SDIT Nur Hidayah Solo Menjadi Rujukan Sekolah-sekolah SIT

Hari Rabu menjadi salah satu hari istimewa bagi SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Pasalnya, hari Rabu ditetapkan sebagai hari menerima tamu kunjungan dari sekolah lain. Merunut perjalanan sejarah yang ada, sekolah ini telah menjadi “sekolah model” bagi sekolah lainnya sejak tahun pertama berdiri. Berdiri 18 Juli 1999, saat itu Kepala Sekolah pertama yaitu Ustadz Heri Sucitro, S.Pd. maka di tahun 2000 mulai berdatangan tamu studi banding, yang oleh Bagian Humas SDIT Nur Hidayah Surakarta disebut dengan istilah Silaturahim Studi.

SD Islam Terpadu Nur Hidayah menerima tamu kunjungan Silaturrahim Studi pertama kalinya dari Yayasan Ihsanul Fikri Magelang. Sebuah yayasan yang sama-sama baru mendirikan Sekolah Islam Terpadu (SIT). Mereka berkunjung, karena SDIT Nur Hidayah Surakarta ini merupakan SIT di jenjang SD yang pertama di Jawa Tengah. Sehingga diharapkan dengan sharing mendapatkan bekal yang baik untuk mengembangkan lembaga yang relatif masih baru.

Kurang lebih 5 tahun terakhir ini semakin banyak tamu kunjungan silaturrahim studi maupu magang yang ingin menimba ilmu, dan tholabul ilmi bersama di sekolah yang bervisi Menjadi Sekolah Bermutu, Berkarakter, dan Berbudaya Lingkungan. Utamanya dari Sekolah-sekolah Islam Terpadu di bawah naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia.

Hari ini (07/08), SDIT Nur Hidayah Surakarta menerima tamu dari SDIT Bina Amal 02 Semarang dan SDIT Dian Insani Gunung Kidul. Rombongan dari 2 instansi berjumlah 50 orang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Staff Waka, dan Koordinator-koordinator di masing-masing sekolah.

Ustadz Santoso, S.Pd, Kepala Sekolah SDIT Dian Insani dan Ustadzah Zulaikhah, S.Pd mewakili Kepala Sekolah SD Islam Terpadu Bina Amal 02 sebagai ketua rombongan dalam sambutannya menyampaikan “Dulu kami pernah ke sini, dan sekarang ingin belajar lagi di sini. Karena SDIT Nur Hidayah ini terus berkembang dan semakin maju. Kami ingin banyak belajar bagaimana SDIT Nur Hidayah ini menjaga mutu pendidikannya sehingga bisa stabil prestasinya dan kuat karakter anak-anak didiknya.”

“Kami bersyukur dengan adanya silaturahim dari teman-teman berbagai sekolah. Tidak hanya wilayah Jawa Tengah saja, teman-teman dari Jawa Timur, Jawa Barat, bahkan dari luar Jawa seperti Kalimantan, Sumatra, Riau, dll berkunjung ke sini. Kadang kami heran, mengapa teman-teman berbondong-bondong bertamu ke sini. Kami merasa biasa saja. Beginilah kami apa adanya. Tetapi, akhirnya kami menganggap bahwa ini bukanlah studi banding. Ini forum belajar bersama dalam bingkai silaturahim studi. Dan bagi kami, kedatangan teman-teman ke sini adalah sarana yang memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas, kapasitas, dan semakin berbenah diri. Semoga teman-teman tidak kecewa setelah mengamati kondisi riil sekolah kami,” demikian dipaparkan Ustadz Waskito, S.Pd., Kepala Sekolah SDIT Nur Hidayah Surakarta dalam sambutannya.

Acara inti dikemas dalam kelompok-kelompok sharing sesuai bidangnya. Sharing tentang manajemen sekolah bersama Ustadz Waskito, S.Pd di ruang Kepala Sekolah. Bidang kurikulum bersama Ustadzah Muslikah, S.Pd di ruang Aula. Bidang Sarpras bersama Ustadz Wiyadi, S.Ag. Bidang Kesiswaan bersama Ustadz Husni Malik, S.P, S.Pd di Sanggar Pramuka. Bidang Humas bersama Ustadz Rahmat Hariyadi, S.Pd di ruang Waka Putra, dan Pembelajaran Al Qur’an bersama Ustadz Ali Mashudi di Meeting Room.

Setelah mendapatkan informasi dari masing-masing bidang, semua tamu kembali berkumpul untuk mengikuti seremonial penutupan. “Terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada SDIT Nur Hidayah yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk menggali rahasia di sini. Setelah berkeliling, kami betul-betul terkesan dengan sekolah ini. Lahannya tidak luas, tetapi terasa nyaman dan kedamaian. Ketika masuk ke kelas-kelas terasa betul aura kekuatan ruhiyahnya. Ini pelajaran berharga bagi kami untuk bekal semakin berbenah diri. Mohon diijinkan kiranya setelah ini kami banyak merepotkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang beberapa hal yang belum kami mengerti,” untaian kesan dipaparkan oleh pimpinan rombongan SDIT Bina Amal 02 Semarang.

Setali tiga uang, pimpinan rombongan dari SDIT Dian Insani pun menyampaikan terimakasih dan memohon untuk diijinkan memagangkan beberapa gurunya di SDIT Nur Hidayah Surakarta sebagai tindak lanjut dari studi banding, untuk mendapatkan pengalaman langsung dan lebih detail.

Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari SDIT Nur Hidayah Surakarta kepada para tamu dan juga sebaliknya. *(Muslikah/emyu)