IMG-20190322-WA0029

Mendaur Ulang Kemoceng

Apa jadinya jika sampah menumpuk di rumah?

Membuangnya, ke mana lagi akan kita buang sedangkan lahan semakin sempit. Alih-alih pada membuang ke sungai, berharap sampah mengalir sampai jauh. Seperti lagu jaman dahulu. Eh, malah banjir yang datang.

Dibakar saja…duh asapnya ke mana-mana dan mengganggu pernafasan. Kalau begitu ikuti aja aksi siswa-siswi kelas 1 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta.

Hari itu, Senin, (11/03) sejumlah 114 siswa siswi belajar mendaur ulang. Ya, daur ulang adalah mengolah barang bekas menjadi benda baru yang bermanfaat. Kali ini mereka belajar mendaur ulang kemoceng bekas menjadi hiasan pensil.

Menurut Ustadzah Siti Aminuriyah, S.Pd kegiatan ini selain sesuai dengan materi pembelajaran tematik, juga sebagai kegiatan rehat setelah satu minggu penuh telah menjalani penilaian tengah semester (PTS). “Dengan belajar mendaur ulang juga dapat menumbuhkan kepedulian siswa tentang kekestarian lingkungan,” imbuhnya.

Malika Hasna (7) siswa kelas 1D terlihat antusias sekali dengan kegiatan ini, “Seru sekali membuat hiasan pensil dari kemoceng bekas, lihat pensilku bisa menjadi kemoceng mini untuk membersihkan meja, juga jadi bersemangat menulis.”*(Ningrum)

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *