WhatsApp Image 2018-06-02 at 11.25.50

Indahnya Berbagi di Bulan Ramadhan

Menanamkan sikap suka berbagi kepada anak-anak sejatinya adalah menyiapkan mereka untuk lebih menghargai apa yang mereka miliki. Membentuk pribadi dermawan sekaligus peduli kepada sekitar.

Sajian pagi yang indah, selepas purnama semalam disambut penuh rasa syukur oleh warga Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Kegiatan Ramadhan 1439 H semakin semarak di sekolah ini. Termasuk sejumlah 132 siswa kelas 1 yang hari ini menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan di hari kedua. Setelah do’a belajar mereka melanjutkan dengan hafalan Al-Qur’an. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an terdengar merdu. Suasana semakin syahdu manakala para siswa yang baru berusia sekitar 7 tahun tersebut khusyuk menunaikan sholat Dhuha.

Hari ini, Kamis (31/5) setelah selesai dengan kegiatan yang menitikberatkan asupan rohani, para siswa diajak untuk membuat kartu ucapan “Indahnya Berbagi di Bulan Suci”. Beragam ucapan mereka tuliskan di selembar kertas. Semisal, Sedekah mengeratkan ukhuwah, Sayangi yang di bumi maka akan disayangi yang di langit, dan lainnya. Untuk kemudian dihias dengan aneka warna.

Saat kartu ucapan sudah selesai dikerjakan, mereka melanjutkan membungkus bingkisan. Para guru mengarahkan dengan membentuk kelempok. Setiap kelompok saling bekerjasama untuk menata dan membungkus sampaipun menghias bingkisan. Tak lupa kartu ucapan ditata sedemikian rupa dalam wadah bingkisan. Para guru memotivasi bahwa memberi hendaklah dengan pemberian terbaik dan dengan cara terbaik pula. Setelah dihias dengan aneka warna pita, bingkisan siap untuk dibagikan.

Para siswa berkumpul di teras kelas 1. Selain dibersamai para guru, acara serah terima juga dihadiri oleh para penerima bingkisan yakni 11 orang petugas Cleaning Servis (CS), 5 petugas satpam, 6 petugas bagian Tata Usaha (TU) dan 2 petugas Pembantu Umum (PU). Para siswa secara berkelompok menghaturkan secara langsung kepada para penerima tali asih tersebut. Wajah-wajah terlihat sumringah karena di bulan suci ini berkesempatan untuk bisa saling berbuat kebajikan.

Barra Azfar Azaria (7th) salah satu siswa kelas 1 C mengungkapkan rasa senangnya, “Alhamdulillah bisa ikut berbagi rezeki. Tadi dari rumah mama membawakan minyak goreng. Jadi ingin bisa memberi lagi.” Yan Syakila, S.Ag selaku guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menyampaikan, “Bulan Ramadhan bulan kebaikan. Maka kami mengupayakan agar para siswa mendapatkan pengalaman belajar yang sebaik-baiknya. Alhamdulillah para orangtua juga mendukung dengan cara membawakan bahan dan barang untuk dibuat bingkisan untuk kegiatan berbagi kali ini.”

Adapun Sugeng Sugiharto, S. Ag selaku koordinator paralel kelas 1 mengutarakan, ” Negara kita negara kaya, namun hanya segelintir pihak yang menikmatinya. Maka kami mengupayakan agar para penerus bangsa ini mempunyai sifat yang dermawan. Senang berbagi dengan apa yang mereka miliki. Sekaligus mempunyai sikap peduli dengan sekitarnya. Apalagi mumpung bulan Ramadhan yang merupakan bulan tarbiyah. Maka kami didik para siswa agar tertanam kuat karakter-karakter kebaikannya.”

WhatsApp Image 2018-06-02 at 11.26.11

Bersama Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Pagi masih hangat ketika di sepanjang lorong teras kelas 1, sekelompok siswa duduk melingkar. Mereka memegang Juz ‘Amma ditangan. Rabu pagi (30/5) sejumlah 132 siswa kelas 1 melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan khusyuk. Diawali dengan surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan do’a pembuka belajar Al-Qur’an.

Selanjutnya para siswa dalam satu kelompok, secara mandiri dan  bergiliran mengulang bacaan surat-surat yang sudah dihafalkan saat kegiatan tahfidz pagi. Di mulai dari surat An-Nas sampailah surat terakhir terhafal yakni surat Al-Insyiqoq. Jika ada teman yang kurang hafal atau kurang tepat bacaannya, maka teman satu kelompok dalam lingkaran tersebut yang membetulkan.

Sedangkan seorang yang ditunjuk sebagai ketua kelompok bertugas memberi tanda centang pada lembar pantauan bagi temannya yang sudah selesai hafalan satu surat. Pada akhirnya masing-masing siswa berhasil menunjukkan hafalannya sesuai target yang ditentukan.

Risky Galih Saputra (7th) salah satu siswa 1A mengatakan, “Alhamdulillah tadi hafalanku lancar. Hampir semua teman-teman satu kelompokku lancar. Agak capek tapi pahala menghafal Al Qur’an banyak. Apalagi bulan puasa. Jadinya, berusaha tetap semangat.”

Adapun Ustadz Baharuddin Yusuf, S. Pd menyampaikan, “Anak dengan usia belia masih sangat kuat daya hafalnya. Eman jika tidak didulang dengan asupan terbaik yakni hafalan Al Qur’an. Selain itu juga  menjelang malam 17 Ramadhan, bisa dimanfaatkan untukmengingatkan pemahaman para siswa tentang peristiwa nuzulul qur’an.”

Ustadz Sugeng Sugiharto, S. Ag selaku koordinator kelas 1 turut menguatkan, “Sebaik-baik pembelajaran adalah belajar Al Qur’an. Oleh karenanya di Syahrur  Qur’an ini kami mengupayakan agar anak-anak semakin akrab dengan Al Qur’an. Menanamkan kecintaan dan menguatkan pemahaman bahwa Al- Qur’an itu yang paling utama harus senantiasa dilakukan.” *(yan/emyu)

WhatsApp Image 2018-05-15 at 15.33.22

Berliterasi Sejak Dini di SDIT Nur Hidayah

Selasa (15/5) yang mulai menjelang siang, wajah para siswa kelas 1B sesaat tampak termenung. Selembar kertas putih masih kosong tergeletak di atas meja mereka. Pensil sudah siap digenggaman. Tema tulisanpun sudah ditulis di papan tulis yakni tentang Serunya Ramadhanku yang Lalu. Namun jemari mungil itu tak jua tergerak.

Yan Syakila, S. Ag, salah satu guru kelas 1, mencoba memotivasi, “Anak-anak ingat saat Ramadhan tahun lalu? Ketika kalian masih Taman Kanak-Kanak (TK)? Saat malam hari ada sholat ramai-ramai di masjid? Yang kita menyebutnya Sholat Tarawih. Ramadhan, saat di mana sebelum subuh kita harus bangun untuk sahur. Ramadhan, saat menjelang berbuka maka hidangan lezat sudah disiapkan oleh ibu kalian. Ramadhan, saat sore hari kalian mungkin sudah ada yang ikut Taman Pendidikan Al-qur’an (TPA) kemudian akan berbuka bersama teman-teman di masjid. Ramadhan, ingatkah kalian sekarang? Itulah yang kalian bisa tuliskan”.

Suasana kelas seketika riuh. Tukar cerita antar teman dengan senyuman ataupun tawa. Selang tak berapa lama tangan mereka mulai mengerakkan pensil  ditangan. Menuliskan dengan kalimat sederhana tentang Ramadhan milik mereka tahun lalu.

Reynadine Alfathunnisa Fajrin (7th), salah satu murid 1A mengungkapkan rasa senangnya, “Saat Ramadhan kemarin aku sudah ikut TPA dan buka bersama dengan teman-teman. Senang sekali. Ramai. Meski aku puasanya baru kuat setengah hari”. Sedangkan Faisa Auryn Edriaega (7th), salah satu murid 1B menuliskan pengalamannya, “Aku Cinta Ramadhan karena bisa shalat tarawih, bisa sahur bersama dan dapat amplop.”

Selanjutnya hasil tulisan mereka dirangkai dan dipajang di sepanjang teras kelas 1. Dan ini menjadi pemancing dan penyemangat murid-murid yang melewati untuk mampir dan membacanya.

Sugeng Sugiharto, S. Ag selaku Koordinator Kelas 1 paralel menyampaikan, ” Negara yang maju dan negara yang sangat ingin maju selalu peduli dengan indeks membaca (reading score). Sedangkan negara kita masih tertinggal jauh terkait dengan budaya membaca apalagi menulis. Oleh karena itu kami memanfaatkan moment Ramadhan, salah satunya untuk melecut kemampuan menulis siswa siswi kami. Untuk kelas 1 tentu disesuaikan dengan kemampuan dan kekayaan kosa kata mereka. Yang pasti kita mengupayakan agar anak-anak mulai mengenal,melatih dan membudayakan budaya baca dan tulis sejak dini. Dengan menjadikan membaca dan menulis sebagai kegiatan yang bisa mereka nikmati, kami berharap secara bertahap mereka akan menjadi orang-orang yang berilmu  dan antusias mengembangkan diri dan meningkatkan keilmuanya”.

WhatsApp Image 2018-05-16 at 06.18.10

POMG Sarana Sinergi Guru dan Orangtua di SDIT Nur Hidayah

Riuhnya pameran buku di Goro Assalam justru menjadi penguat acara edukasi bagi keluarga besar kelas 1C Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Sabtu (12/5) para pengurus Paguyuban Orangtua Murid dan Guru (POMG) 1C menyelenggarakan pertemuan seluruh orangtua/walimurid kelas 1C SDIT Nur Hidayah di lantai 2 Masjid Ibadurrahman Goro Assalam. Meskipun udara siang itu panas, namun terasa menyejukkan bagi keluarga 1C yang berkumpul menjalin silaturahim. Terlebih ketika anak-anak melantunkan hafalan surat Al Insyiqoq dengan khusyuk di hadapan orangtua dan guru mereka.

Selanjutnya acara adalah bincang ceria penuh makna antara orangtua/walimurid 1C dengan guru. Ustadzah Leli Firly Rahmani, S. Psi menuturkan perkembangan para siswa selama kurang lebih satu tahun di kelas 1, “Alhamdulillah untuk para ananda 1C dalam ranah baca tulis hitung (calistung) yang dulu ada beberapa ananda terkendala, maka menjelang berakhirnya semester 2 ini progressnya meningkat baik. Untuk perkembangan sosialisasi dan emosi para ananda pun sudah mulai lebih temoto. Konflik antar teman masih terjumpai hanya saja tidak sesering di awal masuk”.

Perbincangan ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab seputar trik dan tips pendampingan yang optimal atas tumbuh kembang anak-anak. Salah satu pertanyaan dari ibu Lisnawaty, orangtua dari ananda Ivan Afghany (7) terkait tentang penanganan yang tepat agar putranya tertib dalam melaksanakan sholat, di mana selama ini masih harus diingatkan yang terkadang ananda justru marah.

Atas pertanyaan ini, Ustadzah Leli menyampaikan, “Pendampingan sholatpun haruslah bertahap sesuai umur anak. Untuk siswa kelas 1 paling tidak anak paham bahwa sholat itu wajib 5 kali sehari. Di sekolahpun tahap pembelajaran sholat kelas 1 dititikberatkan pada benarnya gerakan. Meskipun bacaan dijahrkan (disuarakan dengan keras) tapi belum menjadi kriteria ketuntasan. Nanti seiring usia, kriteria ketuntasan sholat inipun di tingkatkan. Sehingga saat usia 10 tahun, anak memang sudah paham tentang sholat beserta syariatnya”.

Acara inipun di akhiri dengan persembahan lagu Terima Kasih Guru oleh siswa-siswi kelas 1C. Suasana haru tetiba menyeruak. Terlihat dari para orangtua dan guru yang menyimak penuh perhatian atas sajian siswa-siswi yang sama-sama disayangi.

Ibu Utami Sulistyowati, A. Md selaku Ketua Pengurus POMG kelas 1C mengungkapkan, “Kami bersyukur ada wadah bagi kami para orangtua/walimurid di SDIT Nur Hidayah yakni POMG ini, sehingga bisa menjadi sarana bagi kami selaku orangtua murid bersinergi dengan sekolahan dalam pendampingan anak-anak kami. Semoga dengan ini potensi anak-anak kami lebih optimal terasah dalam asih yang padu antara orangtuanya dan guru”. *(yan/emyu)

WhatsApp Image 2018-05-11 at 13.31.46

Mantapkan Diri Sambut Ramadhan dengan Salat Tertib dan Khusyuk

Pagi ini Jumat (11/5/18), siswa-siswi Kelas 3 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta memulai hari dengan ceria. Seperti biasanya kelas dibuka dengan berbaris, berdoa belajar, hafalan, dan kegiatan Jumat Bersih dan Taqwa, serta salat Dhuha. Kegiatan Jumat Bersih dan Taqwa merupakan kegiatan yang digalakkan agar para siswa terbiasa menjaga kebersihan diri. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kedermawanan dengan berinfak.

Selanjutnya, para siswa berkumpul di aula sekolah. Diawali penjelasan berbagai persiapan menyambut bulan Suci Ramadhan, diikuti dengan pemahaman kembali pentingnya salat. Sebagai tiang agama, ibadah yang merupakan Rukun Iman kedua tersebut harus dilakukan dengan khusyuk dan tertib. Karena itu, para guru selalu berupaya agar hal itu bisa tercapai. Meski sejak kelas satu sudah diajarkan, pengingatan berkaitan dengan ibadah, khususnya salat harus terus dilakukan.

Guru Pendidikan Agama Islam kelas 3, Sutarmi, S Pd, menuturkan “Kegiatan jelang Ramadhan ini kami adakan dengan harapan agar para siswa semakin siap menjalankan ibadah, terutama puasa dan salat.” Dikonfirmasi secara terpisah, Syarifatul Istiqomah, S.Pd, selaku Koordinator Guru Paralel kelas 3 mengatakan, “Penjelasan tentang puasa dan salat ini merupakan bentuk penguatan ruhiyah bagi para siswa. Apalagi sebentar lagi mereka akan naik ke jenjang berikutnya dan tentunya secara usia sudah mendekati baligh.”

Sementara salah satu siswa kelas 3, Satrio Rafi S.A (9) menyampaikan, “Semakin mantap naik kelas 4 dengan salat yang semakin baik. Iya, harus semakin baik salatnya kan sudah lebih besar. Apalagi sudah mau naik kelas 4.” Semangat sama juga terlihat dari Tsabita (9), “Salatnya harus semakin dan tidak terlambat lagi agar Allah semakin sayang,” ungkap siswa yang ikut ekstrakurikuler Tae Kwon Do ini.
*(indah/emyu)

WhatsApp Image 2018-05-11 at 13.04.49

Ajarkan Kearifan Lokal dengan Membatik Jumputan

Mentari menyapa semesta penuh kehangatan. Sehangat semangat penghuninya untuk bergegas beraktivitas. Memuliakan semesta menunaikan kewajiban utama. Menjalankan aktivitas sesuai tugas mulia dan tanggung jawab masing-masing.

Tidak terkecuali dengan siswa-siswi kelas 5 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Berbaju muslim muslimah bercorak warna hijau muda. Menggendong tas sekolahnya mereka sumringah memasuki gerbang sekolah. Salam dan senyuwun tulus lahir dari bibir wajahnya. Sambutan dan jabat tangan dari guru piket menambah semangat untuk menunaikan aktivitas hari ini.

Usai merapikan alas kaki, mereka bergegas menuju ruang kelas masing-masing. Tak lama kemudian, bel tanda masuk berbunyi. Usai meletakkan tas di kelas, mereka segera ambil air wudhu, lalu menuju ke aula sekolah untuk mengikuti majelis pagi Jum’at Penuh Taqwa. Diawali dengan sholat Dhuha dan doa, dilanjutkan dengan wirid Ma’tsurat serta taushiyah dari guru kelas.

Selanjutnya mereka kembali masuk kelas untuk mengikuti pembelajaran. Ya, hari ini (11/04) siswa kelas 5B akan praktik membuat batik jumputan, yang merupakan bagian dari pembelajaran tematik muatan pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Wahyudi Nugroho, S.Si, S.Pd, guru tematik kelas 5B menuturkan, “Tujuan pembelajaran praktik ini supaya para siswa lebih dekat dengan kekayaan dan kearifan lokal. Solo dikenal dengan sentra batik, para siswa harus ditumbuhkan kecintaan dan kelestarian, salah satunya dengan praktik membatik. Selain tentunya melatih ketelitian dan keterampilan siswa.”

Salah satu siswa kelas 5B, Ihya Akmal Karim (11) usai praktik menjelaskan langkah-langkahnya, “Pertama siapkan semua bahan, kain mori ukuran 35×30 cm, kelereng, karet gelang, pewarna kain, asam cuka, air, dan ember. Kedua, membuat pola dengan cara kain diikat dengan karet yang di dalamnya ada kelereng. Kait yang diikat tadi dimasukkan ke dalam campuran air dan cuka. Lalu dimasukkan ke dalam cairan warna. Lalu diangkat dan dibiarkan beberapa waktu.” Sementara siswa lainnya, Muhammad Najib Faqih (11) menuturkan, _”Senang dapat membatik bersama-sama teman, dan pingin lagi membuat di rumah.”
(yudi/emyu)

WhatsApp Image 2018-05-07 at 08.19.47

Ayah Bunda Inilah Aku

Sabtu siang (5/5/2018) alunan bacaan al qur’an surat Al Haqqah terdengar merdu dari sebuah rumah di perumahan Sentosa Regency Kartasura. Rupanya alunan merdu itu berasal dari suara anak~anak kelas 4D SDIT Nur Hidayah pada acara pertemuan Paguyuban Orang Tua Murid dan Guru (POMG).

POMG merupakan ajang silaturahmi antara orang tua murid dengan wali kelas. Ini merupakan program kerja setiap kelas bekerja sama dengan pengurus POMG. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi sekolah dan orang tua untuk menjalin sinergi dalam pendampingan proses pendidikan ananda di sekolah.

Wali kelas akan menyampaikan informasi seputar agenda kegiatan sekolah dan perkembangan belajar siswa di kelas. Selain itu juga ada kegiatan taujih yang disampaikan oleh narasumber yang telah ditunjuk. Temanya seputar parenting, kesehatan anak, atau ceramah keagamaan.

POMG kelas 4D kali ini merupakan putaran terakhir pada tahun ajaran 2017/2018. Acaranya dikemas sedikit berbeda dari biasanya.
“Kami ingin ada tampilan dari anak~anak, supaya anak~anak merasa senang, mereka diberi ruang untuk memperlihatkan potensinya di depan orang tuanya sendiri.” Ibu Retno Nawangsih, ketua POMG 4D mengemukakan alasannya.

Berbagai tampilan pun persembahkan oleh anak~anak dengan apik di hadapan orang tua mereka. Nasyid, tahfidz, puisi, dan dongeng dari anak~anak pun menyemarakkan kegiatan POMG kelas 4D kali ini.

“Aku senang bisa mendongeng di depan teman~temanku dan para orangtua karena aku bisa menyampaikan amanat yang ada di cerita Telaga Warna di hadapan mereka.” kata Jianka Arkhadiva.
Hal senada juga disampaikan oleh Nashita Ghayda Mutie yang tampil bersama grup nasyidnya. “Aku senang bisa tampil di depan mama dan papa”

Wali kelas 4D, Wulansari, S. P. menyapaikan bahwa kegiatan POMG kali ini terasa istimewa dengan adanya tampilan dari anak~anak. Ini sebagai sarana bagi anak untuk lebih meningkatkan rasa percaya dirinya dalam menampilkan potensi yang mereka punyai, terlebih mereka tampil di hadapan orang tua mereka sendiri. Bukan cuma secara akademik namun juga menggali potensi anak dari sisi yang lain. Bagi orang tua kegiatan ini menjadi sarana untuk melihat potensi dan bakat ananda di berbagai bidang.

SDIT Nur Hidayah Surakarta sebagai salah satu sekolah yang mengedepankan pendidikan karakter sangat mendukung kegiatan~kegiatan seperti ini.

WhatsApp Image 2018-05-03 at 13.52.39

147 Siswa Kelas 6 SDIT Nur Hidayah Ikuti USBN 2018

Pagi itu cuaca sangat cerah. Sinar mentari menyapa semesta dengan hangatnya. Memantik semangat penghuni semesta-Nya bergegas beraktivitas memenuhi kewajiban mulianya.

Tidak terkecuali dengan siswa-siswi Kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta. Hari Ini, (03/05/2018) mereka datang ke sekolah penuh semangat. Memakai seragam merah putih lengkap dengan kaos kaki putih. Menggendong tas sekolahnya, sikap tenang dan penuh senyuman, mereka memasuki gerbang sekolah. Tampak beberapa guru menyambut kedatangan mereka. Dengan santun, mereka salim dan sapa dengan para guru.

Usai merapikan alas kaki di loker, mereka dengan langkah pasti naik ke lantai 3 untuk menaruh tas, menyiapkan alat tulis, dan Al Quran. Selanjutnya mereka melaksanakan sholat Dhuha, tilawah Al Quran, doa bersama, dan motivasi dari salah satu guru kelas 6, Nunuk Purnawati, S. Pd. Dalam motivasinya beliau menuturkan, “Hari ini adalah puncak perjuangan kita bersama. Dari semester satu hingga hari kemarin, kita sudah berusaha dengan seluruh tenaga, pikiran, serta doa yang tiada pernah berhenti untuk mengharapkan pertolongan Allah. Untuk itu, Ayo kita sungguh-sungguh, cermat, dan teliti untuk meraih kemenangan.”

Dengan yel-yel “Semangat…Tenang…Maksimal…Juara” mereka suarakan dengan penuh semangat dan bergelora. Usai pengarahan dan motivasi, mereka mulai berbaris rapi di depan ruang ujian masing-masing. Ketua ruang menyiapkan barisan dan membagikan kartu peserta ujian. Pengawas ruang memasuki ruang ujian. Mereka masuk ruang ujian dengan salim, tenang, dan berdoa dengan khusyuk. Pengawas ruang mulai membacakan tata tertib peserta selama ujian dan lembar jawab komputer serta soal. Tepat pukul 08.00 mereka mulai mengerjakan soal di ruang ujian masing-masing.

Salah satu siswa Kelas 6, Nur Abdurrahman Mufid (12) menuturkan, “Alhamdulillah ujian hr ini berjalan lancar. Walaupun 10 nomor pertama agak sulit dan menjebak, tetapi untuk nomor berikutnya alhamdulillah lumayan pmudah.” Sedangkan siswa Kelas 6 lainnya, Muhammad Asyharudia Syamsi (12) menuturkan, “Ujian kali ini agak sulit tetapi saya bisa mengerjakan dengan lancar. Semoga kami mendapatkan hasil yang memuaskan.”

Penanggung jawab kegiatan ini, Yuyun Yuningsih S.Pd. menuturkan, “USBN ini sudah kita siapkan dari awal hingga kemarin. Alhamdulillah hari ini berjalan dengan lancar dan sukses. Semoga hari ini dan hari berikutnya, mereka mendapatkan kemudahan dan hasil yang terbaik.”