WhatsApp Image 2018-10-06 at 07.47.49

Kelas 1B Adakan POMG Putaran 1

Pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama. Suatu proses pendidikan anak bisa berjalan dengan maksimal manakala ada sistem hubungan komunikasi yang baik antara pihak orang tua/wali siswa dan pihak sekolah. POMG adalah salah satu media silaturrahim dan komunikasi antara pihak sekolah dan orangtua/wali siswa. Di dalamnya, banyak informasi yang disampaikan sekolah sehingga ke depannya bisa bersinergi dengan orangtua/wali siswa.

Sabtu (29/9) pukul 13.00 para peserta POMG kelas 1B sudah mulai ramai berdatangan. Anak-anak yang paginya libur pun beberapa turut mengikuti orangtuanya menghadiri acara POMG putaran 1 kelas 1B ini. Para peserta memasuki aula lantai 3 gedung barat dan menempati posisi yang telah disediakan. Tampak beberapa dari mereka yang berbincang dengan sesama wali siswa perihal kegiatan dan perkembangan anak mereka.

Acara pun dimulai, para peserta mulai mengikuti dengan saksama. Setelah dibuka oleh MC, acara dilanjutkan dengan tilawah para siswa. Pada kesempatan kali ini, siswa kelas 1B yang hadir maju di hadapan hadirin dan membacakan QS Al Bayyinah yang belum lama mereka selesaikan waktu tahfidz pagi di kelas.

Berbagai permasalahan teknis maupun non teknis bisa disampaikan dalam acara POMG ini. Selain itu, POMG kali ini juga menghadirkan pembicara seorang Psikolog, Ibu Dewi Hidayati, M.Psi. Dalam kesempatan kali ini, beliau memaparkan tentang Mengenali Minat dan Bakan Anak Sejak Dini.

“Minat anak dapat kita kenali mulai dari apa yang anak-anak suka melakukannya. Sementara bakat, bisa diketahui ketika siswa mulai terbiasa dan menikmati apa yang dilakukan mereka,” terang Ibu Dewi Hidayati, M.Psi di tengah penjelasannya.

Sementara para orangtua/ wali siswa fokus mengikuti materi dan acara di aula, anak-anak diajak untuk menuju kelas 1B demi maksimalnya acara. Di kelas, anak-anak rapi menuju kursinya masing-masing. Ustadzah pun mulai memimpin anak-anak berdoa dan memberikan beberapa informasi terkait kegiatan hari ini.

Kegiatan siswa pertama adalah berkreasi dengan kertas lipat. Mereka memilih sendiri warna yang diinginkan dan diberikan selama persediaan masih ada.
“Nah, sekarang kalian boleh membuat kreasi apapun dari kertas lipat. Usahakan berbeda dengan teman sebangku kalian ya. Tapi, sebelum kalian memutuskan untuk membuat apa, pikirkan juga cerita apa yang bisa kalian sampaikan dengan bentuk kreasi yang kalian buat. Paham maksud ustadzah?” terang Ustadzah Lasti memastikan anak-anak paham tentang apa yang harus mereka lakukan.

“Ustadzah, aku buat ini,” seru Hasya (7) usai membuat bentuk kepala kucing dari kertas kuningnya. Hasya juga siap bercerita dengan kreasi yang baru saja ia buat.

“Assalamu’alaikum, teman-teman. Aku mau bercerita. Di rumah, aku punya kucing. Aku suka kucing. Kucingku ada 3. Aku memberinya makan nasi dan ikan asin. Aku senang bermain dengan mereka,” cerita Hasya dengan gayanya yang unik. Hasya memang anak yang suka bercerita. Dalam kesehariannya, sembari menunggu jemputan, ia suka menggunakan barang-barang sederhana di sekitarnya untuk mendukung ide ceritanya. Sepertinya ia memiliki bakat mendongeng.

Setelah berkreasi dengan kertas lipat, anak-anak mendengarkan sedikit cerita tentang bunga mawar dan bunga plastik. “Bunga plastik itu ingin sekali menjadi bunga mawar di taman. Ia ingin diperhatikan dan mendapatkan pujian dari anak-anak yang bermain di taman depan rumah. Bunga plastik itu ingin dirawat seperti bunga mawar di taman. Dibersihkan, disirami, dan diperlakukan dengan sangat menyenangkan. Namun, saat ia berada di taman menjadi bunga mawar, ia mengeluh karena kepanasan dan sering terkena debu kotoran di luar. Tak jarang ia juga dipetik sembarangan oleh tangan-tangan nakal. Akhirnya, bunga plastik itu menyadari bahwa apapun kondisinya, bersyukur dan menerima adalah kunci kebahagiaan.” singkat cerita dari Ustadzah Lasti. Anak-anak tampak mengerti. Semoga bisa dipahami.Tak terasa, jam menunjukkan pukul 15.00. Acara di kelas pun diselesaikan dan anak-anak kembali bergabung dengan orangtuanya dan bersiap untuk pulang. *(lasti/emyu)

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *