0fb6ff8e-ae71-4c67-9d51-33f840bad729

Mengerti Kesetaraan Nilai Uang Sambil Bermain

Waktu menunjukan pukul 10.30 Rabu, 17/10/2018, bel masuk pembelajaran ke-3 berbunyi. Siswa-siswi kelas 2D SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta masuk kelas untuk mengikuti pembalajaran tematik.

Kali ini Ustadzah Reni Agustin Priyatiningrum, S.Pd mengajak siswa-siswi kelas 2D bermain Kesetaraan Nilai Uang. Diawali dengan pengenalan nilai keislaman: Allah, tidak ada yang setara dengan Dia(QS. Al-Ikhlas).

Dengan alat peraga kartu uang, ustadzah menjelaskan terlebih dahulu kesetaraan nilai uang. Untuk memastikan pemahaman, Ustadzah Reni meminta beberapa siswa untuk mengambil beberapa peraga sesuai dengan nilai yang diminta. Misalkan untuk nilai uang Rp1.000,00 para siswa bisa membentuknya dengan beberapa versi gabungan pecahan (2 keping 500an, 10 keping 100an dst).

Setelah penjelasan di rasa cukup, Ustadzah memulai permainan. Masing-masing siswa diberikan satu keping/lembar uang dengan nilai yang berbeda. Ustadzah meminta siswa berkumpul dengan siswa sesuai nilai uang yang ditentukan.

Muh. Faridh Azzam (7th), Luthfan Qowwaminna Hamizan (7 th), dan Agha Al Falah Azza( 7th) senang sekali bisa membentuk nilai uang Rp15.000,00 dari 3 lembar lima ribuan yang mereka bawa.

“Jadi lebih mudah belajar nilai uang dengan bermain bersama Ustadzah,” kata Elyana Maulida Notaria ( 7th).

_”SDIT Nur Hidayah Surakarta senantiasa memberikan motivasi kepada para guru untuk menyampaikan pembelajaran kreatif, efektif, dan menyenangkan. Termasuk keterpaduannya dengan nilai-nilai keislaman,” demikian penjelasan Ustadzah Muslikah, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. *(reni/emyu)

c70c471f-8a93-4ca6-a810-825f1f956149

Shalat Gaib dan Doa Bersama untuk Korban Gempa di Palu

Hari ini, Selasa (9/10) cuaca cerah. Sang surya memancarkan sinarnya yang hangat nan indah. Setiap insan mulai melakukan aktivitas pagi dengan semangat. Tak terkecuali para guru dan siswa SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Mereka bersiap dan bergegas ke sekolah dengan semangat dan ceria. Dengan memakai batik hijau, semua guru dan siswa berkumpul di halaman sekolah.

Ya, pagi ini mereka akan melaksanakan “Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala Sulawesi Tengah”. Aksi solidaritas ini diawali dengan murojaah bersama-sama dari Surat Al Fatihah – An-Nashr. Murojaah ini dipimpin oleh Ustadz Bisri, S.HI.

Usai murojaah bersama, dilanjutkan dengan sholat ghaib untuk seluruh korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala. Sebelum memulai sholat ghaib, Ustadz Mulyadi selaku imam sholat meminta semua peserta aksi solidaritas untuk berdiri, merapatkan, dan meluruskan shaff.

Setelah jamaah siap dan shaff rapi, Ustadz Mulyadi memaparkan, “Sholat ghaib adalah sholat jenazah yang tidak berada di dekat kita tapi berada di tempat yang jauh yaitu Palu dan Donggala. Tata caranya sholat ghaib yaitu posisi berdiri dengan 4 kali tarbir. Takbir pertama membaca Al Fatihah, kedua Sholawat, ketiga dan keempat doa untuk jenazah lalu salam.” Usai menyampaikan tata urutan, sholat ghaib pun dimulai. Tampak semua siswa dan guru khusyuk melaksanakan sholat ghoib. Usai sholat ghaib, Ustadz Mulyadi memimpin doa untuk para korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Acara aksi berikutnya adalah sambutan dari Ustadz Waskito, S.Pd. selaku Kepala SDIT Nur Hidayah. Dalam sambutannya beliau menuturkan, “Kita sebagai umat muslim harus memiliki punya rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Sikap kepedulian dan tolong-menolong ini diberikan untuk siapa pun tidak mengenal suku, agama, ras, maupun budaya. Hal ini dikarenakan karena kita adalah satu bangsa dan satu cinta tanah air yaitu Indonesia. Sikap empati dan peduli ini juga sudah terumuskan dalam sila ke -2 Pancasila yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Untuk itu, saya menghimbau kepada seluruh siswa dan guru untuk menyiapkan infak terbaik untuk Palu dan Donggala. Infak yang terkumpul ini akan disalurkan melalui JSIT Indonesis yang insyaallah akan digunakan untuk relokasi pendidikan.”

Usai sambutan kepala sekolah dilanjutkan dengan sambutan BPH yang diwakili oleh Ustadz Sarjan, S.Pd. Setelah itu dilanjutkan dengan penjualan hasta karya kepada guru, wali murid, dan siswa. Ustadzah Muslikah dan Ustad Rahmad mewakili guru membeli hasta karya yang berupa rumah dari bahan kardus bekas dan stik. Para siswa pun antusias melihat dan membeli hasta karya itu dengan harga yang variatif. Hasil penjualan hasta karya ini akan digabung dengan infak munasharah untuk korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala.

Aksi solidaritas berikutnya adalah setiap pararel yang dipandu oleh Ustadz Yoko, Ustadz Bisri, beserta guru kelas mengarahkan siswa untuk memasukkan infak munasharah ke kotak infaq yang sudah disediakan. Setelah memasukkan kotak infak, para guru kelas mengarahkan para siswa kembali ke kelas masing-masing.

Salah satu siswa kelas 5 Wafa Amalia Firdausi menyampaikan, “Senang mengikuti kegiatan aksi ini karena bisa mendoakan dan membantu korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.” Kegiatan ini pun menghadirkan beberapa wartawan dari media cetak maupun elektronik untuk meliput kegiatan kemanusiaan ini. *(nunuk/emyu)

WhatsApp Image 2018-10-09 at 08.56.47

Aksi Solidaritas Kemanusiaan untuk Palu dan Donggala

Hari ini, Selasa (9/10) cuaca cerah. Sang surya memancarkan sinarnya yang hangat nan indah. Setiap insan mulai melakukan aktivitas pagi dengan semangat. Tak terkecuali para guru dan siswa SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Mereka bersiap dan bergegas ke sekolah dengan semangat dan ceria. Dengan memakai batik hijau, semua guru dan siswa berkumpul di halaman sekolah.
Ya, pagi ini mereka akan melaksanakan “Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala Sulawesi Tengah”. Aksi solidaritas ini diawali dengan murojaah bersama-sama dari Surat Al Fatihah – An-Nashr. Murojaah ini dipimpin oleh Ustadz Bisri, S.HI.
Usai murojaah bersama, dilanjutkan dengan sholat ghaib untuk seluruh korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala. Sebelum memulai sholat ghaib, Ustadz Mulyadi selaku imam sholat meminta semua peserta aksi solidaritas untuk berdiri, merapatkan, dan meluruskan shaff.
Setelah jamaah siap dan shaff rapi, Ustadz Mulyadi memaparkan, “Sholat ghaib adalah sholat jenazah yang tidak berada di dekat kita tapi berada di tempat yang jauh yaitu Palu dan Donggala. Tata caranya sholat ghaib yaitu posisi berdiri dengan 4 kali tarbir. Takbir pertama membaca Al Fatihah, kedua Sholawat, ketiga dan keempat doa untuk jenazah lalu salam.” Usai menyampaikan tata urutan, sholat ghaib pun dimulai. Tampak semua siswa dan guru khusyuk melaksanakan sholat ghoib. Usai sholat ghaib, Ustadz Mulyadi memimpin doa untuk para korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.
Acara aksi berikutnya adalah sambutan dari Ustadz Waskito, S.Pd. selaku Kepala SDIT Nur Hidayah. Dalam sambutannya beliau menuturkan, “Kita sebagai umat muslim harus memiliki punya rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Sikap kepedulian dan tolong-menolong ini diberikan untuk siapa pun tidak mengenal suku, agama, ras, maupun budaya. Hal ini dikarenakan karena kita adalah satu bangsa dan satu cinta tanah air yaitu Indonesia. Sikap empati dan peduli ini juga sudah terumuskan dalam sila ke -2 Pancasila yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Untuk itu, saya menghimbau kepada seluruh siswa dan guru untuk menyiapkan infak terbaik untuk Palu dan Donggala. Infak yang terkumpul ini akan disalurkan melalui JSIT Indonesis yang insyaallah akan digunakan untuk relokasi pendidikan.”
Usai sambutan kepala sekolah dilanjutkan dengan sambutan BPH yang diwakili oleh Ustadz Sarjan, S.Pd. Setelah itu dilanjutkan dengan penjualan hasta karya kepada guru, wali murid, dan siswa. Ustadzah Muslikah dan Ustad Rahmad mewakili guru membeli hasta karya yang berupa rumah dari bahan kardus bekas dan stik. Para siswa pun antusias melihat dan membeli hasta karya itu dengan harga yang variatif. Hasil penjualan hasta karya ini akan digabung dengan infak munasharah untuk korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala.
Aksi solidaritas berikutnya adalah setiap pararel yang dipandu oleh Ustadz Yoko, Ustadz  Bisri, beserta guru kelas mengarahkan siswa untuk memasukkan infak munasharah ke kotak infaq yang sudah disediakan. Setelah memasukkan kotak infak, para guru kelas mengarahkan para siswa kembali ke kelas masing-masing.
Salah satu siswa kelas 5 Wafa Amalia Firdausi menyampaikan, “Senang mengikuti kegiatan aksi ini karena bisa mendoakan dan membantu korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.” Kegiatan ini pun menghadirkan beberapa wartawan dari media cetak maupun elektronik untuk meliput kegiatan kemanusiaan ini. *(nunuk/emyu)
WhatsApp Image 2018-10-06 at 07.42.49

Kelas 2 Gelar Aksi Peduli Palu dan Terkumpul Dana 5,7 Juta

“Alam dan peristiwa-peristiwa yang disajikan Allah sejatinya adalah guru, manusia diharapkan menjadi murid agar diri tak sekedar jadi debu.”

Hari masih pagi ketika sejumlah 132 siswa kelas 2 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, duduk rapi bershaff di teras kelasnya. Jumat (5/10) mereka bersiap melaksanakan kegiatan pagi. Ustadzah Eni Hestuti, S.S, S. Pd selaku koordinator kelas 2, memandu para siswa untuk doa pagi bersama.

Selesai doa pagi mereka melanjutkan dengan sholat dhuha bersama. Suasana menjadi syahdu ketika para siswa dengan rata-rata usia 7-8 tahun itu terlihat khusyuk sujud menundukkan diri kepada sang pencipta, Allah SWT. Kesyahduan itu berlanjut saat semua siswa dengan kejujuran jiwa menengadahkan tangan memanjatkan doa.

Selesai kegiatan sholat dhuha, para siswa tetap di tempat. Mereka tampak bersungguh mendengarkan paparan singkat dari Ustadzah Yan Syakila, S.Ag tentang musibah Donggala dan Palu, “Jika pagi ini anak-anak berangkat dengan dihantar oleh doa orangtua kalian, dibekali voucher, membawa seperangkat alat belajar, maka selayaknyalah anak-anak bersyukur. Jika pagi ini anak-anak bias duduk disini,dipandu para guru berlatih sholat dhuha, kemudian belajar didalam kelas yang nyaman, maka harusnyalah anak-anak bersyukur. Sangat bersyukur. Karena di daerah yang terkena musibah sana, ada yang sudah tak lagi bisa bertemu keluarganya, kehilangan sekolah. Oleh karenanya pagi ini kita akan berbagi sebagian harta yang dititipkan Allah kepada , untuk mereka. Sebagai bentuk syukur kita kepada Allah.”

Selanjutnya para siswa dengan berbaris rapi memasukkan infaq terbaik mereka ke dalam kotak munashoroh. Ustadz Sunarto, S.Pd sembari memegang kotak infaq terus menyemangati para siswa tentang pentingnya membantu mereka yang terkena musibah.

Riffat Al Farizy (8th), salah satu siswa kelas 2C mengungkapkan, “Aku menyaksikan berita musibah yang menimpa Palu lewat TV dan juga obrolan dengan teman-teman. Kasihan. Maka pagi ini uang infaqku diserahkan membantu Palu.”

Infaq untuk musibah Donggala dan Palu yang terkumpul dari kegiatan pagi ini sebesar Rp. 5. 730.000,00 (lima juta tujuh ratus tiga puluh ribu). *(narto/emyu)

WhatsApp Image 2018-10-08 at 07.00.39

Visitasi Lomba Budaya Mutu Sekolah Kemendikbud

Sebuah pagi yang berbeda, alunan gendhing jawa kebo giro terdengar di aula SD Islam Terpadu (IT) Nur Hidayah Surakarta. Kerawitan ini disajikan oleh perwakilan guru dan karyawan SDIT Nur Hidayah Surakarta. Kamis (4/10) SDIT Nur Hidayah Surakarta Surakarta menerima kedatangan 2 juri dari 2 macam lomba yakni tim visitasi Lomba Mutu dan Budaya Sekolah (LBMS) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jakarta dan juri Lomba Toilet Bersih dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta.

Selain tim visitor dan juri, kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Dra. Rita Nirbaya, M. Pd selaku KASI Kurikulum SD Dinas Pendidikan Surakarta, Bpk. Budi Paryono, S.H, MH selaku Ketua Korwil 1 Laweyan-Serengan, Dinas Pendidikan Surakarta, Pengurus Yayasan Nur Hidayah Surakarta, Pengurus Komite Sekolah, dan guru karyawan SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Selesai kerawitan, dilanjutkan dengan penampilan tari kupu-kupu oleh  perwakilan siswa. Berikutnya berturut-turut unjuk kebolehan dari ekstra kurikuler yang ada di SDIT Nur Hidayah; nasyid, tapak suci, taekwondo,robotik, kewirausahaa, melukis, dokter kecil, bahasa inggris, mendongeng, dan pramuka.

Para tamu tampak sangat menikmati dan antusias menyaksikan setiap penampilan. Hal ini terlihat dari gemuruh tepuk tangan para tamu setiap penampilan selesai disajikan. Ustadz Waskito, S. Pd selaku kepala sekolah SDIT Nur Hidayah Surakarta memaparkan tentang profil sekolah, “Sekolah kami senantiasa melakukan inovasi dan pengembangan diberbagai lini. SDIT Nur Hidayah mempunyai 17 ragam ekstra kurikuler yang ditujukan untuk mewadahi berbagai bakat dan minat para siswa. Selain itu keterlibatan komite sekolah dan paguyuban orangtua murid sejumlah 24 kelompok yang sangat kooperatif dengan kegiatan sekolah. Dari segi kurikulum, SDIT mensinergikan antara kurikulum dinas dan kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Berbagai faktor inilah yang menjadi kekuatan tersendiri untuk mewujudkan misi sekolah yakni sebagai sekolah yang ramah anak, berkarakter, berprestasi gemilang serta menuju berwawasan lingkungan.”

Kegiatan berlanjut dengan visitasi juri ke lingkungan sekolah. Untuk juri LBM melakukan kunjung ke setiap kelas, perpustakaan, dan berbagai sarana prasarana pendukung sekolah. Sedang juri Lomba Toilet Bersih melakukan observasi kesetiap bagian yang terkait dengan kebersihan lingkungan sekolah.

Serangkaian acara ditutup dengan sarasehan bersama sembari menikmati  laras gendhing jawa, salah satu budaya lokal yang mulai diajarkan di SDIT Nur Hidayah Surakarta.

Dwi Suryani, M. Pd, salah satu juri LBMS menyampaikan, “Kami senang adanya sekolah-sekolah yang senantiasa berinovasi dan mengembangkan diri dalam mendidik generasi bangsa. Dan SDIT Nur Hidayah dengan budaya literasinya yang terlihat berkembang, kerjasama yang bagus dengan komite sekolah, beragamnya ekstrakurikuler dengan berbagai prestasinya semoga menjadi salah satu motor penggerak kebaikan bangsa ini di bidang pendidikan.” *(yan/emyu)

WhatsApp Image 2018-10-02 at 10.40.39

Kelas 6 Gelar Simulasi Ujian Sekolah Berstandar Nasional

Menggendong tas sekolahnya, siswa-siswi kelas VI tampak gagah dan anggun memasuki gerbang sekolah. Senyum mengembang penuh semangat melekat kuat pada wajahnya. Mereka melepas alas kaki dan merapikannya di loker sepatu yang telah tersedia. Sambil berbincang ringan bersama temannya menuju ke kelas masing-masing untuk meletakkan tasnya.

Hari ini (2/10) tepat pukul 07.00 bel tanda masuk berbunyi. Mereka bergegas menuju masjid lantai 2 untuk mengikuti shalat dhuha, doa, dan taushiyah pagi. Mereka telah menjaga wudhu dari rumah, jadi tak perlu ambil air wudhu lagi.

Usai kegiatan majelis pagi di masjid, mereka bergegas ke ruang kelas masing-masing. Merapikan tas di teras kelas, memastikan alat tulis siap, dan duduk rapi di kursi masing-masing. Ya, hari ini mereka akan melanjutkan Simulasi USBN untuk hari yang kedua. Salah satu siswi kelas VI, Rameyza Kirana Dewi (11) menuturkan, “Hari ini jadwalnya Matematika. Alhamdulillah, aku bisa mengerjakan semua. Tadi malam belajar, sehingga memudahkan mengerjakan soal. Aku berharap dapat nilai 100.”

Sementara siswi lainnya, Nisrina Dian Fadhilah (11), menurutkan, “Soalnya sedang, tidak terlalu sulit tidak terlalu mudah. Aku belajarnya pagi tadi. Karena kemarin sore sudah bimbel pengayaan sampai menjelang maghrib. Jadi setelah sholat Isya langsung tidur. Tapi alhamdulillah bisa ngerjakan. Semoga hasilnya baik.”

Koordinator Guru Para lel Kelas VI, Yuyun Yuningsih, S.Pd menurutkan, “Kegiatan simulasi ini berlangsung selama tiga hari. Senin-Rabu, 1-3 Oktober 2018. Menggunakan jam pelajaran pertama dan kedua. Setelah itu para siswa ikut KMB seperti jadwal reguler. Harapan nya kegiatan ini semakin mengokohkan kesiapan para siswa dalam mempersiapkan diri lebih awal dalam menghadapi ujian akhir sekolah.” *(ihsan/emyu)

WhatsApp Image 2018-10-06 at 07.47.49

Kelas 1B Adakan POMG Putaran 1

Pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama. Suatu proses pendidikan anak bisa berjalan dengan maksimal manakala ada sistem hubungan komunikasi yang baik antara pihak orang tua/wali siswa dan pihak sekolah. POMG adalah salah satu media silaturrahim dan komunikasi antara pihak sekolah dan orangtua/wali siswa. Di dalamnya, banyak informasi yang disampaikan sekolah sehingga ke depannya bisa bersinergi dengan orangtua/wali siswa.

Sabtu (29/9) pukul 13.00 para peserta POMG kelas 1B sudah mulai ramai berdatangan. Anak-anak yang paginya libur pun beberapa turut mengikuti orangtuanya menghadiri acara POMG putaran 1 kelas 1B ini. Para peserta memasuki aula lantai 3 gedung barat dan menempati posisi yang telah disediakan. Tampak beberapa dari mereka yang berbincang dengan sesama wali siswa perihal kegiatan dan perkembangan anak mereka.

Acara pun dimulai, para peserta mulai mengikuti dengan saksama. Setelah dibuka oleh MC, acara dilanjutkan dengan tilawah para siswa. Pada kesempatan kali ini, siswa kelas 1B yang hadir maju di hadapan hadirin dan membacakan QS Al Bayyinah yang belum lama mereka selesaikan waktu tahfidz pagi di kelas.

Berbagai permasalahan teknis maupun non teknis bisa disampaikan dalam acara POMG ini. Selain itu, POMG kali ini juga menghadirkan pembicara seorang Psikolog, Ibu Dewi Hidayati, M.Psi. Dalam kesempatan kali ini, beliau memaparkan tentang Mengenali Minat dan Bakan Anak Sejak Dini.

“Minat anak dapat kita kenali mulai dari apa yang anak-anak suka melakukannya. Sementara bakat, bisa diketahui ketika siswa mulai terbiasa dan menikmati apa yang dilakukan mereka,” terang Ibu Dewi Hidayati, M.Psi di tengah penjelasannya.

Sementara para orangtua/ wali siswa fokus mengikuti materi dan acara di aula, anak-anak diajak untuk menuju kelas 1B demi maksimalnya acara. Di kelas, anak-anak rapi menuju kursinya masing-masing. Ustadzah pun mulai memimpin anak-anak berdoa dan memberikan beberapa informasi terkait kegiatan hari ini.

Kegiatan siswa pertama adalah berkreasi dengan kertas lipat. Mereka memilih sendiri warna yang diinginkan dan diberikan selama persediaan masih ada.
“Nah, sekarang kalian boleh membuat kreasi apapun dari kertas lipat. Usahakan berbeda dengan teman sebangku kalian ya. Tapi, sebelum kalian memutuskan untuk membuat apa, pikirkan juga cerita apa yang bisa kalian sampaikan dengan bentuk kreasi yang kalian buat. Paham maksud ustadzah?” terang Ustadzah Lasti memastikan anak-anak paham tentang apa yang harus mereka lakukan.

“Ustadzah, aku buat ini,” seru Hasya (7) usai membuat bentuk kepala kucing dari kertas kuningnya. Hasya juga siap bercerita dengan kreasi yang baru saja ia buat.

“Assalamu’alaikum, teman-teman. Aku mau bercerita. Di rumah, aku punya kucing. Aku suka kucing. Kucingku ada 3. Aku memberinya makan nasi dan ikan asin. Aku senang bermain dengan mereka,” cerita Hasya dengan gayanya yang unik. Hasya memang anak yang suka bercerita. Dalam kesehariannya, sembari menunggu jemputan, ia suka menggunakan barang-barang sederhana di sekitarnya untuk mendukung ide ceritanya. Sepertinya ia memiliki bakat mendongeng.

Setelah berkreasi dengan kertas lipat, anak-anak mendengarkan sedikit cerita tentang bunga mawar dan bunga plastik. “Bunga plastik itu ingin sekali menjadi bunga mawar di taman. Ia ingin diperhatikan dan mendapatkan pujian dari anak-anak yang bermain di taman depan rumah. Bunga plastik itu ingin dirawat seperti bunga mawar di taman. Dibersihkan, disirami, dan diperlakukan dengan sangat menyenangkan. Namun, saat ia berada di taman menjadi bunga mawar, ia mengeluh karena kepanasan dan sering terkena debu kotoran di luar. Tak jarang ia juga dipetik sembarangan oleh tangan-tangan nakal. Akhirnya, bunga plastik itu menyadari bahwa apapun kondisinya, bersyukur dan menerima adalah kunci kebahagiaan.” singkat cerita dari Ustadzah Lasti. Anak-anak tampak mengerti. Semoga bisa dipahami.Tak terasa, jam menunjukkan pukul 15.00. Acara di kelas pun diselesaikan dan anak-anak kembali bergabung dengan orangtuanya dan bersiap untuk pulang. *(lasti/emyu)

WhatsApp Image 2018-10-06 at 13.47.43

Kelas 5C Selenggarakan Tadarus Keliling dan Kegiatan Paguyuban

Hari ini, Sabtu (29/9) cuaca cukup terik. Namun teriknya sang surya tidak mengurangi semangat orang tua siswa kelas 5C SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta untuk hadir di rumahnya Mbak Aqila di Ketaon, Banyudono, Boyolali. Ya, hari ini mereka akan menghadiri undangan Paguyuban Orang Tua dan Guru (POMG) dari panitia wali murid. Orang tua siswa melaksanakan agenda POMG, sedangkan para siswa mengadakan tadarus keliling (tarling).

Sekitar pukul 12.15, lima armada dari wali murid siap menjemput para siswi dari sekolah menuju ke rumahnya Ananda Aqila. Tepat pukul 13.15 acara pun dimulai. Bapak Eko Pramudyo Hadi (wali murid dari Ananda Aisyah) selaku pembawa acara pun mulai membacakan urutan acaranya. Acara yang pertama adalah pembukaan dengan melafalkan surat Al Fatihah bersama-sama.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan shohibul bait, oleh bapak Slamet Parmadi wali murid dari Ananda Aqila dan sambutan dari Ketua POMG Ibu Ika Fitria Cahyandari wali murid dari Ananda Ayla.

Dalam sambutannya, bapak Slamet menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran bapak ibu wali murid dan mohon maaf jika dalam menyambut kehadiran bapak ibu ada yang kurang berkenan.

Selanjutnya acara inti yang disampikan oleh Ustadz Muhammad Badawi dengan tema Pembiasaan Karakter Beribadah untuk Anak Usia Pra Remaja. Beliau menyampaikan bahwa anak-anak membutuhkan teladan dari orang tua dan sekitarnya untuk menumbuhkan karakter yang baik.

Sementara di garasi, para siswi kelas 5C melaksanakan agenda TARLING yang dipimpin oleh ustadzah Ike Ratna Setyarini dan Ustadzah Tety Marzuqoh. Dengan penuh semangat dan antusias para siswi membaca Al Quran secara bergantian.

Di penghujung acara, setelah kajian selesai, wali kelas 5C Susilo Wardani, menyampaikan perkembangan para siswi baik dari sisi sikap, akhlaq, ibadah, maupun akademik. Beliau menyampaikan bahwa para siswi kelas 5C masih harus disupport dan senantiasa dimotivasi untuk menjadi anak yang mandiri, bertanggung jawab baik terhadap diri sendiri, orang tua, maupun ibadahnya.

Alhamdulillah kegiatan POMG dan TARLING kelas 5C berjalan lancar dan orang tua bersama ananda kembali ke rumah masing-masing. *(dhani/emyu)