WhatsApp Image 2018-08-28 at 10.57.29

Tanamkan Karakter Mandiri dan Tanggungjawab dengan Mabit

Hari ini, Jumat (24/8) siswa-siswi SD Islam Terpadu Nur Hidayah kembali masuk sekolah. Setelah tiga hari sebelumnya mereka libur dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah. Seperti biasanya, hari ini mereka akan mengikuti serangkaian kegiatan Jumat Taqwa mulai dari sholat dhuha, dzikir matsurat, membaca surat Al-Kahfi, dan mengikuti pembelajaran fullday.

Khusus para siswa kelas 5, hari ini mereka tidak pulang pukul 15.30. Mereka akan pulang esok harinya, Sabtu, 26 Agustus 2018 pukul 06.00 karena akan mengikuti kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit). Mabit ini mengambil tema “Tanamkan Karakter Mandiri dan Tanggung jawab untuk Meraih Prestasi Terbaik”.

Acara mabit ini dimulai setelah sholat Ashar Berjamaah . Usai sholat berjama’ah, para siswa diarahkan ke aula lantai 3 untuk anak putri dan aula lantai 1 untuk anak putra untuk menikmati snack dan jus yang sudah disediakan panitia. Usai makan snack, para siswa bersih diri. Tepat pukul 16.30 acara Mabit dibuka dengan membaca Ummul Kitab surah Al-Fatihah dan Sambutan oleh Ketua Panitia Ustadz Mulyadi, S. Ag. Usai sambutan dilanjutkan dengan membaca Al-Quran secara mandiri sampai menjelang adzan Maghrib.

Adzan Maghrib pun tiba. Para siswa sholat berjamaah di masjid lantai 2. Usai sholat, para siswa diarahkan ke aula untuk makan malam dan minum teh hangat. Menu soto ayam yang seger dilengkapi dengan tempe goreng dan krupuk, para siswa makan dengan lahapnya. Usai makan malam, para siswa melakukan persiapan sholat Isya. Sholat Isya pun dilakukan secara berjamaah dengan Ustadz Wahyudi Nugroho, S.Si., S.Pd. sebagai imam sholatnya.

Pukul 19.30 acara materi pun dimulai. Pada acara kali ini, narasumbernya adalah Ustadzah Sutarmi, S.PdI. Dalam materinya beliau menyampaikan, “Semua nabi sudah memiliki sikap tanggung jawab dan mandiri sejak kecil. Beliau mencontohkan bagaimana Rasulullah bersikap mandiri dan tanggungjawab dalam usia yang masih sangat muda. Beliau juga mencontohkan Imam Syafii yang mampu menghafal Al-Quran dalam usia yang masih sangat muda.” Dari dua contoh tokoh di atas, beliau berharap agar para siswa meneladani kemandirian dan tanggungjawab dari tokoh-tokoh tersebut.

Usai menyampaikan materi, beliau menutup acara dengan muhasabah. Tampak para siswa menghayati dengan penuh rasa terhadap apa yang disampaikan oleh beliau. Pukul 21.30 penyampaian materi pun selesai. Para siswa diminta oleh panitia untuk bersih diri dilanjutkan tidur. Pukul 22.30 para siswa tidur lelap di kelas masing-masing ditemani oleh guru.

Pukul 03.00 dinihari mereka dibangunkan oleh Ustadz dan Ustadzah untuk melaksanakan qiyamulail. Sholat qiyamulail ini diimami oleh Ustadz Mulyadi sampai menjelang adzan Subuh. Pukul 04.00 Ustad Wahyudi, Ustadzah Nunuk dan Minuk menyambut wali murid yang datang. Mereka diminta untuk mengisi daftar hadir dan diarahkan naik untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah.

Usai sholat subuh, para siswa melaksanakan dzikir matsurat di aula lantai 3 sedangkan para orangtua di aula lantai 1 untuk mendengarkan sambutan dari Ustadz Waskito, S. Pd. dan menyimak tausiyah pagi oleh Ustad Hanif Syaifullah Sukri. Dalam tausiyahnya beliau menyampaikan, “Anak-anak seusia SD masih membutuhkan bimbingan dari orang tua. Oleh karena itu, para orangtua diajak untuk selalu membimbing dan mengarahkan serta mendidik karena sebenarnya tanggungjawab yang utama mendidik adalah orang tua.”

Usai menyimak tausiyah para orangtua dan siswa menikmati sarapan pagi dan teh panas bersama. Usai sarapan, mereka pun pulang ke rumah masing-masing. *(nunuk/emyu)

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *