22549573_1302719756504046_1290494220538481446_n

Kelas 2B Belajar Musyawarah dan Voting

Ada yang berbeda di pembelajaran siswa-siswi kelas 2B hari ini (27/01). Usai kegiatan majelis pagi, mereka mengikuti kegiatan Apresiasi Seni Islam (ASI). Diawali dari cerita sirah Rasulullah SAW tentang Meninggalnya Rasulullah dan dipilihnya Abu Bakar Ash-Shidiq sebagai Khalifah.

Ustadzah Reni Agustin Priyatiningrum, selaku Wali Kelas 2B menyampaikan betapa bagusnya akhlaq kaum anshar yang menerima pidato anjuran Abu Bakar agar memilih khalifah dari kaum Muhajirin dengan keutamaan-keutamaannya. Ustadzah Reni menjelaskan pula bahwa Abu Bakar RA menangis ketika terpilih menjadi khalifah.

“Mengapa Abu Bakar menangis?” tanya Ustadzah Reni. “Menangis karena senang, Us!” jawab salah satu siswa. Siswa lainnya menjawab “Karena terharu, Us.” Maka Ustadzah Reni menyampaikan bahwa Abu Bakar Ash Shidiq menangis karena mengerti betul betapa besar tanggung jawab seorang pemimpin. Ustadzahpun melanjutkan kisah hingga selesai.

Belajar dari kisah tersebut, siswa dipahamkan terkait musyawarah. Mereka pun mempraktikkan untuk bermusyawarah memilih ketua kelas. Dari musyawarah tersebut terpilihlah 3 calon : Zulfa, Hauzan dan Ahnaf. Tahap selanjutnya para siswa belajar tentang voting. Diawali dengan pembagian kertas (surat suara), para siswa menulis salah satu nama dari ketiga calon tersebut.

Sebelum penghitungan suara dimulai, ditunjuklah 1 petugas untuk membaca kartu suara, 1 petugas menjadi saksi, satu petugas pencatat, dan 1 petugas menjadi juru sobek kertas suara yang telah terbaca agar tidak terhitung ulang. Hasil penghitungan total suara yang diperoleh 30 suara termasuk 2 suara rusak karena nama yang tercantum adalah nama selain nama calon yang sudah ditentukan.

Oleh karena jumlah siswa yang hadir adalah 24 siswa sehingga ada selisih 6 suara yang tidak sah. Dengan melakukan beberapa evaluasi bersama maka votingpun diulang. Pada voting ke-2 ini diperoleh hasil Zulfa: 11 suara, Ahnaf: 7 suara dan Hauzan: 4 suara. Ada 2 suara lain rusak karena tulisan tidak jelas. Sehingga total suara 24 (sesuai dengan jumlah siswa yang hadir). Gegap gempita seruan takbir di kelas 2B menyambut Mbak Zulfa sebagai ketua kelas, disusul mas Ahnaf sebagai sekretaris dan mas Hauzan sebagai bendahara.

Dalam rilisnya, Ustadzah Reni menyampaikan Dengan kegiatan ini para siswa dapat belajar tentang musyawarah dan voting pada masa sahabat Rasulullah. Kedudukan dan tanggung jawab pemimpin, musyawarah dan voting. Hal ini sesuai dengan materi pembelajaran PKn kelas 2 Tema 5 tentang pengamalan sila ke-4 Pancasila di sekolah.

b1216178-b372-4f7e-96a5-2ab82a206c81

Menanamkan Karakter Diri Siswa Kelas 1 Melalui Kreasi Lempung Terigu

Hasil dari ilmu adalah tindakan bukan hanya pengetahuan. Perjalanan menuntut ilmu ibarat memahat batu untuk menjadikan maha karya dengan cita rasa megah. Perlu kesabaran dan kelihaian menemukan nilai seninya.

Mentari pagi menyapa dengan cerah dan penuh kehangatan. Seakan turut menyemangati 132 siswa kelas 1 untuk belajar hari ini. Mereka memasuki kelas dengan wajah yang ceria . Ditangan mereka tertenteng plastik yang berisi  perlengkapan alat dan bahan untuk membuat lempung terigu.

Ya, hari ini (23/01) para siswa kelas 1 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta mengikuti pembelajaran tematik yakni membuat dan berkreasi dengan lempung terigu. Mereka terlihat sangat antusias. Beberapa merasa takjub memperhatikan perubahan warna tepung ketika diberi zat pewarna  makanan. Mereka juga tampak semangat mengaduk adonan sampai menjadi lempung terigu.

Ketika beberapa siswa mulai lelah mengaduk adonan,  Ustadzah Leli Firly, S. Psi, salah satu guru kelas 1 memberikan motivasinya, “Ayo teman-teman, gunakan tenaga bismillah kalian! Beginilah ibu kalian jika sedang membuatkan kue. Berkeringat, perlu kerja keras tapi hasilnya bisa dinikmati oleh semua anggota keluarga. Semua menjadi bahagia. Luar biasa bukan? Ayo, jemari kalian isi dengan tenaga bismillah! Aduk adonan dengan semangat”.

Para siswa kembali termotivasi dan bertambah semangat saat melihat temannya sudah berhasil membuat lempung terigu yang kalis dan mulai berkreasi membuat aneka bentuk tiga dimensi.
Sabrina, salah satu siswa 1C menuturkan kesan dan pengalamannya, “Aku senang sekali. Awalnya geli mengaduk-aduk bahannya, tapi setelah jadi, waaah asyik! Lempungnya bisa dikreasi menjadi bentuk buah-buahan” .

Sementara guru kelas 1 lainnya, Ustadzah Siti Aminuriyah, S. Ag, S.Pd, menuturkan, Hal terpenting dalam suatu pembelajaran adalah menemukan hikmah setiap pembelajaran untuk kemudian menanamkan karakter-karakter positifnya kepada peserta didik. Melalui pembelajaran membuat dan berkreasi dengan lempung terigu para siswa dihantarkan untuk memahami kerja keras seorang ibu ketika menyiapkan menu untuk keluarga.”

Suatu pembelajaran bisa saja terlihat sederhana, namun mengandung nilai karakter yang luar biasa. Seperti petuah mengujarkan bahwa ilmu hakekatnya adalah mutiara maka akan ada hal yang sangat berharga disana.

WhatsApp Image 2018-01-13 at 09.01.34

Kelas 6 Gelar Manasik Haji

Labbaik Allahumma Labbaik

Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik

Innalhamda wa ni’mata laka wal mulk

La Syari kalaka

 

Pagi ini cuaca sangat sejuk. Jejak-jejak hujan semalam masih nampak di rerumputan maupun jalan aspalan yang masih lembab basah. Tidak terkecuali di sekitaran Asrama Haji Donohudan. Mentari masih malu-malu menampakkan diri. Belum memberikan kehangatan pada semesta.

 

Kondisi itu tak menjadikan bermalasan untuk beraktivitas. Termasuk puluhan siswa-siswi yang berduyun-duyun datang diantar orang tuanya ke Asrama Haji Donohudan. Mereka tampak gagah sholih anggun sholihah dengan pakaian serba putih. Senyum mengembang saat bersalaman dan disambut oleh guru pendamping yang juga berkostum putih. Selanjutnya mereka saling menyapa, bersalaman, berbaur dengan teman-temannya.

 

Ya, hari ini (13/01) sejumlah 144 siswa/siswi SDIT Nur Hidayah Surakarta akan mengikuti kegiatan Manasik Haji. Terlihat para siswa kelas 6 bershaf di masjid donohudan. Pagi itu, mereka bersiap akan melaksanakan manasik haji. Setelah merapikan pakaian ihrom mereka duduk rapi bershof di serambi Masjid Al-Mabrur mendengarkan penjelasan alur manasik dari pembimbing. Mereka tampak antusias mendengarkan penjelasan.

 

Usai penjelasan teknis, praktik manasikpun dimulai. Setiap siswa sesuai kelompok halaqohnya bersama pementor masing-masing melalui tahapan demi tahapan prosesi manasik haji. Mulai berkumpul di Bir Ali (mengambil miqot) dengan mengucapkan niat umroh dengan membaca talbiyah sampai Mekkah. Setelah melihat Ka’bah menggantinya dengan doa dan thawaf qudum sebelum tgl 8 dzulhijah dan melakukan prosesi ibadah lainya.

 

Setelah itu, peserta menuju Mina melakukan Tarwiyah niat haji Labaika Hajjan. Dilanjutkan menuju Arofah untuk wukuf dengan mendengarkan Khutbah yang disampaikan Ustadz Haryono, SP.d. Setelah itu, peserta menuju Muzdalifah  untuk mabit dan mengambil kerikil. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Mina persiapan lempar jumroh ke 1 di 10 dzulhijah jumroh Aqobah, kembali ke Mina untuk mabit dan melakukan penyembelihan qurban “Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar”.

 

Selanjutnya, pada 11 dzulhijah dilanjut lempar jumroh ke 2. Kemudian sebelum 13 dzulhijah melakukan thawaf ifadhoh dengan bebagai ibadah di dalamnya. Kemudian menuju Bukit Shofa dan melakukan Sa’i, setelah selesai proses ibadah di Bukit Marwa. Selanjutnya melakukan Tahallul yang merupakan prosesi ibadah haji terakhir.

 

Koordinator kegiatan, Ust. Darussalam menyampaikan harapannya, “Semoga dengan manasik haji ini, semakin memotivasi para siswa untuk menguatkan niat untuk menyempurnakan rukun Islam. Memenuhi panggilan mulia beribadah di Baitullah, yang merupakan kerinduan umat muslim.”

WhatsApp Image 2018-01-16 at 09.51.43

Siswa Kelas 3 Buat Mobil Tenaga Angin

Siang melewati puncaknya. Bel tanda masuk belajar terdengar dari berbagai ruang. Matahari mulai menggelincir ke barat. Jam di dinding menunjukkan pukul 14.00. Saatnya para siswa mengikuti pembelajaran jam terakhir hingga menjelang Ashar. Meski demikian, mereka masih tampak semangat untuk belajar. Mereka bergegas masuk ke ruang kelas masing-masing.

Ya, siang kemarin, (11/1) sejumlah 36 siswa kelas 3A akan mengikuti pembelajaran Seni Budaya dan Kerajinan (SBK). Mereka segera mengeluarkan bahan dan alat yang dibawa dari rumah. Mereka tidak sabar untuk mempraktikan pembuatan mobil tenaga angin.

Mereka tampak antusias mengikuti penjelasan dari guru pengampu. Mereka terlihat gembira dengan kegiatan ini. Tak hanya mengasah kreativitas, kegiatan ini juga memanfaatkan barang bekas seperti botol minum bekas.

Setiap kelompok yang terdiri dari 2-3 anak terlihat serius. Mereka telah menyiapkan beragai peralatan dan perlengkapan sejak sepekan lalu. Tahap demi tahap mereka lalukan dengan hati-hati. Mulai melubangi tutup botol sebagai roda hingga belajar mengelem menggunakan lem pistol. Tentu saja anak-anak sangat antusias melakukan setiap langkah tersebut.

Khansa Aqilah Suryono (9) salah satu siswi kelas 3A mengatakan senang dengan kegiatan ini, “Aku senang, karena seru dan kreatif.” Hal ini senada dengan yang dirasakan Muhammad Taqiyuddin Atsaqif (9). Siswa yang sering dipanggil Tsaqif ini merasa senang dengan kegiatan SBK tersebut, “Senang dapat membuat mobil tenaga angin. Melatih kerjasama bersama teman-teman.”

Kegiatan belajar di luar ruangan ini dipandu langsung oleh Sriyanta S.Pd selaku pengampu muatan pelajaran SBK kelas 3. Menurut penuturan beliau, “Kegiatan belajar tersebut sesuai dengan Kompetensi Dasar, yakni membuat karya yang bergerak dengan tenaga angin.

“Kegiatan ini tidak hanya melatih anak-anak untuk kreatif memanfaatkan barang bekas di sekitar kita. Tetapi juga untuk melatih kesabaran setiap anak. Sebab memang banyak proses yang dilakukan agar hasilnya bagus. Selain itu saya berharap anak-anak belajar untuk bekerja sama dalam satu tim.” pungkas Ustadz Sri.

Waka Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, menuturkan bahwa “Saat ini kita menggunakan dua kurikulum. Kelas 1,2,4, dan 5 menggunakan Kurikulum 2013 sementara kelas 3 dan 6 menggunakan Kurikulum 2006. SBdPatau SBK juga ditujukan untuk melatih kreativitas siswa dalam. Mencipta hasta karya sesuai SK/KD yang ada. Mudah-mudahan kelak mereka bisa menjadi ilmuwan, teknokrat, insinyur yang memberikan manfaat kepada ummat manusia.”

WhatsApp Image 2018-01-16 at 09.51.47 WhatsApp Image 2018-01-16 at 09.51.46 WhatsApp Image 2018-01-16 at 09.51.45

WhatsApp Image 2018-01-08 at 11.50.58

Tingkatkan Sinergitas Kerjasama Orang Tua dan Sekolah, Kelas 1 Gelar SOMG

Hari ini (6/1/2018) sekitar pukul 08.30 lalu lalang lalu lintas di depan SDIT Nur Hidayah terlihat lebih ramai dari biasanya. Terdapat sederetan kendaraan bermotor berjajar rapi di depan Gedung Timur SDIT Nur Hidayah. Tampak juga beberapa satpam SDIT Nur Hidayah mengatur lalu lintas ikut menertibkan parkir kendaraan. Tidak lama kemudian, beberapa orang tua/wali murid tersebut memasuki gerbang Gedung Timur SDIT Nur Hidayah dan menuju Aula. Ya, hari ini rupanya ada Silaturahim Orang Tua Murid dan Guru (SOMG) kelas 1 SDIT Nur Hidayah Surakarta. Acara yang berlangsung sekitar 4 jam tersebut berjalan lancar.

SOMG kelas 1 di semester 2 ini diawali dengan pembukaan dilanjutkan lantunan tasmi’ ayat-ayat Alquran yang dibawakan oleh beberapa anak kelas 1. Sambutan yang diberikan oleh perwakilan pimpinan sekolah, Muslikah, S. Pd. selaku Waka kurikulum menyampaikan beberapa agenda sekolah dan informasi terkait kurikulum. Setelah sambutan, Ustadz Ali Mashudi, Al Hafidz selaku koordinator Al Qur’an menyampaikan tentang pengajaran Al Qur’an metode Littaqwa. Metode Littaqwa merupakan metode baru pembelajaran Al Qur’an yang diluncurkan oleh Tim Al Qur’an Center Yayasan Nur Hidayah Surakarta dan baru diterapkan SDIT Nur Hidayah pada tahun pelajaran 2017/2018. Setelah itu, Aula SDIT Nur Hidayah disegarkan oleh 3 ice breaking yaitu kata kunci “ikuti kata saya”, Berapa jumlah u pada kata itu, dan konsentrasi gerakan dan hitungan yang dipandu oleh tim Bimbingan Konseling (BK) untuk mengawali pemaparan materi “Peran Serta Orang Tua Dalam Membantu Tugas Perkembangan Anak”.

Tim BK SDIT Nur Hidayah yang terdiri dari Annisa Fadlia Zaen, S. Pd. dan Dea Rasti Amalia, S. Pd. ini memaparkan bahwa peran orang tua sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak. Anak di awal usia SD perkembangan fisik dan psikis sudah mulai berkembang menuju ke arah yang lebih sempurna dan akan berkembang selaras tugas perkembangan sesuai dengan rentang usianya. Perkembangan ini meliputi perkembangan fisik motorik, perkembangan kognitif, dan perkembangan sosial – emosional. Oleh sebab  itu peranan ayah dan ibu sangat  berpengaruh bagi perkembangannya. Pada rentang usia ini anak lebih didekatkan dengan orang tua yang sama jenis kelamin dengannya untuk menguatkan jati diri anak.

Pemaparan yang dilakukan secara apik ini juga menyampaikan terkait problematika perilaku yang sering dilakukan anak serta alternatif penanganannya seperti permasalahan membaca menulis, berbohong, anak mogok sekolah, dsb. Selain itu juga disampaikan tentang cara membangun kedisiplinan anak usia sekolah dengan kasih sayang. Orang tua terlihat antusias mengikuti kegiatan.

Ningrum Khazanah, S. Pd., ibu dari ananda  Muhammad Mushab Ramadhan kelas 1C menuturkan kalau materi yang disampaikan sangat bermanfaat. “Beberapa tips bagi orang tua dalam mendampingi anak saat belajar maupun memantau tumbuh kembang mereka sangat praktis untuk dilaksanakan. Orang tua jadi mengetahui lebih awal permasalahan anak dan tentunya bisa lebih awal untuk menanganinya”, begitu tambahnya sambil diiringi ucapan terima kasih.

Sebelum acara penutupan, Koordinator Paralel Kelas 1, Sugeng Sugiharto, S. Ag., juga menyampaikan tentang informasi kelas 1 meliputi program kerja paralel kelas 1, sosialisasi tata tertib, pembiasaan baik di kelas 1, dsb.

Rahmat Hariyadi, S. Pd. selaku Waka Kehumasan menuturkan bahwa SOMG  memang sebagai salah satu program sekolah untuk membangun sinergisitas antara sekolah dengan orang tua siswa.  “SOMG akan diselenggarakan oleh semua kelas dengan jadwal yang sudah ditentukan. Pekan pertama di awal tahun 2018 ini kelas 1 telah mengawali kegiatan SOMG ini”, begitu tandasnya.

WhatsApp Image 2018-01-08 at 11.50.57 (1) WhatsApp Image 2018-01-08 at 11.50.55 WhatsApp Image 2018-01-08 at 11.50.57

5f0f1957-a1e9-4f8c-a18a-87041f6aecde

DONGENG PENUH MOTIVASI “MUHIBAH BERKISAH”

Pagi ini cuaca sangat cerah. Mentari menyapa semesta dengan hangatnya. Sehangat semangat para siswa-siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nur Hidayah Surakarta hari ini. Mereka tampak berbondong-bondong menuju ke halaman sekolah. Setelah mereka mengikuti kegiatan majelis pagi di kelas masing-masing.

Ya, hari ini (03/01/2018) sejumlah 842 siswa-siswi kelas 1-6 SDIT Nur Hidayah mengikuti kegiatan Motivasi Berpreatasi “Muhibah Berkisah” bersama Kak Bimo, Pengkisah Nasional dari Yogyakarta. Mereka tampak duduk rapi bersilah, memadati halaman sekolah.

Kepala SDIT Nur Hidayah, Waskito, S.Pd dalam sambutannya menuturkan, “Tujuan pendidikan nasional salah satunya adalah menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa. Inilah yang saat ini digalakkan dengan Penguatan Pendidikan Karakter. Muaranya menjadi pribadi yang berkepribadian luhur. Salah satu ikhtiarnya dengan memberikan motivasi berakhlakul karimah dan semangat berprestasi, melalui kisah-kisah mulia.

Dalam uraiannya, Kak Bimo mengisahkan Raja Abrahah dan manusia terpuji nan mulia Nabi Muhammad Saw. Beliau juga berpesan, “Anak yang sholih itu taat pada Allah dan Rasulnya, hormat kepada guru dan orang tua, sayang kepada teman. Belajar sungguh-sungguh, mencintai Al-Qur’an dan kelak berguna bagi sesama.”

Salah satu siswi kelas 5D SDIT Nur Hidayah, Shofiyyah Al Qonita (11), “Sangat menarik kisahnya, pengkisahnya lucu dan hebat. Membuatku terkesima mendengarkan kisahnya. Tidak terasa 1,5 jam seakan hanya 15 menit. Kita diajak untuk lebih bersyukur dengan belajar sungguh-sungguh dan menghafal Al-Qur’an. Supaya kita menjadi orang yang mulia.”

Waka Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, menuturkan, “Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi sekaligus refress kepada para siswa dalam memasuki proses pembelajaran semester 2. Tentunya juga lebih mengokohkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagaimana amanat dari pemerintah. Kita berharap, para siswa lebih termotivasi dalam hal berakhlakul karimah maupun prestasi. ”

2e4751a1-83bb-4af7-b766-75e37c886746 dab03286-2007-4576-8b2a-e0a9f862d56d