WhatsApp Image 2018-04-11 at 12.00.49

Literasi di Kelasku 5C

Salah satu program pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) adalah melalui gerakan literasi sekolah. Hal ini disebabkan karena keterampilan membaca sangat berperan dalam kehidupan seseorang.

Waktu menunjukkan tepat pukul 07.00. Bel tanda masuk sekolah berbunyi. Siswa kelas 5C mulai menempati tempat duduk masing-masing dengan tertib. Seperti biasa kegiatan sekolah pagi ini diawali dengan berdoa bersama dan hafalan beberapa surat Al-Quran. Usai kegiatan majelis pagi, saatnya para siswa mengikuti kegiatan literasi. Namun ada yang berbeda pada kegiatan literasi hari ini (11/04). Satu persatu siswa maju di depan kelas untuk menyampaikan isi buku yang sudah dibaca pada hari sebelumnya tanpa melihat buku.

Salah satu guru kelas 5, Susilowardhani, S.Pd menyampaikan, “Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah tentang gerakan literasi sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca. Harapan jangka panjangnya mereka memiliki budaya, bahkan menjadi kebutuhan keseharian untuk berliterasi. Menjadi pribadi penuh percaya diri, pengetahuan luas sekali, mampu mencipta narasi untuk peradaban dan kejayaan negeri.”

Program literasi ini dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama yaitu pembiasaan, pada tahap ini siswa dibiasakan untuk membaca 15 menit sebelum jam pelajaran setiap hari Senin-Kamis. Buku yang dibaca bebas sesuai tahap perkembangan anak. Diantaranya yaitu, buku pengetahuan agama, sains, sosial budaya, biografi dan lain lain. Tahap yang kedua yaitu pengembangan literasi, pada tahap ini siswa diarahkan untuk membuat rangkuman kemudian membacanya di depan kelas. Untuk meningkatkan keberanian dan percaya diri siswa, Kegiatan literasi dilanjutkan dengan model presentasi. Yaitu siswa menyampaikan isi buku di depan kelas tanpa membaca.

Aisha Jasmine (11), salah satu siswa kelas 5C yang mendapat giliran presentasi pada hari ini menuturkan, “Sangat senang dengan program literasi, pengetahuan saya jadi bertambah. Saya mendapat banyak pengetahuan yang belum diberikan pada jam pelajaran, hari ini saya menyampaikan tentang kisah Nabi Adam. Berbicara di depan kelas juga membuat saya jadi lebih percaya diri.”

Setiap siswa mengikuti kegiatan literasi dengan seksama. Kegiatan ini pun bertambah hidup karena mendapat respon, berupa tanya jawab dan ulasan dari guru dan siswa yang lain.

Waka Humas SDIT Nur Hidayah Surakarta, Rahmat Hariyadi, S.Pd menuturkan bahwa, “Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) maupun program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dari pemerintah sangat selaras dengan visi sekolah, Menjadi Sekolah Berkarakter, Ramah Anak, Berprestasi Gemilang, dan Berbudaya Lingkungan. Ketersediaan sudut baca, perpustakaan yang nyaman, kegiatan riel siswa membaca, menulis apa yang dibaca, menyampaikan kembali secara lisan, merupakan ikhtiar nyata dalam memaksimalkan proses dan hasil gerakan literasi.”

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *