Menumbuhkan Pendidikan Karakter dengan Al-Quran

Selasa pagi (30/07), suasana di Kerten, Laweyan, Surakarta begitu cerah berawan ditandai dengan suhu pagi itu 21°C. Kebiasaan siswa-siswi SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta memulai aktivitas dengan tahfidz pagi mulai pukul 07.00-07.35, begitu juga siswa-siswi kelas 3D sekolah tersebut.

Kegiatan tahfidz pagi kelas 3D kali ini diisi dengan murojaah dan membaca surat Al-Qiyamah [75] ayat 1-6. Ustadz Luqman Hakim Yusuf, M.Pd. menyampaikan bahwa pendidikan karakter yang terdapat dalam kurikulum 2013 ada nilai karakter religious untuk itu kegiatan tahfidz pagi yang diisi dengan murojaah dan membaca Alquran merupakan salah satu bentuk penanaman dan penumbuhan nilai karakter religius bagi para siswa dan guru. Alquran memberikan ilmu dan petunjuk untuk menjadi manusia yang taat kepada agama dan Berketuhanan Yang Maha Esa.

“Ada komponen penilaian sikap spiritual dan sikap sosial dalam Kurikulum 2013. Setiap pagi sebelum memulai kegiatan pembelajaran siswa-siswi dan guru selalu mengawali dengan tilawah dan murojaah Alquran untuk menanamkan dan menumbuhkan karakter religius para siswa. Dan sebagai seorang Muslim dengan membaca Alquran akan mendapatkan petunjuk untuk menjadi manusia yang seutuhnya,” tutur Ustadz Luqman setelah kegiatan tahfidz pagi.

Sementara itu, menurut Ataliq Ul Haq (8th) yang merupakan salah satu siswa kelas 3D mengatakan, “Kegiatan tahfidz pagi membuatku menjadi lebih lancar dalam membaca Alquran dan aku merasa senang karena diceritakan kisah-kisah yang bagus. Sejak kelas 1, aku merasa senang mengikuti tahfidz pagi karena bisa membaca Alquran. Aku juga senang karena Ustadz/ah selalu memberikan cerita yang bagus.” *(Fathoni/emyu)