WhatsApp Image 2018-08-08 at 07.49.22

Lombok, Engkau Memanggilku

Duka, kasihan, iba dan berbagai rasa kesedihan bercampur menjadi satu. Itulah yang dirasakan para guru dan siswa kelas 4 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta saat mendengar kabar terjadinya gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa yang terjadi pada hari Ahad, 5 Agustus 2018 merupakan gempa yang lebih besar dibandingkan gempa yang terjadi pekan sebelumnya. Kekuatannya mencapai 7 SR. Hingga Senin kemarin pun masih terjadi gempa-gempa susulan.

Tidak sedikit bangunan rumah, tempat ibadah, maupun fasilitas umum yang rusak, bahkan banyak pula yang rata dengan tanah. Musibah itupun merenggut puluhan korban jiwa. Ribuan warga harus mengungsi ke tempat yang aman. Kondisi inilah yang memanggil kepedulian, doa, maupun bantuan anak bangsa.

Sebagai wujud rasa duka dan empati kepada saudara-saudara di Lombok, para siswa kelas 4 SDIT Nur Hidayah pada hari Selasa (7/8) kemarin menggelar sholat ghaib dan doa bersama.

“Anak-anak, saat ini di Lombok, NTB korban bencana alam gempa bumi telah mencapai lebih dari 86 jiwa. Maka dari itu sebagai bentuk empati dan rasa persaudaraan kita sebagai sesama muslim dan manusia, nanti akan kita laksanakan sholat ghoib ba’da sholat dhuha. Serta ustadz ingatkan bagi anak-anak yang mau berinfak bagi para korban masih ustadz dan ustadzah tunggu,” kata Ustadz Darussalam, sebagai koordinator ibadah di kelas 4.

Ustadz Darus juga menambahkan, “Allah itu maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 65.
“Katakanlah (Wahai Muhammad) : “Dia (Allah) Maha Berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian”. Maka dari itu dengan adanya musibah yang tengah menimpa saudara-saudara yang ada di NTB saat ini. Kita sebagai umat Islam harus bisa mengambil hikmah bahwa kematian adalah kekuasaan Allah yang datang tiba-tiba sekehendak Allah. Tugas kita adalah mempersiapkan kematian dengan cara selalu mengisi setiap waktu di dalam kehidupan ini dengan ketaatan kepada Allah. Sehingga saat berjumpa dengan kematian kelak dalam keadaan _khusnul khotimah. Aamiin. ”

“Aamiin Ya Rabbal’alamiin,” sahut para siswa dengan penuh harap. Tepat pukul 07.30 WIB seluruh siswa kelas 4 pun melaksanakan sholat dhuha dilanjutkan sholat ghoib. Mereka terlihat khusyuk dalam mengerjakan sholat ghoib tersebut.

Fakhri Maulana Arkham (4B) merasa terkesan dengan kegiatan sholat ghoib ini, “Aku senang bisa ikut mendoakan saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa, semoga mereka sabar, aku juga sudah berinfaq untuk membantu mereka. ” Kegiatan pun ditutup dengan berdoa. Mendoakan semua korban gempa baik yang meninggal maupun terluka. *(mimin_fathoni/emyu)

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *