Pengalaman Pertama Belajar Littaqwa

‍‍‍‍‍‍‍Littaqwa merupakan salah satu metode alternatif untuk membantu siswa agar mudah membaca dan menghafal Alquran. Namun Hanya konsep Littaqwa ini masih tergolong baru  dan merupakan rancangan dari Qur’an Center Yayasan Nur Hidayah Surakarta. Dengan konsepnya yang masih baru, Littaqwa terus diusahakan untuk lebih berkembang dari sebelumnya dan diharapkan kedepannya bisa dinikmati masyarakat luas.

Belajar membaca dengan nada Littaqwa merupakan hal yang baru bagi siswa-siswi kelas 1 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Seperti hari ini, Senin (22/07) para siswa kelas 1 tampak tertib berkelompok di dalam kelas untuk berkenalan dengan ustadz/ustadzah pengampu pembelajaran Littaqwa. Dalam pertemuan perdana ini, siswa-siswi kelas 1 terlebih dahulu dikenalkan dengan do’a yang biasa digunakan sebelum belajar Littaqwa.

Farhana Nur Karima (6) yang merupakan alumni TK Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta mengatakan bahwa dia sudah menghafal doa Littaqwa di TK. “Aku sudah diajari doa sebelum baca Alquran. Jadi aku dan  teman-teman sekelasku sudah menghafal semua do’anya, karena kami selalu membacanya setiap kegiatan pembelajaran Littaqwa,” katanya. Berbeda dengan teman duduknya, Nasya Kalila Raysaputri (6), “Aku belum hafal, tapi aku ingin bisa menghafal seperti Farhana,” akunya.

Dalam perkenalan kegiatan pembelajaran Littaqwa ini, Ustadzah Denis menyampaikan, “Kegiatan pembelajaran Littaqwa akan diberlangsungkan besok. Hari ini digunakan untuk perkenalan sekaligus menghafal doa sebelum membaca Alquran. Diharapkan setelah adanya perkenalan antar ustadz/ah dengan para siswa yang diampunya, mereka bisa segera adaptasi dan dapat menerima pelajaran dengan mudah.” *(Fauzyah/emyu)