WhatsApp Image 2018-09-03 at 07.43.30

Kembangkan Keterampilan Sains dengan Membuat Model Pernapasan Paru-paru

Hari ini (31/8), Jumat barokah. Para siswa kelas 5 SD Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta bergegas menuju sekolah mereka dengan senyum merekah. Tampak tas sekolah di punggung lengkap dengan peralatan sekolah mereka bawa. Tapi ada yang berbeda dengan hari ini, mereka membawa bahan dan perlengkapan yang akan digunakan untuk pembelajaran membuat model pernapasan paru-paru di kelas.

Sebelum praktik dilakukan, seperti biasa kegiatan Jumat barokah dilakukan di aula lantai 3 gedung timur sekolah. Kegiatan tersebut adalah melaksanakan sholat dhuha, dzikir matsurat, dan membaca surat Al- Kahfi. Kegiatan Jumat ini dipimpin oleh Ustadzah Minuk Nihayah, S.Pd. Selesai melaksanakan kegiatan Jumat, mereka masuk ke kelas masing-masing untuk mengisi kotak infak Jumat dan potong kuku.

Usai kegiatan Jumat pagi, para siswa menyiapkan pelajaran pertama. Kali ini mereka akan belajar membuat model Pernapasan Paru-paru. Mereka mengeluarkan bahan-bahan yang sudah disiapkan dari rumah. Bahan-bahan itu antara lain: botol bekas, bolpoin bekas atau sedotan, 2 buah karet pentil, 2 buah balon, dan plastisin.

Setelah semua peralatan siap, Ustadzah Susilo Wardhani menjelaskan langkah-langkah membuat “Model Pernapasan pada Paru-paru. Pertama, masukkan bolpoin/sedotan ke tutup botol yg sudah dilubangi. Kedua, siapkan balon, kemudian diikatkan sampai tidak ada udara masuk ke ujung bolpoin yang berada di bawah tutup botol. Ketiga, Masukkan ke dalam botol yang sudah dipotong bawahnya. Keempat, siapkan balon yang sudah dipotong atasnya kemudian ditutupkan ke bawah botol, ikat dengan karet.

Kelima, di pangkal bolpoin yang dimaksud ke tutup botol ditutup dengan plastisin supaya tidak ada udara yang masuk. Keenam, model paru paru siap dicoba dengan menarik balon yang berada di luar (fungsinya seperti diafragma). Ketujuh, balon ditarik (diafragma kontraksi), udara akan masuk ke balon (paru- paru) sehingga mengembang. Kedelapan, tarikan balon dilepas, udara keluar, balon (paru-paru) mengempis.

Beliau pun menjelaskan bahwa tujuan dari praktik ini agar para siswa mengetahui sistem pernafasan pada paru-paru. Usai penjelasan dari Ustadzah Susilo Wardhani, S.Pd., para siswa dengan antusias dan semangat membuat model pernapasan pada paru-paru tersebut. Tak lupa Ustadzah Dani selaku guru pengampu membimbing dan mendampingi selama praktik.

Usai model pernapasan pada paru-paru jadi, para siswa mempraktikkan karyanya. “Dari praktik langsung seperti ini, mereka akan lebih memahami tentang sistem pernapasan pada paru-paru,” tutur Ustadzah Dani. Jam pelajaran pun usai. Para siswa mengumpul kan karyanya kepada Ustadzah Dani. Mereka pun istirahat dengan segudang pengalaman berharga. *(nunuk/emyu)

Something is wrong.
Instagram token error.
Load More
Something is wrong.
Instagram token error.
Load More

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *