IMG-20190313-WA0012

Khataman Hafalan Juz 30, Kelas 2 SDIT Nur Hidayah Adakan Bancakan

Bancakan sebagai salah satu khazanah budaya jawa menjadi pilihan tim guru kelas 2 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta untuk membalut acara tasyakuran khataman hafalan juz 30 bagi siswa siswinya.

Selasa (12/3) digelar acara yang berjudul Gebyar Tahfidz Kelas 2 SDIT Nur Hidayah ini diikuti oleh seluruh murid kelas 2 yang berjumlah 133. Kegiatan diawali dengan sholat dhuha bersama. Sejenak para siswa bermunajat kepada Allah agar sepanjang hari dilimpahkan rizki kemudahan dan kelapangan dalam menuntut ilmu.

Selesai sholat dhuha, para siswa mengikuti parade tahfidz. Di sini para siswa berbaris rapi dan berjalan mengelilingi lokasi gedung barat SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Kegiatan dilanjutkan dengan menyimak dongeng motivasi: Soleh, Anak Hebat yang Cinta Al Qur’an. Para siswa mengikuti dengan antusias. Raut ceria, suara tawa, keheningan sesaat merupakan tanda betapa para siswa ini terikut alur dongeng yang disampaikan oleh ustadzah Tis’iyatur Ro’ifah, S.Pd.

Acara dilanjutkan dengan uji sambung ayat bagi 61 siswa kelas 2 yang telah menyelesaikan hafalan juz 30. Penguji, memilih secara acak siswa yang akan diberi pertanyaan sambung ayat. Setiap peserta ujian berhasil melanjutkan ayat dengan benar, teman-teman yang menyimak spontan tepuk tangan. Sepertinya ikut merasa lega lulus dari ujian sekaligus kagum dengan temannya yang maju di uji. Siswa yang lulus dan hafal juz 30 ini kemudian diberi penghargaan berupa medali dan hadiah voucher.

Sebagai penutupan gebyar tahfidz diadakan makan siang secara bancakan. Para guru kelas 2 sudah mempersiapkan nasi bancakan yang beralas daun pisang. Para siswa duduk dengan rapi disepanjang teras kelas mengelilingi makanan. Setelah do’a kesyukuran dipanjatkan yang dilanjutkan dengan do’a makan, para siswa mulai menikmati nasi kembulan tersebut. Menu harian seperti nasi gudangan, tahu, tempe, telur, bakmi goreng, semangka dan krupuk disantap dengan semangat dan ceria.

Muhammad Khalid (8th) mengungkapkan kegembiraannya mengikuti acara ini, ” Alhamdulillah, aku sudah hafal juz 30. Kata ustadzah, orang yang hafal Al Qur’an akan bisa mengajak ayah ibu, keluarga dan temannya untuk masuk surga. Seperti si Soleh dalam dongeng tadi. Aku ingin bisa seperti itu. Senang banget ketika tadi dapat medali dan voucher belanja dikantin”.

Sedangkan Rafandika Abrasam Alvaro (8th) salah satu peserta yang juga lulus hafal juz 30 mengungkapkan kesannya tentang acara bancakan, “Baru kali ini makan bancakan pakai daun pisang, dijajar panjang sekali. Menunya lengkap ditata bagus oleh ustadz ustadzah. Makan bareng teman-teman. Pokoknya menyenangkan”.

Adapun ustadzah Tis’iyatur Roifah, S. Pd. salah satu guru kelas 2 sekaligus guru Al-Qur’an menuturkan, “Menanamkan cinta Al Qur’an sekaligus membelajarkan Al Qur’an merupakan satu kesatuan. Setiap moment akan kita manfaatkan untuk menguatkan Al Qur’an pada siswa kami. Seperti kegiatan Gebyar Al Qur’an kali ini. Salah satu program sekolah kami adalah adanya tahfidz pagi. Yakni kegiatan menghafal Al Qur’an per ayat disetiap 30 menit sebelum kegiatan belajar mengajar setiap hari senin, selasa, rabu dan kamis. Alhamdulillah di kelas 2 ini bisa merampungkan menghafalkan perayat rutin sampai selesai juz 30. Ada 61 siswa yang telah selesai hafal minimal juz 30. Ada beberapa sudah masuk juz 29. Penutup gebyar tahfidz ini kami ramu dengan bancakan guna mengenalkan budaya jawa yang mengandung nilai kebersamaan dalam kegembiraan rasa syukur kepada Allah swt”. *(Yan)

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *