WhatsApp Image 2018-03-05 at 07.31.32

Semakan Al Qur’an itu Menyenangkan

“Satu hurufnya dinilai satu kebaikan. Selama masih proses belajar, ketika salah melafalkan bukan dihitung kesalahan, namun justru diganjar satu pahala, apalagi jika tartil dan benar dalam membaca dan menghafalkannya? Kasih sayang Allah dilimpahkan bagi mereka yang mendekat dan menanamkan Al quran dalam sanubarinya.”

Nasihat yang dipetuahkan oleh Ustadzah Roihatul Hasanah, S, A.g tersebut ternyata mampu melecut semangat para siswa yang hendak semakan Al-Qur’an. Pesan yang disampaikan Ustadzah Roi, panggilan kesayangan oleh para siswa-siswi, itu sangat membekas dalam sanubari para siswa. Semangat ghiroh untuk menghafal Al-Qur’an semakin membuncah.

Ya, pagi itu (27/02/2018), lorong-lorong teras kelas dipenuhi para siswa kelas 1 yang duduk melingkar. Mereka berkelompok 6 orang dan membentuk lingkaran. Lutut bertemu lutut, menandakan kedekatan dan kesungguhan. Di tangan mereka tergenggam juz’ama.

Kegiatan semakan Al Qur’an ini diawali do’a pembuka pembelajaran Al- Qur’an metode Littaqwa secara serentak. Kemudian setiap anak akan disemak hafalannya oleh temannya dalam satu kelompok. Jika satu anak sudah selesai satu surat, maka akan diganti oleh teman sebelah kanannya untuk menghafalkan surat yang sama. Sampailah setiap anak dalam satu kelompok tersebut menghafalkan surat yang sama. Jika telah selesai putaran satu surat, maka dilanjutkan dengan menghafalkan surat berikutnya secara bergiliran.

Lebih Lanjut Ustadzah Roi, selaku salah satu guru Al-Qur’an di SDIT Nur Hidayah Surakarta, menjelaskan, ”Surat yang dihafalkan dalam tiap kelompok pada kegiatan semakan Al Qur’an kali ini adalah surat An-Nass sampai Al Asr. Dilanjutkan surat Al Fajr. Tujuan penyelenggaraan semakan Al Qur’an ini adalah agar para siswa terbiasa menghafal dan menyimak dihadapan orang lain, dalam hal ini temannya. Teman yang menyemak diperbolehkan membuka juz’ama . Dengan harapan bisa mengingatkan dan membetulkan jika teman yang sedang hafalan lupa atau salah ”.

Fahma, salah satu siswa kelas 1B menuturkan, ”Awalnya aku malu disemak teman dan takut kalau ada kesalahan dalam menghafal. Tapi setelah dijalani, Alhamdulillah tadi hafalanku bisa semua. Aku jadi percaya diri”.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Pendidikan Al-Qur’an SDIT Nur Hidayah, Ustadz Ali Mashudi Al-Hafidz, memaparkan, “SDIT Nur Hidayah dalam pembelajaran Al-Qur’an ada dua yakni terkait pembelajaran bacaan Al Qur’an menggunakan metode Littaqwa dan hafalan alquran. Sedangkan untuk menggenjot hafalan para siswanya salah satunya dengan program tahfidz pagi. Yakni kegiatan rutin pagi hari setelah do’a dilanjutkan muroja’ah dan menambah hafalan dibimbing oleh guru-guru Al-Quran selaku penaggung jawab tahfidz pagi di kelasnya masing-masing. Selain itu bahwa program semakan ini merupakan salah satu cara agar para siswa termotivasi menghafal Al -Qur’an. Agar terjaga surat-surat yang sudah terhafalkan”.

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *