Program Matrikulasi Calistung dalam Mengembangkan Potensi Siswa Kelas 1

‍‍Dewasa ini, teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Oleh karena itu globalisasi dengan segala dampaknya tidak dapat dihindari, terutama dalam bidang pendidikan. Untuk menjawab seluruh tantangan arus globalisasi tersebut, dibutuhkan kerjasama yang baik antar guru-siswa-orangtua. Dengan sinergi yang baik, maka arus globalisasi ini akan memberikan dampak yang baik pula bagi pendidikan terutama, serta bagi individu siswa, hingga masyarakat.

Menjawab seluruh kebutuhan pendidikan di era globalisasi ini, maka pendidikan juga harus menyesuaikan kebutuhan zaman, kemampuan siswa, serta dinamika masyarakat. Dan hal ini juga terjadi di SD Islam Terpadu Nur hidayah Surakarta yang telah sebulan ini mengadakan kegiatan belajar mengajar pada siswa kelas 1 hingga 6. Khusus untuk kelas 1 juga telah dilakukan observasi pendidikan yang tepat yang dilakukan oleh para guru pendamping kelas 1.

Hari ini, Jum’at (09/08) tim paralel kelas 1 yang diketuai Ustadzah Sutarmi mengadakan rapat terkait kegiatan Matrikulasi Calistung kelas 1 tahun pelajaran 2019/2020. Kegiatan ini bertempat di Perpustakaan Gedung Barat dengan mengundang Ustadzah Muslikhah selaku Waka Kurikulum dan beberapa guru Littaqwa.

Dalam rapat ini Ustadzah Muslikhah menyampaikan banyak hal terkait pendampingan bagi siswa kelas 1 SD Islam Terpadu Nur Hidayah, “Perkembangan dunia saat ini merupakan sesuatu yang tidak dapat kita dihindari. Kita tumbuh tanpa merasakan berbagai kecanggihan teknologi saat ini. Namun anak-anak kita mengalami hal tersebut. Sehingga perbedaan pendidikan yang dahulu kita alami dan yang sekarang dijalani anak-anak sungguh sangat berbeda. Anak-anak saat ini adalah generasi Z, yang secara yang teknologi, kultur, makanan, sangat berbeda dengan kita.”

“Untuk itu kita harus memberikan sikap yang tepat dalam pelaksanaan pendidikan bagi siswa kelas 1, yang salah satunya adalah pengadaan matrikulasi calistung. Setelah observasi selama sebulan kita membutuhkan pendampingan ekstra matrikulasi baca tulis terhadap 50 siswa. Mereka akan mengikuti semi privat kegiatan tersebut, karena secara jika dilakukan secara klasikal akan sangat sulit,” lanjutnya

Ustadzah Sutarmi, S.PdI selaku koordinator pararel kelas 1 turut memberikan wacana kegiatan matrikulasi calistung yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. “Kita akan mengadakan program drill untuk mencapai ketuntasan, dengan pendampingan khusus bagi anak-anak, serta target khusus dalam waktu yang sudah ditentukan, yaitu selama 1 bulan. Selanjutnya akan diadakan evaluasi, apakah anak dianggap lulus atau akan melanjutkan lagi program matrikulasi ini.”

Mengakhiri rapat tersebut, Ustadzah Sutarmi berharap akan adanya kerjasama antar guru dalam mengembangkan kemampuan dasar bagi siswa kelas 1. “Kami sangat berharap mengharapkan bantuan, bimbingan ustadz/ah sekalian pada siswa kelas 1. kegiatan matrikulasi ini diharapkan bisa berjalan lancar, serta memberikan dampak positif pada para siswa kelas 1.” *(Fauziyah/emyu)