Kelas 1D SDIT Nur Hidayah Adakan Pengajian Keluarga

Sabtu, (23/02), orang tua wali murid dan guru kelas 1D SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta mengadakan Pengajian Keluarga POMG (Paguyuban Orang tua Murid dan Guru). Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kelas 1D. Acara yang berlangsung siang hari, pukul 13.00-15.00 tersebut dihadiri oleh orang tua wali murid kelas dan guru kelas 1D.

Kajian keluarga kali ini mengambil tema “Menjaga Kesehatan Keluarga dari Penyakit Menular Musiman” dengan menghadirkan dr. Ratna Kusumawati sebagai pembicara. Dalam penjelasannya dr Ratna menyampaikan, “Penyakit-penyakit yang mudah menular diantaranya yang paling banyak adalah influensa, kemuadian penyakit lainnya yaitu otitis media (telinga berair), campak, gondongen, difteri, dan demam berdarah. Penularan yang paling mudah adalah lewat udara, yaitu ketika anak batuk atau bersin, kemudian sentuhan tangan. Oleh sebab itu perlu dibiasakan pada anak untuk cuci tangan.”

Beliau juga menekankan, untuk mencegah terjadinya penularan akan lebih bijak jika anak diistirahatkan terlebih dahulu di rumah sampai sembuh. “Peyakit seperti cacar sangat mudah menular, walaupun sepertinya anak sudah sehat, tapi jika belum benar-benar sembuh sebaiknya istirahat di rumah dahulu. Kasihan temannya jika menular, karena prosesnya tidak langsung, ada masa inkubasi sehingga jika ada anak yang daya tahannya lemah, dia akan terkena penyakit juga.”

Ibu Anita Rachmawati, S. Pd selaku ketua POMG jelas 1D menjelaskan, “Tema yang diambil dengan pertimbangan diantaranya sudah ada panduan materi pomg dari sekolah dan kebetulan sesuai kondisi akhir2 ini yang memang sedang musim sakit, biar orangtua lebih paham tentang kesehatan, bisa sharing, dan lebih menjaga kesehatan keluarga.”

Sementara itu, Waka Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi menyampaikan, “Pengajian keluarga menjadi sarana bersilaturrahim dan bertholabul ilmi bagi para orang tua siswa dan guru kelas. Menjadi ikhtiar untuk memaksimalkan sinergi pendidikan di rumah dan di sekolah. Ada beberapa kelas yang menggelar kegiatan Pengajian Keluarga hari ini. Ada yang dilaksanakan di sekolah, ada pula yang dilaksanakan di rumah orang tua siswa. Di antaranya kelas 3C, 2D, 1D, 4B, 3A dan 4C.
*(Ningrum)

Renang, Olahraga Penuh Riang

Seperti pepatah populer Mensana in Corporesano Di Dalam Tubuh yang Sehat Terdapat Jiwa yang Kuat, karena orang yang rutin berolahraga akan memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Mereka dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik, bersemangat, tidak cepat lelah, dan tidak mudah sakit.

Olahraga sangat penting bagi tubuh karena orang yang terbiasa berolahraga akan lebih sehat dibandingkan dengan orang yang jarang berolahraga. Untuk itulah perlu kiranya menfasilitasi siswa untuk berolah raga. Sabtu, (23/02) sebanyak 112 siswa dari SDIT Nur Hidayah berolahraga dengan berenang di Umbul Sewu Pengging, Boyolali.

Koordinator Guru Paralel Kelas 1, Sugeng Sugiharto, S.Ag, menuturkan, “Renang merupakan salah satu program belajar yang dilaksanakan di SDIT Nur Hidayah Surakarta. Dengan harapan siswa memiliki keterampilan dalam berenang sekaligus sebagai refresing setelah kegiatan pembelajaran belangsung selama setengah semester.”

Sementara itu Ustadzah Ami menjelaskan, “Kegiatan renang bersama teman-temannya diharapkan siswa lebih sehat sekaligus sarana refreshing. Renang adalah salah satu sunnah Rasulullah, kegiatan yang harus diajarkan ke anak selain berkuda dan memanah. Walaupun sekali dalam satu semester, diharapkan peran orang tua dalam keluarga untuk meneruskan program ini secara mandiri, sampai anak memiliki keterampilan berenang,” tambahnya.
*(ningrum)

Begini Cara Siswa Kelas VI SDIT Nur Hidayah Rehat

Pagi ini, (23/02) cuaca sangat cerah. Pancaran sinar kehangatan mentari menyapa semesta. Ada yang menyelinap di antara dedaunan. Ada pula yang memancar perkasa di atas atap-atap bangunan. Mengajak penghuninya untuk bertebaran di muka bumi, menunaikan tugas mulia. Bertasbih, bertakbir, bersyukur atas karuni tak terhingga dari Al-Kholiqnya.

Tidak terkecuali siswa-siswi kelas 6 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Berbalut pakaian muslim/muslimah bebas rapi, mereka tampak sumringah melangkahkan kaki memasuki gerbang sekolah. Senyum kesantunan nan ketawadhukan mengembang dari wajah mereka. Saling beruluk salam mendoakan kebaikan tatkala berjabat tangan dengan guru di gerbang sekolah. Tampak mereka membawa perbekalan untuk kegiatan hari ini.

Mereka bergegas menuju ke masjid setelah meletakkan tas dan perbekalan mereka di kelas masing-masing. Mereka telah menjaga wudhu sedari rumah. Berbaris rapi membentuk shof mereka menunaikan sholat dhuha. Dilanjutkan doa bersama dan muroja’ah beberapa surat dalam Alqur’an. Usai majelis pagi ini, mereka bergegas ke halaman sekolah. Senam bersama dan game ceria dipandu oleh salah seorang instruktur. Tawa riang canda bersama, semakin menyegarkan dan menggembirakan hari ini.

Kegembiraan itu berlanjut tatkala mereka bersama kelompoknya menyajikan bistik dan salad buah. Mereka kumpulkan di tengah lingkaran, bahan dan alat yang sudah dibagi pembawaannya. Mereka berbagi tugas untuk menyuci, mengupas, memotong buah untuk membuat salat buah. Ada juga yang mempersiapkan bahan untuk menyajikan salad. Obrolan ringan dan canda riang menyela di antara kerja kelompok mereka. Menyajikan hidangan selezat dan semenarik mungkin.

Salah satu siswa kelas 6, Lutfiannisa Tri Yuniarti (11), mengungkapkan, “Tadi kelompokku menyajikan bistik dan salad buah. Bahan bistik sudah dibawa dari sehingga tinggal menata dan menyajikan. Saat membuat salad buah, buah naga, pisang, semangka yang sudah dikupas, kemudian dipotong-potong, dimasukkan ke dalam satu wadah. Kemudian diberi mayones, yogurt, susu kental manis, lalu diaduk dan siap disajikan.” Sementara Gerrard Hafidz Sheehan (12) siswa kelas 6 lainnya, di sela-sela mengepel lantai membersihkan kotoran, menuturkan, “Baru pertama Aku membuat salad buah. Tampah pengalaman dan keterampilan. Asyik kegiatan hari ini. Bisa untuk rehat dari kegiatan rutin Sabtu, try out atau simulasi. Apalagi tadi menyajikannya secara berkelompok. Sehingga sambil bisa bergurau bergembira bersama teman-teman.”

Koordinator Guru Paralel Kelas 6, Yuyun Yuningsih, S.Pd., menuturkan “Kegiatan hari ini cukup berbeda dengan Sabtu sebelum-sebelumnya. Biasanya mereka berkutat dengan soal try out atau simulasi internal, ikhtiar memaksimalkan persiapan ujian akhir sekolah, hari ini para siswa rehat, rileks sejenak dengan beragam aktivitas menggembirakan hari ini. Selain untuk refressing, juga menguatkan kebersamaan kerja sama tim, dan tentunya semakin mengasah kemandirian, dengan lifeskill ringan hari ini. Harapannya kegiatan hari ini memberi energi kuat positif ke depan bagi para siswa untuk terus mengukir prestasi akhlak dan akademik.” *(Ihsan-Hary)

140 Siswa SDIT Nur Hidayah ikuti Try Out ISDI

Pagi ini, Selasa (19/02/19) cuaca cukup cerah. Mentari pun bersinar menerangi semesta. Seakan menyapa penghuninya untuk bertasbih dan bersyukur dengan bertebaran di muka bumi untuk beraktivitas dan beribadah kepada-Nya. Tidak terkecuali warga SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta.

Secerah cuaca pagi ini, langkah-langkah kecil penuh semangat terlihat dari siswa-siswi kelas 6 memasuki gerbang sekolah. Berseragam khas batik sekolah bercorak hijau kuning, mereka tampak gagah dan anggun. Disambut beberapa guru mereka beruluk salam, bersalaman, dan berbagi senyuman.

Usai meletakkan dan merapikan tasnya di depan ruang ujian masing-masing, mereka bergegas menuju ke masjid sekolah. Sholat dhuha mereka tunaikan. Dzikir ma’tsurat pagi mereka lantunkan. Tak ketinggalan, taushiyah dan motivasi dari salah satu guru kelas 6 menambah spirit mereka untuk mengikuti Try Out ISDI (Ikatan Sekolah Dasar Islam) Kota Surakarta di hari yang kedua ini.

Usai merapikan mukena dan alat sholat lainnya, mereka segera mengambil ala tulis, kartu ujian, dan bersiap masuk ruang ujian masing-masing. Pengawas ruang ujianpun telah siap di ruang masing-masing dengan seperangkat soal, lembar jawab komputer (LJK), dan Alat tulis lainnya yang dibutuhkan. Usai berdoa bersama, pengarahan singkat tata tertib dari pengawas ruang, para peserta mengisi identitas diri di LJK. Bel tanda dimulainya mengerjakan berbunyi, mereka dengan tenang mengerjakan soal demi soal.

Ketua Panitia Try Out ISDI tingkat sekolah, Yuyun Yuningsih, S.Pd., menuturkan, “Hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan Try Out ISDI, dengan jadwal Matematika. Kemarin jadwalnya Bahasa Indonesia, dan besok jadwalnya Ilmu Pengetahuan Alam. Jumlah peserta yang ikut ada 140 siswa. Kita berharap dengan adanya Try Out ISDI ini semakin melatih para siswa mengerjakan soal yang sesuai dengan indikator yang telah disosialisasikan. Tentunya sekaligus sebagai salah satu persiapan menuju USBN SD/MI 22-24 April 2019.”

Salah satu siswa kelas 6 pesera Try Out ISDI, Althafan Masyail Ghifari (11), “Soalnya Matematika agak susah. Tapi alhmdulillah bisa mengerjakan semua. Tadi malam sudah belajar. Aku berharap nilainya bagus.” Sementara siswa lainnya, Zahra Khairunisa Winanti (11) mengatakan, “Kemarin pas mengerjakan soal Bahasa Indonesia, soalnya cukup susah. Beberapa soal jawaban pengecohnya mirip. Tapi alhamdulillah bisa mengerjakan semua. Berharap nilainya baik dan bisa membawa nama baik sekolah.”*(Ihsan)

Kokohkan Pendidikan Karakter dengan Duta Kedisiplinan Siswa

 

Disiplin itu kunci kesuksesan
Disiplin itu kunci keberhasilan
SDIT Nur Hidayah, Yes!
Duta Kedisiplinan, Siap!

Yel-yel penyemangat itu terdengar bergemuruh di aula sekolah. Ya, pagi ini, (18/2) sejumlah 60 siswa-siswi kelas 3, 4 dan 5 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, yang terpilih sebagai Duta Kedisiplinan Siswa mengikuti acara penyerahan seragam duta kedisiplinan. Para siswa duduk bershaf rapi dengan wajah sumringah dan penuh semangat.

Acara dibuka dengan murojaah bersama surat Adh Dhuha. Selanjutnya Ustadzah Yan Syakila, S. Ag selaku Koordinator Tim Kedisiplinan SD IT Nur Hidayah memberikan pesannya, “Pagi ini sekolah akan menyerahkan seragam khusus untuk para duta kedisiplinan. Seragam ini tidak sekadar baju. Namun sebagai pengingat diri pribadi bahwa para siswa sekalian dipercaya dan dipilih sekolah sebagai pribadi disiplin sehingga layak menjadi teladan tentang kedisiplinan dan bisa mengingatkan teman-temannya agar menjadi pribadi yang disiplin juga.”

Pemakaian seragam duta kedisiplinan ini dilakukan secara simbolis. Abyan Faqih Rasendria, (10) salah satu duta kedisiplinan dari kelas 5A mengungkapkan rasa bangga dan tanggung jawabnya. “Satu sisi ada rasa bangga menjadi duta disiplin tapi juga sadar bahwa menjadi duta ini adalah amanah dan harus bertanggungjawab. Bismillah semoga aku bisa. Mengingatkan teman terutama mengingatkan diri sendiri untuk disiplin,” tuturnya.

Sebelum penutupan, Ustadz Waskito S. Pd selaku kepala sekolah menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan pagi ini. “Permendikbud No 20 tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)  pasal 2 menyatakan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dilaksanakan dengan penerapan nilai-nilai pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, rasa cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan bertanggungjawab. SDIT Nur Hidayah Surakarta menindaklanjuti Permendikbud tersebut, salah satunya dengan membentuk Duta Kedisiplinan Sekolah. Ada 5 point utama yang digarap, yakni kedisiplinan wudhu, sholat, budi pekerti/akhlak, seragam dan kedatangan pagi serta adab makan. Sesuai visi sekolah yaitu menjadi sekolah yang bermutu, berkarakter, dan berbudaya lingkungan, semoga adanya duta ini akan menguatkan karakter unggulan bagi para duta khususnya dan seluruh siswa pada umumnya”, pungkasnya. *(Yan & Indah)

Membuat Prakarya 3 Dimensi dengan Teknik Pilin

Rabu (06/02) siswa-siswi kelas 2B SDIT Nur Hidayah Surakarta mengikuti pelajaran tematik dengan muatan pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di kelas. Pelajaran hari itu diisi dengan membuat prakarya 3 dimensi dari bahan buatan dengan teknik pilin. Sedangkan kelas 2 lainnya pelaksanaannya sesuai jadwal tematik dengan muatan pelajaran SBdP dikelas masing-masing.

Para siswa menyiapkan plastisin aneka warna. Plastisin inilah yang dikenalkan kepada siswa sebagai bahan buatan yang akan dikreasi menjadi vas bunga atau wadah lainnya. Diawal pelajaran guru menerangkan urutan kerja. Para siswa memperhatikan dengan penuh antusias.

Pertama plastisin dibentuk menjadi pilinan diatas meja. Selanjutnya membuat lempengan lingkaran sebagai alas. Pilinan yang telah jadi ditata dan dililitkan diatas lempengan alas sampai membentuk pot bunga atau wadah yang diinginkan. Sentuhan akhirnya adalah memberi aneka asesoris dan merapikannya.

Para siswa menyelesaikan prakarya dengan penuh suka cita. Kebebasan berinovasi yang diberikan oleh guru disambut dengan gembira. Aneka prakarya cantik dari bahan buatan berhasil dibuat oleh para siswa. Fathiyya Husna Karima ( 8 tahun) salah satu siswa 2C mengungkapkan kegembiraannya, “Pelajarannya asyik sekali…aku membuat tempat pensil. Aku beri hiasan bunga-bunga kecil. Kata ustadzah salah satu contoh bahan buatan adalah plastisin. Dan ternyata plastisin yang dipilin bisa dikreasi aneka bentuk. Hasil karya teman-teman juga bagus-bagus”.

Adapun Ustadzah Muslihah, S. Pd selaku salah satu guru tematik kelas 2 menjelaskan, “Para siswa pernah dikenalkan dan berkreasi dengan bahan alami sewaktu kelas 1. Untuk kelas 2 ini para siswa dikenalkan bahan buatan sekaligus berkreasi membuat karya 3 dimensi seperti vas atau wadah lainnya dari bahan buatan tersebut. Pada kali ini bahan buatan yang dikenalkan dan digunakan untuk membuat prakarya 3 dimensinya adalah plastisin dengan teknik pilin. Sewaktu kelas satu bahan alam yang digunakan adalah tanah liat. Meskipun kedua bahan sama-sama mempunyai tekstur lembut dan bersifat liat namun mempunyai perbedaan juga dimana perbedaan tersebut ada nilai kurang dan lebihnya. Muatan pelajarannya memang SBdP yakni prakarya 3 dimensi dengan teknik pilin namun kita tetap harus bisa menemukan nilai-nilai karekter yang ditujukan untuk menguatkan karakter unggul para siswa”.(Yan)