WhatsApp Image 2018-09-14 at 07.38.32

Pembagian itu Asyik

Beni dan teman-teman bermain di halaman sekolah. Ada yang bermain kelerang, lompat tali, dan estafet air.

Begitulah isi teks bacaan pada buku siswa Tema 2 Bermain di Lingkunganku. Setelah mendiskusikan isi bacaan yang kemudian dikaitkan dengan jenis dan sifat benda pada materi pembelajaran sebelumnya, Ustadzah Reni Agustin Priyatiningrum, S.Pd., guru pengampu tematik kelas 2D SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta, mengenalkan pembagian.

Lani dan teman-temannya bermain lompat tali. Mereka menggunakan gelang karet. Ustadzah menyampaikan bahwa Lani ingin melakukan permainan yang berbeda dengan karetnya. Sejumlah 24 karet akan dimasukkan dalam empat kotak dengan sama rata. Berapa jumlah karet di tiap-tiap kotak? Ustadzah Reni, begitu panggilan akrabnya, membimbing siswa-siswi untuk membaginya dengan cara pengurangan berulang. Mereka bekerjasama secara berpasangan.

Janneta Hasna Arifah (8th), salah satu siswi kelas 2D menyiapkan 24 karet. Diberikan kepada temannya, Muhammad Rizal Zahir, (8th) sejumlah 4 karet. Rizal meletakkan karet di atas meja satu per satu secara terpisah. Janneta mengambil 4 karet lagi. Diberikan pada Rizal untuk digabungkan pada 4 karet sebelumnya. Begitu seterusnya hingga karet yang dipegang Janneta habis. Mereka berdua kemudian menghitung tiap kelompok pada karet tersebut. Ternyata masing-masing kelompok ada 6 karet. Demikian pula yang dilakukan siswa-siswi kelas 2D lainnya. Ustadzah Reni membantu merumuskan kalimat matematika 24:4=6.

Muhammad Rizal Zahir, mengatakan, “Senang belajar sambil bermain bersama teman-teman.” Sementara Janneta Hasna Arifah mengungkapkan, “Belajar matematika tentang pembagian jadi lebih mudah dengan sambil bermain.”

Demikian kegiatan pembelajaran tematik pada Rabu, (12/09) sekaligus menjadi kegiatan supervisi kepada guru-guru SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta yang diselenggarakan secara rutin tiap tahunnya. “Selain proses pembelajaran, guru juga disupervisi perangkat pembelajaran untuk 1 semester sebagai upaya penjaminan mutu sekolah,” demikian penjelasan Ustadz Rahmat Haryadi, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas sekaligus salah satu supervisor. *(emyu/reni)

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *