WhatsApp Image 2018-03-14 at 10.10.48

Mengenali Bumi dengan Karya Tiga Dimensi

“Plastisin warna hijau menjulang ini gunung. Warna ungu yang ini, sungai. Ada danau, bukit, dan dataran rendah yang kami buat rumah-rumah. Ada jembatan dan sawah.” papar Faisa Hasyim (9) kelas 3A saat presentasi bersama kelompoknya.

Hari ini (Selasa/13/03/18) SDIT Nur Hidayah masih dalam rangka rehat tengah semester dua. Karena itu, hampir semua jenjang paralel, kecuali kelas 6, melaksanakan kegiatan nonkelas. Meski demikian, kegiatan-kegiatan yang diagendakan para guru masih berkaitan dengan pelajaran. Seperti kegiatan paralel kelas 3 di sekolah bernuansa hijau ini. Setelah kemarin para siswa diajak melihat alam secara langsung. Kini mereka menuangkan ke dalam bentuk karya tiga dimensi.

Alat dan bahan yang sederhana tak menyurutkan niat mereka untuk bekerja satu sama lain. Berbagai warna plastisin dari masing-masing siswa dikumpulkan lalu bersama membentuk permukaan bumi dengan kardus bekas sebagai dasarnya. Tak hanya itu, para siswa juga saling memberikan penjelasan saat ada teman satu kelompok kurang paham.

“Aku tadi kurang paham dataran rendah. Tapi aku terus dijelasin teman. Sekarang aku tahu dataran rendah bisa dipakai untuk menanam padi.” ungkap Muhammad Zaky Fathul ‘Ilmi, siswa kelas 3B mengungkapkan pengalamannya. Berbagai bahan yang dibawa ke sekolah juga mengajarkan sikap bertanggung jawab. Sementara menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu memberikan gambaran sikap disiplin bagi siswa.

“Kegiatan ini sebenarnya masuk dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bab Permukaan Bumi. Jadi, kami berharap dengan langsung membuat karya, para siswa lebih paham perbedaan gunung dan bukit,” demikian urai Syrifatul Istiqomah Spd, Spd SD, selaku Koordinator Guru Paralel Kelas 3 sekaligus pengampu mata pelajaran IPA. Dalam pembuatan karya tiga dimensi tersebut, siswa tidak sekadar mengerjakan sebuah tugas. Ada makna khusus dari kegiatan di sekolah yang bertagline “Terdepan dalam Kebaikan” ini. Anak-anak diajak untuk memahami ayat Al-Quran bahwa gunung-gunung diciptakan Allah sebagai pasak-pasak bumi.

Pendapat senada juga disampaikan oleh Waka Kehumasan SDIT Nur Hidayah, Rahmat Haryadi, S.Pd,bahwa tagline tersebut tidak hanya untuk kegiatan saling membantu, tetapi juga untuk saling menguatkan dalam hal kebaikan.
“Terdepan dalam kebaikan, memotivasi warga Sekolah untuk berfastabiqul khoirot dalam kebaikan, terbaik dalam prestasi, itu harapan kami bagi generasi penerus bangsa ini.” *(indah/emyu)

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *