c70c471f-8a93-4ca6-a810-825f1f956149

Shalat Gaib dan Doa Bersama untuk Korban Gempa di Palu

Hari ini, Selasa (9/10) cuaca cerah. Sang surya memancarkan sinarnya yang hangat nan indah. Setiap insan mulai melakukan aktivitas pagi dengan semangat. Tak terkecuali para guru dan siswa SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Mereka bersiap dan bergegas ke sekolah dengan semangat dan ceria. Dengan memakai batik hijau, semua guru dan siswa berkumpul di halaman sekolah.

Ya, pagi ini mereka akan melaksanakan “Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala Sulawesi Tengah”. Aksi solidaritas ini diawali dengan murojaah bersama-sama dari Surat Al Fatihah – An-Nashr. Murojaah ini dipimpin oleh Ustadz Bisri, S.HI.

Usai murojaah bersama, dilanjutkan dengan sholat ghaib untuk seluruh korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala. Sebelum memulai sholat ghaib, Ustadz Mulyadi selaku imam sholat meminta semua peserta aksi solidaritas untuk berdiri, merapatkan, dan meluruskan shaff.

Setelah jamaah siap dan shaff rapi, Ustadz Mulyadi memaparkan, “Sholat ghaib adalah sholat jenazah yang tidak berada di dekat kita tapi berada di tempat yang jauh yaitu Palu dan Donggala. Tata caranya sholat ghaib yaitu posisi berdiri dengan 4 kali tarbir. Takbir pertama membaca Al Fatihah, kedua Sholawat, ketiga dan keempat doa untuk jenazah lalu salam.” Usai menyampaikan tata urutan, sholat ghaib pun dimulai. Tampak semua siswa dan guru khusyuk melaksanakan sholat ghoib. Usai sholat ghaib, Ustadz Mulyadi memimpin doa untuk para korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Acara aksi berikutnya adalah sambutan dari Ustadz Waskito, S.Pd. selaku Kepala SDIT Nur Hidayah. Dalam sambutannya beliau menuturkan, “Kita sebagai umat muslim harus memiliki punya rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Sikap kepedulian dan tolong-menolong ini diberikan untuk siapa pun tidak mengenal suku, agama, ras, maupun budaya. Hal ini dikarenakan karena kita adalah satu bangsa dan satu cinta tanah air yaitu Indonesia. Sikap empati dan peduli ini juga sudah terumuskan dalam sila ke -2 Pancasila yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Untuk itu, saya menghimbau kepada seluruh siswa dan guru untuk menyiapkan infak terbaik untuk Palu dan Donggala. Infak yang terkumpul ini akan disalurkan melalui JSIT Indonesis yang insyaallah akan digunakan untuk relokasi pendidikan.”

Usai sambutan kepala sekolah dilanjutkan dengan sambutan BPH yang diwakili oleh Ustadz Sarjan, S.Pd. Setelah itu dilanjutkan dengan penjualan hasta karya kepada guru, wali murid, dan siswa. Ustadzah Muslikah dan Ustad Rahmad mewakili guru membeli hasta karya yang berupa rumah dari bahan kardus bekas dan stik. Para siswa pun antusias melihat dan membeli hasta karya itu dengan harga yang variatif. Hasil penjualan hasta karya ini akan digabung dengan infak munasharah untuk korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala.

Aksi solidaritas berikutnya adalah setiap pararel yang dipandu oleh Ustadz Yoko, Ustadz Bisri, beserta guru kelas mengarahkan siswa untuk memasukkan infak munasharah ke kotak infaq yang sudah disediakan. Setelah memasukkan kotak infak, para guru kelas mengarahkan para siswa kembali ke kelas masing-masing.

Salah satu siswa kelas 5 Wafa Amalia Firdausi menyampaikan, “Senang mengikuti kegiatan aksi ini karena bisa mendoakan dan membantu korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.” Kegiatan ini pun menghadirkan beberapa wartawan dari media cetak maupun elektronik untuk meliput kegiatan kemanusiaan ini. *(nunuk/emyu)

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *