Pendidikan ibadah dalam Lingkup sekolah

‍‍‍Pendidikan Islam merupakan usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan siswa agar mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani ajaran agama Islam.

Sebagai lembaga pendidikan Islam, SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta senantiasa menciptakan atmosfer keislaman dan kependidikan di lingkungan sekolah. Khususnya untuk atmosfer keislaman ini begitu terasa kental di lingkungan sekolah yang bervisi Sekolah Bermutu, Berkarakter, dan Berbudaya Lingkungan.

Hal ini karena kegiatan keislaman tidak hanya diimplementasikan secara teori saja, namun juga secara praktik. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah setiap guru juga turut memberikan teladan yang baik bagi siswa-siswinya dalam pelaksanaan pendidikan. 

Seperti yang dilakukan oleh siswa-siswi kelas 4 SD Islam Terpadu Nur hidayah Surakarta pagi ini, Jum’at (26/07) yang sedang berkumpul di aula. Mereka terlihat khusyu’ dalam mengikuti kegiatan sholat dhuha serta doa serta dzikir bersama. Dan yang berbeda dari kegiatan pagi ini adalah adanya kegiatan membaca Al-ma’surat.

Salah satu siswa kelas 4, Najwa Kamila Ulfa (10) mengatakan, “Aku belum hafal doa al-ma’surat. Aku belum hafal do’a-do’anya. Terus doanya juga panjang-panjang, tapi semoga lama-lama nanti bisa hafal.” Senada dengannya, Alya Naila juga mengatakan bahwa di belum tahu sedang membaca apa. “Aku tidak tahu tadi baca apa, tapi kalau sering dibaca lama-lama bisa hafal juga.”

Menyikapi hal tersebut, Ustadzah Mimin yang mendampingi siswa kelas 4 mengatakan, “Kegiatan membaca Al-Ma’surat ini untuk mengenalkan siswa bahwa badan kita butuh senjata untuk dijauhkan dari keburukan, kejahatan. Jika badan senjata badan adalah makanan, olahraga maka senjata ruh adalah doa dan ibadah. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya menghafal doa Al-Ma’surat saja, tapi juga menjadi bekal dalam keseharian. Siswa kelas 4 masih menjalani masa adapatasi dari kelas sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, anak-anak akan terbiasa dengan kegiatan Al-ma’surat ini dan dapat mengaplikasikannya dalam aktivitas sehari-hari. ” *(Fauziyah/emyu)

Siswa kelas 4 masih menjalani masa adapatasi dari kelas sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, anak-anak akan terbiasa dengan kegiatan Al-ma’surat ini dan dapat mengaplikasikannya dalam aktivitas sehari-hari.