IMG-20190313-WA0050

140 Siswa SDIT Nur Hidayah ikuti Try Out JSIT Indonesia

Pagi ini, Selasa (12/03/19) cuaca cukup cerah. Mentari pun bersinar menerangi semesta. Seakan menyapa penghuninya untuk bertasbih dan bersyukur dengan bertebaran di muka bumi untuk beraktivitas dan beribadah kepada-Nya. Tidak terkecuali warga SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta.

Secerah cuaca pagi ini, langkah-langkah kecil penuh semangat terlihat dari siswa-siswi kelas 6 memasuki gerbang sekolah. Berseragam khas batik sekolah bercorak hijau kuning, mereka tampak gagah dan anggun. Disambut beberapa guru mereka beruluk salam, bersalaman, dan berbagi senyuman.

Usai meletakkan dan merapikan tasnya di tempatnya masing-masing, mereka bergegas menuju ke masjid sekolah yang berada di lantai dua, untuk menunaikan sholat dhuha yang dilanjutkan dengan dzikir dan doa pagi lalu ditambah dengan murojaah salah satu surat di juz 30. Tak ketinggalan, taushiyah dan motivasi dari salah satu guru kelas 6 menambah spirit mereka untuk mengikuti Try Out JSIT (Jaringan Sekolah Islam Terpadu) Indonesia di hari yang kedua ini.

Usai merapikan mukena dan alat sholat lainnya, mereka segera mengambil alat tulis, kartu ujian, dan bersiap masuk ruang ujian masing-masing. Pengawas ruang ujian pun telah siap di ruang masing-masing dengan seperangkat soal, lembar jawab komputer (LJK), dan ATK lainnya yang dibutuhkan. Usai berdoa bersama, pengarahan singkat tata tertib dari pengawas ruang, para peserta mengisi identitas diri di LJK. Bel tanda dimulainya mengerjakan berbunyi, mereka dengan tenang mengerjakan soal demi soal.

Ketua Panitia Try Out JSIT Indonesia tingkat sekolah sekaligus Koordinator Paralel kelas VI angkatan 16, Yuyun Yuningsih, S.Pd., menuturkan, “Hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan Try Out JSIT, dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang sehari sebelumnya diawali dengan mapel Pendidikan Agama Islam. Jumlah peserta yang ikut ada 140 siswa. Kita berharap dengan adanya Try Out JSIT ini semakin melatih para siswa mengerjakan soal yang sesuai dengan indikator irisan yang telah disosialisasikan. Tentunya sekaligus sebagai salah satu persiapan menuju USBN SD/MI 22-24 April 2019.

Salah satu siswi kelas 6 peserta Try Out JSIT Indonesia, Maisha Norin Amarilis (11), “Kemarin soal PAI bagiku gampang-gampang susah. Tapi alhmdulillah bisa mengerjakan semua. Karena malamnya sudah belajar. Aku berharap nilainya bagus.” Sementara siswi lainnya, Iva Alviana (11) mengatakan, “Tadi pas mengerjakan soal bahasa Indonesia, soalnya cukup susah. Beberapa soal jawaban pengecohnya mirip. Tapi alhamdulillah bisa mengerjakan semua. Berharap nilainya baik dan bisa membawa nama baik sekolah.”, tuturnya penuh harap. *(Ihsan)

IMG-20190313-WA0012

Khataman Hafalan Juz 30, Kelas 2 SDIT Nur Hidayah Adakan Bancakan

Bancakan sebagai salah satu khazanah budaya jawa menjadi pilihan tim guru kelas 2 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta untuk membalut acara tasyakuran khataman hafalan juz 30 bagi siswa siswinya.

Selasa (12/3) digelar acara yang berjudul Gebyar Tahfidz Kelas 2 SDIT Nur Hidayah ini diikuti oleh seluruh murid kelas 2 yang berjumlah 133. Kegiatan diawali dengan sholat dhuha bersama. Sejenak para siswa bermunajat kepada Allah agar sepanjang hari dilimpahkan rizki kemudahan dan kelapangan dalam menuntut ilmu.

Selesai sholat dhuha, para siswa mengikuti parade tahfidz. Di sini para siswa berbaris rapi dan berjalan mengelilingi lokasi gedung barat SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Kegiatan dilanjutkan dengan menyimak dongeng motivasi: Soleh, Anak Hebat yang Cinta Al Qur’an. Para siswa mengikuti dengan antusias. Raut ceria, suara tawa, keheningan sesaat merupakan tanda betapa para siswa ini terikut alur dongeng yang disampaikan oleh ustadzah Tis’iyatur Ro’ifah, S.Pd.

Acara dilanjutkan dengan uji sambung ayat bagi 61 siswa kelas 2 yang telah menyelesaikan hafalan juz 30. Penguji, memilih secara acak siswa yang akan diberi pertanyaan sambung ayat. Setiap peserta ujian berhasil melanjutkan ayat dengan benar, teman-teman yang menyimak spontan tepuk tangan. Sepertinya ikut merasa lega lulus dari ujian sekaligus kagum dengan temannya yang maju di uji. Siswa yang lulus dan hafal juz 30 ini kemudian diberi penghargaan berupa medali dan hadiah voucher.

Sebagai penutupan gebyar tahfidz diadakan makan siang secara bancakan. Para guru kelas 2 sudah mempersiapkan nasi bancakan yang beralas daun pisang. Para siswa duduk dengan rapi disepanjang teras kelas mengelilingi makanan. Setelah do’a kesyukuran dipanjatkan yang dilanjutkan dengan do’a makan, para siswa mulai menikmati nasi kembulan tersebut. Menu harian seperti nasi gudangan, tahu, tempe, telur, bakmi goreng, semangka dan krupuk disantap dengan semangat dan ceria.

Muhammad Khalid (8th) mengungkapkan kegembiraannya mengikuti acara ini, ” Alhamdulillah, aku sudah hafal juz 30. Kata ustadzah, orang yang hafal Al Qur’an akan bisa mengajak ayah ibu, keluarga dan temannya untuk masuk surga. Seperti si Soleh dalam dongeng tadi. Aku ingin bisa seperti itu. Senang banget ketika tadi dapat medali dan voucher belanja dikantin”.

Sedangkan Rafandika Abrasam Alvaro (8th) salah satu peserta yang juga lulus hafal juz 30 mengungkapkan kesannya tentang acara bancakan, “Baru kali ini makan bancakan pakai daun pisang, dijajar panjang sekali. Menunya lengkap ditata bagus oleh ustadz ustadzah. Makan bareng teman-teman. Pokoknya menyenangkan”.

Adapun ustadzah Tis’iyatur Roifah, S. Pd. salah satu guru kelas 2 sekaligus guru Al-Qur’an menuturkan, “Menanamkan cinta Al Qur’an sekaligus membelajarkan Al Qur’an merupakan satu kesatuan. Setiap moment akan kita manfaatkan untuk menguatkan Al Qur’an pada siswa kami. Seperti kegiatan Gebyar Al Qur’an kali ini. Salah satu program sekolah kami adalah adanya tahfidz pagi. Yakni kegiatan menghafal Al Qur’an per ayat disetiap 30 menit sebelum kegiatan belajar mengajar setiap hari senin, selasa, rabu dan kamis. Alhamdulillah di kelas 2 ini bisa merampungkan menghafalkan perayat rutin sampai selesai juz 30. Ada 61 siswa yang telah selesai hafal minimal juz 30. Ada beberapa sudah masuk juz 29. Penutup gebyar tahfidz ini kami ramu dengan bancakan guna mengenalkan budaya jawa yang mengandung nilai kebersamaan dalam kegembiraan rasa syukur kepada Allah swt”. *(Yan)

IMG-20190322-WA0018

Kelas 1 Belajar di Kampung Gerabah Klaten

Matahari terlihat bersinar cerah. Secerah hati siswa-siswi kelas 1 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Pagi ini, (12/03) sejumlah 120 siswa mengikuti kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) di Kampung Gerabah Klaten. Kegiatan ini untuk mengisi waktu rehat pasca Penilaian Tengah Semester (PTS) 2 Tahun Pembelajaran 2018/2019.

Mengenakan baju batik khas sekolah, berwarna dominan hijau kuning, mereka tampak sumringah turun dari bus menuju tempat lokasi. Didampingi oleh ustadz/ah guru paralel kelas 1, mereka menghadirkan senyuman dan uluk salam saat disambut oleh beberapa orang tuan rumah yang siap memandu mereka bereksplorasi hari ini.

Kegiatan dimulai dengan belajar membatik menggunakan canting. Mereka mendapatkan kesempatan mempraktikkan penggunaan canting dan malam untuk membatik. Meski ada yang merasakan panas karena terkena malam saat membatik, namun mereka tampak menikmati menjadi ‘pembatik-pembatik ulung’. Beberapa diantara mereka, ada juga yang menggoreskan cantingnya dengan luwes, seakan mereka memang berbakat.

Merasakan minuman tradisional es dawet cendol khas Klaten merupakan momen yang menyegarkan setelah mereka membatik. Ada nikmat yang berbeda ketika mereka merasakan es dawet bersama-sama. Eksplorasi dilanjutkan dengan mengenal permainan tradisional bathokan. Para siswa diminta naik sandal bathok yang dijepit dengan tali panjang yang dipegang. Mereka pun tampak riang gembira tatkala mereka lomba berlari dengan sandal permainan tradisional itu.

Eksplorasi selanjutnya mereka berkreasi dari janur. Ada beragam kreasi yang dapat dibuat dari janur, seperti ketupat, keris-kerisan, dan lainnya. Membuat keris-kerisan dari janur sungguh menyenangkan. Hasil kreasi itu mereka bawa pulang untuk hadiah ayah bunda.

Tibalah saat yang mereka tunggu-tunggu. Melihat proses pembuatan gerabah, dan tentunya mempraktikkan langsung membuat miniatur gerabah. Pemandu kegiatan berkeliling di Kampung Gerabah mengajak para siswa melihat dan membuat proses pembuatan berbagai macam gerabah yang terbuat dari tanah liat.

Syifa (7,5th) siswa kelas 1D mengatakan “Seru banget Ustadzah, selain menyenangkan bisa menghias gerabah aku juga belajar mencetak bentuk bunga dan hewan dari tanah liat.” Sementara itu, Ustadz Sugeng Sugiharto, S.Ag selaku koordinator kelas 1 juga sekaligus ketua rombonga menyampaikan, “Kegiatan PBL ini adalah salah satu program kelas 1 pararel sebagai kegiatan outing juga mempraktekkan salah satu ketrampilan yang ada di pembelajaran tematik. PBL kali ini mengambil tema belajar dari bahan bahan alam.” *(Rohani)

IMG-20190322-WA0029

Mendaur Ulang Kemoceng

Apa jadinya jika sampah menumpuk di rumah?

Membuangnya, ke mana lagi akan kita buang sedangkan lahan semakin sempit. Alih-alih pada membuang ke sungai, berharap sampah mengalir sampai jauh. Seperti lagu jaman dahulu. Eh, malah banjir yang datang.

Dibakar saja…duh asapnya ke mana-mana dan mengganggu pernafasan. Kalau begitu ikuti aja aksi siswa-siswi kelas 1 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta.

Hari itu, Senin, (11/03) sejumlah 114 siswa siswi belajar mendaur ulang. Ya, daur ulang adalah mengolah barang bekas menjadi benda baru yang bermanfaat. Kali ini mereka belajar mendaur ulang kemoceng bekas menjadi hiasan pensil.

Menurut Ustadzah Siti Aminuriyah, S.Pd kegiatan ini selain sesuai dengan materi pembelajaran tematik, juga sebagai kegiatan rehat setelah satu minggu penuh telah menjalani penilaian tengah semester (PTS). “Dengan belajar mendaur ulang juga dapat menumbuhkan kepedulian siswa tentang kekestarian lingkungan,” imbuhnya.

Malika Hasna (7) siswa kelas 1D terlihat antusias sekali dengan kegiatan ini, “Seru sekali membuat hiasan pensil dari kemoceng bekas, lihat pensilku bisa menjadi kemoceng mini untuk membersihkan meja, juga jadi bersemangat menulis.”*(Ningrum)

IMG-20190313-WA0007

Kelas 2 Membuat Prakarya 3 Dimensi

Senin (11/3) sejumlah 132 siswa kelas 2 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta mengisi kegiatan paska Penilaian Tengah Semester (PTS) 2 dengan membuat prakarya 3 dimensi.

Para siswa bekerjasama dalam sebuah kelompok yang terdiri dari 4 (empat) siswa. Adapun perlengkapan yang disiapkan adalah kertas bekas kardus, gunting, isolasi, dan bahan buatan berupa plastisin.

Kegiatan dimulai dengan merekatkan 4 kertas kardus dengan isolasi. Kemudian para siswa mulai berkreasi. Prakarya yang dibuat berupa miniatur kebun binatang. Aneka satwa berikut ekosistem sederhana mereka buat dengan menggunakan plastisin.

Semua anak tampak antusias menyelesaikan tugasnya. Hanifan Syafiyurrahman (8th) salah satu siswa kelas 2C mengungkapkan kegembiraannya, “Aku senang membuat miniatur kebun binatang ini karena bisa leluasa berkreasi dan bisa bekerjasama dengan teman-teman. Menyelesaikannya sambil ngobrol jadi asyik”.

Adapun Ustadzah Reni Agustin Priyatiningrum, S.Pd. menjelaskan, “Setelah sepekan para siswa mengerjakan tes, maka hari ini kita membuat kegiatan edukatif non formal namun tetap mengasyikkan. Kelas 2 memilih kegiatan membuat prakarya 3 dimensi miniatur kebun binatang dari bahan buatan plastisin. Disini para siswa selain dilatih daya imajinasinya, ketrampilan motorik halusnya, juga dikuatkan karakter sikap sosialnya dalam kerjasama pada sebuah kelompok. Para siswa diharapkan belajar berani menyampaikan ide-idenya namun juga harus bisa mengerti dan berkompromi atas ide  teman-temannya. Semoga dengan adanya kegiatan ini menjadi satu rajutan tersendiri untuk menguatkan karakter unggulan yang tengah kita semai pada jiwa-jiwa generasi masa depan Indonesia di SDIT Nur Hidayah Surakarta”. *(Yan)

IMG-20190301-WA0021

Kelas 1D SDIT Nur Hidayah Adakan Pengajian Keluarga

Sabtu, (23/02), orang tua wali murid dan guru kelas 1D SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta mengadakan Pengajian Keluarga POMG (Paguyuban Orang tua Murid dan Guru). Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kelas 1D. Acara yang berlangsung siang hari, pukul 13.00-15.00 tersebut dihadiri oleh orang tua wali murid kelas dan guru kelas 1D.

Kajian keluarga kali ini mengambil tema “Menjaga Kesehatan Keluarga dari Penyakit Menular Musiman” dengan menghadirkan dr. Ratna Kusumawati sebagai pembicara. Dalam penjelasannya dr Ratna menyampaikan, “Penyakit-penyakit yang mudah menular diantaranya yang paling banyak adalah influensa, kemuadian penyakit lainnya yaitu otitis media (telinga berair), campak, gondongen, difteri, dan demam berdarah. Penularan yang paling mudah adalah lewat udara, yaitu ketika anak batuk atau bersin, kemudian sentuhan tangan. Oleh sebab itu perlu dibiasakan pada anak untuk cuci tangan.”

Beliau juga menekankan, untuk mencegah terjadinya penularan akan lebih bijak jika anak diistirahatkan terlebih dahulu di rumah sampai sembuh. “Peyakit seperti cacar sangat mudah menular, walaupun sepertinya anak sudah sehat, tapi jika belum benar-benar sembuh sebaiknya istirahat di rumah dahulu. Kasihan temannya jika menular, karena prosesnya tidak langsung, ada masa inkubasi sehingga jika ada anak yang daya tahannya lemah, dia akan terkena penyakit juga.”

Ibu Anita Rachmawati, S. Pd selaku ketua POMG jelas 1D menjelaskan, “Tema yang diambil dengan pertimbangan diantaranya sudah ada panduan materi pomg dari sekolah dan kebetulan sesuai kondisi akhir2 ini yang memang sedang musim sakit, biar orangtua lebih paham tentang kesehatan, bisa sharing, dan lebih menjaga kesehatan keluarga.”

Sementara itu, Waka Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi menyampaikan, “Pengajian keluarga menjadi sarana bersilaturrahim dan bertholabul ilmi bagi para orang tua siswa dan guru kelas. Menjadi ikhtiar untuk memaksimalkan sinergi pendidikan di rumah dan di sekolah. Ada beberapa kelas yang menggelar kegiatan Pengajian Keluarga hari ini. Ada yang dilaksanakan di sekolah, ada pula yang dilaksanakan di rumah orang tua siswa. Di antaranya kelas 3C, 2D, 1D, 4B, 3A dan 4C.
*(Ningrum)

IMG-20190301-WA0024

Renang, Olahraga Penuh Riang

Seperti pepatah populer Mensana in Corporesano Di Dalam Tubuh yang Sehat Terdapat Jiwa yang Kuat, karena orang yang rutin berolahraga akan memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Mereka dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik, bersemangat, tidak cepat lelah, dan tidak mudah sakit.

Olahraga sangat penting bagi tubuh karena orang yang terbiasa berolahraga akan lebih sehat dibandingkan dengan orang yang jarang berolahraga. Untuk itulah perlu kiranya menfasilitasi siswa untuk berolah raga. Sabtu, (23/02) sebanyak 112 siswa dari SDIT Nur Hidayah berolahraga dengan berenang di Umbul Sewu Pengging, Boyolali.

Koordinator Guru Paralel Kelas 1, Sugeng Sugiharto, S.Ag, menuturkan, “Renang merupakan salah satu program belajar yang dilaksanakan di SDIT Nur Hidayah Surakarta. Dengan harapan siswa memiliki keterampilan dalam berenang sekaligus sebagai refresing setelah kegiatan pembelajaran belangsung selama setengah semester.”

Sementara itu Ustadzah Ami menjelaskan, “Kegiatan renang bersama teman-temannya diharapkan siswa lebih sehat sekaligus sarana refreshing. Renang adalah salah satu sunnah Rasulullah, kegiatan yang harus diajarkan ke anak selain berkuda dan memanah. Walaupun sekali dalam satu semester, diharapkan peran orang tua dalam keluarga untuk meneruskan program ini secara mandiri, sampai anak memiliki keterampilan berenang,” tambahnya.
*(ningrum)

IMG-20190223-WA0011

Begini Cara Siswa Kelas VI SDIT Nur Hidayah Rehat

Pagi ini, (23/02) cuaca sangat cerah. Pancaran sinar kehangatan mentari menyapa semesta. Ada yang menyelinap di antara dedaunan. Ada pula yang memancar perkasa di atas atap-atap bangunan. Mengajak penghuninya untuk bertebaran di muka bumi, menunaikan tugas mulia. Bertasbih, bertakbir, bersyukur atas karuni tak terhingga dari Al-Kholiqnya.

Tidak terkecuali siswa-siswi kelas 6 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Berbalut pakaian muslim/muslimah bebas rapi, mereka tampak sumringah melangkahkan kaki memasuki gerbang sekolah. Senyum kesantunan nan ketawadhukan mengembang dari wajah mereka. Saling beruluk salam mendoakan kebaikan tatkala berjabat tangan dengan guru di gerbang sekolah. Tampak mereka membawa perbekalan untuk kegiatan hari ini.

Mereka bergegas menuju ke masjid setelah meletakkan tas dan perbekalan mereka di kelas masing-masing. Mereka telah menjaga wudhu sedari rumah. Berbaris rapi membentuk shof mereka menunaikan sholat dhuha. Dilanjutkan doa bersama dan muroja’ah beberapa surat dalam Alqur’an. Usai majelis pagi ini, mereka bergegas ke halaman sekolah. Senam bersama dan game ceria dipandu oleh salah seorang instruktur. Tawa riang canda bersama, semakin menyegarkan dan menggembirakan hari ini.

Kegembiraan itu berlanjut tatkala mereka bersama kelompoknya menyajikan bistik dan salad buah. Mereka kumpulkan di tengah lingkaran, bahan dan alat yang sudah dibagi pembawaannya. Mereka berbagi tugas untuk menyuci, mengupas, memotong buah untuk membuat salat buah. Ada juga yang mempersiapkan bahan untuk menyajikan salad. Obrolan ringan dan canda riang menyela di antara kerja kelompok mereka. Menyajikan hidangan selezat dan semenarik mungkin.

Salah satu siswa kelas 6, Lutfiannisa Tri Yuniarti (11), mengungkapkan, “Tadi kelompokku menyajikan bistik dan salad buah. Bahan bistik sudah dibawa dari sehingga tinggal menata dan menyajikan. Saat membuat salad buah, buah naga, pisang, semangka yang sudah dikupas, kemudian dipotong-potong, dimasukkan ke dalam satu wadah. Kemudian diberi mayones, yogurt, susu kental manis, lalu diaduk dan siap disajikan.” Sementara Gerrard Hafidz Sheehan (12) siswa kelas 6 lainnya, di sela-sela mengepel lantai membersihkan kotoran, menuturkan, “Baru pertama Aku membuat salad buah. Tampah pengalaman dan keterampilan. Asyik kegiatan hari ini. Bisa untuk rehat dari kegiatan rutin Sabtu, try out atau simulasi. Apalagi tadi menyajikannya secara berkelompok. Sehingga sambil bisa bergurau bergembira bersama teman-teman.”

Koordinator Guru Paralel Kelas 6, Yuyun Yuningsih, S.Pd., menuturkan “Kegiatan hari ini cukup berbeda dengan Sabtu sebelum-sebelumnya. Biasanya mereka berkutat dengan soal try out atau simulasi internal, ikhtiar memaksimalkan persiapan ujian akhir sekolah, hari ini para siswa rehat, rileks sejenak dengan beragam aktivitas menggembirakan hari ini. Selain untuk refressing, juga menguatkan kebersamaan kerja sama tim, dan tentunya semakin mengasah kemandirian, dengan lifeskill ringan hari ini. Harapannya kegiatan hari ini memberi energi kuat positif ke depan bagi para siswa untuk terus mengukir prestasi akhlak dan akademik.” *(Ihsan-Hary)

IMG-20190219-WA0005

140 Siswa SDIT Nur Hidayah ikuti Try Out ISDI

Pagi ini, Selasa (19/02/19) cuaca cukup cerah. Mentari pun bersinar menerangi semesta. Seakan menyapa penghuninya untuk bertasbih dan bersyukur dengan bertebaran di muka bumi untuk beraktivitas dan beribadah kepada-Nya. Tidak terkecuali warga SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta.

Secerah cuaca pagi ini, langkah-langkah kecil penuh semangat terlihat dari siswa-siswi kelas 6 memasuki gerbang sekolah. Berseragam khas batik sekolah bercorak hijau kuning, mereka tampak gagah dan anggun. Disambut beberapa guru mereka beruluk salam, bersalaman, dan berbagi senyuman.

Usai meletakkan dan merapikan tasnya di depan ruang ujian masing-masing, mereka bergegas menuju ke masjid sekolah. Sholat dhuha mereka tunaikan. Dzikir ma’tsurat pagi mereka lantunkan. Tak ketinggalan, taushiyah dan motivasi dari salah satu guru kelas 6 menambah spirit mereka untuk mengikuti Try Out ISDI (Ikatan Sekolah Dasar Islam) Kota Surakarta di hari yang kedua ini.

Usai merapikan mukena dan alat sholat lainnya, mereka segera mengambil ala tulis, kartu ujian, dan bersiap masuk ruang ujian masing-masing. Pengawas ruang ujianpun telah siap di ruang masing-masing dengan seperangkat soal, lembar jawab komputer (LJK), dan Alat tulis lainnya yang dibutuhkan. Usai berdoa bersama, pengarahan singkat tata tertib dari pengawas ruang, para peserta mengisi identitas diri di LJK. Bel tanda dimulainya mengerjakan berbunyi, mereka dengan tenang mengerjakan soal demi soal.

Ketua Panitia Try Out ISDI tingkat sekolah, Yuyun Yuningsih, S.Pd., menuturkan, “Hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan Try Out ISDI, dengan jadwal Matematika. Kemarin jadwalnya Bahasa Indonesia, dan besok jadwalnya Ilmu Pengetahuan Alam. Jumlah peserta yang ikut ada 140 siswa. Kita berharap dengan adanya Try Out ISDI ini semakin melatih para siswa mengerjakan soal yang sesuai dengan indikator yang telah disosialisasikan. Tentunya sekaligus sebagai salah satu persiapan menuju USBN SD/MI 22-24 April 2019.”

Salah satu siswa kelas 6 pesera Try Out ISDI, Althafan Masyail Ghifari (11), “Soalnya Matematika agak susah. Tapi alhmdulillah bisa mengerjakan semua. Tadi malam sudah belajar. Aku berharap nilainya bagus.” Sementara siswa lainnya, Zahra Khairunisa Winanti (11) mengatakan, “Kemarin pas mengerjakan soal Bahasa Indonesia, soalnya cukup susah. Beberapa soal jawaban pengecohnya mirip. Tapi alhamdulillah bisa mengerjakan semua. Berharap nilainya baik dan bisa membawa nama baik sekolah.”*(Ihsan)

IMG-20190218-WA0025

Kokohkan Pendidikan Karakter dengan Duta Kedisiplinan Siswa

 

Disiplin itu kunci kesuksesan
Disiplin itu kunci keberhasilan
SDIT Nur Hidayah, Yes!
Duta Kedisiplinan, Siap!

Yel-yel penyemangat itu terdengar bergemuruh di aula sekolah. Ya, pagi ini, (18/2) sejumlah 60 siswa-siswi kelas 3, 4 dan 5 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, yang terpilih sebagai Duta Kedisiplinan Siswa mengikuti acara penyerahan seragam duta kedisiplinan. Para siswa duduk bershaf rapi dengan wajah sumringah dan penuh semangat.

Acara dibuka dengan murojaah bersama surat Adh Dhuha. Selanjutnya Ustadzah Yan Syakila, S. Ag selaku Koordinator Tim Kedisiplinan SD IT Nur Hidayah memberikan pesannya, “Pagi ini sekolah akan menyerahkan seragam khusus untuk para duta kedisiplinan. Seragam ini tidak sekadar baju. Namun sebagai pengingat diri pribadi bahwa para siswa sekalian dipercaya dan dipilih sekolah sebagai pribadi disiplin sehingga layak menjadi teladan tentang kedisiplinan dan bisa mengingatkan teman-temannya agar menjadi pribadi yang disiplin juga.”

Pemakaian seragam duta kedisiplinan ini dilakukan secara simbolis. Abyan Faqih Rasendria, (10) salah satu duta kedisiplinan dari kelas 5A mengungkapkan rasa bangga dan tanggung jawabnya. “Satu sisi ada rasa bangga menjadi duta disiplin tapi juga sadar bahwa menjadi duta ini adalah amanah dan harus bertanggungjawab. Bismillah semoga aku bisa. Mengingatkan teman terutama mengingatkan diri sendiri untuk disiplin,” tuturnya.

Sebelum penutupan, Ustadz Waskito S. Pd selaku kepala sekolah menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan pagi ini. “Permendikbud No 20 tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)  pasal 2 menyatakan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dilaksanakan dengan penerapan nilai-nilai pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, rasa cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan bertanggungjawab. SDIT Nur Hidayah Surakarta menindaklanjuti Permendikbud tersebut, salah satunya dengan membentuk Duta Kedisiplinan Sekolah. Ada 5 point utama yang digarap, yakni kedisiplinan wudhu, sholat, budi pekerti/akhlak, seragam dan kedatangan pagi serta adab makan. Sesuai visi sekolah yaitu menjadi sekolah yang bermutu, berkarakter, dan berbudaya lingkungan, semoga adanya duta ini akan menguatkan karakter unggulan bagi para duta khususnya dan seluruh siswa pada umumnya”, pungkasnya. *(Yan & Indah)