WhatsApp Image 2018-05-15 at 15.33.22

Berliterasi Sejak Dini di SDIT Nur Hidayah

Selasa (15/5) yang mulai menjelang siang, wajah para siswa kelas 1B sesaat tampak termenung. Selembar kertas putih masih kosong tergeletak di atas meja mereka. Pensil sudah siap digenggaman. Tema tulisanpun sudah ditulis di papan tulis yakni tentang Serunya Ramadhanku yang Lalu. Namun jemari mungil itu tak jua tergerak.

Yan Syakila, S. Ag, salah satu guru kelas 1, mencoba memotivasi, “Anak-anak ingat saat Ramadhan tahun lalu? Ketika kalian masih Taman Kanak-Kanak (TK)? Saat malam hari ada sholat ramai-ramai di masjid? Yang kita menyebutnya Sholat Tarawih. Ramadhan, saat di mana sebelum subuh kita harus bangun untuk sahur. Ramadhan, saat menjelang berbuka maka hidangan lezat sudah disiapkan oleh ibu kalian. Ramadhan, saat sore hari kalian mungkin sudah ada yang ikut Taman Pendidikan Al-qur’an (TPA) kemudian akan berbuka bersama teman-teman di masjid. Ramadhan, ingatkah kalian sekarang? Itulah yang kalian bisa tuliskan”.

Suasana kelas seketika riuh. Tukar cerita antar teman dengan senyuman ataupun tawa. Selang tak berapa lama tangan mereka mulai mengerakkan pensil  ditangan. Menuliskan dengan kalimat sederhana tentang Ramadhan milik mereka tahun lalu.

Reynadine Alfathunnisa Fajrin (7th), salah satu murid 1A mengungkapkan rasa senangnya, “Saat Ramadhan kemarin aku sudah ikut TPA dan buka bersama dengan teman-teman. Senang sekali. Ramai. Meski aku puasanya baru kuat setengah hari”. Sedangkan Faisa Auryn Edriaega (7th), salah satu murid 1B menuliskan pengalamannya, “Aku Cinta Ramadhan karena bisa shalat tarawih, bisa sahur bersama dan dapat amplop.”

Selanjutnya hasil tulisan mereka dirangkai dan dipajang di sepanjang teras kelas 1. Dan ini menjadi pemancing dan penyemangat murid-murid yang melewati untuk mampir dan membacanya.

Sugeng Sugiharto, S. Ag selaku Koordinator Kelas 1 paralel menyampaikan, ” Negara yang maju dan negara yang sangat ingin maju selalu peduli dengan indeks membaca (reading score). Sedangkan negara kita masih tertinggal jauh terkait dengan budaya membaca apalagi menulis. Oleh karena itu kami memanfaatkan moment Ramadhan, salah satunya untuk melecut kemampuan menulis siswa siswi kami. Untuk kelas 1 tentu disesuaikan dengan kemampuan dan kekayaan kosa kata mereka. Yang pasti kita mengupayakan agar anak-anak mulai mengenal,melatih dan membudayakan budaya baca dan tulis sejak dini. Dengan menjadikan membaca dan menulis sebagai kegiatan yang bisa mereka nikmati, kami berharap secara bertahap mereka akan menjadi orang-orang yang berilmu  dan antusias mengembangkan diri dan meningkatkan keilmuanya”.

WhatsApp Image 2018-05-16 at 06.18.10

POMG Sarana Sinergi Guru dan Orangtua di SDIT Nur Hidayah

Riuhnya pameran buku di Goro Assalam justru menjadi penguat acara edukasi bagi keluarga besar kelas 1C Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Sabtu (12/5) para pengurus Paguyuban Orangtua Murid dan Guru (POMG) 1C menyelenggarakan pertemuan seluruh orangtua/walimurid kelas 1C SDIT Nur Hidayah di lantai 2 Masjid Ibadurrahman Goro Assalam. Meskipun udara siang itu panas, namun terasa menyejukkan bagi keluarga 1C yang berkumpul menjalin silaturahim. Terlebih ketika anak-anak melantunkan hafalan surat Al Insyiqoq dengan khusyuk di hadapan orangtua dan guru mereka.

Selanjutnya acara adalah bincang ceria penuh makna antara orangtua/walimurid 1C dengan guru. Ustadzah Leli Firly Rahmani, S. Psi menuturkan perkembangan para siswa selama kurang lebih satu tahun di kelas 1, “Alhamdulillah untuk para ananda 1C dalam ranah baca tulis hitung (calistung) yang dulu ada beberapa ananda terkendala, maka menjelang berakhirnya semester 2 ini progressnya meningkat baik. Untuk perkembangan sosialisasi dan emosi para ananda pun sudah mulai lebih temoto. Konflik antar teman masih terjumpai hanya saja tidak sesering di awal masuk”.

Perbincangan ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab seputar trik dan tips pendampingan yang optimal atas tumbuh kembang anak-anak. Salah satu pertanyaan dari ibu Lisnawaty, orangtua dari ananda Ivan Afghany (7) terkait tentang penanganan yang tepat agar putranya tertib dalam melaksanakan sholat, di mana selama ini masih harus diingatkan yang terkadang ananda justru marah.

Atas pertanyaan ini, Ustadzah Leli menyampaikan, “Pendampingan sholatpun haruslah bertahap sesuai umur anak. Untuk siswa kelas 1 paling tidak anak paham bahwa sholat itu wajib 5 kali sehari. Di sekolahpun tahap pembelajaran sholat kelas 1 dititikberatkan pada benarnya gerakan. Meskipun bacaan dijahrkan (disuarakan dengan keras) tapi belum menjadi kriteria ketuntasan. Nanti seiring usia, kriteria ketuntasan sholat inipun di tingkatkan. Sehingga saat usia 10 tahun, anak memang sudah paham tentang sholat beserta syariatnya”.

Acara inipun di akhiri dengan persembahan lagu Terima Kasih Guru oleh siswa-siswi kelas 1C. Suasana haru tetiba menyeruak. Terlihat dari para orangtua dan guru yang menyimak penuh perhatian atas sajian siswa-siswi yang sama-sama disayangi.

Ibu Utami Sulistyowati, A. Md selaku Ketua Pengurus POMG kelas 1C mengungkapkan, “Kami bersyukur ada wadah bagi kami para orangtua/walimurid di SDIT Nur Hidayah yakni POMG ini, sehingga bisa menjadi sarana bagi kami selaku orangtua murid bersinergi dengan sekolahan dalam pendampingan anak-anak kami. Semoga dengan ini potensi anak-anak kami lebih optimal terasah dalam asih yang padu antara orangtuanya dan guru”. *(yan/emyu)

WhatsApp Image 2018-05-11 at 13.31.46

Mantapkan Diri Sambut Ramadhan dengan Salat Tertib dan Khusyuk

Pagi ini Jumat (11/5/18), siswa-siswi Kelas 3 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta memulai hari dengan ceria. Seperti biasanya kelas dibuka dengan berbaris, berdoa belajar, hafalan, dan kegiatan Jumat Bersih dan Taqwa, serta salat Dhuha. Kegiatan Jumat Bersih dan Taqwa merupakan kegiatan yang digalakkan agar para siswa terbiasa menjaga kebersihan diri. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kedermawanan dengan berinfak.

Selanjutnya, para siswa berkumpul di aula sekolah. Diawali penjelasan berbagai persiapan menyambut bulan Suci Ramadhan, diikuti dengan pemahaman kembali pentingnya salat. Sebagai tiang agama, ibadah yang merupakan Rukun Iman kedua tersebut harus dilakukan dengan khusyuk dan tertib. Karena itu, para guru selalu berupaya agar hal itu bisa tercapai. Meski sejak kelas satu sudah diajarkan, pengingatan berkaitan dengan ibadah, khususnya salat harus terus dilakukan.

Guru Pendidikan Agama Islam kelas 3, Sutarmi, S Pd, menuturkan “Kegiatan jelang Ramadhan ini kami adakan dengan harapan agar para siswa semakin siap menjalankan ibadah, terutama puasa dan salat.” Dikonfirmasi secara terpisah, Syarifatul Istiqomah, S.Pd, selaku Koordinator Guru Paralel kelas 3 mengatakan, “Penjelasan tentang puasa dan salat ini merupakan bentuk penguatan ruhiyah bagi para siswa. Apalagi sebentar lagi mereka akan naik ke jenjang berikutnya dan tentunya secara usia sudah mendekati baligh.”

Sementara salah satu siswa kelas 3, Satrio Rafi S.A (9) menyampaikan, “Semakin mantap naik kelas 4 dengan salat yang semakin baik. Iya, harus semakin baik salatnya kan sudah lebih besar. Apalagi sudah mau naik kelas 4.” Semangat sama juga terlihat dari Tsabita (9), “Salatnya harus semakin dan tidak terlambat lagi agar Allah semakin sayang,” ungkap siswa yang ikut ekstrakurikuler Tae Kwon Do ini.
*(indah/emyu)

WhatsApp Image 2018-05-11 at 13.04.49

Ajarkan Kearifan Lokal dengan Membatik Jumputan

Mentari menyapa semesta penuh kehangatan. Sehangat semangat penghuninya untuk bergegas beraktivitas. Memuliakan semesta menunaikan kewajiban utama. Menjalankan aktivitas sesuai tugas mulia dan tanggung jawab masing-masing.

Tidak terkecuali dengan siswa-siswi kelas 5 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Berbaju muslim muslimah bercorak warna hijau muda. Menggendong tas sekolahnya mereka sumringah memasuki gerbang sekolah. Salam dan senyuwun tulus lahir dari bibir wajahnya. Sambutan dan jabat tangan dari guru piket menambah semangat untuk menunaikan aktivitas hari ini.

Usai merapikan alas kaki, mereka bergegas menuju ruang kelas masing-masing. Tak lama kemudian, bel tanda masuk berbunyi. Usai meletakkan tas di kelas, mereka segera ambil air wudhu, lalu menuju ke aula sekolah untuk mengikuti majelis pagi Jum’at Penuh Taqwa. Diawali dengan sholat Dhuha dan doa, dilanjutkan dengan wirid Ma’tsurat serta taushiyah dari guru kelas.

Selanjutnya mereka kembali masuk kelas untuk mengikuti pembelajaran. Ya, hari ini (11/04) siswa kelas 5B akan praktik membuat batik jumputan, yang merupakan bagian dari pembelajaran tematik muatan pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Wahyudi Nugroho, S.Si, S.Pd, guru tematik kelas 5B menuturkan, “Tujuan pembelajaran praktik ini supaya para siswa lebih dekat dengan kekayaan dan kearifan lokal. Solo dikenal dengan sentra batik, para siswa harus ditumbuhkan kecintaan dan kelestarian, salah satunya dengan praktik membatik. Selain tentunya melatih ketelitian dan keterampilan siswa.”

Salah satu siswa kelas 5B, Ihya Akmal Karim (11) usai praktik menjelaskan langkah-langkahnya, “Pertama siapkan semua bahan, kain mori ukuran 35×30 cm, kelereng, karet gelang, pewarna kain, asam cuka, air, dan ember. Kedua, membuat pola dengan cara kain diikat dengan karet yang di dalamnya ada kelereng. Kait yang diikat tadi dimasukkan ke dalam campuran air dan cuka. Lalu dimasukkan ke dalam cairan warna. Lalu diangkat dan dibiarkan beberapa waktu.” Sementara siswa lainnya, Muhammad Najib Faqih (11) menuturkan, _”Senang dapat membatik bersama-sama teman, dan pingin lagi membuat di rumah.”
(yudi/emyu)

WhatsApp Image 2018-05-07 at 08.19.47

Ayah Bunda Inilah Aku

Sabtu siang (5/5/2018) alunan bacaan al qur’an surat Al Haqqah terdengar merdu dari sebuah rumah di perumahan Sentosa Regency Kartasura. Rupanya alunan merdu itu berasal dari suara anak~anak kelas 4D SDIT Nur Hidayah pada acara pertemuan Paguyuban Orang Tua Murid dan Guru (POMG).

POMG merupakan ajang silaturahmi antara orang tua murid dengan wali kelas. Ini merupakan program kerja setiap kelas bekerja sama dengan pengurus POMG. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi sekolah dan orang tua untuk menjalin sinergi dalam pendampingan proses pendidikan ananda di sekolah.

Wali kelas akan menyampaikan informasi seputar agenda kegiatan sekolah dan perkembangan belajar siswa di kelas. Selain itu juga ada kegiatan taujih yang disampaikan oleh narasumber yang telah ditunjuk. Temanya seputar parenting, kesehatan anak, atau ceramah keagamaan.

POMG kelas 4D kali ini merupakan putaran terakhir pada tahun ajaran 2017/2018. Acaranya dikemas sedikit berbeda dari biasanya.
“Kami ingin ada tampilan dari anak~anak, supaya anak~anak merasa senang, mereka diberi ruang untuk memperlihatkan potensinya di depan orang tuanya sendiri.” Ibu Retno Nawangsih, ketua POMG 4D mengemukakan alasannya.

Berbagai tampilan pun persembahkan oleh anak~anak dengan apik di hadapan orang tua mereka. Nasyid, tahfidz, puisi, dan dongeng dari anak~anak pun menyemarakkan kegiatan POMG kelas 4D kali ini.

“Aku senang bisa mendongeng di depan teman~temanku dan para orangtua karena aku bisa menyampaikan amanat yang ada di cerita Telaga Warna di hadapan mereka.” kata Jianka Arkhadiva.
Hal senada juga disampaikan oleh Nashita Ghayda Mutie yang tampil bersama grup nasyidnya. “Aku senang bisa tampil di depan mama dan papa”

Wali kelas 4D, Wulansari, S. P. menyapaikan bahwa kegiatan POMG kali ini terasa istimewa dengan adanya tampilan dari anak~anak. Ini sebagai sarana bagi anak untuk lebih meningkatkan rasa percaya dirinya dalam menampilkan potensi yang mereka punyai, terlebih mereka tampil di hadapan orang tua mereka sendiri. Bukan cuma secara akademik namun juga menggali potensi anak dari sisi yang lain. Bagi orang tua kegiatan ini menjadi sarana untuk melihat potensi dan bakat ananda di berbagai bidang.

SDIT Nur Hidayah Surakarta sebagai salah satu sekolah yang mengedepankan pendidikan karakter sangat mendukung kegiatan~kegiatan seperti ini.

WhatsApp Image 2018-05-03 at 13.52.39

147 Siswa Kelas 6 SDIT Nur Hidayah Ikuti USBN 2018

Pagi itu cuaca sangat cerah. Sinar mentari menyapa semesta dengan hangatnya. Memantik semangat penghuni semesta-Nya bergegas beraktivitas memenuhi kewajiban mulianya.

Tidak terkecuali dengan siswa-siswi Kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Hari Ini, (03/05/2018) mereka datang ke sekolah penuh semangat. Memakai seragam merah putih lengkap dengan kaos kaki putih. Menggendong tas sekolahnya, sikap tenang dan penuh senyuman, mereka memasuki gerbang sekolah. Tampak beberapa guru menyambut kedatangan mereka. Dengan santun, mereka salim dan sapa dengan para guru.

Usai merapikan alas kaki di loker, mereka dengan langkah pasti naik ke lantai 3 untuk menaruh tas, menyiapkan alat tulis, dan Al Quran. Selanjutnya mereka melaksanakan sholat Dhuha, tilawah Al Quran, doa bersama, dan motivasi dari salah satu guru kelas 6, Nunuk Purnawati, S. Pd. Dalam motivasinya beliau menuturkan, “Hari ini adalah puncak perjuangan kita bersama. Dari semester satu hingga hari kemarin, kita sudah berusaha dengan seluruh tenaga, pikiran, serta doa yang tiada pernah berhenti untuk mengharapkan pertolongan Allah. Untuk itu, Ayo kita sungguh-sungguh, cermat, dan teliti untuk meraih kemenangan.”

Dengan yel-yel “Semangat…Tenang…Maksimal…Juara” mereka suarakan dengan penuh semangat dan bergelora. Usai pengarahan dan motivasi, mereka mulai berbaris rapi di depan ruang ujian masing-masing. Ketua ruang menyiapkan barisan dan membagikan kartu peserta ujian. Pengawas ruang memasuki ruang ujian. Mereka masuk ruang ujian dengan salim, tenang, dan berdoa dengan khusyuk. Pengawas ruang mulai membacakan tata tertib peserta selama ujian dan lembar jawab komputer serta soal. Tepat pukul 08.00 mereka mulai mengerjakan soal di ruang ujian masing-masing.

Salah satu siswa Kelas 6, Nur Abdurrahman Mufid (12) menuturkan, “Alhamdulillah ujian hr ini berjalan lancar. Walaupun 10 nomor pertama agak sulit dan menjebak, tetapi untuk nomor berikutnya alhamdulillah lumayan pmudah.” Sedangkan siswa Kelas 6 lainnya, Muhammad Asyharudia Syamsi (12) menuturkan, “Ujian kali ini agak sulit tetapi saya bisa mengerjakan dengan lancar. Semoga kami mendapatkan hasil yang memuaskan.”

Penanggung jawab kegiatan ini, Yuyun Yuningsih S.Pd. menuturkan, “USBN ini sudah kita siapkan dari awal hingga kemarin. Alhamdulillah hari ini berjalan dengan lancar dan sukses. Semoga hari ini dan hari berikutnya, mereka mendapatkan kemudahan dan hasil yang terbaik.”

WhatsApp Image 2018-05-02 at 17.09.29

Kelas 6 SDIT Nur Hidayah Gelar Doa Bersama Sambut USBN

Sinar mentari yang hangat mulai menyapa insan mulia, makhluk Allah paling sempurna. Tampak berbeda dengan hari biasanya. Hari ini ( Sabtu, 28/04/2018) siswa-siswi kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta datang ke sekolah dengan kostum serba putih. Anak perempuan dengan gamis dan jilbab putih tampak anggun dan cantik. Sedangkan anak laki-laki dengan baju koko warna putih tampak tampan dan bersahaja. Ya, mereka akan melaksanakan doa bersama dan sungkem mohon doa restu kepada orang tua mereka di Nur Hidayah Convention Center (NHCC).

Seperti biasanya, sebelum acara inti dimulai anak-anak melaksanakan aktivitas pagi, yaitu sholat dhuha, tilawah QS Al-Kahfi dan doa dhuha bersama di masjid sekolah. Setelah aktivitas pagi ini selesai, mereka secara berkelompok memasuki kelas-kelas yang sudah ditentukan untuk berbagi atau bersedekah kepada adik kelas 1-5. Selain untuk berbagi, tujuan utama dari kegiatan ini adalah meminta doa restu dari Ustad/Ustadzah dan adik-adik kelas agar saat ujian nanti mereka mendapatkan kemudahan dan petunjuk dari Allah. Kegiatan ini diakhiri dengan membagikan bingkisan baik berupa makanan, minuman, maupun barang kepada adik kelas dan wali kelasnya.

Usai berbagi sedekah, mereka bergegas ke NHCC. Di sana mereka bersama orang tua menyimak tausiyah dari Ustad Hanifullah Sukri.
Dalam tausiyahnya, beliau menuturkan, “Allah akan meninggikan derajat manusia yang beriman dan berilmu. Oleh karena itu, anak-anak diimbau untuk mempersiapkan ujian dengan baik, berdoa dengan sungguh-sungguh, dan menghentikan kegiatan yang bisa mengganggu konsentrasi belajar.” Selain itu, beliau meminta kepada para orang tua agar senantiasa memotivasi, mendampingi belajar, dan mendoakan anak-anak mereka.

Usai menyimak tausiyah, mereka melakukan sungkem kepada ayah atau ibu mereka untuk meminta maaf atas segala kekhilafan dan mohon doa restu agar ujian nanti diberi kemudahan dan kesuksesan. Isak tangis haru, derai air mata seakan tak terbendung. Saat mereka sungkem kepada ayah/bundanya. Dekapan erat penuh kasih sayang seakan menandakan keridhoan orang tua. Semakin mengharu biru suasana penuh kehangatan siang itu.

Penanggung jawab kegiatan ini, Husni Malik, S.P., S.Pd. menuturkan “Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar dan sukses. Sekitar 97 persen, orang tua bisa hadir dan bisa mengikuti acara ini dengan baik. Semoga doa bersama kali ini bisa mengantarkan anak-anak menjadi yang terbaik dan sukses menghadapi USBN Mei mendatang.” *(nunuk/emyu)

WhatsApp Image 2018-05-02 at 16.35.56

SDIT Nur Hidayah Gelar Khataman Quran dan MABIT Sukses USBN

Malam ini cuaca cukup cerah. Sinar mentari sudah kembali ke peraduannya. Tampak bintang bersinar menambah keindahan malam ini. Para Ustadz guru dan karyawan putra Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta mulai meninggalkan rumah mereka menembus kegelapan malam menuju ke sekolah. Ya, malam ini (27/04) mereka akan mengikuti kegiatan Khataman Al-Qur’an dan Malam Bina Iman & Taqwa (MABIT).

Kumandang adzan Isya mengalun merdu. Beberapa guru karyawan tampak berdatangan setelah mereka menata rapi kendaraannya di tempat parkir. Setelah mengisi daftar hadir dan merapikan alas kaki mereka bergegas menuju ke masjid untuk menunaikan sholat Isya berjamaah. Selanjutnya mereka menuju aula gedung timur untuk tilawah bersama-sama sesuai pembagian juz saat mereka mengisi daftar hadir.

Alunan merdu ayat-ayat penuh cinta dari Al-Kholiq kepada hamba-hamba-Nya yang dilisankan oleh para guru karyawan, seakan menambah kekhusyukan malam itu. Limpahan keberkahan diharap memberikan ketentraman warga sekolah. Tentunya juga ketenangan bagi tunas bangsa yang akan menjalani jihad prestasi mulia. Khataman Al-Qur’an diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Ali Masyhudi Al-Hafidz.

Usai sambutan Kepala Sekolah dan Ketua BPH Bidang Pendidikan YNH, peserta mengikuti acara inti taushiyah. Dalam tausiyahnya, Ustadz Tri Bimo Soewarno, Lc. menuturkan, “Hakikat ikhtiyar dimulai dari membangun sebuah mimpi. Kemudian dibuatlah sebuah perencanaan yang matang dan dijalankan secara maksimal. Ditambah hindari “taswif” atau menunda-nunda urusan. Dan yang terakhir adalah tawakkal menyerahkan baik dan buruknya hasil kepada sang penentu urusan yaitu Allah SWT. Yang tidak kalah penting adalah seorang yang sedang berikhtiyar haruslah ia berbaik sangka terhadap ketentuan Allah, karena sesungguhnya Allah sesuai prasangka hamba-Nya.”

Ketua Panitia Kegiatan, Sriyoko, S. Pd.I menuturkan “Kegiatan Mabit dan Khataman Quran ini mengambil tema Memperkokoh Ikhtiar Menguatkan Doa dan Tawakkal . Tujuan dari kegiatan ini meningkatkan amal ibadah dengan menyelesaikan tilawah sebanyak 30 juz secara berkelompok dan mendoakan agar siswa-siswi kelas 6 Angkatan XV SDIT Nur Hidayah diberikan kemudahan dan kesuksesan dalam menghadapi ujian USBN pada bulan Mei mendatang.” *(nunuk/emyu)

Untitled

Asyiknya Belajar Sains

Bekas-bekas guyuran air hujan masih membekas. Baik di dedaunan maupun aspal tanah yang melembab. Tidak terkecuali di sekitar Jalan Pisang Kerten, Laweyan, Surakarta.

Tampak siswa-siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta memasuki gerbang sekolah. Senyum mereka mengembang bahagia. Lebih sempurna tatkala disambut hangat oleh guru-guru piket. Tampak gagah memakai seragam pramuka sembari menggendong tas punggungnya. Beberapa di antara mereka membawa wadah maupun tas kresek. Ternyata mereka membawa perlengkapan untuk praktik hari ini.

Ya, siswa kelas 5 SDIT Nur Hidayah hari ini (26/04) akan mengikuti pembelajaran praktik sains. Terdengar bel tanda masuk, mereka bergegas untuk mengikuti kegiatan majelis pagi terlebih dahulu. Doa bersama, murojaah juz 29, taushiyah siswa, dan kegiatan literasi kelas. Selanjutnya pembelajaran tematik, mereka akan mengidentifikasi sifat campuran.

Wahyudi Nugroho, S.Si selaku guru tematik kls 5B menuturkan, “Tujuan dari kegiatan ini adalah dengan melakukan praktikum siswa bisa mengidentifikasi sifat campuran benda benda yang ada disekitar kita. Selain itu juga melatih kejujuran, kerja sama, dan tanggung jawab siswa.” Sebelum praktikum, siswa dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan 7 siswa. Selanjutnya mereka menyiapkan alat dan bahan yang sudah dibawa dari rumah seperti gelas plastik, pasir, minyak, pewarna makanan, kerikil, gula pasir, dan sendok.

Setelah semua siap siswa menyiapkan 7 gelas plastik yang ditandai dengan no 1 -7. Gelas diisi dengan air sepertiga dari gelas. Sedangkan gelas ke-5 – 7 diberi minyak goreng seperempat dari gelas. setelah terisi maka gelas pertama ditambah gula dan diaduk. Gelas ke dua di beri minyak dan di aduk begitu seterusnya sampai gelas ke tujuh. Setelah itu siswa maju ke depan untuk mempresentadikan hasil dari praktikumnya.

Ternyata campuranyang sempurna(homogen) campuran dari air dan gula dan campuran Air pewarna makanan. Muhammad Nur Zanadien, salah satu siswa kls 5B menuturkan , “Asyik ternyata belajar sains. Saya tadi mencampur air dengan minyak ternyata tidak bisa campur, minyak selalu di atas. Saya senang dengan praktikum ini bisa mengetahui sifat campuran.” *(yudi/emyu)

WhatsApp Image 2018-05-02 at 17.08.52

Kelas 6 SDIT Nur Hidayah Gelar Jalasah Ruhiyah dan Mabit

Kelas 6 SDIT Nur Hidayah Gelar Jalasah Ruhiyah dan Mabit

Sore itu (21/04) cuaca cukup cerah. Sinar mentari mulai turun di ufuk barat. Dengan berpakaian muslimah rapi, siswi kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta berbondong-bondong memasuki gerbang sekolah. Tidak seperti biasanya, sore itu mereka tampak lebih tenang dan ceria karena mereka akan mengikuti Jalasah Ruhiyah di aula sekolah setempat.

Dengan duduk rapi di atas tikar, mereka mengawali kegiatani ini dengan tilawah Al Qur’an dan sholat Ashar berjamaah. Usai sholat Ashar berjamaah, mereka mendengarkan tausiyah dari Ustadzah Nurmawati, S.Pd tentang persiapan ruhiyah hadapi USBN Mei mendatang.

Koordinator Guru Kelas 6 Paralel, Yuyun Yuningsih, S. Pd. menuturkan “Kegiatan Jalasah Ruhiyah ini adalah rangkaian kegiatan kelas 6 dalam rangka menghadapi USBN. Salah satu tujuan dari kegiatan ini dengan melatih sikap kepedulian dan jiwa sosial yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan pemberian sedekah kepada anak Panti Nur Hidayah.”

Salah satu Pengurus Panti Nur Hidayah, Bapak Nur Wahid menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan doa untuk siswa-siswi kelas VI Angkatan 15. “Semoga anak-anak diberikan kemudahan dan petunjuk dalam menentukan jawaban yang benar. Aamiin. ”

Sementara itu, anak-anak putra berdatangan ke sekolah ketika hari mulai gelap. Ya, usai sholat Maghrib mereka bergegas ke sekolah untuk mengikuti kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT).
Mabit ini berbeda dengan mabit sebelumnya karena mereka akan dibersamai oleh salah satu alumni SDIT Nur Hidayah, Mas Muhammad Aufa Al Hafidz.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) ini memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak. Dengan antusias, mereka menyimak tausiyah Mas Aufa. Salah satu pesan dari beliau adalah “Sering berinteraksi dengan Al-Qur’an memberikan banyak faidah, diantaranya memudahkan fokus dan menerima pelajaran di sekolah, apalagi saat ini menjelang USBN, semakin dekat dengan Al-Qur’an adalah kunci sukses USBN dan bekal terbaik untuk nanti di akhirat.”

Salah satu siswa kelas 6,
Sahlan Fikria (11) menuturkan, “Subhanallah, Mabit ini lebih berkesan karena tausiyah yang disampaikan Mas Aufa untuk selalu berinteraksi dengan Alquran ditengah padatnya kegiatan sekolah sangat mengena dan bermanfaat untuk kita sebagai bekal menghadapi USBN Mei mendatang.”(nunuk/emyu)