IMG-20190517-WA0012

Tilawah Al Qur’an Usai Kerjakan Soal PAT

Ada yang unik dilakukan para siswi kelas IVC SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta selesai mengerjakan soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) tahun pelajaran 2018 / 2019.  Selesai meneliti dan memaksimalkan pekerjaan menyelesaikan soal demi soal, mereka tampak tenang dan khusyuk memanfaatkan waktu luang untuk membaca (tilawah) Alquran. Tentu sambil menunggu bel tanda akhir waktu pengerjaan soal berbunyi.

Jumat (17/05), merupakan hari ke-5 Penilaian Akhir Tahun (PAT). Jam di dinding menunjukkan pukul 08.15, para siswi kelas 4C SDIT Nur Hidayah Surakarta nampak masih bersemangat berjibaku mengerjakan soal-soal Tematik tema 9. Meskipun saat ini mereka dalam kondisi berpuasa, bukan menjadi penghalang baginya untuk mengerjakan soal semaksimal dan sesempurna mungkin. Doa bersama dan murojaah hafalan Alquran tadi pagi menambah kekhusyukan dan ketenangan saat mengerjakan soal.

Usai murojaah Alquran bersama, mereka bersegera menyiapkan alat tulis. Soal pun dibagikan oleh pengawas ruang. Sembari menunggu bel dimulainya mengerjakan, mereka mengisi identitas dulu di bagian atas lembar pertama pada soal. Bel tanda dimulainya mengerjakan berbunyi, pengawaspun meminta para siswa mengucap basmallah, agar diberi kemudahan dan kelancaran. Mereka pun mengerjakan dengan tenang dan teliti.

Yang cukup unik dan menarik, di saat para siswa sudah selesai mengerjakan tes dan meneliti kerjaannya, sambil menunggu waktu pengumpulan, sebagian besar siswi kelas IVC memilih untuk tilawah Al quran. Sejuk rasanya menyaksikan para siswi lebih memilih tilawah dibandingkan aktivitas lain yang kurang memberikan manfaat.

Nadhilah Syifa’ Adlina (10 th), salah satu siswa kelas IVC yang telah berhasil mengkhatamkan tilawah 30 juz di hari ke-12 bulan Ramadhan ini. Saat ditanya kiat-kiatnya bisa khatam 30 juz dalam waktu 12 hari, ia menyampaikan, “Kemarin di awal Ramadhan kan ada 2 hari libur, jadi aku bisa lebih banyak tilawah. Tapi pas PAT ini aku biasanya tilawah 1 juz habis shalat Subuh.”

Endah Sri Handayani, S.Pd., wali kelas IVC menuturkan, “Sejak hari pertama pelaksanaan PAT, memang mereka memanfaatkan waktu luang, termasuk setelah selesai mengerjakan dan meneliti pengerjaan soal PAT, untuk tilawah Alquran. Mereka melakukan mandiri dan inisiatif sendiri. Alhamdulillah, tadi pagi coba saya cek terkait capaian target tilawah, selain Syifa, ada 11 anak yang lain yang juga sudah menyelesaikan tilawah minimal 12 juz sejak awal bulan Ramadhan. Semoga mereka kelak tumbuh menjadi generasi qur’ani dan dimudahkan untuk menjadi para penghafal Al Qur’an.” *(Endah SH)

IMG-20190515-WA0011

Tetap Semangat Mengerjakan Tes PAT di Bulan Puasa Ramadhan

Para siswa kelas 2 SDIT Nur Hidayah Surakarta terlihat tenang dan semangat mengerjakan tes Penilaian Akhir Tahun (PAT). Pelaksanaan tes PAT ini terhitung dari hari Senin (13/5) sampai hari Senin (20/5) berikutnya.

Sebelum pelaksanaan tes para siswa melakukan kegiatan majelis pagi yang terdiri dari do’a dan murojaah surat dalam Al Qur’an. Pada hari kedua tes ini, selesai majelis pagi, pengawas membacakan tata tertib selama tes sekaligus memberi motivasi kepada siswa.

