadzah yang bertugas. Mereka terlihat senang ketika menabung. Kegiatan Try Out hari ini berakhir pada pukul 11.30. Siswa-siswi kelas 6 menutup kegiatan hari ini dengan makan siang dan shalat dhuhur berjamaah.

source Koordinator Guru Paralel Kelas VI, Ustadzah Yuyun Yuningsih, S.Pd., menyampaikan, “Kita berharap semoga siswa-siswi kita di Angkatan ke- 16 ini sesuai dengan motto perjuangannya ‘Asyik, Tangguh, Taqwa, Juara’ diberi kemudahan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk meraih apa yang di cita-citakan, Sang Juara yang Bertaqwa.” *(ihsan/emyu)

WhatsApp Image 2018-08-06 at 07.55.35

Menjenguk, Salah Satu Sikap Peduli Sesama

http://restaurant-escalier.com/2013.sql Siang ini, Sabtu (04/08) sangat terik. Sinar sang surya yang terik tidak menyurutkan langkah empat guru SDIT Nur Hidayah untuk menggerakkan sepeda motornya menuju RSUD Ngipang Surakarta.

http://wsn-online.org/wp-cron.php?doing_wp_cron=1571144849.5055921077728271484375 Ya, siang ini mereka menjenguk Mas Malik Farhan Nasrullah yang terbaring sakit sejak Senin, 30 Juli 2018 hingga siang ini. Tiba di RS Ngipang berbarengan dengan para pengurus Yayasan Nur Hidayah Surakarta yaitu, Ustadz Anis Tanwir Hadi, Ustadz Kasori Mujahid, Ustadz Sarjan, Ustadz Joko Pramono, dan Ustadz Munawir.

Buy Zolpidem Sleeping Tablets Uk Menurut informasi dari ayahnya, Ustadz Husni Malik, “Mas Farhan ini mengalami beberapa gejala mulai dari muntah, diare, dan badan sangat lemas. Melihat kondisi ini kami bersegera membawanya ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit dicek lab dan di USG. Al hasil, leukositnya sangat tinggi mencapai 32.000 dan usus buntu yang harus dioperasi.”

Cheap Xanax Online Uk “Tepat pada hari Rabu, operasi pun dilaksanakan dan alhamdulillah berjalan lancar. Pasca operasi Mas Farhan masih harus menjalani perawatan dan pemulihan,” lanjut Ustadz Husni Malik.

http://thistleinitiatives.co.uk/financial-services/fca_authorisation/?campaignid=2069321643 Alhamdulillah kondisi Mas Farhan hari ini sudah membaik. Usai menanyakan berbagai hal tentang kondisi Mas Farhan, Ustad Kasori Mujahid memimpin doa untuk kesembuhan Mas Farhan. Usai mendoakan, kami pun kembali ke sekolah. Semoga Mas Farhan segera pulih dan bersekolah dengan teman-temannya lagi. *(nunuk/emyu)

WhatsApp Image 2018-08-06 at 07.38.52

Bersedekah dengan Sholat Dhuha

Buy Adipex In Stores Suhu udara menunjuk angka 19°C pada pagi hari Sabtu (04/08) ini. Sejuk dan sedikit terasa lebih dingin memang, tetapi tidaklah mengurangi semangat siswa-siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta untuk berangkat ke sekolah. Semangat mereka ke sekolah terlihat dari langkah kaki mereka, tampak beberapa ada yang sambil berlarian menuju gerbang masuk sekolah. Sementara itu di samping pohon yang rindang nan teduh dekat gerbang sekolah telah berjajar beberapa guru untuk menyambut kehadiran mereka dengan senyum ceria dan semangat.

Get Ambien From Doctor Tidak ketinggalan siswa-siswi kelas 4 pun terlihat antusias menyambut pagi ini. Tapak-tapak kaki mereka mantap menaiki tangga menuju lantai tiga sambil menenteng sepatu di tangannya dan mengendong tas. Setelah meletakkan sepatu di loker masing-masing para siswa bergegas menuju kelas.

Hari Sabtu merupakan waktunya siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini merupakan ajang yang disediakan oleh sekolah sebagai sarana bagi semua siswa agar mereka dapat mengoptimalkan minat dan bakat sesuai potensi diri masing-masing. Beragam kegiatannya, ada pramuka yang merupakan ekstra wajib bagi siswa siswi kelas 3-5, dan beberapa ekstra lainnya seperti bela diri, kewirausahaan, jurnalistik, dokter cilik, robotik, dan lainnya.

Selain kegiatan ekstrakurikuler, ada yang spesial dari budaya penanaman karakter sejak dini di SDIT Nur Hidayah Surakarta, yaitu sholat dhuha. Semua siswa dibiasakan untuk melakukan sholat dhuha sebelum mengawali serangkaian aktivitas belajarnya setiap hari.

Seperti pagi ini, para guru kelas 4 mendampingi para siswa untuk melaksanakan shalat dhuha di aula lantai 3 gedung barat. Pembiasaan melakukan shalat dhuha ini sebagai salah satu bentuk penanaman karakter religious pada para siswa dan merupakan salah satu tujuan penyelenggaraan pendidikan di SDIT Nur Hidayah. Aktivitas sholat dhuha ini sebenarnya sudah mulai rutin dilakukan setiap hari sejak awal semester. Hanya saja khusus hari Jumat dan Sabtu pelaksanaannya di aula.

Ustadz Isna Muhammad Fathoni, salah satu guru pendamping kelas 4 mengatakan, “Ada beberapa keutamaan dari sholat dhuha ini, antara lain, keistiqomahan kita mengerjakan sholat dhuha akan menghadirkan ampunan Allah, juga akan mendatangkan cinta Allah. Mencintai sholat dhuha merupakan salah satu bentuk mencintai Allah SWT. Sholat dhuha juga bisa menjadi pengganti sedekah bagi setiap ruas tulang kita. Selain itu juga sebagai sarana penghapus dosa-dosa kita. Rasulullah pernah bersabda “Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

Selain sholat dhuha siswa juga diajari berdoa, khususnya doa dhuha. Tujuannya supaya menjadi kebiasaan anak untuk melakukan sholat dhuha dan berdoa sesudahnya. Selepas sholat dhuha para siswa kembali ke kelas. Terlihat kakak-kakak pembina pramuka pun telah bersiap di lapangan tengah untuk mengajar ekskul pramuka. Para siswa pun bergegas turun ke halaman untuk mengikuti kegiatan pramuka. *(fathoni_wulan/emyu)

WhatsApp Image 2018-08-03 at 14.51.12

Menanamkan Sikap Peduli Sejak Dini

Pagi cerah karunia Ilahi disyukuri siswa-siswi kelas 2 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta dengan mengawali hari bermajelis pagi. Doa pagi, muroja’ah hafalan juz amma, dan sholat dhuha.Selesai aktivitas majelis pagi, Jum’at (03/08) siswa-siswi yang berjumlah 132 itu mendengarkan pesan singkat dari salah satu guru.

Salah satu siswi kelas 2D, Rahil Layyina (7th) menuturkan, “Senang dapat berbagi untuk teman-teman di Lombok. Semoga mereka segera kembali bersekolah lagi.”

Ustadzah Yan Syakila, S. Ag menyampaikan, ” Betapa hari ini anak-anak diberi banyak kemudahan oleh Allah. Bisa hadir ke sekolah dalam kondisi sehat, sudah sarapan, membawa perlengkapan sekolah, dimudahkan untuk menuntut ilmu. Sedangkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat sana, Allah sedang menguji masyarakatnya dengan musibah gempa. Oleh karenanya, kita sebagai sesama manusia hendaknya peduli dan membantu meringankan kesusahan yang menimpa mereka.”

Selanjutnya para siswa berbaris untuk menyerahkan infaq sukarela. Dari aksi peduli Lombok kelas 2 pagi ini terkumpul dana dua juta dua ratus enam puluh delapan ribu rupiah (Rp 2. 268.000, 00). Salah satu siswi kelas 2D, Rahil Layyina (7th) menuturkan, “Senang dapat berbagi untuk teman-teman di Lombok. Semoga mereka segera pulih dan kembali bersekolah lagi.”

Ustadzah Eni Hestuti, S.S, S. Pd menuturkan, ” Menguatkan karakter-karakter unggul kepada murid membutuhkan proses yang tentunya tidak bisa instan. Dan kejadian ataupun peristiwa di sekitar kita sebenarnya bisa dijadikan pembelajaran yang berharga. Musibah yang menimpa saudara-saudara di Lombok memberi kita pembelajaran untuk mengasah kepedulian kita bersama. Aksi peduli Lombok ini adalah arahan program dari sekolah dan tim kelas 2 menindaklanjuti dengan kegiatan aksi pagi ini. Semoga para siswa menguat karakter peduli dan suka berbaginya.”

Waka Humas SDIT Nur Hidayah Surakarta, Rahmat Hariyadi, S.Pd menuturkan, “Setiap ada musibah atau bencana kita upayakan menjadi topik pembelajaran dan penguatan karakter mulia bagi para siswa. Karakter taqwa, peduli sesama, peduli lingkungan cinta tanah air, dan lainnya. Tentu dalam rangka terus mengokohkan visi Menjadi Sekolah Bermutu, Berkarakter, dan Berbudaya Lingkungan.”

WhatsApp Image 2018-08-03 at 15.08.56

Berburu Kalimat Perintah

Hari masih pagi. Mentari pagi menyambut siswa-siswi kelas 2 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta dengan sinarnya yang hangat. Seperti biasa, setelah berbaris rapi apel pagi di depan kelas sambil menggugah semangat dengan bertepuk dan yel-yel, dilanjut dengan doa serta tahfidz pagi, dan literasi para siswa siap mengikuti pelajaran pertama.

Sesuai jadwal, hari ini (Kamis, 03/08) pembelajaran pertama adalah Tematik. Kali ini para siswa akan belajar tentang kalimat perintah. Ustadzah Reni Agustin Priyatiningrum,S.Pd yang saat itu mengajar, mengawali dengan mengajak para siswa membaca basmalah bersama. Seperti biasa, ustadzah menyemangati dan membangun konsentrasi para siswa terlebih dahulu. Kali ini para siswa diajak untuk melakukan “Tepuk Ulat Semangat”.

“Hari ini ustadzah akan mengajak kalian berburu,” kata ustadzah mencoba menarik perhatian siswa. “Tahukah kalian bagaimana berburu itu?” lanjut ustadzah Reni. “Dikejar sampai kena,” kata Luthfan, salah satu siswa 2D. “Ya, betul,” jawab ustadzah selanjutnya mengkaitkan muatan pembelajaran tentang “Kalimat Perintah”.

Pembelajaran dimulai dari eksplorasi perintah yang sering dijumpai para siswa. “Ada yang pernah disuruh makan, mandi, tidur, sholat, belajar oleh ayah dan ibu kalian?” tanya ustadzah. “Disuruh main pernah tidak?” tanya ustadzah lagi. Beberapa siswa tersenyum, sebagian berpikir dan sebagian mengaku pernah disuruh main.

Selanjutnya ustadzah meminta mereka menirukan ayah atau ibu yang menyuruh atau memerintahkan mereka. Ustadzah menuliskan kalimat mereka di papan tulis. Para siswa mengamati tulisan tersebut. “Allah memerintah apa tidak?” pertanyaan lanjutan ustadzah Reni.

“Iya, ustadzah!” Para siswa mulai menyebut beberapa perintah dari Allah. Perintah sholat, puasa, bayar zakat dan lain-lain. Ustadazah membacakan ayat Al Quran tentang contoh perintah Allah: perintah sholat, makan dan minum, bersabar, berbuat baik kepada orang tua. Para siswa dipahamkan bahwa Allah memerintah kepada manusia agar manusia mengerti kewajibannya, semua untuk kebaikan manusia dan karena Allah sayang kepada manusia khususnya orang-orang mukmin.

Yang dinanti pun tiba. Para siswa mendapat misi penting untuk berburu kalimat perintah yang tertempel di dinding lingkungan sekolah. Ananda menyimak penjelasan teknis dari ustadzah. Dan misipun dilaksanakan. Para siswa menuju lingkungan kamar mandi, halaman, kantin sekolah, dapur sekolah bahkan hingga lantai 3 gedung sekolah untuk mendapatkan kalimat perintah sebanyak-banyaknya. Setelah terkumpul, kalimat perintah itu dikumpulkan kepada ustadzah. Para siswa diperbolehkan istirahat.

Pada jam terakhir, ustadzah telah memeriksa hasil perburuan kalimat perintah. Diantara hasil buruan didapatkan sebagian kalimat perintah, sebagian kalimat himbauan, dan sebagian lagi kalimat ajakan. Dengan mengklasifikasikan berbagai kalimat, para siswa semakin paham tentang kalimat perintah.

Diakhir pembelajaran, para siswa diminta menuliskan 3 contoh kalimat perintah di buku tugas mereka. Raja(7th) salah satu siswa kelas 2, menyampaikan, “Senang sekali belajar tematik hari ini. Bisa berburu bareng-bareng dengan teman. Ternyata tidak semua tulisan yang ada di dinding sekolah itu kalimat perintah, ya.” Senyumnya merekah, begitupun dengan teman-teman.

Ustadzah Eni Hestuti, S.S selaku koordinator paralel kelas 2 mengatakan, “Pembelajaran kalimat perintah dengan menyenangkan selain memahamkan tentang materi juga menanamkan kesan positif bahwa perintah yang baik akan membawa pelaksananya kepada kebaikan maka penting untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dengan mengenalkan dan memahamkan ayat-ayat Allah yang sesuai dengan materi pembelajaran merupakan upaya mewujudkan keterpaduan dalam pembelajaran.” *(reni/emyu)

WhatsApp Image 2018-08-03 at 15.08.16

Belajar Otot dan Tulang dengan Diskusi Kelompok

Pagi ini, Kamis (02/08) tampak cerah. Sinar sang surya yang hangat, menumbuhkan semangat setiap insan untuk beraktivitas. Tak terkecuali, siswa-siswi kelas 5 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Mereka bergegas menuju sekolah dengan tas sekolah di punggung.

Seperti biasanya, mereka mengawali aktivitas belajar dengan berdoa, murojaah hafalan Al-Qur’an, serta literasi.

Usai kegiatan pagi dan pelajaran PAI, para siswa mengikuti pelajaran Tematik. Mereka belajar dengan cara berkelompok, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil diskusinya. Pada diskusi kali, tiap kelompok diberi tugas yang berbeda. Kelompok pertama menandai yang penting tentang Persendian, kelompok kedua tentang macam – macam otot, kelompok ketiga tentang macam gerak otot.

Usai menandai hal yang penting, salah satu anggota kelompok membacakan hasil diskusinya. Kelompok yang lain mendengarkan dan menandai yang disampaikan oleh presentasi. Setelah semua kelompok presentasi, Ustadzah Nunuk Purnawati, S. Pd. selaku guru pengampu Tematik memberikan apresiasi kepada semua kelompok yang sudah berhasil melaksanakan diskusi kelompok dan berani tampil ke depan kelas untuk presentasi. Selain itu beliau memberi penekanan dan penjelasan ulang tentang materi yang disampaikan oleh tiap kelompok.

“Pembelajaran tematik kali ini memang diformat dengan model diskusi dan presentasi dengan tujuan agar para siswa mampu bekerja sama, bertukar pendapat, mengamalkan nilai Sila ke-4 Pancasila, dan melatih keberanian dan keterampilan berpendapat di depan kelas,” ujar Nunuk Purnawati, S. Pd. *(nunuk/emyu)

WhatsApp Image 2018-08-01 at 14.07.47

Pembinaan PTK di Awal Bulan Agustus

Tidak seperti biasanya, siang ini siswa-siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta pulang lebih cepat dari biasanya. Terlihat raut wajah penuh gembira, bersorak riang penuh ceria bukan berarti senang tidak belajar tapi karena bagi siswa-siswi terlebih kelas-kelas atas seperti kelas 3,4,5 dan 6 pulang lebih awal itu merupakan moment yang membahagiakan.

Siang ini, Rabu (01/08) sebagaimana pada setiap tanggal satu di awal bulan, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta mengadakan rapat koordinasi dan pembinaan guru dan karyawan. Ini bertujuan untuk merekatkan tali ukhuwah antar pimpinan sekolah dengan para guru dan karyawan sekaligus untuk mengevaluasi program kegiatan sekolah dan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Jarum jam menunjuk di angka 1 lebih 10 menit, Ustadz Haryono, S.Pd selaku Master of Ceremony memulai acara. Beliau mengawali dengan bacaan Basmalah kemudian melanjutkan dengan muqoddimah awal sebelum dilanjutkan ke acara berikutnya. Lantunan surat Al-Insan menggema ruangan aula sekolah, semua melisankan dipandu oleh Ust. Muhammad Ihsan.

Kepala Sekolah SDIT Nur Hidayah Surakarta, Ustadz Wakito, S.Pd dalam materi pembinaannnya menyampaikan bahwa sesungguhnya banyak nikmat Allah SWT yang tanpa disadari oleh kita semua kita tidak menjadi apa-apa tanpanya. “Alhamdulillah kita masih diberi nikmat hidup oleh Allah Subhanahu waTa’ala setelah kita semua sempat dimatikannya walau melalui kematian kecil. Mari kita banyak bersyukur atas nikmat ini semua agar kelak kita menjadi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa,” katanya. Dalam mengawali penyampaiannya, beliau tidak bisa menyembunyikan rasa bangga dan senangnya karena melihat presensi kehadiran guru dan karyawan yang hampir mencapai seratus persen.

Selain menyampaikan materi pembinaan kerohanian, beliau juga menyampaikan beberapa agenda sekolah diantaranya pengisian form sekolah (PNPM), agenda kuis “aku bisa” yang diselenggarakan oleh Kemendikbud, upacara tujuh belasan, pembinaan pegawai Sabtu pekan ketiga, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan agenda sekolah. Acara koordinasi dan pembinaan guru karyawan siang ini ditutup dengan penyampaian informasi-informasi dari para waka dan diakhiri dengan sesi tanya-jawab. *(ihsan/emyu)

3211e125-45ba-45a1-be47-9581fdb112cf

Mengenal Karya Seni 3 Dimensi

Tidak berselang lama setelah tausiyah pagi, para siswi kelas 6D Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta mengeluarkan tempat makan mereka. Namun bukan snack, kue ,atau bekal makan melainkan warna-warni plastisin buatan mereka sendiri.

“Ustadzah, punyaku belum diberi warna,” celetuk Naila Ghani Futana (12) salah satu siswi kelas 6D sembari membuka tempat makannya. Keseruan sudah mulai nampak sejak kemarin sore diumumkan untuk membuat plastisin di rumah. “Asyik, kayak buat slime,” ujar Najibah Ummu Sa’adah (11) begitu senangnya.

Hari ini (01/08), setelah diulas Ustadzah Dwi Haryanti, S.Pd selaku pengampu Tematik kelas 6 tentang karya seni, para siswa akan mempraktekkan membuat karya 3 dimensi berupa patung. “Seru ustadzah, tetapi punyaku belum jadi, sulit!” kata Afifah Herimastuti (11) yang pagi ini membuat patung realis berupa pohon kelapa. Berbeda dengan siswi lainnya, Zahra Khairunnisa Winanti (11) yang membuat patung jerapah, dikomentari temannya.

Menurut Ustadzah Hary, panggilan akrabnya, menuturkan, “Meski patung memiliki beberapa fungsi, namun pembelajaran kali ini tidak lain untuk mengenal dan merasakan sendiri proses membuat patung dengan bahan lunak dengan teknik tekan. Plastisin menjadi pilihan, sebagai pengganti tanah liat yang sekarang sulit di dapat.”

Dengan pengalaman, para siswa akan menghargai hasil karya sendiri dan orang lain. Otomatis siswa belajar nengamalkn sila kelima Pancasila, menghargai hasil karya orang lain. *(hary/emyu)