Berlatih Gerak Lokomotor Lewat Senam dan Game Ceria

Udara pagi yang cukup dingin tidak menjadikan alasan bagi siswa-siswi kelas 2 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta untuk bermalas-malasan. Terlihat keceriaan di wajah mereka di awal-awal masuk sekolah ini. Meskipun tampak beberapa masih memakai jaket, tak lama kemudian jaket itu pun diletakkan di kelas.

Selasa (16/7) terlihat kekompakan para ustadz/ah kelas 2 paralel membimbing dan mengarahkan para siswa untuk duduk berbaris dengan rapi mengikuti sesi kegiatan bersama di pagi hari dengan doa dan tahfidz Alquran bersama. Doa dan tahfidz bersama dipimpin oleh Ustadzah Latifatus Sofia, S.Pd. Doa pagi untuk membuka hati dan pikiran agar lebih jernih, juga mengingatkan para siswa untuk belajar menjaga adab-adab berdoa. Doa pun usai dilanjutkan tahfidz bersama, murojaah QS. Asy Syam, Al Balad, dan Al Fajr. Lantunan ayat-ayat quran ini diharapkan pula menjadi penyemangat mereka untuk kembali belajar Alquran di sekolah tercinta ini.

Saat tahfidz berlangsung pun, para ustadz dan ustadzah ikut memberikan keteladanan untuk ikut murojaah hafalan quran, karena ternyata para siswa pun masih membutuhkan contoh, teladan, dan motivasi dari guru-guru mereka.

Kegiatan selanjutnya adalah senam dan game ceria. Ustadz Sunarto, S.Pd selaku guru pengampu PJOK. “Kegiatan ini bermanfaat untuk menumbuhkan kesehatan dan kebugaran. Selain itu juga mempraktikkan kembali beberapa contoh gerakan lokomotor. Gerak lokomotor adalah gerakan berpindah tempat, di mana bagian tubuh tertentu bergerak atau berpindah tempat. Anak-anak memiliki fisik yang kuat, buktinya ada kelompok yang bertahan lama saat permainan ini,” ucap Ustadz Sunarto,S.Pd saat memotivasi para siswa.

Kelompokku jadi pemenang 5 besar, aku harus melompat dengan semangat dan konsentrasi,”  ungkap Hadziq (7th) salah satu siswa kelas 2B. Game yang dilakukan pun mengasah mereka untuk belajar komunikasi dan kerjasama yang baik dengan kelompoknya. Saat kelompok yang akan di finalkan berlangsung, semua siswa kelas 2 pun memberi semangat teman-temannya yang menjadi finalis. Sebagai penambah semangat, Ustadz Sunarto pun memberikan hadiah voucher untuk 5 kelompok pemenang.

“Ragamnya kegiatan awalusannah kali ini juga melibatkan olah fisik sebagai bentuk memberikan stimulasi kepada para siswa tentang pentingnya berolahraga bagi kesehatan tubuhnya,” ujar Ustadzah Eny Hestuti, S.Pd selaku koordinator guru paralel kelas 2. *(Leli/emyu)