Salah satu guru kelas 2, Qomariyah, S.S., S. Pd menasehatkan kepada siswa untuk mengutamakan kejujuran dan kesungguhan, “Dalam melaksanakan tes ini anak-anak hendaknya diiringi dengan menjaga sholat lima waktunya, berdoa kepada Allah dan meminta doa restu orang tua sebelum berangkat sekolah. Saat mengerjakan tes pun anak-anak harus mengutamakan kejujuran dan berupaya sungguh-sungguh untuk menyelesaikan sebaik-baiknya. Tujuannya agar tes ini bisa menjadi amal solih kita di hadapan Allah.”

Setelahnya pengawas membagikan soal tes, para siswa mengerjakan soal dengan penuh tenang dan semangat meskipun dalam keadaan berpuasa Ramadhan.

Nadhia Mukhbita Ramadhani (7) salah satu siswi kelas 2, dengan muka ceria mengungkapkan , “Aku biasa saja mengerjakan tes meskipun sedang puasa. Sama ketika tes di waktu bukan ramadhan. Malahan senang saat ramadhan karena doa orang puasa mudah dikabulkan oleh Allah. Semoga hasil PAT ku bagus.”

Adapun Eni Hestuti, S.S., S.Pd, selaku koordinator kelas 2 menyampaikan, “PAT kali ini bersamaan para siswa menunaikan kewajiban berpuasa ramadhan. Kita selaku guru memotivasi para siswa untuk lebih bersyukur dan tetap semangat. Bersyukur karena di bulan penuh barokah dan doa dikabulkan. Sejarah Islam mengajarkan bahwa di bulan mulia ini pula banyak peristiwa bersejarah umat Islam tertoreh meraih kemenangan dalam perjuangannya. Jadi puasa bukan kendala untuk meraih hasil terbaik. Termasuk perjuangan meraih hasil terbaik di tes PAT ini.” (*Yan)

IMG-20190511-WA0015

Kelas 1B SDIT Nur Hidayah Adakan POMG

Ahad (5/5/2019), walaupun hari libur dan cuaca terasa terik, namun tidak menyurutkan semangat orang tua siswa untuk menghadiri acara Paguyuban Orang Tua Murid dan Guru (POMG) kelas 1B SDIT Nur Hidayah Surakarta. Acara POMG kali ini diadakan di rumah Bapak Edi Tri Purnomo di Pucangsawit, Jebres, Surakarta. Acara dilaksanakan pada pukul 13.00 yang dihadiri oleh orang tua/wali murid, para siswa, dan guru kelas 1B.

POMG kali ini memilih tema Pendidikan Anak dengan pembicara Ustadzah Nursilaturoah, Lc. Beliau menyampaikan, “Pendidikan anak di usia 0-7 tahun yang sangat penting untuk masa depan mereka. Pembentukan akidah yg lurus harus ditanamkan sejak kecil agar anak teguh dalam iman dan Islam. Selain aqidah, akhlakul karimah juga harus ditamamkan agar anak memiliki kepribadian yang baik.”

Bapak Nur Rahman, orang tua ananda Ilma selaku ketua POMG 1 B menyampaikan rasa syukur dan salut atas kehadiran orang tua yang secara prosentase meningkat dibanding POMG sebelumnya.

Ustadzah Siti Aminuriyah, S.Ag. S,Pd selaku wali kelas 1B menyampaikan tentang pelaksanaan PAT (penilaian akhir tahun) yang dimulai tgl 13-20 Mei 2019. Diharapkan para siswa bisa semangat belajar di bulan Ramadhan. Juga disampaikan Program Motivasi semangat berpuasa di bulan Ramadhan untuk para siswa. *(Iin/emyu)

IMG-20190506-WA0008

Mempersiapkan Anak untuk Puasa Ramadhan

Sabtu (4/5/2019), walaupun cuaca siang ini terasa terik, namun tidak menyurutkan semangat orang tua siswa-siswi kelas 1C SDIT Nur Hidayah Surakarta untuk menghadiri acara Paguyuban Orang Tua Murid dan Guru (POMG) Kelas 1C SDIT Nur Hidayah. Acara POMG kali ini diadakan di Rumah Makan milik Bunda Uki (orang tua dari Ananda Nabil). Acara dilaksanakan pada pukul 13.00 yang dihadiri oleh orang tua/wali murid dan guru kelas 1C.

POMG kali ini diadakan untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H. Tema yang diangkat adalah Mempersiapkan Anak untuk Puasa Ramadhan dengan pembicara Ibu Dinar Handayani, S.TP. Dalam pemaparan materinya beliau menyampaikan, “Anak-anak sangat dianjurkan untuk belajar berpuasa, karena dengan berpuasa anak-anak dapat meningkatkan kecerdasan secara emosional.”

Ibu Dinar juga berbagi tips bagaimana cara kita selaku orang tua, dalam membimbing dan mendampingi anak-anak kita dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini. Pertama,dalam mengajarkan puasa sebaiknya orang tua memberikan kepercayaan kepada mereka. Kepercayaan itu berupa motivasi agar mereka mampu menjalankan ibadah ini. Tanamkan kepada mereka, bahwa puasa adalah suatu kegiatan yang sangat luar biasa.

Kedua, kerjakan semampumu. Jangan memaksa anak, agar mereka melakukannya secara suka rela. Ketiga, beri keteladanan. Kita sebagai orang tua harus memberi contoh yang baik untuk anak-anak kita. Selain dari orang tua, contoh keteladanan dapat diberikan dari kisah-kisah di masa Rasulullah SAW. Keempat, beri mereka reward, dengan reward mereka akan semakin bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa ini.

Ibu Devina, orangtua Ananda Mahrin Zulfa mengatakan, “Acara ini sangat bermanfaat bagi kami selaku orang tua, agar kami mendapat pengetahuan dan bekal untuk mendampingi putra putri kami dalam melaksanakan puasa Ramadhan tahun ini.”

Ustadzah Leli Firli Rohmani,S.Psi selaku wali kelas 1C juga menyampaikan tentang kegiatan SDIT Nur Hidayah Surakarta di akhir semester. Juga disinggung tentang persiapan serta program motivasi puasa Ramadhan di kelas semoga menambah semangat anak-anak dalam melaksanakan puasa Ramadhan 1440 H. *(Ayu/emyu)

IMG-20190504-WA0098

Sukacita Kelas 1 SDIT Nur Hidayah Sambut Ramadhan 1440 H

Awali ramadhanmu

Dengan semangat baru

Ramadhan bulan mulia

Semua bergembira

Begitulah sepenggal yel-yel pawai ramadhan siswa-siswi kelas 1 SDIT Nur Hidayah Surakarta. Ya, hari ini, Sabtu (04/05/2019) siswa-siswa, guru dan karyawan SDIT Nur Hidayah melasanakan Tarhib Ramadhan 1440 H.

Acara yang dimulai pukul 7 pagi, diawali dengan penampilan yel-yel ramadhan dari siswa-siswi paralel dari kelas 1 sampai kelas 5. Setelah selesai yel-yel ditampilkan, tiba saatnya tarhib ramadhan dengan melaksanakan pawai jalan kaki di jalan kampung sekitar sekolah. Pawai dibagi menjadi 2 jalur. Kelas 1 dan 2 di sekitar sekolah, sedangkan kelas 3-5 di wilayah agak jauh.

Becak hias diisi oleh ustadz yang menyampaikan informasi dan memotivasi masyarakat untuk berpuasa. Sedangkan siswa siswi berjalan di belakangnya sambil membawa poster tentang ramadhan dan membagikan bingkisan yang sudah disiapkan dari rumah untuk dibagikan ke masyarakat sekitar.

Ustadzah Sutarmi, S.PdI, salah satu guru kelas 1, sekaligus selaku panitia kegiatan menjelaskan, “Dengan kegiatan tarhib diharapkan siswa bisa menyambut Ramadhan penuh gembira, ceria, semangat, menumbuhkan kecintaan kepada Allah dan Rasul dengan menjalankan perintahNya serta belajar syiar menyampaikan kepada masyarakat datangnya bulan Ramadhan.

Sementara itu dengan melaksanakan tarhib keliling diharapkan masyarakat ikut serta menyambut Ramadhan dengan suka cita dan bersemangat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan khusyuk.
*(Ningrum/emyu)

IMG-20190504-WA0043

Marhaban Yaa Ramadhan 1440 H, SDIT Nur Hidayah Gelar Tarhib Ramadhan

Keriuhan ٍpenuh suka cita tampak di Halaman Gedung Barat SDIT Nur Hidayah pagi ini, Sabtu, 4 Mei 2019. Anak-anak bergembira dengan memakai topi kreativitas berwarna-warni, serta membawa poster bertuliskan aneka motivasi tentang Ramadhan. Marhaban Yaa Ramadhan 1440 H. Hari ini, SDIT Nur Hidayah gelar pawai Tarhib Ramadhan yang mengawali rangkaian kegiatan Ramadhan di sekolah yang lekat dengan budaya Islami ini.

Sekitar pukul 07.00 WIB, acara dibuka dengan lantunan Surat Adh-Dhuha berjamaah oleh seluruh peserta Tarhib Ramadhan, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SDIT Nur Hidayah, Ustadz Waskito, S.Pd., yang menyampaikan tentang motivasi berpuasa. Yel-yel semangat puasa dari setiap paralel kelas kemudian semakin memeriahkan suasana tarhib. Suara  jimbe ataupun bekas galon air minum dari beberapa siswa pun terkadang terdengar mengiringi yel-yel para peserta dan menambah semangat mereka.

Tarhib Ramadhan 1440 H diikuti sekitar 600 peserta, baik dari kalangan siswa maupun guru-karyawan ini, dilanjutkan dengan pawai ceria yang terbagi menjadi dua rute. Siswa-siswi kelas 1 dan 2 berkeliling melewati jalur timur, dari SDIT Nur Hidayah menuju Lapangan Segitiga Kerten, lalu melewati pasar buah Kerten. Sedangkan siswa-siswi kelas 3 ke atas berkeliling lewat jalur barat, SDIT Nur Hidayah menuju SMPN 2 Surakarta, perkampungan Jajar dan Kerten, hingga Rumah Makan SS Kerten. Saat pawai tarhib ini, para siswa membagikan jadwal imsakiyah Ramadhan 1440 H, serta berbagi bingkisan kecil ke warga sekitar.

Pada pawai Tarhib Ramadhan kali ini juga dibantu oleh beberapa siswa SMAIT Nur Hidayah yang tergabung dalam Dewan Ambalan SMAIT NH untuk menertibkan jalan. Anak-anak terlihat antusias saat mengikuti pawai. ” Aku senang dengan Tarhib Ramadhan karena seperti ikut pawai. Ada becak hias, berbagai poster dan yang paling aku sukai saat berbagi bingkisan”, ungkap Nahla (8 tahun), siswa kelas 2. Sementara Hilmy (10 tahun), siswa kelas 5 sekaligus salah satu pemimpin yel-yel kelas paralel tim siswa putra mengungkapkan, “Tarhib Ramadhan ini adalah yang ke-5 kalinya kuikuti selama di SDIT Nur Hidayah. Meskipun demikian, aku tetap menyukainya karena sebentar lagi Ramadhan, bisa shalat tarawih.”

Ustadzah Yan Syakila, S. Pd, selaku ketua panitia mengungkapkan, “Kegiatan Tarhib Ramadhan ini adalah kegiatan awal dari serangkaian kegiatan Ramadhan berikutnya. Akan ada pengumpulan ZISWAF pada tanggal 8 – 25 Mei 2019, Pesantren Ramadhan pada 22 – 25 Mei 2019, dan Daurah Ramadhan pada 27 Mei 2019. Kegiatan ini diharapkan dapat memicu semangat menebar kebaikan selama Ramadhan 1440 H baik saat menyambut, di tengah, maupun sampai di penghujung bulan. Tema kegiatan Ramadhan kali ini adalah Bersama Ramadhan, Latih Kejujuran, Raih Kemenangan. Ramadhan datang sebagai hadiah Allah untuk metamorfosis jiwa umat islam. Semoga upaya kita menanamkan kegembiraan menyambut Ramadhan kepada anak didik kita menjadi amal baik bagi kita semua.”

Sementara, Ustadz Waskito, S. Pd., menyatakan sangat mendukung kegiatan sekolah selama Ramadhan. “SDIT Nur Hidayah adalah sekolah berbudaya Islam yang selalu gembira dengan datangnya Bulan Ramadhan. Bulan yang penuh dengan keutamaan dan pahala berlimpah. Tarhib Ramadhan ini adalah program rutin tahunan yang selalu dinanti sebagai syi’ar kepada masyarakat sekitar terkait kegembiraan menyambut bulan yang istimewa ini, bulan yang seyogyanya semua Umat Islam bersukacita menyambutnya.”(*Hum SDIT NH)

IMG-20190425-WA0072

SDIT Nur Hidayah Gelar Pelatihan Guru Al Qur’an

Terhitung hari Senin-Rabu(22-24/4/2019) SDIT Nur Hidayah Surakarta mengadakan pelatihan bagi guru Al Qur’an. Bertempat di Nur Hidayah Convention Center (NHCC) sejumlah 26 guru Al Qur’an mengikuti pelatihan dari jam 07.30 – 11.30 WIB. Adapun jadwal pelatihannya terbagi menjadi dua point utama. Pertama pada hari senin (22/4) peserta mengikuti tashih. Kegiatan ini berupa cek kualitas bacaan masing-masing guru. Setiap peserta menunjukan kemampuan baca Al Qur’annya di hadapan pentashih (penguji bacaan Al Qur’an). Peserta akan mendapat catatan terkait kemampuannya dalam tajwid, tartil, fashohah bahkan sampai sifat huruf al qur’an.

Point kedua yakni penguatan  kemampuan dan ketrampilan mengajar. SDIT Nur Hidayah menggunakan metoda dan buku LITTaQWa dalam pembelajaran Al Qur’an. Pada hari Selasa (23/4) sampai Rabu (24/4) kegiatan berupa refresh atau penyegaran cara mengajar dilanjutkan microteaching langsung.

Ustadz Ahmad Rofiqi, salah satu peserta mengungkapkan, “Kegiatan ini kami rasakan sangat bermanfaat. Ibarat pisau kami diasah agar semakin tajam kualitas bacaan pribadi sekaligus kualitas pengajaran kami.”

Adapun ustadz Ali Mashudi Al Hafidz, selaku koordinator Al Qur’an menyampaikan, “Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk ‘quality control’ bagi para guru. Sekaligus upaya penyempurnaan metode LITTaQWa. Pada kesempatan ini kami memakai alat peraga baca LITTaQWa yang sudah ada penyempurnaan. Harapannya kedepan peraga ini akan menjadi sarana utama dalam pembelajaran littaqwa sehingga anak akan lebih mudah dalam memahami konsep yg diajarkan”.

Sedangkan Ustadz Bahruni Arsyad, koordinator Al Qur’an Center Nur Hidayah sekaligus pemateri dalam kegiatan ini menguatkan, “Kekuatan utama dalam pembelajaran Al Qur’an dengan metode LiTTaQWa di Nur Hidayah adalah Guru. Guru harus benar-benar menguasai materi dalam peraga maupun buku LiTTaQWa. Untuk itu di tahun pelajaran 2019/2020 Qur’an Center Nur Hidayah akan mengusahakan memfasilitasi pembinaan tahsin intensif untuk para guru Qur’an.” *(Yan)

IMG-20190408-WA0032

BPI Orangtua SDIT Nur Hidayah Surakarta Adakan Bincang Asyik

Sabtu (30/3) pukul 08.00 bertempat di Gedung Nur Hidayah Convention Centre ,(NHCC) lantai 3, tampak para ibu yang tergabung dalam Bina Pribadi Islami (BPI) Orangtua mulai berdatangan. Senyum merekah penuh persaudaraan antara peserta dan panitia. Kegiatan BPI Orangtua ini terbagi menjadi dua yaitu kegiatan BPI para ayah dan BPI para ibu.

Kegiatan Bincang Asyik yang ke-5 ini sebagai saranasekaligus bersilaturahim serta belajar bersama. BPI Ke-5 kali ini bertajuk “Muhasabah Persiapan Menempa Diri di Bulan Ramadhan.”
Ustadzah Inayah Hartina Reda, Lc., selaku pembicara menyampaikan inti sari dari QS Ali Imron ayat 133-135. Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yg luasnya seluas langit dan bumi yg di sediakan bagi orang-orang yg bertaqwa. “Orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit. (Orang yang menahan amarahnya. Memaafkan kesalahan orang lain. Dan Alloh mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau mendzalimi diri sendiri segera mengingat Allah,” terangnya lanjut.

Ibu Ira Ratnasari, S.S sebagai salah satu peserta yang hadir yang berkesempatan melantunkan ayat ayat suci Alquran di awal acara menyampaikan, “Kegiatan BPI secara bersama-sama sangat dinantikan, selain menambah semangat juga menjalin silaturahim. Suasana penuh keceriaan serta persaudaraan semakin menyatu dengan hadirnya nasyid yang dilantunkan perwakilan ustadzah pengampu BPI.”

Ustadzah Wulansari,S.P, S.Pd sebagai salah satu pengampu BPI menyampaikan, “Bincang Asyik kali ini berbeda. Selain acara temu bareng, belajar bersama, juga di sela sela acara mengenalkan berbagai kreasi atau produk yang dikembangkan oleh para ibu yang tergabung dalam BPI.”

Kegiatan kali ini ditutup dengan doa bersama, saling bermaafan serta foto bersama. *(Amy-Leli/Yusuf)

IMG-20190327-WA0097

SDIT Nur Hidayah Surakarta Menuju Sekolah Berwawasan Lingkungan

Lingkungan hidup dan kekayaan di dalamnya sejatinya anugerah dari Sang Maha Pencipta. Mengedukasi generasi penerus bangsa dalam bentuk pendidikan berwawasan lingkungan menjadi sebuah keharusan. Agar kelak lingkungan alam membawa kemanfaatan secara berkesinambungan.

Rabu (27/3) SDIT Nur Hidayah Surakarta mendapatkan pembinaan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta tentang Sekolah Adiwiyata. Acara diikuti oleh guru,  perwakilan komite sekolah, perwakilan yayasan, dan perwakilan siswa. Diawali dengan tilawah Al Qur’an, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Berikutnya adalah sambutan dari yayasan Nur Hidayah bidang pendidikan yang disampaikan oleh ustadz Anis Tanwir Hadi, S. Ag., M. Pd.

Dalam sambutannya beliau memaparkan, “Yayasan Nur Hidayah Surakarta akan mendukung setiap unit pendidikan untuk menuju sekolah adiwiyata. Menjaga lingkungan sebagaimana  memanfaatkan lingkungan dengan baik adalah kewajiban selaku muslim. Oleh karena itu, yayasan Nur Hidayah Surakarta mendukung sepenuhnya semua unit sekolah untuk mewujudkan pendidikan berwawasan lingkungan. Siang ini kami bersyukur dan berterimakasih atas pembinaan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta kepada SDIT Nur Hidayah guna mewujudkan sekolah adiwiyata”.

Bapak Sapto Purnama, S.T. dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta dalam pembinaan menjelaskan, “Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam upaya rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dahulu dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah dapat ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan yang negatif.”

Selain memberi penjelasan program yang harus dilakukan dan dirintis sebagai sekolah adiwiyata, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mempraktikan bagaimana membuat kompos. Para peserta yang memenuhi aula sekolah tampak antusias memperhatikan kegiatan tersebut.

Ustadz Sriyoko, S. Pd, salah satu guru menyatakan antusiasmenya mengikuti acara siang ini, “Saya sangat senang dengan terselenggaranya pembinaan dari DLH kota surakarta ini. Ini adalah titik awal untuk perjalanan panjang mengedukasi siswa, guru dan sistem dan semua yang terlibat dalam sekolah untuk mewujudkan sekolah adiwiyata. Hal ini sebagai salah satu tindak nyata partisipasi kita untuk menjaga lingkungan hidup.”(Yan)

IMG-20190313-WA0050

140 Siswa SDIT Nur Hidayah ikuti Try Out JSIT Indonesia

Pagi ini, Selasa (12/03/19) cuaca cukup cerah. Mentari pun bersinar menerangi semesta. Seakan menyapa penghuninya untuk bertasbih dan bersyukur dengan bertebaran di muka bumi untuk beraktivitas dan beribadah kepada-Nya. Tidak terkecuali warga SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta.

Secerah cuaca pagi ini, langkah-langkah kecil penuh semangat terlihat dari siswa-siswi kelas 6 memasuki gerbang sekolah. Berseragam khas batik sekolah bercorak hijau kuning, mereka tampak gagah dan anggun. Disambut beberapa guru mereka beruluk salam, bersalaman, dan berbagi senyuman.

Usai meletakkan dan merapikan tasnya di tempatnya masing-masing, mereka bergegas menuju ke masjid sekolah yang berada di lantai dua, untuk menunaikan sholat dhuha yang dilanjutkan dengan dzikir dan doa pagi lalu ditambah dengan murojaah salah satu surat di juz 30. Tak ketinggalan, taushiyah dan motivasi dari salah satu guru kelas 6 menambah spirit mereka untuk mengikuti Try Out JSIT (Jaringan Sekolah Islam Terpadu) Indonesia di hari yang kedua ini.

Usai merapikan mukena dan alat sholat lainnya, mereka segera mengambil alat tulis, kartu ujian, dan bersiap masuk ruang ujian masing-masing. Pengawas ruang ujian pun telah siap di ruang masing-masing dengan seperangkat soal, lembar jawab komputer (LJK), dan ATK lainnya yang dibutuhkan. Usai berdoa bersama, pengarahan singkat tata tertib dari pengawas ruang, para peserta mengisi identitas diri di LJK. Bel tanda dimulainya mengerjakan berbunyi, mereka dengan tenang mengerjakan soal demi soal.

Ketua Panitia Try Out JSIT Indonesia tingkat sekolah sekaligus Koordinator Paralel kelas VI angkatan 16, Yuyun Yuningsih, S.Pd., menuturkan, “Hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan Try Out JSIT, dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang sehari sebelumnya diawali dengan mapel Pendidikan Agama Islam. Jumlah peserta yang ikut ada 140 siswa. Kita berharap dengan adanya Try Out JSIT ini semakin melatih para siswa mengerjakan soal yang sesuai dengan indikator irisan yang telah disosialisasikan. Tentunya sekaligus sebagai salah satu persiapan menuju USBN SD/MI 22-24 April 2019.

Salah satu siswi kelas 6 peserta Try Out JSIT Indonesia, Maisha Norin Amarilis (11), “Kemarin soal PAI bagiku gampang-gampang susah. Tapi alhmdulillah bisa mengerjakan semua. Karena malamnya sudah belajar. Aku berharap nilainya bagus.” Sementara siswi lainnya, Iva Alviana (11) mengatakan, “Tadi pas mengerjakan soal bahasa Indonesia, soalnya cukup susah. Beberapa soal jawaban pengecohnya mirip. Tapi alhamdulillah bisa mengerjakan semua. Berharap nilainya baik dan bisa membawa nama baik sekolah.”, tuturnya penuh harap. *(Ihsan)