SDIT Nur Hidayah Persiapkan Lomba Gugus Depan Unggul Tingkat Nasional.

Kak Narto selaku koordinator Pramuka SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, mengatakan “Mohon do’a dan partisipasinya kakak-kakak semua, insha Alloh visitasi Lomba Gugus Unggul besuk tanggal 01 Agustus 2019. Untuk itu mohon kerja samanya dari semua pihak.”

Pada awal bulan Mei 2019, Gugus Depan SDIT Nur Hidayah ditunjuk oleh Kwarcab Kota Surakarta untuk mewakili lomba gugus unggul tingkat provinsi. Segala daya upaya serta do’a dipersiapkan untuk melengkapi persyaratan lomba tersebut.

Alhamdulillah, setelah mengikuti seleksi pengajuan berkas ekstra Pramuka pada tanggal 14 Mei 2019 ke Kwarda Jawa tengah di Semarang. SDIT Nur Hidayah Surakarta masuk 3 besar se-Jawa Tengah. Hal ini artinya menjadi salah satu utusan Jawa Tengah untuk maju ke tingkat nasional.

Setelah beberapa waktu, informasi tentang visitasi dan penilaian didapat. Akhirnya persiapan pun segera dilakukan untuk menyambut dan melengkapi berkas-berkas bukti fisik sesuai dengan standar dan komponen yang telah ditentukan dari Kwarnas.

Terkait persiapan, tidak lepas dari koordinasi dan kerja sama dengan kwarcab. Berbagi tugas pun dilakukan, kwarcab terkait dengan pihak pihak yang diundang, sementara sekolah terkait hal teknis lapangan. Tamu undangan yang direncanakan akan dihadiri oleh Kwarda, Ka Kwarcab, Dinas Pendidikan, Camat, Lurah, Yayasan Nur Hidayah, dan Komite Sekolah.

Kak Ucik Erlinda Intan Sari, salah satu pembina Pramuka SDIT Nur Hidayah mengatakan, “Dengan adanya lomba gugus depan ini dapat memajukan gugus depan dan dapat membangun semangat siswa juga pembinanya tentunya dalam hal kepramukaan dan juga bisa membawa nama baik sekolah juga.” *(Shofi/emyu)

Cara Asyik Mengajarkan Huruf Hijaiyah Sambung dengan Bermain Cerita dan Menyanyi

Selasa (31/07) siswa kelas 2 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan materi Menulis Huruf Hijaiyah Bersambung Sesuai dengan Makharijul Huruf. Mereka tampak antusias karena pembelajarannya dilengkapi dengan media yang bisa ditempel di papan tulis. Mereka pun pasti ingat kalau pembelajaran PAI biasanya disertai dengan bernyanyi.

Pada pembelajaran kali ini Ustadz Muhammad Bisri, S.HI sebagai pengampu mata pelajaran PAI menggunakan salah satu metode BCM (Bermain, Cerita, dan Menyanyi). Flashcard permainan huruf Hijaiyah yang dipilih untuk kegiatan kali ini.

“Semua huruf Hijaiyyah bisa ditulis sambung kecuali ada 7 huruf Hijaiyyah yang tidak bisa disambung dengan huruf berikutnya. Agar para siswa lebih hafal dan mengingat nama-nama huruf itu, maka saya menamainya dengan “(tujuh) 7 huruf tidak mau bergandengan” karena tidak bisa bergandengan dengan huruf berikutnya. Tujuh (7) huruf ini adalah alif, dal, dzal, ra’, zain, lamalif, dan wawu,” tutur Ustadz Muhammad Bisri, S.HI menjelaskan asal muasal istilah cerita huruf tidak mau bergandengan.

Salah satu siswa kelas 2, Rafael Tristan Wira Mahardika (7,5 th) mengatakan “Aku sudah hafal 7 huruf tidak mau bergandengan, soalnya ceritanya lucu,” ucap Rafael sambil tersenyum.

“Metode Pembelajaran Bercerita adalah memberi penerangan kepada anak secara lisan. Tujuannya adalah melatih daya tangkap anak, daya fikir, dan daya konsentrasi. Membantu perkembangan imajinasi anak menciptakan suasana menyenangkan dan akrab di dalam kelas,” tutur Ustadzah Muslikah, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. *(Bisri/emyu)

Menumbuhkan Pendidikan Karakter dengan Al-Quran

Selasa pagi (30/07), suasana di Kerten, Laweyan, Surakarta begitu cerah berawan ditandai dengan suhu pagi itu 21°C. Kebiasaan siswa-siswi SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta memulai aktivitas dengan tahfidz pagi mulai pukul 07.00-07.35, begitu juga siswa-siswi kelas 3D sekolah tersebut.

Kegiatan tahfidz pagi kelas 3D kali ini diisi dengan murojaah dan membaca surat Al-Qiyamah [75] ayat 1-6. Ustadz Luqman Hakim Yusuf, M.Pd. menyampaikan bahwa pendidikan karakter yang terdapat dalam kurikulum 2013 ada nilai karakter religious untuk itu kegiatan tahfidz pagi yang diisi dengan murojaah dan membaca Alquran merupakan salah satu bentuk penanaman dan penumbuhan nilai karakter religius bagi para siswa dan guru. Alquran memberikan ilmu dan petunjuk untuk menjadi manusia yang taat kepada agama dan Berketuhanan Yang Maha Esa.

“Ada komponen penilaian sikap spiritual dan sikap sosial dalam Kurikulum 2013. Setiap pagi sebelum memulai kegiatan pembelajaran siswa-siswi dan guru selalu mengawali dengan tilawah dan murojaah Alquran untuk menanamkan dan menumbuhkan karakter religius para siswa. Dan sebagai seorang Muslim dengan membaca Alquran akan mendapatkan petunjuk untuk menjadi manusia yang seutuhnya,” tutur Ustadz Luqman setelah kegiatan tahfidz pagi.

Sementara itu, menurut Ataliq Ul Haq (8th) yang merupakan salah satu siswa kelas 3D mengatakan, “Kegiatan tahfidz pagi membuatku menjadi lebih lancar dalam membaca Alquran dan aku merasa senang karena diceritakan kisah-kisah yang bagus. Sejak kelas 1, aku merasa senang mengikuti tahfidz pagi karena bisa membaca Alquran. Aku juga senang karena Ustadz/ah selalu memberikan cerita yang bagus.” *(Fathoni/emyu)

Dua Siswa SDIT Nur Hidayah Ikuti Lomba Penyiar Anak

Siang itu, Kamis (25/07) Ustadz Waskito, S.Pd selaku Kepala SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta bertandang ke kelas 5D yang berada di lantai 3 gedung timur untuk menemui guru kelas 5D. Dalam pertemuan itu beliau meminta guru kelas 5D untuk mencarikan 2 siswa SDIT Nur Hidayah yang berdomisili di Kota Solo untuk mengikuti Lomba Penyiar Anak yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Surakarta.

Penyelenggaraan Lomba Penyiar Anak ini bertujuan untuk menyebarluaskan Informasi Pemerintah Daerah dan memberi wadah kepada para siswa dalam menyalurkan bakat penyiaran. Ada pun syarat dan ketentuan dari lomba tersebut adalah siswa SD kelas IV sampai dengan siswa kelas VI. Peserta mengirimkan rekaman suara lengkap dengan video menggunakan HP atau kamera dengan naskah dari Radio Konata Radio Anak Surakarta berupa Opening Program dan News dengan durasi maksimal 5 menit.

Akhirnya siang itu juga diadakan seleksi singkat dan cepat dari siswa yang tinggal di Surakarta baik putra maupun putri. Terpilihlah 2 siswa atas nama Salma Ruwaidah dan Mishal Ahmad Haniya.

Saat itu juga, Ustadzah Nunuk Purnawati, S.Pd melatih dan membimbing karena batas pengiriman rekaman maksimal Sabtu (27/07) via Instragam untuk Opening Program dan News via WhatsApp.

Pagi harinya, Jumat (26/07) Salma Ruwaidah dan Mishal Ahmad Haniya melakukan rekaman di Kantor Yayasan Nur Hidayah Surakarta. Rekaman dibimbing oleh Ustadzah Nunuk Purnawati bersama Ustadzah Rani Arba’ati dan Ustadz Budi dari Syiar Nur Hidayah. Hasil rekamanpun dikirimkan oleh Ustadz Waskito selaku Kepala Sekolah ke Instagram yang ditag Radio Konata Radio Anak Surakarta. Beliau juga mengirimkan kedua rekaman ke panitia melalui Whatshapp.

Dari peserta yang mengikuti lomba Penyiar Anak ini akan diseleksi dan dipilih 10 terbaik. Pengumuman akan disampaikan via instagram@radiokonata. Sepuluh (10) peserta yang lolos seleksi awal akan tampil langsung tanggal 4 Agustus 2019 di Car Free Day Slamet Riyadi Solo dan akan diambil 3 juara. Pemenang akan mendapatkan hadiah Piala Walikota, piagam, dan uang pembinaan.

Salah satu peserta lomba Salma Ruwaidah mengatakan, “Aku senang bisa bisa terpilih dalam lomba ini karena dapat pengalaman berharga bagaimana menyiarkan sebuah ‘Opening Program dan News’ dengan menggunakan rekaman. Seakan-akan bisa merasakan menjadi penyiar radio anak yang sesungguhnya.” *(Nunuk/emyu)

Visitasi Calon Sekolah Adiwiyata di SDIT Nur Hidayah Surakarta

Senin pagi (29/07), merupakan jadwal visitasi dan penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Kota Surakarta 2019 yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta dan Dinas Pendidikan Kota Surakarta untuk SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Tujuan visitasi ini untuk mengetahui kelayakan adiwiyata serta kondisi sekolah. Apakah sudah sesuai dengan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang sudah disampaikan sebelumnya atau belum.

Sementara itu tim penilai yang rencana semula terdiri dari lima orang, tetapi yang bisa hadir hanya 2 orang saja, yaitu Ibu Surati, S.Pd, M.Pd dan Bapak Sapto Purnama. Adapun beberapa visitor yang lainnya berhalangan hadir karena adanya tugas dinas lainnya.

Tim visitasi dan penilai Calon Sekolah Adiwiyata disambut oleh Bapak Waskito, S.Pd, sebagai Kepala Sekolah beserta Tim Komponen Adiwiyata di ruang meeting sekaligus sebagai tempat visitasi. Dalam visitasi ini dihadiri oleh komite sekolah, pengurus yayasan, dan guru.

Acara pun dimulai dengan sambutan Kepala Sekolah dan Ustadz Anang Istanto perwakilan dari Yayasan Nur Hidayah. Usai sambutan, Tim Visitasi menyampaikan teknis visitasi dilanjutkan dengan pengecekan administrasi.

Pengecekan administrasi dibagi dua. Komponen kebijakan berwawasan lingkungan, komponen pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan dilakukan oleh Ibu Surati. Sedangkan komponen kegiatan lingkungan berbasis parsitipasif dan komponen pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan dilakukan oleh Bapak Sapto Purnomo.

Setelah melakukan visitasi administrasi dan lapangan, kedua visitor kembali ke ruangan. Di ruangan ini beliau berdua menyampaikan beberapa masukan. Diantara masukan tersebut adalah prosentase Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) harus memuat lingkungan hidup minimal 70 persen dari jumlah guru yang ada. Selain itu, beliau menyampaikan agar dalam aktivitas harian tidak menggunakan benda-benda dari plastik tetapi beralih ke benda-benda yang ramah lingkungan. Beliau juga menyampaikan agar memaksimalkan lahan yang ada untuk Green House yang memuat tiga dan tanaman yang bisa digunakan untuk memproduksi sebuah karya.

Selesai memberi masukan, acara pun ditutup dengan foto bersama tim komponen adiwiyata beserta visitor. *(Yudi/emyu)

SDIT Nur Hidayah Gelar Seminar Parenting Bersama Salim A Fillah

‍‍

Ada pemandangan yang berbeda di Nalendra Ballroom DWangsa Lorin Hotel Solo. Alunan musik gamelan dari Kelompok Karawitan ‘Waskito Laras’ Guru Karyawan SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta mengalun merdu. Langgam KeboGiro, Solo Berseri, Gugur Gunung, Suwe Ora Jamu, Mari Kangen, Prau Layar, dll. mengalun menyambut kehadiran para tamu orangtua siswa, guru karyawan, maupun undangan. Berderet-deret stand beraneka jualan terlihat tertata rapi, semakin meramaikan suasana.

Ya, pagi ini (28/07) SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, menggelar kegiatan Seminar Parenting Interaktif bertajuk “Membangun Harmoni Keluarga yang Dirindu Surga” dengan pembicara Ust. Salim A Fillah, dari Yogyakarta, penulis buku bestseller Lapis-Lapis Keberkahan, Saksikan Aku Seorang Muslim, dan masih banyak lagi.

Kegiatan diawali dengan pentas seni dari beberapa siswa yang menampilkan nasyid dan tarian. Dalam sambutannya, Waskito, S.Pd. selaku Kepala Sekolah menyampaikan, “Keluarga adalah pondasi utama pendidikan bagi anak-anak. Menciptakan harmoni yang harmonis dalam keluarga, kerjasama antara ayah dan ibu menjadi keniscayaan agar pendidikan anak-anak berjalan dengan baik. Penting untuk menjaga keluarga dari hal-hal yang tidak diridhoi Al Kholiq, agar keluarga kita dirindu oleh surga.”

Mengawali seminarnya, Ustadz Salim A Fillah mengutip surat Ar-Rum ayat 22, yang berartikan, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Beliau menafsirkan setiap kata dari ayat tersebut dengan bahasa yang menarik dan indah untuk didengarkan. Salah satunya adalah dengan menyampaikan bahwa banyak generasi muda saat ini yang kecanduan gadget karena salah satunya adalah orangtua tidak responsif terhadap kebutuhan anak dalam bermain. “Orangtua cenderung mode in silent ketika mereka ingin bermain, sedang handphone dapat merespon kebutuhan tersebut,” terangnya.

“Dan inti dari seluruh kegiatan tersebut adalah bahwa dalam membangun keluarga dibutuhkan harmonisasi antara sakinah, mawaddah, dan rahmah. Serta yang tidak kalah pentingnya adalah adanya kerjasama antara orangtua dalam mendidik putra-putrinya.” *(Fauziyah/emyu)

Waskito Laras Turut Semarakkan Seminar Parenting Ustadz Salim A Fillah

Ada yang istimewa di Seminar Parenting yang digagas Komite Sekolah beserta guru karyawan SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta kali ini. Sebab setiap tamu yang hadir disambut dengan alunan gending jawa. Tidak hanya bagi pembicara dan tamu undangan, tetapi juga kepada seluruh bapak ibu guru dan para orang tua wali murid SDIT Nur Hidayah. Ini bukan kali pertama Kelompok Karawitan Waskito Laras tampil. Pada kesempatan terdahulu tim yang digawangi oleh beberapa guru dan karyawan SDIT Nur Hidayah Surakarta ini pernah menyambut para tamu visitasi akreditasi, lisensi, dan Lomba Budaya Mutu (LBM).

Berbusana khas Jawa yakni beskap dan kebaya, Kelompok Karawitan Waskito Laras mempersembahkan beberapa tembang. Khusus untuk kehadiran, instrumen Kebo Giro dimainkan dengan apik. Sedangkan untuk sesi mengiringi kepulangan para tamu, lagu-lagu rancak seperti Perahu Layar dinyanyikan oleh Ustadzah Reni Agustin Priyatiningrum dan Ustadz Wiyadi diiringi gamelan komplit.

“Selain tembang, Perahu Layar kami juga mempersembahkan lagi Mari Kangen sebagai pertanda bahwa acara seminar parenting merupakan salah satu wadah untuk saling melepas kangen antar wali murid,”_ ungkap Ustadz Wiyadi,S.Ag selaku pito sworo dalam Kelompok Karawitan Waskito Laras ini.

Tampilan Kelompok Karawitan Waskito Laras juga menggandeng Prof. DR Djatmika, MA selaku Ketua Komite SDIT Nur Hidayah Surakarta. Beliau bergabung sebagai pemukul kendang. Keikutsertaan Prof Djatmika ini tentu saja memberikan warna tersendiri bagi karawitan pimpinan Ustadz Waskito, S.Pd sekaligus Kepala Sekolah SDIT Nur Hidayah Surakarta tersebut.

“Kelompok Karawitan Waskito Laras ini sebagai salah satu sarana untuk mengenalkan budaya Jawa, khususnya musik gamelan kepada para siswa. Untuk sementara ini karawitan masih dimainkan oleh guru dan karyawan. Namun kami berharap alat musik gamelan kenang-kenangan dari alumni ini kelak juga bisa dimainkan oleh para siswa,” pungkas Ustadz Waskito, S.Pd. *(Indah/emyu)

SDIT Nur Hidayah Ikuti Rihlah JSIT Korda Surakarta ke Yogyakarta

Sabtu (27/07) perwakilan guru SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta mengikuti kegiatan Rihlah Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Koordinator Daerah/Korda Solo. Titik kumpul berada di SD Islam Terpadu Insan Mulia Jajar, Surakarta.

Tema Rihlah kali ini adalah Sukses Bareng ben Tambah Gayeng. Pantai Drini Yogyakarta adalah tujuan utama dari kegiatan rihlah ini yang diikuti oleh 39 peserta dari beberapa SD Islam Terpadu yang masuk dalam JSIT Korda Solo 2.

Ustadz Zainal Abidin,S.Pd selaku ketua panitia menyatakan “Terimakasih atas kerjasama dan pengorbanannya untuk mensukseskan kegiatan Hari Guru Nasional (HGN) pada tahun kemarin (2018). Alhamdulillah kegiatannya berjalan baik, lancar, sukses. Selamat bersenang senang dan tetap dalam rangka mendekat kepada Allah (taqarrub ilallah).”

Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Korda Solo 2 sebagai Panitia HGN Tahun 2018 Jawa Tengah. Panitia Memperingati Hari Guru Nasional tahun 2018 mengadakan olimpiade mapel untuk siswa dan lomba guru.

Ustadzah Muslikah,S.Pd sebagai salah satu peserta Rihlah dan perwakilan dari SD Islam Terpadu Nur Hidayah menyampaikan, Kebersamaan seperti ini sangat berkesan, juga dapat menghilangkan sekat-sekat perbedaan, mempererat persaudaraan. Selain itu kegiatan ini memupuk semangat untuk sukses bersama. *(Muslikah/emyu)

Pembentukan Pengurus POMG (Paguyuban Orangtua Murid dan Guru) Kelas 2 di Awal Tahun Pelajaran 2019/2020

Sabtu (27/07) Kelas 2 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta mengadakan agenda Silaturahim Orangtua Murid dan Guru (SOMG). SOMG ini menjadi salah satu program kelas paralel di sekolah ini. Acara ini bertempat di aula lantai 1 gedung timur.

Ustadz Waskito,S.Pd selaku kepala sekolah memberikan sambutan serta menyampaikan beberapa sosialisasi program sekolah dan kebijakan sekolah agar didukung oleh orangtua sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan rumah.
Perkenalan ustadz dan ustadzah kelas 2 yang dipandu ustadz Bisri,S.HI selaku pembawa acara pun menjadi acara yang menarik bagi orangtua.

“Kami mengajak komitmen orangtua dalam membangun sinergi pendidikan di rumah dan sekolah. Berperan aktif dalam pendampingan para siswa agar di awal tahun pembelajaran menjadi motivasi dan penyemangat dalam belajar,” tutur Ustadzah Eny Hestuti, S.S, S.Pd saat menyampaikan sosialisasi program kelas 2 semester 1 tahun pembelajaran 2019/2020.

Kegiatan SOMG diakhiri dengan pembentukan pengurus Paguyuban Orangtua Murid dan Guru (POMG) tahun pembelajaran 2019/2020.

Ustadz Rahmat Haryadi, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas menyatakan, “Harapannya POMG menjadi wahana silaturahim, bertholabul Ilmi, dan berbagi informasi, antara orangtua dan guru. Supaya tujuan terwujudnya generasi yang kokoh akidahnya, mulia akhlaknya, cerdas pikirnya, dan sehat badannya tercapai dengan baik.” *(Leli/emyu)

Pendidikan ibadah dalam Lingkup sekolah

‍‍‍Pendidikan Islam merupakan usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan siswa agar mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani ajaran agama Islam.

Sebagai lembaga pendidikan Islam, SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta senantiasa menciptakan atmosfer keislaman dan kependidikan di lingkungan sekolah. Khususnya untuk atmosfer keislaman ini begitu terasa kental di lingkungan sekolah yang bervisi Sekolah Bermutu, Berkarakter, dan Berbudaya Lingkungan.

Hal ini karena kegiatan keislaman tidak hanya diimplementasikan secara teori saja, namun juga secara praktik. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah setiap guru juga turut memberikan teladan yang baik bagi siswa-siswinya dalam pelaksanaan pendidikan. 

Seperti yang dilakukan oleh siswa-siswi kelas 4 SD Islam Terpadu Nur hidayah Surakarta pagi ini, Jum’at (26/07) yang sedang berkumpul di aula. Mereka terlihat khusyu’ dalam mengikuti kegiatan sholat dhuha serta doa serta dzikir bersama. Dan yang berbeda dari kegiatan pagi ini adalah adanya kegiatan membaca Al-ma’surat.

Salah satu siswa kelas 4, Najwa Kamila Ulfa (10) mengatakan, “Aku belum hafal doa al-ma’surat. Aku belum hafal do’a-do’anya. Terus doanya juga panjang-panjang, tapi semoga lama-lama nanti bisa hafal.” Senada dengannya, Alya Naila juga mengatakan bahwa di belum tahu sedang membaca apa. “Aku tidak tahu tadi baca apa, tapi kalau sering dibaca lama-lama bisa hafal juga.”

Menyikapi hal tersebut, Ustadzah Mimin yang mendampingi siswa kelas 4 mengatakan, “Kegiatan membaca Al-Ma’surat ini untuk mengenalkan siswa bahwa badan kita butuh senjata untuk dijauhkan dari keburukan, kejahatan. Jika badan senjata badan adalah makanan, olahraga maka senjata ruh adalah doa dan ibadah. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya menghafal doa Al-Ma’surat saja, tapi juga menjadi bekal dalam keseharian. Siswa kelas 4 masih menjalani masa adapatasi dari kelas sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, anak-anak akan terbiasa dengan kegiatan Al-ma’surat ini dan dapat mengaplikasikannya dalam aktivitas sehari-hari. ” *(Fauziyah/emyu)

Siswa kelas 4 masih menjalani masa adapatasi dari kelas sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, anak-anak akan terbiasa dengan kegiatan Al-ma’surat ini dan dapat mengaplikasikannya dalam aktivitas sehari-hari.