WhatsApp Image 2018-01-16 at 09.51.43

Siswa Kelas 3 Buat Mobil Tenaga Angin

Siang melewati puncaknya. Bel tanda masuk belajar terdengar dari berbagai ruang. Matahari mulai menggelincir ke barat. Jam di dinding menunjukkan pukul 14.00. Saatnya para siswa mengikuti pembelajaran jam terakhir hingga menjelang Ashar. Meski demikian, mereka masih tampak semangat untuk belajar. Mereka bergegas masuk ke ruang kelas masing-masing.

Ya, siang kemarin, (11/1) sejumlah 36 siswa kelas 3A akan mengikuti pembelajaran Seni Budaya dan Kerajinan (SBK). Mereka segera mengeluarkan bahan dan alat yang dibawa dari rumah. Mereka tidak sabar untuk mempraktikan pembuatan mobil tenaga angin.

Mereka tampak antusias mengikuti penjelasan dari guru pengampu. Mereka terlihat gembira dengan kegiatan ini. Tak hanya mengasah kreativitas, kegiatan ini juga memanfaatkan barang bekas seperti botol minum bekas.

Setiap kelompok yang terdiri dari 2-3 anak terlihat serius. Mereka telah menyiapkan beragai peralatan dan perlengkapan sejak sepekan lalu. Tahap demi tahap mereka lalukan dengan hati-hati. Mulai melubangi tutup botol sebagai roda hingga belajar mengelem menggunakan lem pistol. Tentu saja anak-anak sangat antusias melakukan setiap langkah tersebut.

Khansa Aqilah Suryono (9) salah satu siswi kelas 3A mengatakan senang dengan kegiatan ini, “Aku senang, karena seru dan kreatif.” Hal ini senada dengan yang dirasakan Muhammad Taqiyuddin Atsaqif (9). Siswa yang sering dipanggil Tsaqif ini merasa senang dengan kegiatan SBK tersebut, “Senang dapat membuat mobil tenaga angin. Melatih kerjasama bersama teman-teman.”

Kegiatan belajar di luar ruangan ini dipandu langsung oleh Sriyanta S.Pd selaku pengampu muatan pelajaran SBK kelas 3. Menurut penuturan beliau, “Kegiatan belajar tersebut sesuai dengan Kompetensi Dasar, yakni membuat karya yang bergerak dengan tenaga angin.

“Kegiatan ini tidak hanya melatih anak-anak untuk kreatif memanfaatkan barang bekas di sekitar kita. Tetapi juga untuk melatih kesabaran setiap anak. Sebab memang banyak proses yang dilakukan agar hasilnya bagus. Selain itu saya berharap anak-anak belajar untuk bekerja sama dalam satu tim.” pungkas Ustadz Sri.

Waka Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, menuturkan bahwa “Saat ini kita menggunakan dua kurikulum. Kelas 1,2,4, dan 5 menggunakan Kurikulum 2013 sementara kelas 3 dan 6 menggunakan Kurikulum 2006. SBdPatau SBK juga ditujukan untuk melatih kreativitas siswa dalam. Mencipta hasta karya sesuai SK/KD yang ada. Mudah-mudahan kelak mereka bisa menjadi ilmuwan, teknokrat, insinyur yang memberikan manfaat kepada ummat manusia.”

WhatsApp Image 2018-01-16 at 09.51.47 WhatsApp Image 2018-01-16 at 09.51.46 WhatsApp Image 2018-01-16 at 09.51.45

Komentar Facebook
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *