WhatsApp Image 2018-08-03 at 15.09.28

Humas Award: Sarana Asah Jurnalistik bagi Guru

“The pen is mightier than the sword: pena lebih tajam daripada pedang,”
kata Edward Bulwer-Lytton.

Kata mutiara yang dituliskan oleh politikus Britania Raya tersebut rasanya sedang mengalur deras dalam semangat para guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Tahun ini merupakan tahun kedua bagi salah satu Sekolah Keren tersebut dalam mengasah kemampuan gurunya. Tak kalah dengan para siswa yang telah lolos dalam ajang bergengsi nasional Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI), kini guru semakin giat untuk belajar menulis.

Program penulisan tersebut bertajuk Humas Award. Kegiatan ini bukan tanpa persiapan. Setahun lalu tim kehumasan yang dikoordinatori oleh Rahmat Hariyadi, S.Pd telah mengadakan workshop jurnalistik. Pada pelatihan tersebut dihadirkan pula seorang wartawan dari salah satu surat kabar di Kota Bengawan. Tidak hanya dibekali ketrampilan menulis, para guru juga diberi wawasan terkait pemotretan atau pengambilan gambar.

Resmi digulirkan pada awal semester 2 tahun pelajaran 2017/2018, program khusus ini sudah ramai peminat. Penghargaan kepada guru tersebut berbasis paralel kelas. Karena itu masing-masing paralel berlomba berinovasi dalam berbagai kegiatan. Dari kegiatan-kegiatan itulah yang dijadikan release oleh para guru.

“Dengan meluncurkan program ini, para pimpinan sekolah memotivasi para guru untuk terus mengasah kemampuan jurnalistiknya. Selain itu, setiap guru merupakan tim humas sehingga mampu mewartakan berbagai kegiatan sekolah kepada khalayak ramai,” papar Rahmat Hariyadi, S.Pd pencetus sekaligus redaktur program Humas Award.

Tahun ini program tulis menulis itu semakin digemari. Hal ini terbukti meski tahun pelajaran 2018/2019 baru saja dimulai deretan bintang award telah memanjang. Masing-masing paralel ingin mempertahankan posisi kemenangan pada tahun sebelumnya. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri, perpindahan guru ke paralel yang berbeda berpengaruh pada hasil Award.

“Kelas kami (paralel kelas 6) merupakan salah satu terbaik pada Humas Award tahun lalu dengan Ustadzah Nunuk Purnawati sebagai redaktur kelas kami. Tapi sekarang beliau ada di paralel kelas 5. Meski demikian kami tetap berfastabiqul khoirat dalam kebaikan ini,” ungkap Yuyun Yuningsih, S.Pd koordinator kelas 6.

Sementara itu, para guru sangat senang dengan program Humas Award. Antusiasme ini semakin menarik karena adanya apresiasi sekolah kepada guru yang banyak menulis release. “Menulis release ternyata memang bisa dilakukan oleh siapa pun. Selain menambah wawasan, menulis release menjadikan kami semakin terpacu untuk berkreativitas. Para guru sangat berterima kasih dengan adanya program Humas Award ini,” papar Yan Syakila, S.Ag. sebagai salah satu penulis release terbaik.

Tak ada sebuah ilmu yang tak bisa kita pelajari. Yang membedakan adalah kemauan kita. Terlebih lagi seorang guru yang penanya akan lebih dahsyat dari sebuah peluru. *(indah/emyu)

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *