WhatsApp Image 2018-03-05 at 08.11.39

Mengenal Sholat Dhuha dengan Lebih Baik

Pagi ini, (02/03/2018) cuaca cukup sejuk. Bahkan bagi sebagian siswa terasa cukup dingin. Hal ini nampak beberapa siswa masih mengenakan jaket menutupi baju seragam yang mereka kenakan hari ini. Sisa-sisa guyuran hujan tadi malam masih membekas. Mentaripun belum menampakkan kehangatannya.

Namun itu semua bukan penghalang untuk segera menyambut kebaikan. Saat bel tanda masuk berbunyi mereka bergegas untuk berbaris rapi membentuk shof di serambi teras kelas. Gelaran karpet dan tikar sudah dipersiapkan. Termasuk sound system untuk memandu jalannya kegiatan pagi ini.

Ya, pagi ini siswa-siswi kelas 2 paralel Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah, akan mengikuti kegiatan Sholat Dhuha dan doanya. Setelah meletakkan tas sekolah, mereka dibimbing untuk mengambil air wudhu dengan tertib lalu menuju ke serambi kelas.

Ustadzah Reni Agustin Priyatiningrum, S.Pd menururkan, _”Selain hari Jum’at, biasanya mereka mengikuti Apel dengan baris berbaris di depan kelas. Bernasyid maupun menyanyikan lagu-lagu nasional, serta bertepuk yel-yel penggugah semangat. Tapi mulai semester 2 ini, setiap Jum’at kita gunakan untuk mengenalkan dan membiasakan salah satu sunah Rasulullah Saw, yakni menjalankan Sholat Dhuha. Pada saat siswa kelas 1 hingga kelas 2 smt 1, siswa putri melaksanakan sholat dengan seragam, jilbab, dan kaus kaki saja. Hal ini bertujuan untuk memantau gerakan sholat siswa dengan benar. Tetapi mulai kelas 2 semester 2 para siswi sudah mengenakan mukena.

Setelah sholat dhuha 2 rekaat dilaksanakan secara bersama dengan bacaan dijahrkan (dikeraskan) tanpa imam, siswa berdoa bersama. Bacaan doa dhuha dihafalkan secara bersama-sama pula.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempersiapkan sholat berjamaah yang sesungguhnya di kelas 3 kelak. Selama kelas 1 dan 2, siswa sholat dhuhur berjamaah di kelas masing-masing. Sedangkan kelas mulai kelas 3-6, siswa mengikuti sholat Dhuhur dan Ashar dalam jamma’ah besar dengan salah satu ustadz sebagai Imam,” pungkas Ustadzah Reni dalam rilisnya.
(reni/emyu)

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *