WhatsApp Image 2018-05-15 at 15.33.22

Berliterasi Sejak Dini di SDIT Nur Hidayah

Selasa (15/5) yang mulai menjelang siang, wajah para siswa kelas 1B sesaat tampak termenung. Selembar kertas putih masih kosong tergeletak di atas meja mereka. Pensil sudah siap digenggaman. Tema tulisanpun sudah ditulis di papan tulis yakni tentang Serunya Ramadhanku yang Lalu. Namun jemari mungil itu tak jua tergerak.

Yan Syakila, S. Ag, salah satu guru kelas 1, mencoba memotivasi, “Anak-anak ingat saat Ramadhan tahun lalu? Ketika kalian masih Taman Kanak-Kanak (TK)? Saat malam hari ada sholat ramai-ramai di masjid? Yang kita menyebutnya Sholat Tarawih. Ramadhan, saat di mana sebelum subuh kita harus bangun untuk sahur. Ramadhan, saat menjelang berbuka maka hidangan lezat sudah disiapkan oleh ibu kalian. Ramadhan, saat sore hari kalian mungkin sudah ada yang ikut Taman Pendidikan Al-qur’an (TPA) kemudian akan berbuka bersama teman-teman di masjid. Ramadhan, ingatkah kalian sekarang? Itulah yang kalian bisa tuliskan”.

Suasana kelas seketika riuh. Tukar cerita antar teman dengan senyuman ataupun tawa. Selang tak berapa lama tangan mereka mulai mengerakkan pensil  ditangan. Menuliskan dengan kalimat sederhana tentang Ramadhan milik mereka tahun lalu.

Reynadine Alfathunnisa Fajrin (7th), salah satu murid 1A mengungkapkan rasa senangnya, “Saat Ramadhan kemarin aku sudah ikut TPA dan buka bersama dengan teman-teman. Senang sekali. Ramai. Meski aku puasanya baru kuat setengah hari”. Sedangkan Faisa Auryn Edriaega (7th), salah satu murid 1B menuliskan pengalamannya, “Aku Cinta Ramadhan karena bisa shalat tarawih, bisa sahur bersama dan dapat amplop.”

Selanjutnya hasil tulisan mereka dirangkai dan dipajang di sepanjang teras kelas 1. Dan ini menjadi pemancing dan penyemangat murid-murid yang melewati untuk mampir dan membacanya.

Sugeng Sugiharto, S. Ag selaku Koordinator Kelas 1 paralel menyampaikan, ” Negara yang maju dan negara yang sangat ingin maju selalu peduli dengan indeks membaca (reading score). Sedangkan negara kita masih tertinggal jauh terkait dengan budaya membaca apalagi menulis. Oleh karena itu kami memanfaatkan moment Ramadhan, salah satunya untuk melecut kemampuan menulis siswa siswi kami. Untuk kelas 1 tentu disesuaikan dengan kemampuan dan kekayaan kosa kata mereka. Yang pasti kita mengupayakan agar anak-anak mulai mengenal,melatih dan membudayakan budaya baca dan tulis sejak dini. Dengan menjadikan membaca dan menulis sebagai kegiatan yang bisa mereka nikmati, kami berharap secara bertahap mereka akan menjadi orang-orang yang berilmu  dan antusias mengembangkan diri dan meningkatkan keilmuanya”.

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *