WhatsApp Image 2018-09-29 at 09.25.45

Serunya Memasak dan Jualan Bersama

Riuhnya aula SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta pagi ini (30/09). Sejumlah 142 siswa-siswi kelas 6 pagi ini memasak bersama dan nantinya menjual hasil masakannya ke warga sekolah. Kelompok siswa putra menggelar masak bersama di aula sekolah lantai 1, sementara kelompok siswi menggelar masakan di aula lantai 3.

Sebelum menata perlengkapan dan bahan masakan, mereka melambari dengan kertas dan koran bekas. Harapannya bisa meminimalisir ceceran air dan sampah di lantai. Mereka ingin berkreasi dalam memasak tetapi tetap terjaga kebersihan nya.

Tampak mereka asyik bekerja sama dengan kelompoknya masing-masing. Ada yang menyediakan bahan, memulai menyalakan kompor, menggoreng dan merebus bahan. Ada pula yang menyajikan menu minuman khasnya. Mereka berusaha menyajikan menu terbaik dan terenak. Apalagi nantinya hasil masakan mereka akan dijual ke warga sekolah.

Daary Fawwaz (12), salah satu siswa kelas 6B di sela-sela memasukkan nasi goreng yang telah matang ke dalam box menurutkan, “Senang dapat memasak dengan teman-teman, sambil untuk refresing. Kelompokku buat nasi goreng dan es buah. Insya allah nanti jadi 10 box nasi goreng yang siap dijual. Es buahnya jadi 15 gelas cup. Semua modalnya Rp32.000,-. Mudah-mudahan nanti laku semua dan untung.”

Sementara siswa lainnya, Haidar Nur Sasongko Wirid Panoyo (11th) menuturkan, “Kelompokku membuat pangsit. Bahannya kulit pangsit, abon, kornet dan telur. Caranya kulit pangsit diisi abon dan kornet, lalu diberi telur, di lipat membentuk segi tiga, baru digoreng. Minuman nya buat jus mangga. Semoga nanti laris terjual semua.”

Ustadz Muhammad Ihsan, salah satu guru kelas 6, dalam rilis nya menyampaikan, “Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kerjasama dan jiwa enterpreneur para siswa. Mereka juga dilatih untuk menghitung modal awal dan hasil dari penjualan untuk lebih me motivasi mereka menghadirkan menu yang menarik dan enak. Serta berupaya untuk menjajakan dagangannya sampai habis.” *(ihsan/emyu)

WhatsApp Image 2018-09-29 at 08.05.26

Tutup Acara Classmeeting, Siswi Kelas 3D Persembahkan Sebuah Nasyid

Sepekan sudah kegiatan rehat berlangsung. Kegiatan demi kegiatan dilalui para siswa dengan penuh semangat. Terlebih Jumat (28/9), sebab kini saatnya pengumuman dan pembagian hadiah.

Jarum panjang jam di dinding sudah menunjuk ke angka 8 lebih. Para siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta telah berkumpul di halaman sekolah. Acara dimulai dengan meriah. Pembawa acara mengalirkan suasana Asian Games dengan jinglenya. Setelah sambutan dan laporan Ketua Panitia, para pemenang dibacakan.

Sekolah yang dipimpin oleh Bapak Waskito, S.Pd ini telah mengadakan bermacam lomba dari tahun ke tahun. Pertandingan olah raga seperti futsal dan tarik tambang selalu menjadi primadona. Lomba keislaman seperti adzan dan menghafal AlQuran, khususnya juz 30 menjadi sarana melatih para siswa. Tak hanya itu, lomba kewirausahaan, hasta karya, dan nasyid tak kalah menarik bagi para siswa.

Terkhusus pada lomba nasyid, para pemenang dari masing-masing paralel ditampilkan pada acara penutupan classmeeting tersebut. Saling mengisi di antara pembagian hadiah. Tampilan nasyid berurutan dari kelas 6, 5, 2, 4, 1, dan kelas 3 menjadi pamungkas.

“Iya, tadi sudah panas. Sedikit yang nonton, tapi kami tetap semangat!” ungkap Syakila Aulia, salah satu siswi kelas 3D.

Kelas 3D merupakan pemenang nasyid untuk paralel kelas 3. Setiap kelas mengirimkan 12 anak sebagai tim nasyid. Ustadzah Roihatul Hasanah, S.Ag, S.Pd selaku wali kelas memaparkan bahwa setiap anak sudah mendapat kesempatan untuk ikut serta dalam classmeeting.

“Di kelas kami, semua siswa ikut lomba. Alhamdulillah selain nasyid, kelas kita juga menang untuk tim futsal. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada wali murid, khususnya mama-mama yang meluangkan waktu ke sekolah untuk memberikan dukungan kepada putra-putrinya,” ungkapnya.

Sementara itu, ananda Syauqi Hafidzul Fahama menjadi bintang pada final pertandingan futsal. Pasalnya siswa yang dipanggil Syauqi ini mampu membobol gawang lawan dengan 3 gol. Tak ayal hampir semua siswa yang menyaksikan final futsal mengelukan namanya Rabu (26/9) lalu.

“Bangga sekali bisa mengegolkan 3. Kenzie juga keren bisa mengegolkan. Futsal harus bekerja sama agar menang,” pungkas Syauqi. *(indah/emyu)

WhatsApp Image 2018-10-06 at 07.54.05

Tumbuhkan Kreativitas Siswa dengan Barang Bekas

Hari ini, Kamis (27/9) cuaca cerah. Sang surya memancarkan sinarnya yang hangat nan indah. Setiap insan mulai melakukan aktivitas pagi dengan semangat. Tak terkecuali para siswa kelas 5 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Mereka bersiap dan bergegas ke sekolah dengan semangat dan ceria.

Dengan memakai baju muslim muslimah, para siswa terlihat anggun, cantik, dan tampan. Tak lupa tas punggung di pundak dan perlangkapan hasta karya pun mereka bawa. Ya, hari ini mereka akan berkreasi membuat aneka barang dari kardus bekas, botol bekas, dan barang bekas lainnya.

Sebelum acara dimulai, seperti biasa para siswa masuk di kelas masing-masing untuk berdoa dan murojaah surat Al- Mursalat dan An-Naba. Murojaah dipimpin oleh guru litaqwa masing-masing kelas.

Usai berdoa dan murojaah, seluruh siswa mendapatkan penjelasan dari Ustadzah Denis terkait dengan pelaksanaan hasta karya. Usai penjelasan, setiap kelompok menyiapkan barang-barang bekas yang akan dibuat karya. Setelah itu, tiap kelompok berkumpul di aula untuk membuat hasta karya.

Setiap kelompok mengubah barang bekas menjadi barang yang unik, cantik, dan bermanfaat. Contohnya adalah mengubah barang bekas menjadi seekor tikus, bunga, tempat pensil, vas bunga dan lain-lain. Tampak kekompakkan, kerjasama, dan kreativitas tercipta dari kegiatan ini.

Kurang lebih 2 jam mereka berkarya. Akhirnya hasta karya pun jadi. Karya yang sudah jadi dikumpulkan ke panitia. Setelah itu, setiap kelompok membersihkan tempat seperti semula. Acara berakhir dengan menyenangkan. Luar biasa, ternyata anak-anak kelas 5 adalah anak yang kreatif. *(nunuk/em yu)

WhatsApp Image 2018-09-29 at 07.57.57

Outing Class Kelas 2 : Meluaskan Pengalaman dan Menyenangkan

Pagi masih menunjukkan pukul 06.30 WIB. Namun lapangan gedung barat gedung barat SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta sudah tampak riuh. Para siswa yang akan belajar outing class berbaris rapi sesuai kelas. Para orangtua yang menghantar putra-putri tercinta tampak asyik mengamati sembari mengobrol santai dengan sesama pengantar lain. Bahkan matahari pun memancar cerah seakan memberi kan semangat. Di sisi selatan lapangan, para siswa kelas 2 dipandu oleh ustadz/ahnya mulai mempersiapkan keberangkatan.

Rabu (26/9)siswa kelas 2 SDIT Nur Hidayah Surakarta akan melakukan pembelajaran diluar sekolah. Dengan tujuan Kecamatan Jatinom dan Karanganom Klaten. Rombongan tiba di tujuan pertama outing class yaitu di Kecamatan Jatinom. Di sini mereka menimba pengalaman di tiga area sekaligus yaitu pabrik tahu APU (Al Azhar Peduli Umat), Peternakan Sapi dan Domba, serta Pertanian.

Tiba di lokasi rombongan dibagi 2 kelompok. Kelompok pertama menjelajah area peternakan dan pertanian. Kelompok dua menjelajah pabrik tahu. Di peternakan mereka dikenalkan cara penggemukan sapi, jenis sapi, aneka pakan ternak baik untuk sapi ataupun untuk domba. Bagian yang menggembirakan para siswa adalah saat mereka dipersilahkan untuk memberi pakan rumput ‘kolonjono”.

Mereka sangat bersemangat mengambil rumput yang sudah disediakan dan memberikan kepada sapi. Selanjutnya petualngan dilanjutkan ke area pertanian. Disini para siswa dikenalkan aneka tanaman dari rumput gajah, tanaman cabe, kangkung, ketela rambat, tanaman singkong, bayam, pohon kelengkeng, sampai pohon durian yang tengah berbuah.

Area berikutnya adalah pabrik tahu. Mereka dikenalkan proses pembuatan tahu mulai dari penggilingan tahu sampai pengepakan yahu siap jual. Para siswapun berkesempatan untuk mengiris tahu bahkan dipersilahkan untuk mencicipi tahu yang baru saja jadi. Di Pabrik tahu APU ini ada 2 jenis tahu yakni tahu putih yang kedua tahu kuning dimana pewarnanya adalah pewarna alami dari kunyit.

Penjelajahan di rute pertama diakhiri dengan pamitan dan masing-masing siswa mendapatkan oleh-oleh tahu APU. Petualangan dilanjutkan ke daerah Karanganom Klaten, tepatnya di kampong Banyui Beku Karanganom. Disini siswa mendapat pembelajaran cara membuat kue semprong.

Setiap kelas berkesempatan menyaksikan pembuatan semprong dan mencicipi kue semprong yang masih hangat. Menjelang sholat dhuhur para siswa diarahkan menuju ke masjid kampong dengan mengendarai sepur kelinci. Selanjutnya dengan berjalan kaki kurang lebih 50 meter para siswa menuju wahana outbond. Disini para siswa diajak untuk naik perahu menyusuri sungai.

Hafidz Ahmad Rizqillah (7th) salah satu siswa 2C menyampaikan, “ Baru tahu tanaman kacang tanah. Bayangan selama ini kacangnya itu ada diatas tanah ternyata terpendam ditanah. Saat dicabut baru kelihatan kacangnya.” Sedangkan Harumi Nawa Sita (7th) salah satu siswa 2B mengungkapkan, “Aku senang sekali. Baru kali ini lihat cara membuat tahu dan lihat sapi besar-besar dengan jumlah yang banyak. Dan baru pertama kali naik perahu. Awalnya aku khawatir jatuh. Tapi ustadz menyemangati. Akhirnya aku berani. Waah..ternyata asyik sekali.”

Waktu menunjuk pukul 15.00 WIB ketika para siswa dan rombongan pamit untuk pulang ke SDIT Nur Hidayah. Ustadz Sunarto, S. Pd, selaku Ketua Panitia Praktik Belajar Lapangan (PBL) kelas 2 menuturkan, “ Seorang muslim haruslah mempunyai wawasan yang luas. Dan untuk menambah ilmu, pengalaman serta menjadi tempat belajar itu bisa di mana saja. Oleh karenanya SDIT Nur Hidayah Surakarta mengagendakan program kegiatan PBL. Untuk kali ini tim kelas 2 berkesempatan menghantar para siswa belajar di pabrik tahu APU, peternakan, pertanian, pembuatan kue semprong dan pengalaman naik perahu di sungai. Semoga kegiatan ini semakin memperkaya pengalaman dan wawasan para siswa.” *(yan/emyu)

WhatsApp Image 2018-09-27 at 10.20.07 (1)

Lepas Sambut Pengawas dan Ketua Gugus IX Imam Bonjol

Hari ini, Rabu (26/9) cuaca cukup terik. Namun teriknya sang surya tidak mengurangi semangat beberapa guru SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta untuk hadir di SDN Totosari. Ya, hari ini para guru akan menghadiri undangan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus IX Imam Bonjol Korwil Laweyan. Sesampai di SDN Totosari, beberapa guru disambut oleh panitia KKG dan mengisi daftar hadir. Mereka diarahkan untuk duduk di ruang pertemuan dengan rapi.

Tepat pukul 13.15 acara pun dimulai. Ustadz Waskito, S. Pd. selaku pembawa acara pun mulai membacakan urutan acaranya. Acara yang pertama adalah pembukaan dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ustadzah Fikriyatus Sholihah, S.Ag. dari SDIT Nur Hidayah.

Usai menyanyikan lagu kebangsaan, dilanjutkan dengan sambutan Ketua baru Gugus IX Bapak Sarjana, S. Pd. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, “Kegiatan KKG berfungsi untuk menyambung tali silaturahmi, saling mengenal dengan yang lain, melatih kepedulian dengan sesama dan lingkungan. Selain itu, yang utama dari KKG bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah, bahwa Sebaik-baik manusia adalah yang banyak memberikan manfaat bagi orang lain.”

Usai sambutan Ketua baru Gugus IX, dilanjutkan sambutan Pengawas lama Gugus IX, Bapak Hartoyo, M. Pd yang kali ini menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf selama berinteraksi dengan para guru Gugus IX. Beliau juga menyampaikan harapan kepada Bunda Lina selaku Pengawas baru Gugus IX agar selalu memotivasi dan mengembangkan potensi para guru Gugus IX.

Dalam sambutannya, Bunda Lina pun menyampaikan siap melanjutkan program Gugus IX dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Hartoyo, M. Pd yang sudah mengembangkan dan membimbing Gugus IX dengan baik.

Acara terakhir ditutup dengan foto bersama Kepala Sekolah se-Gugus IX yang terdiri dari SDIT Nur Hidayah, SDN Tunggulsari 1, SDN Tunggulsari 2, SDN Totosari, SDN Bratan 2, dan SDN Bratan 3. Setelah itu, penyampaian kenang-kenangan untuk Bapak Hartoyo, Ibu Siti Mujahadah, dan Bapak Y. Suranto (berhalangan hadir) yang purna tugas. Bapak Waskito menyampaikan koordinator kelas untuk kegiatan KKG dan mengakhiri kegiatan
dengan doa. Para guru berpamitan dan pulang ke rumah masing-masing. *(nunuk/emyu)

WhatsApp Image 2018-09-29 at 08.02.02

135 Siswa Kelas 3 ikuti Field Trip di SMKN Kedawung Sragen

Rehat merupakan sebuah masa yang ditunggu para siswa. Begitu pula siswa-siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Semua siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 akan mengikuti kegiatan Pembelajaran Lapangan atau biasa disebut PBL.

Sekolah yang berada di Jl. Pisang Kerten, Laweyan, Surakarta ini membagi dua hari untuk kegiatan PBL. Paralel kelas 3 mendapat jatah hari Selasa (25/9) pada kegiatan tersebut. Sejak pagi para siswa sudah bersiap di halaman sekolah. Setelah diabsen, satu per satu masuk ke bus yang sudah disediakan. Tak lama perjalanan dimulai. Kali ini bus melewati jalan tol menuju SMKN Kedawung. Tentu saja ini menjadi sebuah pengalaman tersendiri bagi para siswa.

Setiba di SMKN Kedawung, para siswa disambut bapak ibu guru. Welcome Drink berupa sari kacang hijau sudah menanti kami. Setelah beristirahat sejenak, kegiatan field trip dimulai. Semua siswa dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan kelas. Masing-masing kelompok dengan 2 pemandu. Agar tidak berhenti lama pada satu kegiatan, maka perjalanan pembelajaran ini dipisah.

Berbagai kegiatan field trip yang diikuti siswa antara lain, membuat donat, mendapat keterangan tentang nata de coco, menanam bibit cabai, merasakan hujan buatan pada hidroponik, mencoba hasil panen jambu kristal, serta bermain bersama kelinci. Masing-masing kegiatan ini dilaksanakan sesuai jurusan di SMK Kedawung yang berkonsentrasi pada pertanian. Hal yang lebih penting adalah memperkuat lagi rasa syukur kepada Allah atas semua ciptaan-Nya.

Ketika jam makan siang tiba, setiap kelas bergilir menikmati masakan soto khas resep siswa tata boga. Setelah berjalan jauh, menu sederhana ini memikat para siswa. Penyajian prasmanan mendidik para siswa untuk tidak berlebihan dan menyesuaikan seleranya.

Affan Halim Albirr (8) kelas 3C menuturkan kegembiraannya mengikuti field trip ini.
“Senang, sekolahnya luas banget. Lapangannya juga. Makan siangnya enak. Jadi kepengen nambah,” paparnya.

Sebelum pulang, para siswa dibekali oleh-oleh berupa donat dan minuman nata de coco. Tak hanya itu, telur rebus juga bersiap untuk dibawa pulang. Berfoto bersama dan berpamitan menjadi penutup pembelajaran lapangan di SMKN Kedawung, Sragen.

Sementara itu, Ibu Latifah selaku Humas SMKN Kedawung menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut.
“Kami senang sekali mendapat kepercayaan dari SDIT Nur Hidayah Surakarta untuk mengadakan field trip. Ini yang kedua kalinya. Semoga tetap bisa mengadakan field trip ke SMK kami lagi. Kami juga terbuka jika ada saran dan evaluasi,” pungkasnya di sela kesibukannya. *(indah/emyu)

WhatsApp Image 2018-09-27 at 07.27.47

Kelas 5 Praktik Belajar Lapangan ke Industri Getuk Semar

Hari ini, Selasa (25/9) cuaca cerah. Sang surya memancarkan sinarnya yang hangat nan indah. Setiap insan mulai melakukan aktivitas pagi dengan semangat. Tak terkecuali para siswa kelas 5 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta. Mereka bersiap dan bergegas ke sekolah dengan semangat dan ceria. Dengan berseragam kaos olahraga, bawahan hijau, dan tas punggung di pundak, mereka tiba di sekolah pukul 06.00. Ustad Sriyoko menyambut kedatangan mereka dengan senyum ramah.

Tepat pukul 06.15 acara pembukaan pun dimulai. Ustadzah Nunuk Purnawati mengkondisikan dan menyampaikan tata tertib selama mengikuti Praktik Belajar Lapangan (PBL). Setelah itu, Ketua Panitia, Ustadz Wahyudi Nugroho menyampaikan, “PBL ke Gethuk Semar adalah salah satu cara belajar secara langsung tentang makanan sehat yang sesuai dengan tema pembelajaran di kelas.”

Usai prakata dari ketua panitia, kami pun bergegas menuju bus masing-masing. Setiap bus terdiri dari 23 siswa putra, 23 siswa putri, dan 4 guru pendamping. Tepat pukul 07.00 kami memulai dengan doa naik kendaraan dan bus pun melaju ke Rumah Produksi Gethuk Semar Karangpandan.

Pukul 08.30 kami pun tiba di tempat tujuan. Kami disambut dengan ramah oleh Tim Gethuk Semar. Para siswa dikondisikan di teras rumah produksi Gethuk Semar. Kak Tanti selaku Ketua Tim membuka acara dengan sambutan dan gam- game ringan. Tampak keceriaan terpancar dari wajah para siswa.

Selasai game ringan, Kak Tanti dan tim mulai menjelaskan tentang bahan-bahan Gethuk Semar. Bahan tersebut antara lain, singkong “Jalak Tawa”, gula, kelapa, garam, dan vanili. Produksi yang dibuat selain gethuk adalah balung kethek, timus ungu, gethuk goreng, dan ada produksi baru yaitu duren cethot. Setelah itu, Kak Tanti mulai membagi kelompok untuk melihat proses pembuatan Gethuk Semar.

Setiap kelompok dipandu oleh tim gethuk semar dan 1 guru pendamping. Proses pertama, mereka diajak untuk melihat pengupasan kulit singkong. Para karyawan setiap harinya memgupas sekitar 750 kg singkong Jalak Tawa dari Tawangmangu. Urutan kedua, para siswa melihat proses pengukusan singkong dan kelapa. Pengukusan singkong dan kelapa ini dilakukan selama 1 jam. Urutan ketiga adalah melihat proses singkong ditumbuk . Penumbukan ini sudah dicampur dengan gula, garam, vanili, dan kelapa yang sudah dikukus. Setelah itu, gethuk yang sudah ditumbuk, dihaluskan dengan cara digiling. Setelah itu barulah, gethuk dicetak. Setiap cetakan menghasilkan 36 buah gethuk. Usai dicethak, barulah gethuk dimasukkan dalam kardus bergambar Semar.

Usai melihat proses pembuatan gethuk, para siswa mencetak gethuk sesuai kreativitas. Hasil cetakan terbaik diraih oleh Zahwa. Selasai mencetak gethuk, para siswa makan dan sholat dhuhur dan asar di masjid. Pukul 12.45 acara penutupan dan pamitan pulang. Pukul 13.00 kami melanjutkan agenda kedua yaitu renang di Sondokoro. Acara ini hanya sebagai refreshing setelah para siswa PTS. Tampak keceriaan dari mereka. Pukul 15.45 kami meninggalkan Sondokoro dan tiba di sekolah pukul 16.30. Mereka pun pulang dengan segudang pengalaman dan oleh-oleh dari Gethuk Semar. *(nunuk/emyu)

WhatsApp Image 2018-09-24 at 07.31.57

Keluarga Besar Kelas 3D Adakan POMG dan Tarling Perdana

Para siswa kelas 3D masih nampak semangat siang itu. Matahari tepat di puncak ketika mereka bersama menuruni tangga menuju mobil beberapa orangtua siswa. Begitulah kiranya secuplik pemandangan pada Sabtu (22/9) lalu di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Para siswa mendapat undangan istimewa ke rumah Abdillah Kenzie guna melaksanakan agenda tadarus keliling untuk pertama kalinya. Tadarus keliling atau yang dibiasa disingkat Tarling ini sudah beberapa waktu lalu direncanakan. Karena itu wajar sekali siswa-siswi ini tak sabar menanti. Tak ingin kalah, untuk menyambung silaturahmi para ayah bunda kelas 3D menggabungkan acara Paguyuban Orangtua Murid dan Guru (POMG) pada acara tersebut.

Di dalam rumah Kenzie, Tarling dimulai dengan membaca Al-Fatihah dan tilawah Al-Quran bersama Ustadzah Roihatul Hasanah, S.Pd.I. Acara dilanjutkan dengan istirahat, lalu game ‘Mengenal Temanku’ bersama Ustadzah Dea Resti Amalia, S.Pd. “Permainan kecil ini bertujuan agar kita bisa mengajarkan anak-anak untuk saling mengenal. Sehingga mereka tidak hanya dekat dengan satu atau dua anak,” tuturnya di sela permainan.

Tak hanya permainan bersama teman, Tarling juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize. Tentu saja acara menjadi sangat hidup dan menyenangkan. Acara tarling ditutup dengan salat Ashar berjamaah. Di waktu bersamaan dengan tarling, ayah bunda wali murid kelas 3D mendengakan materi dari Ustadzah Wulansari, S.P, S.Pd selaku pembicara. ‘Menjaga Fitrah Anak’ adalah materi utama yang dibahas bersama.

“Menjadi orang tua harus siap dan menyadari bahwa ada amanah (anak) dari Allah yang harus dijaga kefitrahannya. Fitrah keimanan, fitrah bakat, fitrah belajar dan bernalar, serta fitrah seksualitasnya,” ungkap ustadzah yang seringkali mengisi siaran parenting di salah satu radio di Kota Surakarta ini.

Pada acara ini juga disampaikan berbagai kegiatan belajar mengajar maupun perkembangan para siswa. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadzah Roi. “Ini merupakan POMG perdana untuk kelas 3D. Kami sampaikan kegiatan-kegiatan sekolah di waktu dekat seperti rehat yang diisi dengan PBL dan classmeeting, kemudian rencana pembagian hasil belajar siswa PTS, juga beberapa hal berkaitan dengan pembelajaran di kelas selama setengah semester ini,” paparnya.

Sementara selaku tuan rumah, ibunda Kenzie yang biasa dipanggil Mama Liza menyampaikan rasa senangnya. “Iya, saya senang sekali. Kami dari kelompok satu POMG kelas 3D sangat bahagia. Sebab bapak ibu dari 33 siswa bisa rawuh semua menghadiri acara silaturahmi ini. Alhamdulillah bisa hadir 100%,” ungkapnya.

Seperti diketahui, acara POMG merupakan acara silaturahmi yang dinaungi oleh Bagian Kehumasan. Acara ini dilaksanakan dua kali dalam satu semester. Sementara untuk kegiatan Tarling pun demikian. Untuk menuju tempat tarling, biasanya para wali murid dengan senang hati meluangkan waktu untuk mengantar.
“Karena keterbatasan armada sekolah, biasanya ayah bunda berkenan untuk mengantar. Hal ini merupakan bentuk sinergi yang menjadi salah satu kekhasan sekolah kami,” pungkas Rahmat Hariyadi, S.Pd selaku waka Humas SDIT Nur Hidayah Surakarta. *(indah/emyu)

WhatsApp Image 2018-09-29 at 07.44.51

SBdP Kelas 2: Menanamkan Karakter Tekun Melalui Karya Kolase

Piring plastik telah siap di masing-masing meja kelas. Sejumput kedelai hitam, kedelai putih, butiran jagung, dan lem tersaji di atasnya. Para siswa belum menyentuh bahan kreativitas mereka pagi ini. Mereka sedang mendengarkan penjelasan dari ustadzah Qomariyah, S.S, S.Pd dengan seksama.

Kamis (20/9) para siswa kelas 2 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta akan membuat kolase dari bahan alami. Diawali dengan pembagian lembar kertas bergambar burung dan bunga. Setelah memberi nama dan identitas diri, para siswapun mulai beraksi. Adapun langkah kerjanya adalah: siswa memberi lem pada gambar kemudian menempel butiran kedelai atau jagung pada bagian gambar. Satu persatu butiran bahan ditempel dengan penuh kehati-hatian agar tempelan rapi.

Suasana kelas menjadi sepi. Masing-masing siswa fokus pada pekerjaannya. Hanya satu dua siswa yang perlu pendampingan dalam pengerjaan ini. Namun hanya di awal saja. Setelah diarahkan secara personal dan didampingi beberapa waktu di awal, selanjutnya mereka bisa menyelesaikan sebagaimana teman yang lain.

Muhammad Mush’ab Ramadhan (7th) mengungkapkan, “Capek..karena harus satu-satu menempelnya dan harus hati-hati agar rapi. Tapi setelah selesai ternyata punyaku hasilnya bagus juga. Jadinya senang. Tadi sudah mau menyerah tapi ustadzah bilang harus sabar..sabar..sabar.. Alhamdulillah ternyata aku bisa.”

Ustadzah Qomariyah, S.S, S.Pd menuturkan, “ Membuat Kolase dari bahan alami ini adalah salah satu pembelajaran tematik dengan muatan pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Di sini para siswa dilatih untuk menempel satu persatu butiran bahan yang sudah ditentukan. Bagi para siswa tentunya untuk menyelesaikanya perlu perjuangan, butuh kesabaran dan ketelatenan. Namun inilah yang menjadi salah satu tujuan kami pilih kegiatan ini. Agar para siswa terlatih dan semakin menguat karakter dirinya yakni sikap sabar dan telaten. Di era serba instan dan Gadget ini, para siswa terbiasa apa-apa penginya dikerjakan dengan cepat kalau bisa instan. Sebagai pengendalinya maka pembelajaran SBdP seperti ini bisa menjadi salah satu kegiatan yang sangat diperlukan. Mereka belajar lebih tekun, teliti, rapi dan sabar.” *(yan/emyu)

WhatsApp Image 2018-09-25 at 10.22.32

Tingkatkan Mutu Pembelajaran, Tim Kurikulum SDIT Nur Hidayah Surakarta Gelar Workshop Internal

Dunia pendidikan merupakan wadah kecil yang disiapkan untuk menghasilkan penemuan-penemuan besar. Karena itu tak salah jika diibaratkan sebagai Kawah Candradimuka. Kono kawah inilah yang menggodok Gatutkaca sehingga menjadi tokoh kuat tanpa tanding, berotot kawat bertulang besi. Begitu pula sekolah di zaman serbamodern ini diharapkan melahirkan insan berakhlak mulia dan intelektual.

Hal besar itulah yang hendak dicapai oleh Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Salah satu cara yang digunakan adalah menggelar berbagai pelatihan dan workshop. Seperti pada Senin hingga Rabu (17-19/09) lalu, para guru mengikuti workshop yang diadakan oleh Tim Kurikulum.

Di hari pertama, workshop dimulai dengan membuka kembali tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) oleh Ustadzah Muslikah, S.Pd selaku Waka Kurikulum. Berbagai hal terkait RPP Terpadu dibedah kembali untuk menguatkan pengetahuan guru. Tak hanya itu, beliau juga memotivasi para guru sebagai profesi penting dan terbaik. “Kegiatan ini sangat perlu kami adakan terkait perkembangan ilmu yang pesat. Karena itu, kami mengajak bapak ibu guru di sela kesibukan mengoreksi lembar kerja maupun PTS,” paparnya.

Sementara di hari kedua workshop diawali dengan unjuk yel antarkelas paralel. Berlomba dalam kebaikan memang telah menjadi ciri khas tersendiri bagi sekolah yang bertagline “Terdepan dalam Kebaikan” ini. Setelah segar dengan berbagi penyemangat, bapak ibu guru diberikan waktu untuk membuat RPP. Para guru mempraktikkan berbagai ilmu yang sudah didapat pada hari pertama sesuai mata pelajaran yang diampu.

Pada hari Rabu sebagai hari terakhir, hasil RPP kemudian dicek ulang. Dengan demikian para guru bisa mengetahui letak kekurangan pada RPP yang sudah dibuat. Bagi yang sudah diperbaiki menjadi dasar untuk mengerjakan RPP selanjutnya.

Pembuatan RPP tidak didominasi oleh guru mata pelajaran umum maupun tematik, tetapi juga para guru Al-Qur’an. SDIT Nur Hidayah Surakarta di bawah Yayasan Nur Hidayah Surakarta menggunakan Metode Littaqwa untuk pembelajaran Al-Qur’annya. Pembuatan dan penyusunan RPP Metode Littaqwa dipandu oleh Ustadzah Tis’iatur Rofiah, S.Pd. “Saya senang bisa berbagi dengan para guru hebat,” tuturnya di sela-sela men dampingi para guru Al-Qur’an menyusun RPP. *(indah/emyu)