WhatsApp Image 2018-09-04 at 07.33.59

Kelas 6 Gelar Subuh Berjamaah

Adzan Subuh berkumandang merdu. Suaranya seakan menggetarkan langit yang masih sunyi. Membangunkan jiwa-jiwa yang tadinya masih terlelap. Bergegas berwudhu, bergegas menuju ke masjid. Menunaikan wajibnya kepada Al-Kholiq.

Kumandang adzan juga berkumandang dari Masjid Nur Hidayah, di kompleks SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Sayup-sayup suara anak terdengar mengambil air wudhu. Mereka, siswa-siswi kelas 6 SD Islam Terpadu Nur Hidayah, yang baru saja mengikuti sholat qiyamullail, sebagai salah satu agenda dalam rangkaian Kegiatan Mabit (Malam Bina Iman Taqwa), Sabtu-Ahad, (1-2/08).

Di depan sekolah, tampak para orangtua siswa berdatangan. Usai memarkirkan kendaraan dengan rapi dibantu oleh Tim Satpam, mereka memasuki gerbang sekolah, dengan beruluk salam. Beberapa asatidzah guru kelas 6 terlihat menyambut hangat dengan berjabat tangan dan berbagi senyuman. Para orangtua siswa mengisi daftar hadir, meletakkan alas kaki di loker, dan menuju ke masjid.

Iqamat berkumandang, sholat subuh berjamaah pun ditunaikan. Para orang tugu, guru, maupun para siswa khusyuk menjalankannya. Usai dzikir dan doa, orangtua menuju aula lantai 1 untuk mengikuti Kajian Keislaman bersama Ustadz Asih Sunjoto Putro, S.Si. Sementara siswa-siswi kelas 6 menuju ke gedung barat untuk mengikuti wirid dan doa ma’tsurat didampingi beberapa guru.

Dalam taushiyahnya, Ustadz Asih Sunjoto Putro mengutip Alquran surat At-Tahrim:6, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya terbuat dari manusia dan batu.” Lebih lanjut beliau mengingatkan, “Tugas kepala dan anggota keluarga adalah menghindarkan diri dan keluarganya dari siksa neraka. Tentu dengan keteladanan, menghadirkan atau memilihkan lingkungan yang baik, memberikan bekal ilmu bekal beramal.”

Ketua Panitia Kegiatan Mabit, Ustadz Muhammad Ihsan menyampaikan, “Kegiatan subuh berjamaah ini bertujuan untuk mewujudkan kebersamaan antara pihak sekolah dengan keluarga, antara guru dengan orang tua, dalam memberikan keteladanan kepada para siswa. Bersilaturrahmi sambil bertholabul ilmi. Saling mengokohkan keteguhan dalam ketaatan. Sekaligus orangtua menjemput putra-putrinya selesai kegiatan Mabit.” (ihsan/emyu)

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *