WhatsApp Image 2018-08-08 at 08.31.48

Ekspresikan Diri dalam Gerak dan Tari

Cicak-cicak di dinding// Diam-diam merayap.
Datang seekor nyamuk//Hap, lalu ditangkap.

Apa jadinya jika syair lagu anak-anak itu kita ganti dengan suku kata ‘ta’? Itulah yang diekspresikan oleh para siswa kelas 3 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta pada Senin (6/8). Matahari sudah hampir condong ke barat. Jam bergulir menunjuk angka dua. Meski demikian, semangat anak-anak untuk belajar tak surut.

Kegiatan pembelajaran pada Tema 1 Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup salah satunya adalah mengekspresikan diri dengan lagu ‘Cicak di Dinding’. Lebih istimewa lagi karena para ini mengganti ‘ta’ untuk nada rendah dan ‘taaa’ untuk nada tinggi.

Tidak hanya lagu, para siswa kelas tiga juga mengekspresikan diri dengan tarian. Gerakan dan lagu sederhana ini sebagai penilaian keterampilan (KI.4). Semua guru berharap setiap pembelajaran maupun penilaian harian menggunakan cara yang menyenangkan. Hal itulah yang kini coba diterapkan oleh para guru kelas 3. Berbagai inovasi ini dilakukan agar penilaian bukan menjadi momok bagi siswa.

Sebelum pengambilan nilai harian, para siswa berlatih di kelas bersama guru. Kemudia mereka dibagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok diberikan waktu untuk berlatih. Ketika siap, kelompok akan dipanggil untuk mengekspresikan diri dalam lagu dan tari.

Tari yang diperagakan para siswa dimulai dengan gerakan kedua tangan yang diangkat secara bergantian. Tangan ke atas, lalu ke depan dan memutar pergelangan tangan. Tarian diakhiri dengan gerakan tepuk tangan perlahan.

Para siswa tidak dibatasi dalam gerakan. Maka tak heran banyak variasi yang dihasilkan setiap kelompok. Ada kelompok yang memberi gerakan tambahan pada kaki, ada pula yang menambah gerakan pada bahu. Tentu saja variasi ini didominasi oleh anak-anak perempuan. Namun anak laki-laki tak mau kalah. Dengan gaya tegas, tak mengurangi ekspresi lagu dan tarian menilaian.

“Kami berusaha membuat setiap sesi penilaian menjadi menyenangkan. Sehingga anak-anak tidak merasa takut saat penilaian,” ungkap Agung Nugroho, S.Pd. Sementara salah satu siswi Sabrina Jehan Falisha (8) mengungkapkan pendapatnya bahwa kegiatan penilaian ini sangat menyenangkan. “Ternyata tarian dan lagu Cicak di Dinding jadi sangat lucu dan ceria dengan ganti kalimat,” pungkasnya. *(indah/emyu)

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *